NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Ketiganya terkekeh pelan melihat Wina merenggut kepada mereka seperti anak kecil bahkan maid yang berada dibelakang Wina pun juga ikut tertawa kecil.

"Hallo Ben, bagaimana keadaanmu sekarang?". Alex sudah menambahkan Ben kedalam video call mereka saat ini.

Ben yang tidak mengenal Alex pun hanya bisa diam kebingungan saat ditanya seperti itu.

"Hallo Ben, kamu mendengarkan suara kami". Ben langsung menegakkan badannya begitu melihat ketiga sahabatnya itu.

Tadi dia tidak menyadari jika tadi ada Wina disebelah Alex karena kepalanya masih pusing tetapi begitu mendengar suara sahabatnya kepalanya langsung berhenti berdenyut.

"Kalian baik-baik saja? ". Tanyanya dengan suara lega.

Sejujurnya saat dia bangun tadi, dia sudah menanyakan dimana sahabatnya kepada dokter dan perawat tapi mereka hanya mengatakan jika mereka berada di ruangan sebelah sedang mendapatkan perawatan.

"Kami baik Ben, bagaimana keadaan kamu sekarang? ". Tanya Wina dengan penuh perhatian.

Ben tersenyum tipis wajahnya terasa lebih baik mendengar orang-orang yang disayanginya masih hidup dan baik-baik saja.

"Lumayan lah, aku baru sadar beberapa jam lalu jadi masih sedikit oleng, tapi tak apa, aku senang kalian semua baik-baik saja".

"Syukurlah jika seperti itu". Kompak ketiganya.

Ben melihat Alex dengan seksama, pandangan itu jelas terlihat oleh ketiganya dan tahu apa yang dipikirkan oleh Ben tentang Alex.

"Ini Alexander Abraham, dia anak angkat ayah aku waktu aku kecil, kamu masih ingat yang pernah aku cerita waktu itu? ". Wina memberitahu sahabatnya yang kebingungan saat melihat Alex.

" Kakak angkat? ". Ben memiringkan kepalanya karena sedikit bingung tapi kemudian mengangguk.

Dia ingat saat masih kecil Wina pernah menangis karena kesal pada ayahnya karena tidak mengenalkan dirinya pada orang yang akan dijadikan saudara untuknya padahal dia sangat ingin dekat dan berkenalan dengannya tapi ayahnya malah langsung membawanya ke sekolah asrama dan tidak pernah bertemu dengan Wina.

Bahkan karena tidak pernah bertemu, Wina melupakan jika dia memiliki kakak angkat karena ayahnya sendiri.

"Aku ingat saat itu, terus gimana ceritanya kalian bisa bertemu, kan kalian tidak pernah saling mengenal? ". Tanyanya penasaran.

"Dia orang yang menolong kita semua saat kita terombang-ambing di laut kemaren Ben, dia yang membawa kalian semua kerumah sakit dan membawaku pulang kerumahnya makanya aku ada disini dan kalian di rumah sakit". Ucap Wina dengan gamblang.

Disebelahnya Alex hanya diam membiarkan mereka mengobrol begitu juga dengan teman-teman Wina yang lain.

"Syukurlah kalau begitu, Terima kasih tuan Alex telah menyelamatkan nyawa kami, suatu saat jika anda membutuhkan bantuan tolong beritahu kami, kami siap membantu".

Ben memang tipe orang yang tidak terlalu senang memiliki utang budi kepda orang lain itu sebabnya dia akan membalas kebaikan orang yang menolongnya apalagi nyawanya seperti ini.

"Terima kasih pak Ben, tapi saya melakukannya untuk Wina, kalian selama ini selalu membantu dan menjaganya jadi saya membalas budi kepada kalian, kalian sudah seperti saudara untuk Wina dan itu berarti kalian juga akan jadi saudara untukku".

Alex tersenyum tipis menunjukkan kesungguhan dan ketulusan kepada mereka.

Mereka semua mengangguk dan tersenyum senang, mereka bersyukur ditengah musibah seperti ini ada yang menolong mereka.

"Saya hanya memperingatkan kalian, untuk sekarang kalian jangan kemana-mana dan bertemu dengan siapapun karena kalian masih diburu, kalian harus waspada jika ada yang tidak beres disekitar kalian".

