NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Angst / Obsesi / Romantis / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali, apartement Gavin

Kanaya dan Gavin kini sedang dalam perjalanan menuju apartemen Gavin. Setelah pertanyaan Kanaya tadi, akhirnya Kanaya memutuskan untuk kembali ke apartemen Gavin, Gavin pun tentu tak keberatan dengan permintaan Kanaya yang ingin kembali menginap di apartemennya.

"Gav, Lo punya pacar?"tanya Kanaya pada Gavin, Gavin mengerutkan kening, namun kemudian menggelengkan kepalanya.

"Nggak, kenapa?"tanya Gavin.

"Terus Hera?"Kanaya malah balik bertanya lagi pada Gavin.

"Temen tidur ,kalo lagi pengen."jawab Gavin jujur, yang membuat Kanaya sedikit tersentak akan jawaban jujur Gavin, Kanaya pikir Gavin tak akan seterbuka itu padanya, namun ternyata ia salah.

"Sebenarnya, maksud temen tidur itu gimana sih?"tanya Kanaya, mencoba mencari penjelasan yang sebenarnya, dari ucapan Gavin.

"Hubungan simbiosis mutualisme aja, di saat gue pengen, dia ada, begitu pun sebaliknya."jawab Gavin.

"Pengen... pengen.. itu maksudnya?"tanya Kanaya sedikit ragu, jujur Kanaya tak pernah berpikir di negara ini ternyata kehidupan sudah seliar itu, ia pikir hanya di luar negeri saja, sex bebas itu terjadi.Walaupun Kanaya akui beberapa temannya pernah menceritakan hal seperti itu, tapi tentu saja tidak sesantai Gavin si pelaku yang menceritakannya.

"Kenapa, Lo gak percaya?"tanya Gavin tersenyum miring, ternyata Kanaya memang sepolos itu pantas saja sahabatnya Raihan begitu menyukai nya.Yah... tentu saja Gavin cukup paham bahwa Raihan bukan hanya menganggap Kanaya sebagai teman, tapi juga sebagai seorang wanita yang di sukainya.

"Bisa begitu ya,"Gumam Kanaya yang masih dapat di dengar oleh Gavin.

"Gak semua gadis masih virgin dan pemuda itu masih perjaka Nay, itulah realita."tegas Gavin.

"Yang namanya mereka pernah pacaran, atau deket sama lawan jenis, hal kayak begitu bisa aja terjadi. Walaupun emang gak semua hubungan kayak gitu, tapi kebanyakan ya gitu." Lanjut Gavin.

"Kalian ngelakuin itu tanpa cinta?"tanya Kanaya, yang cukup speechless dengan ucapan Gavin, Gavin pun mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Kanaya.

Kanaya menghela napas, sungguh realita kehidupan yang cukup memprihatinkan bagi Kanaya, yang terbiasa di doktrin dengan perkataan, kehormatan kita hanya untuk suami kita. Lalu bagaimana dengan wanita seperti teman teman tidur Gavin selama ini.Entahlah Kanaya makin tak mengerti.

Mereka tiba di apartemen Gavin tepat pukul sembilan malam, Kanaya terlihat sangat lelah, mungkin selain karna perjalanan mereka yang lumayan jauh, Kanaya cukup stress dengan kehadiran Rangga kembali dalam hidupnya.

Kanaya langsung membersihkan dirinya ketika tiba di apartemen Gavin, sementara Gavin tampak tengah mengistirahat tubuhnya dengan duduk di balkon kamarnya.

Tiba tiba terdengar suara Kanaya memanggil Gavin dari arah kamar mandi, membuat Gavin beranjak dari tempat duduknya.

"Kenapa Nay...?"tanya Gavin begitu tiba di depan pintu kamar mandi.

"Gav gue gak ada baju ganti, gimana?"cicit Kanaya pada Gavin, Kanay tampak sedikit mengeluarkan kepalanya ketika berbicara pada Gavin.

