NovelToon NovelToon
Sistem Penebusan Hantu

Sistem Penebusan Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Hantu
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Lady Y

Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 - Akhir Penantian Tujuh Tahun

"Pak polisi, kamu tidak akan memahami perasaanku, aku terlalu takut sehingga aku mulai berhalusinasi saat menguburkan anak itu, aku mendengar anak itu memanggil kakeknya, tapi bagaimana mungkin orang yang sudah mati bisa berbicara? Setelah mendengar suara itu, aku juga merasa seperti ada yang menyentuh kakiku, jadi aku melompat dari lubang kuburan dan meningkatkan kecepatanku untuk menutupi lubang kuburan."

Pelaku mengucapkan bagian ini, wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya gemetar.

Yudha pernah mendengar proses itu dari Ezra, tapi mendengar lagi dari mulut pelaku, kenapa rasanya dia marah sekali?

Jadi, dia tidak bisa menahan diri dan memukul meja dengan tangannya, menghentikan pelaku untuk terus bercerita.

"Mengapa kamu mengira semua hanya halusinasi? Pernahkah kamu memikirkan kemungkinan anak itu belum meninggal saat kamu menguburkannya? Pernahkah kamu memikirkan bahwa saat itu, anak itu memang sedang memanggil kakeknya? Bagaimana jika apa yang menyentuh kakimu adalah tangan anak itu, yang dia gerakkan dengan susah payah, memohon padamu untuk menyelematkan hidupnya?!"

Dimarahi seperti itu, wajah pelaku menjadi lebih pucat, dia menunduk dengan penuh rasa bersalah.

"Aku tahu, aku memikirkannya dalam perjalanan pulang setelah menguburkan anak itu. Malam itu aku tidak bisa tertidur, aku terus mendengar anak itu memanggil kakeknya, selama berhari-hari berikutnya, aku dipenuhi rasa bersalah." Ungkap sang pelaku.

Para polisi yang mendengarnya entah mengapa merasa muak.

"Kemudian, aku juga mengetahui identitas anak itu karena mendengar berita pencarian anak hilang, aku baru tahu kalau anak itu adalah yatim piatu yang dibesarkan oleh kakeknya. Jadi... Aku semakin merasa bersalah, mungkin aku salah menilainya, mungkin saat itu aku benar-benar mendengarnya memanggil kakeknya." Sang pelaku mendongak, memperlihatkan matanya yang memerah.

"Sial! Andai saat itu kamu memilih mengirim anak itu ke rumah sakit daripada fokus membuang mayat karena takut akan tanggung jawab, akan seperti apa nasib anak itu? Mungkin saat ini dia masih bisa hidup, sedang berada di masa SMA nya, memikirkan kuliah atau kerja, dan penuh harapan untuk kehidupan dewasanya." Yudha bergumam, tangannya mengambil sebatang rokok, dia juga mengambil korek api, mulai merokok untuk menghilangkan emosi tak nyaman di hatinya.

"Ya, aku terus memikirkannya, dan aku sudah mendapatkan karmaku. Sejak pikiran ini terus muncul, aku bahkan tidak bisa berinteraksi dengan anakku, setiap kali aku melihat anakku, aku seperti melihat bayang-bayang anak itu, akhirnya... Istriku menceraikanku karena tidak tahan dengan perilakuku yang tidak bisa merawat anak." Sampai saat ini, sang pelaku akhirnya mulai menangis, entah apakah dia menangisi kematian anak itu atau menangisi dirinya sendiri.

"Keluargaku hancur, istri dan anakku pergi meninggalkanku, aku sudah membayar karma pembunuhan ini. Selama bertahun-tahun, aku terus menunggu polisi untuk datang dan menangkapku, namun tidak pernah ada dari kalian yang datang. Aku terus berpikir untuk menyerahkan diri, tapi aku takut. Jadi, aku hanya terus berharap kalian segera menemukan jejakku dan memberikanku hukuman yang pantas, akhirnya hari ini tiba juga, aku jadi lega."

Mendengar perkataan pelaku lebih lanjut, ekspresi para polisi ini menjadi sangat menarik, entah mengapa mereka merasa seperti telah mendapatkan semacam hinaan dan ejekan.

Sudut mulut Yudha berkedut, jika bukan karena petunjuk dari Ezra dengan kemampuan melihat hantunya, apakah hari yang ditunggu oleh pelaku ini masih bisa terjadi? Mungkin, tapi entah berapa lama lagi waktu yang diperlukan.

Yudha menanyakan beberapa hal lagi, seperti apakah dia sedang mabuk saat berkendara, seperti jalur perjalanannya, dan lainnya.

