NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."

"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.

Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.

"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab tujuh belas

Caroline menatap dalam kakek Jakson dan Nenek Dista. Dia melihat betapa cintanya sepasang insan itu padanya. Penuh kelembutan dan perhatian.

"Kakek, Nenek." Caroline berdiri. Dia membungkuk hormat sebagai tanda penghormatan. "Aku sebagai cucu menantu meminta maaf karena kurang berbakti."

Caroline berdiri, ia menampilkan wajah senyumannya. "Aku ingin memberikan ini sebagai bukti. Aku tidak bisa menceritakannya pada kalian. Aku yakin kalian akan paham begitu melihat rekaman itu."

Kakek Jakson dan Nenek Dista masih berharap Caroline mau menjadi cucu mereka. Jujur saja, mereka tidak sanggup  melihat Caroline hanya Caroline lah yang menurut pada mereka.

"Caroline apa kamu tidak bisa mengurungkan niat mu? Kami tidak ingin kehilangan mu." Nenek Dista menunduk. Dia sangat sedih melihat cucu kesayangannya sedih.

Begitu berat rasanya meninggalkan mereka, tapi inilah keinginannya. Ia tidak bisa bertahan. "Nenek aku tetap menjadi cucu kalian, tapi aku tidak bisa bersama dengan cucu kalian. Aku ingin bercerai karena sudah banyak yang aku lakukan. Secepatnya aku akan pergi."

Nenek Dista dan kakek Jakson tersenyum senang. Hatinya kembali menghangat.

"Benarkah kau menganggap kami tetap sebagai keluarga mu."

Caroline mengangguk, Nenek Dista berpindah. Dia memeluk Caroline.

"Nenek akan menuruti kemauan mu. Tidak akan melarang jika kamu memang itu yang kamu inginkan. Sebagai seorang nenek jujur saja nenek merasa malu dengan perlakuan Jake pada mu."

"Nenek tidak perlu malu," ucap Caroline. "Nenek aku pergi dulu. Nenek tidak ingin pulang ke mansion?" Tanya Caroline.

"Tidak," jawab nenek Dista.

Mereka mengadakan pertemuan di sebuah restoran Vip sehingga tidak ada yang tau.

Caroline keluar dari restoran itu dengan bernafas lega. Kini dia merasa keberatan di hatinya telah sirna. Entah Jake setuju atau tidak yang jelas ia bisa pergi kapan saja.

"Aku akan pergi," ucap Caroline. Dia memiliki sebuah rencana.

Caroline pulang ke mansion. Dia melihat Aurora di mansion. Kebetulan sekali ia tidak perlu mmenghubungi wanita itu.

"Aurora kau pasti ingin menemui Jake dan Tommy?"

"Tentu saja. Aku juga ingin membuat perhitungan dengan mu. Jadi wanita jangan gatal jangan suka merebut. Aku dan Jake sudah lama saling menyukai, tapi kau selalu mencari alasan untuk bersamanya."

"Baiklah, malam ini kau tinggal di sini." Caroline membenturkan tubuhnya ke tubuh Aurora hingga Aurora minggir k kiri.

Caroline menghubungi ayahnya. Dia ingin meberikan kejutan malam ini. Surat pemutusan keluarga dan surat perceraian. Semuanya sudah sempurna.

"Tommy kau dimana? Malam ini pulanglah ke mansion. Kita makan malam bersama. Masalah yang lalu aku sudah melupakannya."

Tommy tersenyum senang. "Kau memaafkan aku? Terima kasih Caroline."

"Iya. Sudah dulu."

Caroline menghubungi Jake. "Jake malam ini kita makan bersama. Kau bisa pulang tepat waktu kan?"

"Tentu saja aku akan pulang tepat waktu," jawab Jake bersemangat. Akhirnya ia bisa makan berdua dengan Caroline. Ia berharp malam ini menjadi awal kebersamaannya dengan Caroline.

Pada malam harinya.

Caroline ke dapur, ia memasak sendiri. Ia tersenyum sambil menuangkan obat tidur ke dalam sebuah sup. "Malam ini aku akan membuat sebuah kejutan. Dimana semua ini keinginan kalian dari dulu."