Ketiganya mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang dikatakan Alex kepada mereka.

" Kami sedang dikejar?, dikejar sama siapa pak Alex? ". Tanya Leo penasaran.

Dia langsung waspada mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Alex itu.

"Kejadian pesawat kalian itu adalah sabotase, mereka sengaja ingin melenyapkan kalian semua melalui pesawat itu, jadi mulai sekarang kalian harus berhati-hati".

Ketiganya membulatkan matanya mendengar perkataan Alex barusan, sabotase, artinya mereka sengaja ingin membunuh mereka semua, tapi siapa yang melakukannya?

"Apa kamu tahu siapa yang melakukan itu pada kami? ". Tanya Ben dengan geram.

Matanya menyala penuh amarah mengetahui nyawa mereka tengah dipertaruhkan oleh orang tidak bertanggungjawab.

"Mereka adalah orang-orang yang membenci keluarga kalian, aku sedang mencari tahu siapa mereka, yang jelas mereka semua berusaha melenyapkan kalian semua".

Alex menatap serius kepada mereka semua, dia ingin memberitahu jika mereka kini tengah menjadi incaran para musuh mereka.

"Tapi siapa Lex, bukankah keluarga Pratama dan Wicaksana sudah berada dalam jeruji besi bahkan Revan yang notabene nya sangat terobsesi pada Wina juga berada disana". Leo mengacak rambutnya dengan sangat kesal.

Perasaan dirinya selalu mencari aman dan tidak mencari musuh, bagaimana bisa banyak orang malah membenci mereka.

Wajah Frustasi juga ditampilkan Wina dan juga Leo, mereka merasa tidak pernah mencari musuh tapi mengapa seolah-olah mereka ini sangat suka cari masalah sampai banyak musuh.

"Kalian tenang saja, jangan keluar dari rumah sakit tanpa aba-aba dariku, mereka berkeliaran diluar sana, takutnya mereka menyusup masuk, ingat kalian harus hati-hati ".

Alex sengaja mengingatkan mereka karena musuh mereka belum ditemukan dengan benar, takutnya mereka malah menyusup tanpa mereka sadari.

"Setelah ini kalian akan dipindahkan kesini, Hari ini kalian akan dirawat dirumah ini, pengamanan disini sangat cocok untuk kalian, jika dirumah sakit, aku khawatir mereka malah menyusup menyamar sebagai dokter atau yang lainnya".

Mereka semua mengangguk menyetujui apa yang dikatakan Alex, Wina hanya tersenyum tipis melihat kepedulian lelaki yang menjadi saudara angkatnya itu.

"Baiklah, kalian tunggu aku menjemput kalian disana, dan kamu Wina tetaplah disini dan pastikan kamu makan dan minum obatnya dengan baik, sebentar lagi dokter akan datang memeriksa keadaanmu".

Alex mematikan panggilan Video call itu kemudian berjalan keluar tanpa memandang wajah Wina, hatinya gamang melihat ketakutan yang ada dimata saudara angkatnya itu.

"Apakah anak-anakku tidak bisa dibawah juga kesini? ". Tanya Wina pelan.

Pertanyaan itu menghentikan langkah Alex menuju pintu, dia berbalik dan memandang Wina yang kini menatapnya dengan kata berkaca-kaca.

"Aku akan membawa mereka kesini sesuai keinginanmu, jangan menangis, aku tidak suka". Ucapnya dengan dingin dan datar.

Hatinya sakit melihat orang yang dia sayangi begitu terluka dan menangis, tangannya mengepal siap ingin memakan orang lain.

"Apakah bisa? ". Tanya Wina dengan ragu.

"Aku akan mengusahakannya jika itu untukmu, jangan khawatir, aku akan kembali membawa mereka semua yang kamu sayangi itu kesini".

Alex berjalan kembali keluar dari kamar Wina, dia tidak tahan melihat wajah Wina yang seperti itu, sehingga dia menutupinya dengan wajah dingin dan datar.

"Terima kasih". Cicit Wina pelan melihat kepergian Alex itu.

Hatinya sedikit tenang mendengar apa yang dikatakan Alex barusan.

"Pastikan kamu harus sembuh".

1
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!