Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 : Ucapan terimakasih ivan
"Jangan pernah mengira kalau saya takut sama kamu!" Kata nindi.
Sarah ternganga, tangannya yang melayang di udara kini turun perlahan dengan tekanan kuat saat nindi meremas pergelangannya.
"Apa kamu gak malu sebagai wanita sarah?" Sarkasnya.
Tatapan Sarah pada nindi masih terlihat sengit, wanita itu sama sekali tak merasa bersalah atau sekedar menurunkan egonya saja.
"Apa kamu gak pernah merasa malu sebagai wanita mencoba menjebak seorang lelaki dengan cara yang kotor?" Tanya nindi.
"Tau apa kamu?!"
"Kamu pikir Saya gak tau kamu berusaha menjebak David dengan obat perangsang, supaya apa?! supaya dia mau menyentuh kamu? karna kamu tau dia gak akan pernah melakukannya secara sadar!" Kata nindi dengan nada tinggi.
Sarah melirik kesana kemari, beberapa tetangganya datang dan mendengar pembicaraan mereka, ia tentu saja merasa malu.
"Kamu pikir kenapa kamu mau melakukan hal semenjijikkan itu? karena kamu sebenarnya tau kalau kamu gak akan pernah dapetin David dengan cara yang bersih! kamu tidak mampu bersaing dengan Saya secara sehat! dan akhirnya kamu memilih jalan yang kotor!" Ujarnya.
"Lo sengaja dateng kesini buat mempermalukan gue!" Sarah melotot tak Terima.
Nindi mengangguk samar, "Saya kira kamu sudah gak punya rasa malu" Katanya pelan.
"Diam! diam!" Teriak Sarah frustasi.
"Kenapa? kamu malu?"
"Ada apa ini?" Rudi dan istrinya baru saja keluar setelah mendengar keributan yang terjadi di depan rumahnya.
Nindi melepas cengkraman tangan nya pada Sarah setelah kedatangan kedua orang tua tersebut.
Saat melihat kedatangan Rudi nindi terkekeh pelan, ia menyadari darimana Sarah mendapatkan sikap angkuhnya tersebut.
"Kamu pelayan hotel yang waktu itu kan?" Tanya Rudi.
"Dan bapak adalah ayah sarah?" Tanya nindi balik.
"Jadi ini nindi?" Tanya Rudi pada Sarah.
Sarah mengangguk membenarkan, detik berikutnya Rudi tampak tertawa meremehkan.
"Yang bener saja David memilih wanita seperti ini daripada kamu sarah?"
"Sayangnya begitu lah kenyataannya bapak" Sahut nindi.
Rudi menatap marah bersamaan dengan sang istri yang meletakkan tangannya di kedua bahu sang suami bermaksud untuk menenangkan.
"Beraninya kamu datang kesini, apa kamu gak liat siapa kamu? siapa diri kamu?"
"Saya meyakini bahwa harga diri Saya lebih tinggi daripada sarah, apa bapak tau kalau anak bapak baru saja mencampur obat perangsang pada kopi David?" Tanyanya tanpa basa basi.
Ibu sarah tampak menutup mulutnya kaget dengan apa yang baru saja nindi katakan, ia merasa sangat kecewa pada sarah dan juga suaminya.
"Atau jangan jangan bapak yang mempunyai ide tersebut? karena Saya melihat kalian memiliki banyak kemiripan, arrogant dan egois!" Sarkas nindi.
"Berani sekali kamu mengatai saya!" Bentak Rudi.
"Saya berani karena Saya benar, Saya memperingati anda dan anak anda dengan baik, Saya berharap anda tidak semakin membuat nama anak anda kotor di mata keluarga David, karna ini pasti sangat memalukan saat om surya tau kebenarannya"
"Kamu mengancam saya?" Tanya Rudi.
"Sekali lagi Saya hanya memperingati, kenapa bapak terlihat sangat berusaha keras untuk menjadi bagian dari keluarga David? kenapa bapak sibuk memikirkan itu semua, kenapa bapak tidak bertanya kenapa David tidak pernah menyukai sarah? kenapa bapak tidak mencari tahu alasannya? apa karena bapak pikir putri bapak sangat sempurna?"
Rudi berusaha mengontrol dirinya, ia tak mengerto apa maksud nindi.
"Apa maksud kamu?"
