NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Aku Bermimpi

Setibanya di Rumah Sakit, Kara langsung membayar semua tagihan Ibu Sisil. Dan memesan kamar VVIP, agar lebih nyaman untuk pemulihan.

"Semuanya sudah diurus! Lusa Tante Rima bisa dioperasi. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, semuanya pasti baik-baik saja!" Ujar Kara setelah duduk di sofa.

Sisil menatap Kara dengan mata berkaca-kaca. Dia begitu bahagia melihat sikap Kara sudah kembali seperti dulu lagi.

Sisil memberanikan diri memeluk Kara, "Terima kasih. Aku pasti mengembalikan semuanya!" katanya dengan suara lirih.

Kara membalas pelukannya, dia menghela nafas lega, "Jangan bahas itu, kamu hanya perlu fokus dengan kesembuhan Ibumu!"

Sisil melepas pelukannya. "Ya. Emm, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Sisil sedikit takut. Tapi dia penasaran, siapa yang membuat Kara berubah kembali.

Kara tentu mengetahui jika Sisil sudah sangat penasaran dengan sikapnya. "Kamu ingin tau kan apa yang terjadi?"

"Ya. Aku hanya ingin tahu, kenapa kamu tiba-tiba membenciku?" tanya Sisil, dia sangat sedih waktu itu, karena Kara tidak lagi ingin bertemu dengannya.

Saat dia menanyakan alasannya, Kara membencinya, dan jawaban itu membuatnya bingung sampai sekarang, karena Sisil merasa tidak pernah membuat hal buruk pada Kara.

"Aku juga tidak tahu apa yang membuatku seperti orang yang berbeda. Yang pastinya, semua itu bermula saat aku berteman dengan Sarah!" Jawab Kara dengan jujur.

Sisil terdiam, dia juga tahu soal itu. Tapi kenapa harus membencinya,? Bahkan Tama juga jadi korbannya.

"Apa Sarah yang menghasutmu untuk membenci kami?" tanya Sisil dengan sedikit ragu.

"Dia menjelek-jelekkan kalian semua! Waktu itu dia mengatakan, jika kalian hanya berteman untuk memanfaatkanku.!" jelas Kara dengan sedih, karena dia langsung percaya dan ternyata Sarah lah yang memanfaatkannya.

Sisil tertegun, jadi benar-benar Sarah pelakunya. "Kar kamu percaya apa yang dia katakan?"

Tentu dia percaya, jika tidak, dia tidak mungkin membenci Sisil dengan yang lainnya. Apalagi dengan Tama, Sarah mengatakan, bahwa Kara sangat tidak cocok dengan Tama.

Apalagi Tama Anak yatim piatu, tidak punya masa depan. Apa yang Kara miliki sekarang, tidak dapat dia dapatkan jika hidup dengan Tama.

Kara yang tidak ingin hidup susah sangat ketakutan. Dia menemui orang tuanya untuk membatalkan pertunangannya, tapi orang tua Kara tidak setuju.

Kara sangat marah, dia mencari Tama dan langsung menghardiknya. 'Apa yang kau berikan pada orang tuaku, sampai mereka tidak ingin kehilanganmu?'

Kara tidak ingin bertemu dengan mereka semua, dia pergi mencari Sarah di rumahnya. Dan di sanalah dia bertemu dengan Arka.

"Maaf!" Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.

Sisil juga sebenarnya sangat kecewa, Karena Kara menganggapnya seperti itu. Tapi itu juga karena dia bergaul dengan orang yang salah.

"Lalu apa yang membuat sadar?"

Kara menatap Sisil dengan wajah penuh penyesalan. "Aku bermimpi, kalian semua pergi meninggalkanku! Aku sendiri, aku tidak punya siapa-siapa. Dan akhirnya aku sadar, ternyata apa yang aku lakukan adalah keinginan orang lain yang ingin menghancurkan persahabatan kita!"

"Jadi kamu benar-benar menyesalinya? Kamu tidak akan terhasut dengan mereka lagi kan?" Tanya Sisil.

"Ya. Aku menyesal, Maafkan aku!" Kara sebenarnya masih sangat bingung dengan dirinya di masa lalu.

Kenapa dia segampang itu percaya dengan mereka? Padahal dia tinggal dikalangan orang-orang berada, pasti dia sudah terbiasa dengan orang seperti Sarah.

"Aku senang mendengarnya! Terima kasih juga karena masih ingin bersahabat denganku! Tapi kamu tidak berpikir aku memanfaatkanmu lagi kan? Karena aku meminta bantuanmu untuk kesembuhan Ibuku!"