Gavin menepuk keningnya kasar, sepertinya mereka melupakan  kenyataan bahwa ini apartemen miliknya, dan Kanaya tak memiliki apapun di apartemen ini, seharusnya mereka membeli segala kebutuhan Kanaya tadi saat Kanaya memutuskan untuk menginap disini,ah... Gavin jadi merasa bodoh sekarang.

Gavin akhirnya memutuskan untuk mengambil sebuah kaos dan celana panjang trening yang biasa di pakainya, lalu memberikannya pada Kanaya, ia tak ingin mencari pakaian untuk Kanaya dan merepotkan orang-orangnya saat ini, biarlah besok pagi Gavin menyiapkan semuanya.

"Pake ini aja, besok baru beli!"Ucap Gavin sambil menyerahkan satu stel baju itu pada Kanaya.

"Oh oke, makasih. "jawab Kanaya, lalu menghilang kembali ke bilik kamar mandi.

Setelah keluar dari kamar mandi, Kanaya memutuskan untuk langsung merebahkan tubuhnya di ranjang Gavin, sementara Gavin kini yang tengah membersihkan dirinya.

Sepuluh menit berlalu Gavin tampak keluar dari kamar mandi, sementara Kanaya tampak telah terlelap di ranjang milik Gavin.

Gavin berjalan menghampiri Kanaya yang telah tertidur lelap, memperhatikan wajah cantik itu, yang tak pernah bosan ia pandangi.

Kanaya memang memiliki garis wajah yang sangat sempurna, melebihi gadis-gadis yang pernah ia temui sebelumnya, bahkan dengan wajah polos tanpa polesan apapun seperti saat ini saja, Gavin sudah sangat terpesona melihat gadis di hadapannya ini.

Gavin perlahan semakin dekat, bahkan kini ia duduk tepat di samping Kanaya yang tengah terlelap, perlahan Gavin menyingkirkan beberapa helai anak rambut yang menutupi wajah cantik itu, sungguh semakin lama Gavin melihat Kanaya, semakin terasa getaran di hati Gavin yang tak pernah Gavin rasakan sebelumnya.

Perlahan Gavin mendekat kan wajahnya pada wajah Kanaya, menghilangkan jarak di antara mereka, kemudian Gavin mendaratkan bibirnya di kening Kanaya, mengecupnya lembut, dengan penuh perasaan. Gavin memejamkan matanya merasakan sensasi yang baru pertama kali ia rasakan di dalam hidupnya, sebuah perasaan tulus yang ia rasakan pada seorang gadis, tanpa embel-embel nafsu birahi seperti biasanya.

Setelah mencium kanaya dan puas menatap wajah cantik itu, Gavin perlahan meninggalkan  ranjang yang biasa ia tempati untuk tidur di sofa yang berada di ruang tamu apartemennya, memang di kamar Gavin pun ada sebuah sofa namun ukurannya lebih kecil dari sofa yang ada di ruang tamu apartemennya, Gavin hanya ingin tidur lebih nyaman malam ini.

Gavin pun tak ingin mencari kesempatan dengan tidur di ranjang yang sama dengan Kanaya, walaupun ia bisa melakukannya namun Gavin tak ingin melakukan nya, entah kenapa, saat ini yang di rasakan Gavin pada Kanaya bukanlah nafsu seorang lelaki pada seorang gadis seperti biasanya, justru rasa ini, adalah rasa dimana Gavin ingin menjaga gadis itu, bahkan dari dirinya sendiri.

----

Pukul enam pagi ,Kanaya tampak sudah mulai membuka matanya, ia melihat sekeliling mencari keberadaan Gavin namun tak menemukannya, Kanaya pikir Gavin akan tidur di sampingnya, mengingat tak ada lagi kamar yang bisa di gunakan selain kamar yang kini ia tempati, sebenarnya memang ada kamar lain ,namun entah di jadikan sebagai apa oleh Gavin, karna tak pernah di gunakannya.