Caroline menghidangkan makan malam itu di atas meja. Dia duduk sambil menunggu kedatangan Jake dan Tommy serta Aurora.

"Caroline." Sapa Tommy. Dia sengaja dtang lebih awal agar tidk membuat Caroline menunggu.

"Tommy." Jake memanggil. Ia marah karena Tommy seenaknya saja masuk ke mansion dan mengganggu waktu bersama dengan Caroline.

Tommy menatap Jake. Dia seolah mengatakan bahwa ia di undang oleh Caroline.

"Buat apa kau kesini?" Tanya Jake.

Tommy menepuk sebalah bahu Jake. "Kita ini saudara. Aku kesini karena di undang Caroline."

Caroline melihat Jake dan Tommy dari jauh. Sepertinya malam ini akan berjalan lancar. "Kalian kenapa masih di sana. Kemarilah," ucap Caroline.

Jake menatap bunga di tangannya. Ia melangkah lebar. "Caroline aku membawakan bunga mawar untuk mu. Aku tau kau menyukai bunga mawar merah."

Caroline menerima bunga mawar itu. "Terima kasih Jake. Duduklah, aku sudah memasak begitu lama untuk kalian. Sebagai tanda kit mulai dari awal lagi."

Sedangkan di lantai atas. Ia sudah membuat Aurora pingsan. Tinggal menunggu kedua pria ini yang pingsan.

Caroline menaruh sup di piring Jake lalu piring Tommy. "Kalian harus makan. Malam ini menjadi awal kita semua."

Jake mengangguk, setidaknya Caroline memaafkannya begitu pun Tommy. Mereka makan dengan lahap tanpa curiga.

Selang beberapa saat kepala Jake terasa berputar. Lalu di susul dengan Tommy. "Kalian kenapa?" Tanya Caroline berpura-pura tidak tau.

"Caroline aku ..." Jake menggelengkan kepalanya. Ia melihat Caroline yanh sedang bercabang.

"Caroline aku jug pusing." Ucap Tommy.

Mereka pun langsung pingsan bersamaan. Caroline menyuruh seorang pelayan membawa Jake dan Tommy ke lantai atas lalu di barigkan di samping Aurora.

Caroline membuka satu kancing pakaian Aurora. Dia menyilangkan kedua tangannya pada Jake.

"Selamat menikmati," ucap Caroline. Ia memotret mereka bertiga. Lalu ia kirimkan ke sang ayah.

Begitu mendapatkan foto itu. Daddy Dion menghubungi Caroline. Ia tidak mengerti dengan foto itu. Jelas sekali kalau Jake dan Tommy tidur bersama.

"Caroline apa maksud dari foto ini?" Tanya Daddy Dion. Dia tidak mungkin salah lihat. Tidak mungkin Jake mengkhianati Caroline.

Caroline tersenyum, bukankah selama ini ayahnya selalu tidak mempercayainya. "Daddy tidak pernah percaya pada ku. Kalau Daddy tidak percaya datang saja ke mansion dan tanyakan pada Jake dan Tommy. Aku harap mereka jujur. Selama ini mereka telah membohongi ku. Daddy, aku pergi. Jangan mencari ku."

Caroline memutuskan panggilannya. Ia tidak akan berharap pada keluarga yang tidak menyayanginya. Ia juga tidak akan meminta belas kasihan dari mereka.

Daddy Dion langsung keluar rumah. Dia menuju ke mansion Jake. Di sana ia melihat beberapa pelayan.

"Tuan Dion anda mau mencari Nona Caroline? Nona sudah pergi."

Daddy Dion hanya menatap. Dia terus melangkah. "Dimana kamar majikan kalian?"

"Saya akan mengantarkan Tuan," ucap pelayan itu.

Di mansion itu meskipun banyak pelayan. Hanya satu orang saja yang tau. Caroline menyuruh semua pelayan keluar mansion. Dia menyuruhnya ke Mall untuk liburan.

"Di sini Tuan." Pelayan itu menatap Daddy Dion.

Daddy Dion membukanya dan melihat bagaimana dua pria itu tidur di satu ranjang dengan satu wanita. "Apa-apaan ini?" Geram Daddy Dion.