Sampai akhirnya Yudha menganggap interogasi itu telah berakhir, para polisi membawa pelaku ke makam leluhurnya untuk menggali tulang-tulang anak itu.

Ezra mengikuti proses itu dalam diam, hantu sang anak juga mengikuti dengan patuh, sedikit demi sedikit tanah kuburan di gali.

Saat tulang-tulang anak itu di keluarkan, sang kakek yang telah diberi kabar juga datang bersama rekan polisi setempat.

Kapten polisi setempat itu menepuk bahu Yudha, "Terima kasih."

Kata sederhana itu memiliki makna yang lebih dalam. Tujuh tahun lalu kapten itu masih polisi biasa, yang bertanggung jawab atas kasus hilangnya sang anak saat itu adalah guru yang membimbingnya selama magang.

Selama bertahun-tahun ini, yang paling sering ribut dan dimarahi oleh kakek adalah gurunya, dia, dan beberapa polisi muda seangkatannya.

Kini, akhirnya polisi bisa memberikan penjelasan pada kakek, meskipun terlambat dan berakhir dengan penyesalan.

Para pemuda desa yang antusias juga datang, berniat membantu kakek tersebut mengurus pemakaman cucunya.

Setelah sang kakek memeluk cucunya yang sudah menjadi tulang, ekspresi wajahnya terlihat sedih, namun tidak ada air mata yang mengalir, mungkin tujuh tahun terakhir ini sudah menguras semua air matanya, mungkin dia sudah lama menerima kemungkinan jika cucunya pergi lebih dulu dibandingkan dirinya, kesedihan tanpa air mata itu bahkan terlihat lebih menyentuh saat ini.

Penantian tujuh tahun dari sang kakek untuk mengetahui kabar cucunya akhirnya berakhir.

Ezra berbalik dan pergi, hantu cucu kakek itu memandang bolak-balik Ezra dan kakeknya, akhirnya mengikuti langkah Ezra.

Dia tahu bahwa dia sudah mati, dia tidak bisa kembali hidup untuk menemani kakeknya, malam ini dia akan berpamitan dengan kakek dan benar-benar pergi dari dunia hidup ini.

Malam hari, Ezra berbaring di kamar asrama, diam-diam merenungkan banyak hal.

Renungan itu tak berlangsung lama, karena hantu cucu kakek itu menyerbu masuk.

"Kenapa? Bukankah kamu seharusnya berpamitan dengan kakekmu saat ini?" Tanya Ezra, dia memiliki firasat buruk tentang ini.

"Kak, cepat, cepat hentikan kakek!" Hantu itu menggenggam tangan Ezra, wajah yang masih mempertahankan kekanakan itu menampilkan ekspresi bingung dan panik.

"Apa yang terjadi?" Ezra segera terbangun dari posisi berbaringnya.

"Kakek sepertinya ingin bunuh diri, dia menggenggam racun tikus di tangannya dan terus bergumam sambil memeluk tulangku." Hantu itu akhirnya menjelaskan lebih rinci.

[Ezra, cepat hentikan, jika kakek itu bunuh diri, jiwanya akan di tolak oleh dunia kematian, dia jadi tidak bisa bereinkarnasi. Dan karena bukan dari kematian tidak adil, jiwanya mungkin tidak punya cukup energi untuk bertahan bahkan sebagai hantu paling rendah di dunia ini, dunia orang hidup juga akan menolaknya, akhirnya tidak ada tempat sama sekali untuk jiwa itu yang berakibat pada pemusnahan total]

Ezra segera berdiri, meskipun dia tidak begitu memahami penjelasan sistem, sepertinya itu konsekuensi yang sangat buruk, sampai-sampai sistem harus bersuara.

Ezra segera keluar, hantu anak itu juga terbang ke sisinya.

Dalam perjalanan, Ezra bertemu Yudha lagi.

"Ada apa Ezra, kenapa kamu keluar malam-malam begini?" Tanya Yudha.

Ezra memikirkan perjalanan jauh ke rumah kakek, akhirnya menarik Yudha untuk pergi bersama, kebetulan dia tidak ada kendaraan.

"Cepat, cepat! Pergi kembali ke rumah kakek itu!" Ezra menarik Yudha ke parkiran, dia bahkan mengetahui mobil Yudha dan memaksa Yudha memberikan tumpangan gratis padanya.

Sebagai seorang kapten polisi dengan pengalaman yang kaya, Yudha segera bereaksi dan bahkan menebak apa yang terjadi.

Yudha tidak banyak bicara lagi, dia mulai mengendarai mobilnya, setelah berpikir sejenak, dia juga menelpon rekan polisi setempat yang mungkin bisa tiba lebih awal ke rumah sang kakek.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!