Kanaya memilih membersihkan dirinya terlebih dahulu di kamar mandi, sebelum mencari keberadaan Gavin, dia berniat membuat sarapan untuk dirinya dan Gavin.

Dan beberapa saat kemudian, tanpa meminta ijib pada Gavin, Kanaya kini tengah memasak, beberapa makanan untuk sarapannya dengan Gavin, Kanaya pun sudah melihat keberadaan Gavin yang tidur di sofa ruang tamu, namun Kanaya sengaja tak membangunkan, Kanaya berniat akan membangunkan Gavin nanti, setelah ia selesai menyiapkan makanan  untuk sarapan mereka.

Dan kini semua masakan Kanaya telah tersaji. Lengkapnya isi kulkas Gavin, membuat Kanaya bisa membuat beberapa makanan, Kanaya membuat ayam kecap, capcai, dan omelet telor, Kanaya memang terbiasa makan makanan rumahan seperti ini bila memasak, karna itu mengingatkannya pada sang ibu, dan Bu Katmi yang sudah seperti sang ibu untuknya, yang selama ini sering memasak masakan yang sama, seperti yang Kanaya buat pagi ini.

"Gav..."Panggil Kanaya, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Gavin.

Gavin perlahan membuka matanya setelah beberapa saat, dapat Gavin lihat wajah cantik yang terakhir di tatapnya semalam, kini tepat di hadapannya.

"Bangun Gav udah siang, gue udah siapin sarapan!"Ucap Kanaya lembut. Gavin pun mendudukan dirinya kemudian mengangguk.

"Gue ke kamar mandi dulu..."ucap Gavin akhirnya, yang di angguki Kanaya.

---

Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi, kini Gavin tengah duduk di hadapan Kanaya, dengan makanan yang sudah tersaji di piringnya.

Gavin cukup terkejut ketika tau Kanaya bisa memasak untuknya, ia pikir Kanaya akan seperti gadis-gadis yang di kenalnya, yang sangat sulit  untuk di bawa ke dapur, entah karena apa.

"Lo kuliah hari ini?"tanya Kanaya pada Gavin,

"Ngge kayaknya, lagi pengen istirahat aja hari ini."jawab Gavin, Gavin memang tak berniat kuliah hari ini, dia memang sudah berencana hanya ingin bermain game dah tidur seharian ini.

"Kalo lo, mau kuliah gak?"tanya Gavin balik bertanya.

"Sebenarnya nggak juga, pengen istirahat aja, tapi gue masih males pulang ke rumah."tutur Kanaya.

"Kenapa harus pulang, lo bisa istirahat disini kalo lo mau."Ucap Gavin cepat, Gavin memang berharap Kanaya mau berlama-lama di apartemennya, entah karena apa, yang pasti ia suka Kanaya berada di sisinya.

"Tapi nanti, lo malah gak nyaman kalo ada gue."Jawab Kanaya, yang langsung mendapatkan gelengan dari Gavin.

"Gak apa-apa, gue malah seneng ada temen bolos kan."jawab Gavin, yang membuat Kanaya langsung tertawa.

"Gak bakal ada yang marah lagi kan  kalo gue disini?"tanya Kanaya.

"Ngga Nay... Apartemen ini punya gue ko, siapa juga yang bakal marah?" Tanya Gavin yang tak di jawab Kanaya, yang hanya tersenyum.

Alhasil disinilah mereka sekarang, di depan home teater yang Gavin buat dadakan, mereka memang ingin menonton film untuk  mengisi waktu membolos mereka.

Kanaya sedang memutar sebuah film romantis dari negara sakura ,Gavin sebenernya tidak menyukai film romantis, namun demi Kanaya  Gavin memilih menurunkan egonya.

Kanaya tampak serius dengan yang di lihatnya, sementara Gavin tampak lebih sering menguap karna merasa bosan.

Namun, tiba-tiba suara Gavin terdengar."Kalo gue suka sama lo, menurut lo gimana??"

-Bersambung

1
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Supri Yanto
lanjut👍
D
Lanjut
D
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!