NovelToon NovelToon
Preman Sengklek Dan CEO Cantik

Preman Sengklek Dan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Apa jadinya kalau mantan preman pasar yang paling ditakuti justru berakhir jadi pengawal pribadi seorang CEO cantik yang super dingin? Alih-alih merasa aman, sang CEO malah dibuat naik darah sekaligus baper tiap hari karena tingkah bodyguard-nya yang sengklek dan nggak masuk akal. Ikuti kisah komedi romantis penuh aksi antara si garang dan si cantik!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Tugas Malam di Istana Macan

Setelah kejadian makan siang yang penuh drama krupuk dan daging terbang, Clarissa tidak memecatku. Malah, dia memberiku tugas tambahan yang lebih berat: menjaga rumah pribadinya di kawasan elit Menteng.

​Rumahnya sangat besar, lebih besar daripada lapangan bola di desaku. Pagarnya tinggi sekali, sampai-sampai aku harus mendongak ke atas kalau mau melihat ujungnya. Di dalamnya banyak patung-patung aneh yang tidak pakai baju, yang menurutku sangat tidak sopan.

​"Genta, malam ini kamu jaga di sini. Ada satpam di depan, tapi kamu harus tetap waspada di area dalam. Jangan sentuh barang apapun, apalagi masuk ke kamar saya!" Clarissa memberi perintah dengan wajah seriusnya.

​"Siap Mbak Bos! Pokoknya aman terkendali. Semut pun kalau mau lewat harus setor KTP dulu ke saya," jawabku sambil hormat grak.

​Malam semakin larut. Karena bosan luar biasa dan perutku mulai keroncongan lagi, aku memutuskan untuk berkeliling dapur. Dapurnya saja lebih mewah daripada ruang tamu Pak RT. Aku menemukan kulkas yang tingginya hampir dua meter.

​Begitu kubuka, isinya penuh dengan makanan asing. Karena takut salah makan, aku akhirnya mengeluarkan stok mie instan dari saku celanaku yang selalu siap sedia dalam kondisi darurat.

​Aku mulai memasak mie instan di dapur mewah itu. Bau aromanya memenuhi seluruh ruangan. Karena merasa kurang afdol, aku juga menggoreng telur mata sapi yang bumbunya cuma pakai garam sedikit. Sambil menunggu mie matang, aku mencoba duduk di sofa ruang tamu yang empuknya minta ampun.

​"Wah, ini kalau tidur di sini, mimpi buruk pun pasti sungkan mau datang," gumamku sambil menikmati empuknya sofa mahal itu.

​Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki dari arah tangga. Aku langsung panik. Apakah itu pencuri? Atau hantu penunggu rumah mewah ini? Dengan sigap, aku mengambil spatula kayu dari dapur dan memasang kuda-kuda silat andalanku.

​"Siapa di sana? Keluar atau saya jadikan martabak manis!" teriakku dengan suara yang sengaja diberatkan.

​Ternyata yang muncul adalah Clarissa. Dia memakai baju tidur sutra berwarna merah muda, wajahnya terlihat mengantuk. Dia langsung menutup hidungnya begitu mencium bau mie instan yang sangat menyengat di rumahnya yang wangi parfum mahal.

​"Genta! Kamu ngapain? Malam-malam begini malah masak mie instan di dapur saya?" Clarissa berkacak pinggang, menatapku dengan mata melotot.

​"Waduh, maaf Mbak Bos. Saya kira tadi ada maling, ternyata Mbak Bos mau ikut ngerasain mie instan buatan saya ya? Ini spesial lho, bumbunya saya campur pakai doa tulus dari Sidoarjo," jawabku sambil nyengir lebar.

​Clarissa hanya bisa menghela napas panjang. Dia duduk di sofa seberangku, terlihat lelah setelah seharian bekerja. Anehnya, dia tidak marah besar. Dia malah menatap mie instanku dengan tatapan lapar yang tidak bisa disembunyikan.

​"Sini... kasih saya sedikit. Saya lapar karena tadi siang cuma makan steak seuprit gara-gara kamu," pintanya dengan suara pelan.

​Akhirnya, kami duduk berdua di ruang tamu mewah itu. Seorang CEO cantik dan seorang bodyguard sengklek, makan mie instan bersama dari satu mangkok yang sama. Suasananya mendadak jadi canggung tapi romantis, sampai-sampai aku merasa ada kupu-kupu yang terbang di perutku.

​"Genta, kamu tahu? Kamu itu orang pertama yang berani masak mie instan di rumah ini," ujar Clarissa sambil mengunyah mie dengan nikmat.

​"Yah, itu namanya inovasi, Mbak Bos. Biar rumah ini ada suasana merakyatnya sedikit," jawabku bangga. Malam itu, aku merasa tembok es di hati Clarissa mulai sedikit mencair gara-gara sebungkus mie instan

Mbak Clarissa yang biasanya terlihat sangat galak dan berwibawa, malam ini malah terlihat seperti anak kecil yang sedang bahagia hanya karena makan mie instan. Aku hanya bisa tersenyum sendiri melihat pipinya yang tembem saat sedang mengunyah dengan lahap.

​"Genta, kenapa kamu malah melihat saya terus? Makan mie kamu, nanti keburu dingin!" Clarissa menegurku dengan matanya yang masih terlihat sedikit mengantuk namun tetap tajam.

​"Waduh, maaf Mbak Bos. Saya cuma heran saja, ternyata CEO yang uangnya triliunan begini ya doyan juga sama mie instan yang harganya cuma tiga ribu perak," jawabku sambil nyengir lebar.

​"Kadang yang sederhana itu memang lebih enak, Genta. Seperti kamu... eh, maksud saya, seperti mie ini," Clarissa langsung salah tingkah, wajahnya mendadak berubah menjadi merah padam seperti tomat matang.

​Suasana menjadi sunyi sejenak, hanya suara kerupukku yang berbunyi kriuk-kriuk menggantikan suara jangkrik di luar rumah mewah itu. Aku mulai merasa kalau Mbak Clarissa ini aslinya orang baik, hanya saja tertutup oleh gengsi dan beban pekerjaan yang menumpuk.

​"Genta, besok pagi saya ada acara penting. Kamu harus bangun lebih awal. Jangan sampai saya yang membangunkan kamu lagi pakai siraman air gayung," ujar Clarissa sambil berdiri, bersiap kembali ke kamarnya yang berada di lantai atas.

​"Siap Mbak Bos! Besok subuh saya sudah standby di depan pintu kamar sambil membawa kopi jahe spesial buatan saya sendiri!" jawabku mantap.

​Pas Clarissa berjalan menaiki tangga melingkar itu, dia berhenti sebentar lalu menoleh ke arahku. "Terima kasih ya, Genta. Mie instannya enak sekali. Selamat istirahat, Bodyguard Sengklek."

​Aku hanya bisa bengong di tempat. Ini barusan Clarissa benar-benar berterima kasih padaku? Rasanya hati ini seperti baru saja dapat jackpot undian. Senang sekali! Aku langsung membereskan mangkok dan panci di dapur sambil menyanyi kecil. Jakarta ternyata asyik juga, apalagi kalau punya bos yang cantiknya seperti bidadari kesasar begini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!