Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”
Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Ketua Sekte dan Senyum Menggoda
Sambil Li Fan asyik memikirkan seberapa besar keberuntungan yang menimpa tunangannya itu, Lin Xueyan perlahan mulai mengambil alih kendali tubuhnya sepenuhnya. Setelah mantap berada di puncak tahap Qi Gathering akhir, ia segera menstabilkan pusaran energinya dengan duduk bersila di udara, tepat di atas permukaan air kolam roh yang masih bergejolak. Hawa dingin yang membekukan dan api biru yang membakar di sekitarnya perlahan tersedot masuk kembali ke dalam pori-pori kulitnya, menyembunyikan aura ilahi yang sebelumnya meledak-ledak.
Begitu kesadarannya kembali penuh, hal pertama yang disadari oleh Lin Xueyan adalah fakta bahwa dirinya masih belum mengenakan sehelai benang pun di bawah jubah cahaya tadi. Dengan wajah yang mendadak merah padam hingga ke leher, ia segera merapalkan teknik telekinesis menggunakan sisa Qi murni yang meluap di ujung jarinya. Pakaian putihnya yang tergeletak di sisi kolam langsung melesat terbang dan membungkus tubuh cantiknya hanya dalam satu kedipan mata, seolah ruang dan waktu terlipat.
Li Fan yang sejak tadi sengaja melebarkan matanya dengan alasan "memantau stabilitas energi", mendecak kesal di dalam relung hatinya yang paling dalam. Kecepatan gadis itu berpakaian benar-benar di luar nalar, bahkan bagi ukuran seorang kultivator tahap Qi Gathering, seolah ia tidak ingin memberi Li Fan celah sedetik pun. Fenomena pilar cahaya di atas langit pun perlahan memudar menjadi bintik-bintik cahaya astral, meninggalkan Gua Napas Naga dalam keheningan yang sangat pekat dan canggung.
Hanya terdengar suara tetesan air dari langit-langit gua yang jatuh memecah kesunyian di antara mereka berdua yang terpaku dalam posisi masing-masing. Lin Xueyan masih menutup matanya rapat-rapat dalam posisi bersila mengambang, seolah-olah ia sedang mengerahkan seluruh konsentrasinya untuk mengabaikan keberadaan Li Fan. Tidak tahan dengan atmosfir yang membeku melebihi es di kolam itu, Li Fan akhirnya memutuskan untuk memecah keheningan dengan dehaman yang sengaja dibuat berat.
“Ehem. Nona Lin, karena pertunjukan kembang api surgawimu sudah selesai, mari kita bicarakan sesuatu yang menyangkut kelangsungan hidup kita,” ucap Li Fan dengan nada santai namun penuh penekanan. “Aku ingin kau mengunci mulutmu rapat-rapat tentang semua peristiwa malam ini, terutama bagian di mana aku 'menyentuhmu' untuk membantumu menembus batas fana tersebut.”
Mendengar suara Li Fan, alis indah Lin Xueyan sedikit berkedut tajam, dan raut wajahnya yang suci berubah menjadi sedikit muram dan mendung. Gadis itu saat ini sedang mengalami perang batin yang sangat hebat dan membingungkan di dalam hatinya yang paling dalam. Di satu sisi, ia sangat membenci karakter bocah hidung belang tak tahu malu yang baru saja mencuri ciuman pertamanya dengan alasan medis yang meragukan.
Namun di sisi lain, ia tidak bisa membohongi logika kultivasinya bahwa Li Fan lah yang secara ajaib menyelamatkan nyawanya dari kehancuran meridian yang pasti. Fakta bahwa pemuda yang ia anggap sampah ini mampu memandunya membangkitkan tubuh ilahi membuat seluruh fondasi kepercayaan dirinya selama ini hancur berantakan. Meskipun ia belum tahu nama pasti dari kekuatan dahsyat di tubuhnya, Lin Xueyan sadar bahwa ia telah terlahir kembali menjadi entitas yang jauh lebih kuat dari siapapun di generasinya.
Ia mendengar dengan sangat jelas setiap kata dari permintaan Li Fan, namun harga dirinya yang setinggi langit membuatnya memilih untuk tetap membisu seribu bahasa. Li Fan hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh, ia sudah cukup paham bahwa diamnya gadis sombong ini adalah bentuk kontrak darah yang tak tertulis. Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan yang mencekik, suara langkah kaki yang berat dan berwibawa terdengar menggema dari arah lorong masuk gua yang gelap.
Tak lama kemudian, masuklah rombongan kultivator tua dengan wajah penuh kewaspadaan dan mata yang berkilat tajam. Li Fan sama sekali tidak mengenali wajah orang-orang yang baru saja melangkah masuk menembus kegelapan gua ini. Namun, dari aura tekanan spiritual yang sangat pekat dan pakaian kebesaran mereka, Li Fan langsung menduga bahwa mereka pastilah para petinggi Sekte Awan Azure. Pemandangan pertama yang menyambut indra penciuman rombongan itu adalah aroma obat yang kuat dan Li Fan yang terduduk lemas di sisi kolam.
