Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.
Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.
Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.
Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17| Berubah
“Ara!” panggil Jason dengan suara lirihnya.
“PERGI!” pekik Ara membuat tuan Jeon yang baru selesai menghubungi istrinya langsung masuk ke dalam ruangan Ara.
Beliau melihat Ara yang ketakutan dengan putranya.
“Ara?” panggil lembut dari tuan Jeon membuat Ara menurunkan selimut yang menutupinya.
“A—ayah?” gumam Ara dengan suara lirihnya.
Tuan Jeon melangkah mendekatinya dan menenangkannya. Ara langsung memeluk tuan Jeon yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri.
“A—Ara takut, Ara takut Ayah,” ujar Ara dengan suara bergetar. Tuan Jeon menatap putranya dengan tajam dan Jason hanya terdiam melihat betapa takutnya Ara kepadanya.
“Ara ingin bersama Nara,” pinta Ara yang mulai menangis, tak selang beberapa saat setelah ia mengucapkannya. Nara datang dan langsung menghampirinya.
“NARA!” jerit Ara langsung memeluk erat Nara, tuan Jeon menyuruh putranya untuk keluar dan berbicara dengannya.
Dengan langkah lesunya, Jason mengikuti langkah ayahnya. Mereka berdua sampai di taman rumah sakit, tuan Jeon menyuruh putranya untuk duduk dan Jason duduk di sebelahnya. Tuan Jeon memfokuskan padangannya ke arah putra satu-satunya.
“Apa yang sudah kau lakukan sehingga membuat Ara ketakutan seperti itu?” tanya tuan Jeon.
Jason menghirup nafas dalam-dalam sebelum menjawabnya.
“Maafkan aku, tadi malam aku terlalu mabuk dan melakukan hal bejat kepada Ara,” jujur Jason, karena percuma saja ia berbohong, sebab ayahnya akan mengetahuinya juga.
“Kurang ajar!” lagi-lagi Jason mendapat tamparan keras dari ayahnya.
“KAU! Ayah tidak menyangka! Kau sudah sangat keterlaluan, ingat kata-kata Ayah! Kau akan menyesali semua perbuatanmu, suatu saat nanti di mana kau sudah mulai mengerti kesalahanmu, kau akan menganggap dirimu sendiri adalah orang terbodoh di dunia ini!” tuan Jeon meninggalkan putranya yang masih terdiam,
Jason tidak mengerti dengan kalimat ayahnya itu.
“Haha, ini sunggguh menggelikan sekali!” Jason tertawa sendiri, ia merasa mulai sangat gila dengan semua ini. Lelaki itu tidak mengerti kenapa dirinya yang selalu disalahkan.
“Ini semua bukan salahku! Tapi, ini adalah kesalahan Ara sendiri yang tiba-tiba hadir mengusik hidupku! Ara, kau sudah membuatku selalu disalahkan dan tunggu saja apa yang akan ku perbuat kepadamu! Kau akan merasa hidupmu bukan lagi di neraka melainkan di jurang neraka yang paling dalam!” desis Jason dengan tatapan marahnya, ia sudah membulatkan tekadnya untuk membuat Ara semakin tersiksa dan akan memohon kepadanya.
...***...
“Ara, kau makan dulu ya,” bujuk lembut Nara mencoba membujuknya yang tidak mau makan sejak tadi, bahkan tatapan Ara seperti kosong.
Nara semakin dendam kepada Jason dan ia ingin sekali membalas perbuatan lelaki itu.
“Aku tidak bernafsu,” lirih Ara.
“Kau harus makan agar cepat sembuh dan kembali pulang. Memangnya kau ingin di sini terus? Kalau aku tidak betah di sini terlalu lama, lebih baik aku tiduran di atas ranjangku yang sangat empuk itu!” Nara mencoba membujuknya agar Ara mau makan.
“Tapi, aku tidak lapar, Nar!” tolaknya, membuat Nara menghembuskan napasnya.
“Kenapa kalian berdebat?” tanya tuan Jeon saat memasuki ruangan Ara.
“Ara tidak ingin memakan makanannya, aku sudah membujuknya sejak tadi. Tapi, dia selalu beralasan tidak nafsu makan dan tidak lapar,” jelas Nara yang di balas senyum kecil dari tuan Jeon.
“Apa perlu Ayah suapi agar kau mau makan?” tanya lembut tuan Jeon sambil mengelus pelan puncak kepala Ara.
