Namanya Alesha Khalila seorang office girls di sebuah perusahaan besar yang berada di Ibukota. Dia mempunyai cowok yang bernama Dani Pratama . Alesha berpacaran sama Dani sudah lama sekali tapi setiap Alesha meminta untuk meresmikan hubungan mereka Dani selalu menghindar dan mempunyai seribu alasan untuk menolak.
Suatu hari Alesha sengaja pergi ke Bandung untuk memberikan surprise untuk sang pacar tapi sampainya di Apartemennya sang cowok. Alesha terkejut ketika membuka pintu Apartemennya, Alesha mendapatkan Surprise yang sangat menyakitkan dari sang Cowok...
Apakah Surprise yang didapatkan Alesha dari sang Cowok..
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
SELAMAT MEMBACA !!!
Satu bulan telah berlalu Alesha sangat senang karena dia bisa menjaga Rara sambil bekerja dari rumah.
" Sis! Kamu berhenti bekerja saja ya. Insya Allah aku bisa mencukupi kebutuhan kita dan untuk kamu kirimkan ke Ibu di kampung Sis !" Seru Alesha yang sekarang sedang menemani Rara berceloteh .
" Apa nggak merepotkan kamu Sha ?" Tanya Siska yang nggak enak hatinya .
" Kamu apaan sih Sis, nggak ada ya yang namanya merepotkan kita kan saudara. Jangan khawatirkan masalah uang Sis, Nih lihat !" Seru Alesha menyerahkan hapenya yang sudah dibuka layar M banking salah satu bank dinegaranya.
" Masya Allah Sha ini uang beneran Sha !" Seru Siska kaget ketika melihat saldo yang tertulis di hapenya Alesha.
" Tentu saja uang dong Sis, memangnya itu cuma tulisan yang bisa aku tulis sendiri hehehe ." Jawab Alesha dengan terkekeh melihat reaksi sahabatnya itu.
" Yuk kita berdua buat usaha sendiri biar kerjanya santai dan bisa sambil menjaga si cantik ini !" Seru Alesha sambil menciumi Rara yang sedang mengoceh nggak tidur.
" Apa nggak sebaiknya kamu perbaiki dulu rumah ini Sha, biar lebih aman baru setelah itu kita pikirkan kedepannya mau buat usaha apa ." Ucap Siska memberikan usul buat Alesha.
" Oke, nanti akan aku pikirkan Sis, tapi sebaiknya kamu kuliah Sis. Biar semua biayanya aku yang tanggung tapi setelah lulus kamu harus bantu aku kelola usaha kita. Sis seandainya nanti kita buat perusahaan sendiri bagaimana menurut kamu ?" Tanya Alesha sambil menatap Siska yang pikirannya sedang kemana karena dia terlihat melamun.
" Dor !" Teriak Alesha sambil menepuk pundaknya Siska.
" Malah melamun diajak bicara !" Seru Alesha mengambil Rara dan didudukkan dipangkuannya.
" Capek ya Sayang ?" Tanya Alesha kepada Rara yang nggak mungkin ada jawaban dari Putrinya .
" Kamu tadi bicara apa Sha ?" Tanya Siska yang masih ngebleng.
" Aku suruh kamu untuk kuliah dan biayanya biar aku yang bayar yang penting kamu setelah lulus harus bantu mengembangkan usaha aku ya Sis. Yang penting kamu besok keluar dulu dari pekerjaan kamu yang sekarang dan kita harus memulai memikirkan usaha apa yang akan kita buka atau kamu setuju kita buka perusahaan saja ." Ucap Alesha mengulangi apa yang diucapkannya tadi .
" Iya ya besok Tante akan mengundurkan diri dan kerjanya dirumah saja jagain Rara yang cantik ini ya !" Jawab Siska sambil menciumi pipinya Rara yang sudah terlihat gembul itu .
" Kalau boleh tau kamu mau buka perusahaan apa Sha ?" Tanya Siska dengan penasaran perusahaan bidang apa yang ingin buka oleh sahabatnya itu.
" Aku mau buka perusahaan sesuai bidang aku Sis, perusahaan IT semoga bisa terlaksana ."
" Amin amin ya robbal'alamin . Semoga apa yang kamu cita-citakan tercapai ." Jawab Siska penuh kagum melihat kepintaran sahabatnya.
Mereka bersiap untuk tidur karena malam sudah semakin larut, Rara sudah di gendong sama Siska menuju ke kamarnya.
Oek oek oek Rara menangis.
" Cup cup cup kenapa Sayang, mau minum cucu ya Sayang ?" Tanya Alesha yang matanya masih mengantuk tapi tetap bangun ingin membuatkan susu buat Putri kesayangannya.