Kara menatap Sisil dengan wajah cemberut. "Aku sudah bilang, kalau aku sudah sadar! Jika kalian semua datang dengan tujuan yang sama, itu karena kalian butuh bantuan!"

"Heheh syukurlah. Akhirnya Karamel yang dulu kembali lagi!" Sisil tertawa bahagia melihat sikap Kara yang dulu.

Keduanya lanjut berbincang, saling bertukar cerita kehidupan mereka. Dari situ Kara tau, jika Sisil sebelumnya kerja di kantor yang sama dengan Sarah.

Dan di kantor Sarah juga suka menghasut teman kerja lainnya untuk tidak berteman dengan Sisil. Entah apa yang Sarah katakan, semua orang benar-benar menjauhinya.

Bayangkan? Bekerja bertahun-tahun, tapi tidak punya teman di tempat kerja, sungguh sangat tersiksa. Mereka hanya berbicara jika ada perlu dan urusan pekerjaan.

Sisil hanya punya teman seorang wanita, pekerja sebagai OB. Hanya dia seorang yang tidak ikut-ikutan dengan yang lainnya.

Sisil juga bertahan karena butuh, karena mencari pekerjaan sangat susah jika hanya tamatan SMA. Dia pernah kuliah, tapi hanya satu tahun.

...----------------...

Tama baru saja selesai makan siang, dia sudah mendengar VN yang dikirim Kara. Dia hanya membalas seperti biasanya, meminta Kara untuk berhati-hati.

Tama lebih dulu mengenal Sisil daripada Dion dan Bintang. Dia baru mengenal keduanya saat duduk dibangku SMP. Sedangkan Sisil, sudah berteman dengan Kara Sejak kelas 5 SD, otomatis dia juga mengenalnya.

Tama menerima telpon, dan dia akhirnya mengetahui apa yang terjadi di Rumah Sakit. Ternyata hidup Sisil sangat menderita setelah kematian Ayahnya.

Ngomong-ngomong, saat kecelakaan pesawat terjadi, bukan cuman Kedua Orang tua Tama yang jadi korban, tapi Ayah Sisil dan Ayah bintang juga ada di pesawat itu.

Mereka berempat semua satu rekan kerja, dan berencana ke luar Kota untuk mengurus sebuah proyek secara bersama-sama.

***

"Kenapa dia tidak datang mencariku? Atau mencari Bintang dan Dion?" gumam Tama dengan bingung. Karena Sisil lebih memilih mencari Kara yang masih membencinya.

Tapi untunglah, Kara sudah menyadari kesalahannya. Saat ini, hanya Sisil yang memliki seorang Ibu.

Ibu Bintang sudah tiada saat melahirkannya, sedangkan kedua orang tua Dion bercerai dan sudah memiliki keluarga baru masing-masing, dan tidak ada yang ingin merawatnya.

Tapi Dion bisa sukses dengan usahanya sendiri, saat ini dia sudah menjadi seorang Dokter.

Tama mengambil ponselnya dan menghubungi Kara. Siapa tau dia butuh sesuatu atau bantuan di sana.

"Hmm, dia pasti menghubungiku jika butuh bantuan. Biarkan mereka menghabiskan waktu berdua." Tama meletakkan kembali ponselnya.

...----------------...

Setelah puas bercerita, Kara berpamitan untuk pulang. Sisil menemaninya sampai ke parkiran, dan sialnya mereka bertemu dengan Sarah di lobby dengan Ibunya.

"Kar kau datang jenguk aku yaa? Tapi hari ini aku sudah bisa pulang!" katanya dengan percaya diri. "Ehh kenapa kamu datang sama dia?" Sarah baru menyadari bahwa orang yang bersama Kara adalah Sisil.

Sisil hanya diam di samping Kara, dia ingin lihat apa yang dilakukan Kara. Jika di masa lalu, Kara langsung mengusirnya jika Sarah sudah bersuara.

"Siapa yang datang menjengukmu? Emang kenapa kalau aku jalan bareng Sisil? Ada yang salah?" tanya Kara dengan ketus.

"Kar, aku kan sudah bilang! Dia hanya manfaatin kamu, dia pasti mencarimu untuk biaya Rumah Sakit Ibunya kan?" tanya Sarah tanpa sadar.

"Kau! Kenapa kau bisa tau Ibuku sedang dirawat?" tanya Sisil dengan tatapan menyelidik..

"Eh itu.. Aku, kemarin tidak sengaja melihatmu!"

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!