"Sarah pernah tidur dengan sahabat David, karena itulah dia tidak pernah menyukai wanita ini" Nindi berujar enteng dan membuat satu keluarga itu tercengang.
"Sarah?!" Panggil sang ibu kuat.
Rudi menengguk ludahnya kasar, melirik pada sang anak yang masih ternganga karena ucapan nindi barusan.
"Sarah? apa itu benar?" Tanya Rudi.
"Saya permisi, silahkan renungkan kesalahan putri kalian" Pamit nindi pergi
"Sarah?" Panggil Rudi lagi.
Masih diam, ucapan nindi berhasil membuatnya beku.
"SARAH!"
...****************...
Nindi berjalan sendirian di tepi trotoar sore ini, ia sebenarnya merasa tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan, datang ke rumah orang kaya dan memarahinya, itu tak pernah terlintas didalam benaknya, dan ia tau pasti apa yang di lakukannya dan untuk apa ia melakukan itu.
Tin Tin....
Sebuah klakson mobil mengalihkan perhatiannya dari jalan, sebuah mobil putih berhenti di sampingnya, pengemudi mobil itu menurunkan kaca jendela dan menampilkan ivan di sana.
"Nin ayo masuk gue anterin" Ajaknya.
"Gausah van aku naik bus aja" Tolak nindi halus.
"Udah hampir malem, lagian bus masih setengah jam lagi, ayo!" Ajaknya lagi.
Ia baru mengingat hal itu, benar kata ivan jika bus akan datang setengah jam lagi, dan malam akan segera datang.
Tanpa pertimbangan lagi nindi memutuskan untuk menerima tawaran ivan dan masuk ke dalam mobil pria itu.
"Kok kamu baru pulang? lembur ya?" Tanya nindi basa basi.
"Enggak, gue sengaja ngikutin lo tadi, habis ke rumah sarah kan?" Tanya ivan.
Nindi sebenarnya terkejut dengan pengakuan lelaki disamping nya ini, untuk apa ia mengikutinya?
"Kamu ngapain ngikutin aku?"
"Gak apa apa kok, cuma mau mastiin aja, ngomong ngomong lo keren sih" Kata ivan.
"Keren apanya?"
"Ya lo berani dateng ke Sarah dan ngomong gitu, menurut gue itu udah nunjukkin kalo lo memang cinta sama David, dan gue seneng ngeliat keberanian lo ngelawan mereka" Katanya.
"Kamu denger semuanya?"
"Iya denger, semua yang lo omongin bener, gue kagum dengan cara lo, lo lebih milih dateng ke mereka dari pada ngomongin ini ke bokap David, dan gue makasih untuk itu" Ucap ivan.
"Sorry aku gak bermaksud ngejelekin kamu" Sesal nindi.
"No no gak perlu, gue emang mengakui kalo gue pernah tidur sama Sarah, dan gue siap ngakuin itu kalo lo perlu" Kata ivan.
"Enggak van, aku cuma mau orang tua sarah tau tentang anaknya, dan sama sekali gak bermaksud buat nyinggung kamu"
"Gue ngerti kok nindi tenang aja, justru gue mau bilang makasih karena lo mau ngingetin dia, apa David juga cerita kalo gue suka sama sarah?"
"Iya" Cicit nindi.
"That's all, gue makasih banget karna lo mau ngingetin dia, gue harap dia sadar kalo dia seharusnya sama gue dan gak berharap sama david"
Nindi mengangguk paham, ia merasa lega jika ivan tak marah padanya.
"Sekali lagi maaf ya?"
"Gak perlu nin santai aja, Tapi gue beneran salut sih sama lo, pasti lo berani datengin dia karna emang lo secinta itu sama David, lo hebat"
Nindi menunduk malu, jika semua orang melihat nya pasti semua berfikir seperti apa yang ivan pikirkan.
"Oh iya lo inget tari kan?" Tanya ivan.
"Tari temen kita?"
"Iya, minggu depan dia sama devan mau dateng kesini, kalo lo mau kita bisa kumpul bareng lagi" Tawarnya.
"Serius!" nindi tampak berantusias, dirinya dan tari sangat memiliki hubungan baik ketika kuliah, ia jadi tak sabar bertemu dengan tari.
"Nanti gue atur jadwalnya sekalian kasih tau david"
"Oke aku ikut!"