Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17 perjamuan bayangan dan segel yang terkikis
Lonceng perunggu di menara pusat Ibu Kota berdentang sembilan kali, menandakan malam telah mencapai puncaknya. Di Distrik Giok, kebisingan pasar mulai mereda, namun di lantai dua Paviliun Seratus Herbal, ketegangan justru baru saja dimulai.
Su Yan duduk dengan tenang di balik tirai sutra tipis. Di depannya, sebuah meja kayu cendana menyajikan satu set teko keramik yang mengeluarkan aroma menenangkan. Namun, pria yang duduk di hadapannya tidak tampak tenang sama sekali.
Pangeran Ketiga, Xing Feng, mengenakan jubah biru tua dengan sulaman naga perak yang melingkar di bahunya. Wajahnya tampan, namun ada gurat kelelahan dan kepahitan yang dalam di matanya. Di belakangnya berdiri dua pengawal pribadi dengan aura Jiwa Baru Lahir tahap awal—sebuah bukti bahwa meskipun ia pangeran yang "cacat", ia tetap memiliki kekuatan politik.
"Nona Pemilik Paviliun," suara Xing Feng berat, menekan rasa tidak sabar yang meluap-luap. "Aku datang sendiri, seperti yang kau minta. Sekarang, tunjukkan padaku bahwa botol yang dibawa pelayanku kemarin bukan sekadar trik sulap murahan."
Su Yan menyesap tehnya perlahan, gerakan tangannya begitu anggun hingga membuat para pengawal Xing Feng sempat tertegun. "Pangeran Ketiga terlalu terburu-buru. Di dunia alkimia, kesabaran adalah bahan utama. Jika Pangeran tidak bisa menenangkan detak jantungnya sendiri, bagaimana mungkin energi dari pil saya bisa mengalir dengan benar di meridian Anda yang tersumbat?"
Xing Feng mendengus, namun ia memberi isyarat kepada pengawalnya untuk mundur satu langkah. "Dua tahun. Aku telah mencari setiap tabib kekaisaran, bahkan memohon pada tetua sekte besar. Mereka semua mengatakan hal yang sama: 'Meridian Naga Guntur' milikku telah layu karena serangan balik energi. Katakan padaku, bagaimana wanita dari toko kecil sepertimu bisa membantuku?"
Su Yan meletakkan cangkir tehnya. Ia mengulurkan tangan kanannya, dan di telapak tangannya muncul sebutir pil berwarna ungu tua dengan guratan emas yang halus. "Mereka mencari cara untuk memperbaiki meridian Anda. Saya? Saya menawarkan cara untuk melahap sumbatan itu dan mengubahnya menjadi fondasi baru."
Mata Xing Feng membelalak. Ia bisa merasakan energi yang murni namun liar memancar dari pil tersebut. "Apa syaratnya?"
"Sederhana," ucap Su Yan, matanya berkilat di balik cadar. "Peta distribusi pasukan di perbatasan utara selama tiga bulan ke depan. Dan... daftar nama menteri yang diam-diam berutang pada Departemen Keuangan."
Xing Feng terdiam. Itu adalah rahasia negara yang sangat sensitif. Jika ketahuan, ia bisa dituduh berkhianat. Namun, ia menatap pil itu lagi. Tanpa kekuatan, ia hanyalah pangeran yang menunggu waktu untuk disingkirkan oleh saudara-saudaranya.
"Kau meminta harga yang sangat mahal, Nona," bisik Xing Feng.
"Kesehatan dan masa depan Anda jauh lebih mahal, Pangeran," balas Su Yan dengan nada dingin yang mematikan.
Di Kedalaman Makam: Rahasia Peti Kedua
Sementara itu, ratusan mil dari Ibu Kota, Xing Shenyuan berdiri di sudut paling gelap dari Lantai Bawah Tanah Kedua. Area ini disebut Arsip Keheningan. Berbeda dengan area pilar sebelumnya, di sini hanya ada sebuah peti yang terbuat dari kristal hitam transparan yang tampaknya membeku di dalam es abadi.
Shenyuan mengembuskan napas, uap putih keluar dari mulutnya. Suhu di sini cukup dingin untuk membekukan darah seorang kultivator biasa.
"Sistem, lakukan Login harian," batin Shenyuan.
> [Sistem Login Harian Makam Bintang]
> [Lokasi: Kamar Es Abadi (Lantai Bawah Tanah Kedua)]
> [Status: Siap untuk Check-in.]
>
"Login."
> [Ding! Check-in berhasil!]
> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Napas Bintang Utara" (Energi Murni sekali pakai) dan "Kunci Kristal Hitam".]
> [Catatan: Napas Bintang Utara akan memberikan perlindungan suhu ekstrem selama 1 jam.]
>
Shenyuan merasakan kehangatan menjalar ke seluruh tubuhnya begitu energi dari sistem meresap. Ia mengambil kunci kristal yang baru saja muncul di tangannya. Kunci itu berdenyut, seirama dengan detak jantungnya yang telah diperkuat oleh Inti Emas Sempurna.
Ia memasukkan kunci itu ke lubang kecil di peti kristal.
Kreeeeeek...
Tutup peti itu terbuka, memperlihatkan isinya: sebuah gulungan yang terbuat dari bahan metalik yang sangat tipis dan sebuah cermin kecil yang retak.
Shenyuan mengambil gulungan itu. Judulnya membuat jantungnya bergetar: "Sutra Penelan Bintang: Bab Penyatuan".
Ini bukan sekadar teknik bela diri seperti Tangan Penghancur Bintang. Ini adalah teknik kultivasi inti—sebuah metode untuk menghubungkan Dantian pengguna langsung dengan rasi bintang di langit. Selama ini, Shenyuan hanya mengandalkan energi kematian dari makam. Dengan sutra ini, ia bisa menyerap energi astral yang jauh lebih luas dan murni.