Li Fan dengan cepat mengatur napasnya yang terengah-engah, membuat wajahnya tampak pucat pasi dan berkeringat dingin. Ia memasang ekspresi sangat kelelahan, seolah-olah ia baru saja lolos dari renggutan maut yang mengerikan. Di tengah kolam, Lin Xueyan masih tampak mengambang bersila dengan aura suci tahap Qi Gathering Akhir yang murni. Pemandangan itu seketika membuat para monster tua di rombongan tersebut terbelalak dan hampir menjatuhkan rahang mereka.
Melihat rombongan penguasa sekte itu datang, Li Fan dan Lin Xueyan secara serempak membuka mata mereka, memberikan kesan baru tersadar dari meditasi. Seorang pria paruh baya yang berjalan paling depan segera melangkah maju mendekati bibir kolam. Pria itu memancarkan aura luar biasa dari tahap Core Formation puncak yang secara tidak sengaja menekan udara di dalam gua hingga terasa sangat berat. Sikap dan dominasinya dengan jelas menunjukkan statusnya sebagai pemimpin tertinggi dari kelompok tersebut.
“Jelaskan! Apa yang sebenarnya terjadi di tempat terlarang ini? Pilar cahaya apa yang baru saja mengguncang fondasi Gunung Awan Azure?” tanya pria paruh baya itu dengan suara menggelegar yang penuh otoritas absolut.
Tanpa membuang kesempatan sedikit pun, Li Fan segera menggunakan bakat aktingnya yang telah terasah selama ribuan tahun di kehidupan sebelumnya. Ia menarik napas pendek yang sengaja dibuat gemetar, menatap pria itu dengan mata ketakutan namun tetap berusaha terlihat tegar. Li Fan belum tahu gelar pasti pria itu, namun ia menebak dengan cerdas menggunakan sebutan tertinggi di sekte.
“Melapor pada Pemimpin Sekte dan para Tetua yang bijaksana. Saat murid ini masuk ke gua untuk menantang tekanan gravitasi, Nona Lin sudah berada di sini dalam meditasi yang sangat dalam,” ucap Li Fan dengan suara serak yang meyakinkan. “Tiba-tiba saja, seluruh Qi di dalam gua ini menjadi liar dan meledak keluar dari tubuh Nona Lin, menciptakan pilar cahaya yang hampir menghancurkan jiwaku.”
Dengan intonasi yang pas dan detail yang tampak jujur, kebohongan Li Fan tertelan mentah-mentah oleh rombongan yang sedang dilanda euforia itu. Pria pemimpin tadi dan seorang pria bertubuh raksasa saling berpandangan, mereka segera memeriksa sisa-sisa energi di udara gua yang memang berpusat pada Lin Xueyan. Beberapa kultivator tua di belakang bahkan mengangguk kagum, menatap Li Fan dengan sedikit rasa hormat. Mereka kagum karena pemuda fana di depannya mampu bertahan hidup di radius sedekat itu dari ledakan energi.
“Hahaha! Luar biasa! Ini benar-benar keajaiban bagi sekte kita!” teriak kultivator raksasa itu sambil tertawa terbahak-bahak hingga janggut kasarnya bergetar. “Gadis ini bukan hanya menembus Qi Gathering, tapi dia membangkitkan sebuah Konstitusi Unik Tingkat Surgawi! Dia harus menjadi muridku di Gunung Tombak Naga, namaku Long Wu akan menjadi guru terhebatnya!”
“Diam kau, Long Wu! Teknik kasar tombakmu hanya akan merusak keanggunan energi surgawinya!” sahut seorang pria tua lain bermata merah penuh gairah memotong ucapan raksasa itu. “Hanya di Puncak Alkimia milikku, Sun Ming, dia bisa mendapatkan nutrisi pil yang sesuai untuk memelihara tubuh ilahi ini. Ketua Sekte Ye Futian, serahkan dia padaku!”
Suasana di dalam gua yang tadinya sakral mendadak berubah menjadi arena pasar lelang yang sangat riuh dan penuh teriakan egois para tokoh kuat. Mendengar perdebatan sengit itulah, Li Fan yang duduk diam akhirnya mengetahui identitas mereka dan segera mencatat nama-nama penting itu di otaknya. Ye Futian sendiri tampak sangat bersemangat, ia melangkah maju dengan mata yang berbinar penuh ambisi untuk masa depan sekte.
“Tenanglah kalian semua! Gadis ini adalah aset paling berharga dalam seribu tahun sejarah Sekte Awan Azure!” Ye Futian mengangkat suaranya, membungkam perdebatan liar para bawahannya seketika. “Lin Xueyan, aku selaku Ketua Sekte sendiri yang akan membimbingmu sebagai murid langsung. Tidak ada yang lebih pantas dariku!”
Tawaran prestisius yang bisa membuat jutaan pemuda di Tujuh Negara rela mati itu tentu saja membuat Lin Xueyan tertegun sejenak di tempatnya. Namun, tepat sebelum Ye Futian mengunci keputusan mutlak tersebut, seorang wanita berwajah sangat dingin yang berdiri paling belakang melangkah maju. Langkah kakinya menimbulkan bunyi retakan es pecah yang bergema mengintimidasi seisi ruangan.