Ara mendongakkan kepalanya menatap tuan Jeon.
“Tidak perlu, Ara makan sendiri,” jawab Ara dengan senyum kecil di bibir pucatnya. Ara mulai memakan makanannya, ia hanya memakannya sampai suapan ketiga. Lalu wanita itu menolak untuk makan lagi.
“Sudah, aku sudah sangat kenyang,” ucap Ara.
“Sekarang minum obatmu! Tidak ada penolakan atau aku akan marah!” ancam Nara membuatnya langsung meminum obat yang di berikan tuan Jeon.
“Ara,” panggil tuan Jeon setelah Ara selesai meminum obatnya.
“Iya, Ayah?” tanya Ara mengalihkan pandangannya ke tuan Jeon.
“Maafkan putra Ayah yang sudah keterlaluan kepadamu, Ayah sebagai orang tuanya sangat malu mengetahui perilakunya kepadamu. Ayah mohon kau memaafkannya demi Ayah,” mohon tuan Jeon membuat Ara dan Nara terdiam.
Ara tersenyum dan menarik tangan tuan Jeon untuk di genggamnya, Ara menggenggam erat tangan tuan Jeon.
“Ayah tidak perlu minta maaf begitu kepada Ara, Ara tidak bisa membenci Jason. Tadi, itu Ara masih shock dan takut saat melihat wajahnya. Tapi, sekarang Ara sudah tidak terlalu takut dan Ara sudah memaafkannya,” jujur Ara membuat tuan Jeon langsung memeluknya.
“Kau putri Ayah yang paling baik, terima kasih,” ucap tuan Jeon.
“Dasar wanita murahan bermuka dua, kau begitu pintar meluluhkan hati Ayahku,” gumam Jason yang berada di dekat pintu sejak tadi.
Jason memang berada di situ untuk mengintip keadaan Ara. Tapi, ternyata ia tak sengaja mendengar percakapan Ara dan ayahnya.
“Tunggu saja pembalasanku, Ara!" kata Jason, sebelum berlalu pergi.
“Kau sangat baik Ara, tidak salah Ayah memilihmu sebagai menantuku,” ucap bangga tuan Jeon kepada Ara.
Ara hanya tersenyum menanggapinya. Nara menaikkan sebelah alisnya menggoda Ara.
Tiba-tiba pintu ruangan Ara terbuka dan Jason memasuki ruangan Ara dengan senyuman menawan dan Ara menatapnya aneh.
“Ini untukmu,” ucap Jason memberikan buket bunga kepada Ara.
“Terima kasih,” balas Ara dengan begitu tulus, Nara menatap aneh atasannya itu yang tiba-tiba saja berubah dan sangat mencurigakan.
Nara terus memperhatikannya, tanpa sepengatahuan Jason.
“Maafuntuk tadi malam, sungguh aku tidak sadar dan aku akan memperbaiki semuanya, tolong bantu aku untuk bisa menerima kehadiranmu di kehidupanku,” ujar Jason dengan nada tulus, Ara tersenyum mendengarnya.
“Aku akan membantumu untuk berubah,” balas Ara dengan perasaan yang sangat bahagia.
“Terima kasih Ara,” Jungkook memeluk erat Ara dan Ara membalas pelukannya tak kalah erat.
“Apakah kau bersungguh-sungguh ingin berubah?” tanya tuan Jeon.
Jason tersenyum dan melepaskan pelukannya, lalu ia mengambil tangan Ara untuk digenggam.
“Aku sudah membulatkan tekad untuk merubah sifatku demi Ara, aku sadar telah terlalu banyak membuat Ara terluka karena ulahku dan aku akan menebusnya demi memperbaiki semua keburukanku itu,” ujar Jason sungguh-sungguh.
“Ayah pegang ucapanmu itu! Kalau kau menyakiti Ara, tidak ada maaf lagi untukmu dan kau akan menyesal!” seru tuan Jeon dengan tegas.
“Jason janji,” janjinya sambil menatap ke dalam mata Ara.
“Meskipun kau adalah atasanku! Aku tidak akan takut untuk membunuhmu, kalau aku sampai melihat Ara kembali menangis karenamu!” ancam Nara yang sejak tadi hanya diam.
“Aku tidak akan menyakitinya lagi dan ini yang terakhir kalinya,” balas Jason membuat Ara semakin merasa senang, ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
Bersambung...