Namun, perhatiannya beralih ke cermin yang retak itu.
> [Item Terdeteksi: "Cermin Pemantau Dunia" (Rusak Parah).]
> [Status: Membutuhkan 5.000 Unit Energi Kematian untuk diperbaiki.]
> [Fungsi: Memungkinkan pengguna untuk melihat lokasi mana pun yang pernah dikunjungi oleh orang yang darahnya telah terikat dengan pengguna.]
>
Mata Shenyuan berkilat. "Su Yan."
Ia segera meneteskan setetes darah Su Yan yang pernah ia simpan di dalam botol giok (diambil saat ritual pemulihan sebelumnya) ke permukaan cermin. Cermin itu bergetar, dan perlahan, permukaan yang retak itu menampilkan gambaran kabur tentang sebuah ruangan yang diterangi cahaya lilin... Paviliun Seratus Herbal.
Ia melihat Su Yan sedang berhadapan dengan Xing Feng.
"Bagus," gumam Shenyuan. "Dengan ini, aku bisa memantau pergerakan mereka secara langsung tanpa harus meninggalkan makam."
Pelatihan Ganda: Mental dan Fisik
Shenyuan kembali ke tengah ruangan dan duduk bersila. Ia tidak langsung mempelajari Sutra Penelan Bintang. Ia tahu fondasinya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Sebaliknya, ia memanggil Tangan Penghancur Bintang.
Ia ingin memadatkan teknik itu lebih jauh. Ia mengingat bagaimana rasanya saat ia menghancurkan mata-mata kemarin. Itu belum sempurna. Masih ada energi yang terbuang sia-sia.
"Bintang tidak hanya menghancurkan," pikirnya. "Bintang juga menarik segala sesuatu ke pusatnya."
Ia mulai memutar energi di telapak tangannya, bukan untuk meledakkannya, tapi untuk menciptakan lubang hitam kecil dari Qi.
[Sistem: Kemajuan Teknik "Tangan Penghancur Bintang" meningkat menjadi 35%.]
Rasa sakit kembali menyerang meridiannya, namun berkat Cairan Pemurni Sumsum Naga yang ia minum sebelumnya, kerangkanya kini lebih kuat. Ia bisa merasakan otot dan tulangnya berderak, beradaptasi dengan tekanan energi yang semakin gila.
Kesepakatan Berdarah
Kembali di Ibu Kota, Xing Feng akhirnya meletakkan sebuah gulungan kulit binatang di meja Su Yan. Tangannya gemetar. "Ini... informasi yang kau minta. Tapi ingat, jika aku tidak melihat hasil dalam tiga hari, aku akan meratakan tempat ini."
Su Yan mengambil gulungan itu dengan tenang. Ia memberikan pil ungu itu kepada Xing Feng. "Minumlah sekarang. Aku akan membantu Anda mengarahkan alirannya."
Xing Feng menelan pil itu tanpa ragu. Seketika, wajahnya membiru. Ia berteriak kesakitan saat energi murni dari makam mulai menghantam sumbatan di meridiannya.
Para pengawalnya segera menghunus pedang. "Apa yang kau lakukan pada Pangeran?!"
"Diam!" bentak Su Yan, auranya meledak. Meskipun ia secara teknis berada di bawah mereka, dukungan energi dari Shenyuan yang tertanam di jiwanya membuat para pengawal itu tertekan. "Jika kalian menghentikannya sekarang, dia akan benar-benar hancur!"
Tiba-tiba, suara retakan terdengar dari dalam tubuh Xing Feng. Bau busuk keluar dari pori-pori kulitnya—limbah energi yang selama ini meracuninya. Xing Feng menarik napas panjang, dan untuk pertama kalinya dalam dua tahun, ia merasakan Qi mengalir lancar di meridiannya.
Ia membuka mata, yang kini memancarkan cahaya ungu samar—warna yang sama dengan kekuatan Shenyuan. Tanpa ia sadari, pil tersebut tidak hanya menyembuhkannya, tapi juga menanamkan "benih" kendali Shenyuan di dalam tubuhnya.
"Aku... aku merasakannya," bisik Xing Feng, menatap tangannya dengan tidak percaya. "Kekuatanku... kembali."
Su Yan tersenyum tipis. "Selamat, Pangeran. Ini baru permulaan. Kembalilah besok untuk dosis kedua."
Setelah Xing Feng pergi, Su Yan segera menuliskan pesan di sebuah kertas rahasia dan membakarnya dalam api khusus yang akan mengirimkan informasinya kembali ke makam.
Penutup Bab
Di kedalaman makam, Shenyuan melihat bayangan Su Yan di cermin memudar seiring habisnya energi cermin. Ia menerima pesan mental dari informasi yang dikirim Su Yan.
"Perbatasan Utara akan segera bergejolak," gumam Shenyuan. "Ayah, kau terlalu sibuk mengawasi langit hingga kau lupa bahwa ancaman terbesarmu merayap dari bawah tanah."
Ia berdiri, menatap pintu menuju Lantai Bawah Tanah Ketiga yang masih tersegel rapat oleh rantai emas.
"Segera," bisiknya. "Aku akan membuka seluruh rahasia tempat ini."
[Status Sistem:]
* Kultivasi: Puncak Inti Emas (Sempurna).
* Teknik: Tangan Penghancur Bintang (35%), Sutra Penelan Bintang (Baru Dipelajari).
* Item: Cermin Pemantau Dunia (Rusak), Zirah Bayangan Bintang.
* Misi: Kontrol Pangeran Ketiga (Berhasil - Tahap 1).