Dia mengambil sebuah gelas lalu menuangkan ke wajah Aurora.

Hah

Hah

Aurora terkejut saat ada yang membasahi wajahnya. "Ap .. Daddy?"

Daddy Dion mengepalkan kedua tangannya. Tangan kanannya langsung menampar Aurora. "Jadi begini maksud mu tidak berhubungan dengan Jake? Kau bahkan juga menyukai Tommy?"

Aurora menggelengkan kepalanya. "Tidak Dad. Aku tidak melakukannya. Aku aku aku pasti di jebak."

Jake membuka kedua matanya. Dia melihat Daddy Dion dan Aurora di depannya. "Aurora kenapa kamu bisa ada di sini?"

"A.. aku tidak tau."

"Daddy Dion ini .... aku bisa menjelaskannya, tapi dimana Caroline?"

Plak

Daddy Dion tidak sudi nama Caroline keluar dari mulut Jake. "Jangan pernah menyebut nama Caroline lagi dari mulut kotor mu itu. Kau sama sekali tidak pantas untuk putri ku. Dan kaliam semua sungguh kejam merencanakan semua ini. Pantas saja Caroline selalu mengatakan bahwa kau wanita tidak baik Aurora. Kini aku tau alasannya. Aku menyesal telah merawat mu, menyesal telah menjadikan mu sebagai anak ku."

Mendengarkan keributan Tommy pun bangun. Dia juga terkejut melihat Daddy Dion dan ia berada di ranjang yang sama dengan Aurora.

"Kenapa kita bisa ada di sini?" Tanya Tommy keheranan. Terakhir kali ia makan bersama dengan Caroline. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Aurora mulai saat ini kau bukan putri ku lagi dan kau Jake, kau bukan menantu ku lagi. Caroline mengatakan bahwa dia sudah menandatangani surat perceraian."

Nafas Daddy Dion naik turun. Ia merasakan sakit di hatinya setelah melihat putrinya di perlakukan semena-mena oleh keluar Jake.

Seharusnya mereka mengatakannya kalau mereka tidak menyukai Caroline bukan menyiksanya.

Air mata Daddy Dion mengalir. Ia menyesal dan merasa bersalah pada Caroline.

"Caroline kamu dimana sayang?" Daddy Dion menghubungi Caroline namun ponselnya tidak dapat di hubungi. "Tidak mungkin kamu pergi meninggalkan Daddy. Ini semua salah ku. Aku bersalah pada mu Caroline. Maafkan Daddy."

Daddy Dion menangis sampai tubuhnya bergetar hebat. Rasanya begitu sesak sehingga ia tidak bisa bernafas dengan lega.

1
Dedi Dahlia
makanya,waktu masih ada tak di hargai,setelah kehilangan baru menyesal,tua lah karmanya,lanjut....
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Wahyuningsih
kacuan deh kmu jake 😄😄😄 d tnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya thor
Wahyuningsih
mkan tuh penyesaln emang enak
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
namanya yang bener Melani apa dista sih
aku
tor, emg gpp msh umur segitu udh WOWW BANGET?? 🙏
Author Sayonk: Anggap saja ini genius kak🙏
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Dedi Dahlia
serunya lanjut thorr semangat 🙂🙂🙏🙏
Bunda
thor ..dah seminggu ga up loh
Mamah Kaila
cerita g jelas yg cewek lemah menye" kayak tau, katanya mau pergi tp tetep tggl goblok
mbuh
mantap car
mbuh
nambah lagi lelaki bego🤣
Sarinah Quinn
semoga masih lanjut cerita nya 🙏
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
apa surat cerainya belum resmi.. kok masih sama si kembar terus.. kenapa g pergi saja /Smug/
Retno Palupi
kenapa jd si kembar merebut kan Carolin? selama ini mereka kemana aja?
Retno Palupi
maksudnya apa Jake? takut g dpt warisan ya
Retno Palupi
lhoo kok malah kecelakaan, ketahuan boong dong🤭
Wahyuningsih
kapok emang enak menyebalkn
mbuh
yuhuuuu mantap caroline
mbuh
lanjott kurang panjang
Author Sayonk: sbr ya kak, besok lgi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!