“Tunggu dulu, Ketua Sekte Ye,” ucap wanita berbaju putih itu dengan suara yang begitu tenang namun mengandung ancaman mematikan. “Apakah kau sudah lupa dengan kejadian dua puluh tahun yang lalu di Lembah Pemakan Jiwa? Saat murid kesayanganku tewas karena kesalahan koordinasi yang kau pimpin?”
Wajah Ye Futian yang tadinya penuh kemenangan mendadak menjadi kaku dan pucat pasi seolah ia baru saja menelan buah pahit berduri. Atmosfir di dalam gua mendadak anjlok membeku, membuat para tetua lainnya yang tadi berteriak-teriak kini terdiam seribu bahasa bagai tikus ketakutan. Li Fan yang jeli kembali menajamkan telinganya, menyadari bahwa wanita es ini memiliki posisi dan rahasia masa lalu yang menakutkan bagi sang ketua.
“Kau telah berjanji di depan altar leluhur bahwa aku bisa memilih satu murid mana pun, kapan pun, tanpa intervensi darimu sebagai bentuk kompensasi,” lanjut wanita itu sambil menatap Lin Xueyan dengan binar kepuasan absolut. “Gadis ini memiliki elemen es yang selaras denganku. Dia adalah milikku, Leng Yue dari Gunung Ilusi Kematian. Apakah kau ingin menjilat ludahmu sendiri, Ketua?”
Ye Futian menarik napas panjang, ia merasa jantungnya perih berdarah karena harus melepas jenius tingkat surgawi ini. Namun ia tidak memiliki pilihan lain di depan hukum sebab akibat dan karma janjinya sendiri. Dengan bahu yang sedikit merosot menyerah, ia akhirnya mengangguk pelan. Keputusan itu memberikan tanda mutlak bahwa Lin Xueyan resmi menjadi milik faksi wanita di Gunung Ilusi Kematian.
Li Fan yang masih duduk bersandar memegangi dadanya diam-diam mencatat semua interaksi politik tingkat tinggi ini ke dalam memori briliannya. Ia tersenyum tipis, merenungkan bahwa menempatkan Lin Xueyan di bawah perlindungan kuat Tetua Leng Yue adalah pilihan terbaik untuk keamanan gadis itu. Setelah drama perebutan selesai, Ye Futian kembali menoleh ke arah Li Fan, tatapannya kini berubah menjadi lebih tenang namun penuh selidik.
“Li Fan, meskipun kau hanya seorang saksi, keberanianmu bertahan di sini menunjukkan ketahanan fisik yang cukup menjanjikan,” ucap Ye Futian sambil melemparkan sebuah kantong sutra berwarna perak. “Jaga rahasia ini dengan nyawamu. Di dalam kantong penyimpanan ini ada pil pembersih sumsum dan beberapa ratus batu spiritual tingkat rendah sebagai modal kultivasimu.”
Bagi Li Fan yang saat ini sangat miskin sumber daya, suap tutup mulut dari ketua sekte ini terasa seperti hujan berkah di tengah padang pasir. Ia segera berdiri dengan sisa-sisa akting lemasnya, membungkuk dalam-dalam dengan sikap yang sangat sopan dan penuh rasa hormat.
“Murid ini sangat berterima kasih atas kemurahan hati agung Ketua Sekte. Saya berjanji akan bekerja keras agar tidak mempermalukan nama baik sekte di ujian nanti,” ucap Li Fan dengan nada tulus yang sangat meyakinkan.
Ye Futian memberikan sedikit wejangan singkat tentang pentingnya dedikasi sebelum akhirnya memberi isyarat agar Li Fan segera meninggalkan area gua. Li Fan berjalan perlahan tertatih melewati barisan para tetua agung yang masih sibuk mengagumi mutiara baru mereka, Lin Xueyan. Namun, tepat saat ia berada di mulut lorong gua yang gelap, Li Fan berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.
Ia menangkap pandangan mata Lin Xueyan yang secara tidak sengaja sedang menatap ke arahnya dengan tatapan yang sangat kompleks dan penuh teka-teki. Li Fan kemudian membalasnya dengan memberikan sebuah senyuman nakal yang sangat menggoda. Senyuman itu seolah-olah mengisyaratkan bahwa ia akan selalu mengingat kejadian intim di dalam air tersebut.
Melihat senyum tak tahu malu itu, tubuh Lin Xueyan sedikit bergetar pelan karena meredam emosi yang melonjak di dadanya. Ia segera membuang muka dengan cepat ke arah sang guru baru. Meskipun wajahnya berusaha dijaga agar tetap sedingin es, daun telinganya yang putih bersih tampak merona merah delima yang sangat kontras. Li Fan pun tertawa kecil dalam hati dan melangkah pergi menembus kegelapan, meninggalkan benih rahasia besar di jantung Sekte Awan Azure.
Cerdas...
Lucu...