" Lapar ya Sha ?" Tanya Siska juga ikut bangun.
" Ya kayaknya Sis, aku cek pampersnya belum penuh kok. Tolong jaga Rara dulu ya aku mau buat susu buatnya ." Jawab Alesha sudah siap dengan botol susunya Rara.
" Jangan nangis lagi ya, tuh Mama sudah buatkan susu buat Rara yang cantik ini !" Seru Siska sambil menenangkan Rara supaya nggak nangis lagi.
Alesha memberikan susunya kepada Siska yang sudah siap memberikan susu buat Rara. Alesha duduk disebelahnya Siska sambil menatap wajah Rara yang sudah kemerahan karena menangis.
" Yuk Sis, tidurkan lagi Raranya dia sudah pulas itu !" Seru Alesha supaya menaruh Rara ke dalam ranjang box miliknya .
Mereka bertiga tidur lagi karena masih sangat malam.
Keesokan harinya Siska sudah rapi mau berangkat kerja sekalian menyerahkan surat pengunduran dirinya. Dia akan mengikuti apa yang disarankan oleh Alesha sahabatnya untuk kuliah .
" Sarapan dulu Sis sebelum berangkat kerja,nih Sudah aku buatkan nasi goreng buat kita sarapan !" Seru Alesha yang sudah selesai membuat sarapan .
" Terima kasih Sha, Seharusnya aku yang membuat sarapan. Malah aku kesiangan bangunnya hehehe ." Ucap ucap Siska terkekeh merasa lucu sudah numpang tapi dibuatkan sarapan juga.
" Ah kamu apaan sih Sis, kita kan saudara nggak perlulah terus mengucapkan terima kasih. Aku nanti pagi setelah Rara bangun mau ke rumah Pak RT . Mau bertanya apakah warga sini ada yang bisa membangun rumah kita ." Ucap Alesha sambil menyantap nasi gorengnya.
Sarapan sudah selesai Siska disuruh langsung berangkat kerja untuk cuci piring Alesha yang akan mencucinya.
" A aaa aa." Celoteh Rara yang sudah bangun untungnya Alesha sudah selesai membersihkan dapurnya.
" Masya Allah pintarnya putri mama bangun tidur nggak menangis ya Sayang. Mandi yuk terus kita jalan jalan ke rumahnya Nenek ." Ajak Alesha berbicara dan Rara sudah mulai bisa merespon ucapan disekitarnya.
Alesha menggendong Rara ke kamar mandi disana Alesha sudah menyiapkan air hangat untuk memandikan putri kesayangannya.
" Minum cucu dulu ya Sayang, baru kita jalan jalan pagi ."
" A aaa aaa ." Rara merespon ucapannya Alesha dengan ucapan bahasa bayinya .
Alesha membawa Rara untuk keluar rumah dan mengunci pintunya berjalan ke arah rumahnya Pak RT.
" Duh Dek Rara cantik Mau ke mana ?" tanya ibu Ranti sebelah rumahnya.
" Mau ke rumahnya Nenek Neni, Nek ." Jawab Alesha dengan menirukan suara anak kecil dan itu membuat Rara tertawa.
" Cantiknya cucu Nenek ini, ya sudah ke rumah Nenek Neni dulu ya nanti jangan lupa mampir ke rumahnya Nek Ranti juga ya Nak !" Seru Bu Ranti mempersilahkan Alesha untuk berjalan kembali .
Setelah kepergiaan Alesha Bu Ranti dihampiri anaknya yang lagi menggendong putrinya.
" Alesha sama Rara mau kemana tadi Bu ?" Tanya Mbak Celine ya Bu Ranti adalah Ibunya Mbak Celine atau Nenek Karina.
" Katanya mau ke rumahnya Bu RT Nak, Alesha itu sayang banget ya sama Rara, masih muda tapi jiwanya sudah keibuan. Dan kemarin Karina pas main ke rumahnya dikasih makanan sama uang dua ratus ribu Nak, Ibu lupa kasihkan ke kamu ." Ucap Bu Ranti lagi.
" Masya Allah, alhamdulillah Bu bisa buat beli susunya karina dia sudah nggak mau Asi aku Bu ." Jawab Mbak Celine dengan penuh kebahagiaan.
" Ya sudah ayo pulang ke rumah , Karina tinggal sama Ibu saja Kamu belikan susu buat putri kamu !" Ajak Bu Ranti pulang ke rumahnya.
Alesha baru sampai di depan rumahnya Bu RT. Dan ternyata disana lagi banyak orang yang berkumpul lagi ada rapat kayaknya.