NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan Muda Berwajah Kumal

Usai mengancam demikian, Cempaka, Kantil dan Mawar menghilang dari tempat itu. Bahkan mayat Kenanga pun juga turut lenyap bersama mereka.

Semua orang menghirup nafas dalam dalam menandakan bahwa perasaan lega telah terbebas dari bahaya yang mengancam. Dyah Rangga langsung mendekati Jenar Karana dan Limbu Jati.

"Aku bersyukur kalian berdua ada dalam rombongan pengawal ku. Jika tidak aku mungkin berakhir di mulut siluman buaya itu.. ", ucap Dyah Rangga sambil tersenyum.

" Ini sudah menjadi tugas kami, Gusti Pangeran..", jawab Limbu Jati sambil menghormat. Jenar Karana pun juga melakukan hal yang sama.

"Baguslah kalau kalian menganggap itu sebagai bagian dari tugas kalian. Nanti saat sampai di Galuh Pakuan dan aku menjadi menantu Prabu Jayadrata, aku pasti akan memberikan hadiah besar untuk kalian", janji Pangeran Dyah Rangga.

" Terimakasih banyak Gusti Pangeran.. ", ucap Jenar Karana dan Limbu Jati bersama-sama.

Malam itu tempat peristirahatan rombongan Dyah Rangga kembali tenang. Para prajurit pengawal yang sempat kelemahan karena pertarungan dengan para siluman buaya Kali Gentan pun beristirahat. Satu orang yang tewas segera dikuburkan tak jauh dari tempat mereka bermalam.

Sementara itu, di salah satu lereng Pegunungan Serayu Selatan tepatnya di sebuah goa...

Bllaaaaaaaaaarrrrrrrrrr!!!

Sebuah patung ular berkepala sembilan yang terletak di salah satu ruangan goa meledak dan hancur berkeping-keping. Seorang perempuan cantik dengan tergopoh-gopoh berlari ke arah ruangan goa itu dan melihat patung ular berkepala sembilan itu telah hancur berserakan.

"Setan alas!!! Apa yang sebenarnya sedang terjadi?!", maki perempuan cantik itu dengan penuh amarah.

Segera dia mengambil sejumput bunga dan menaburkan nya pada belanga yang berisi cairan merah seperti darah. Mulutnya komat kamit membaca sesuatu. Detik berikutnya cairan merah darah itu bergolak seperti mendidih dan sebuah gambar pun terpampang disana.

Mata perempuan cantik berbaju hijau tua itu membeliak lebar tatkala ia menyaksikan Cempaka, Kantil, Mawar dan Kenanga berubah menjadi sosok manusia setengah buaya.

"Kurang ajar..!!!

Jadi dia yang mematahkan penahan kutuk pasu yang aku berikan pada empat perempuan bodoh itu. Ini adalah penghinaan terhadap ku, Dewi Amba!! Tunggu saja, aku akan membalas dendam pada kalian manusia manusia laknat!!! ", teriak perempuan cantik berbaju hijau tua itu penuh murka.

Kokok ayam jantan bersahut-sahutan menjadi penanda pagi telah datang di kawasan Alas Prapag. Seiring dengan kemunculan sang surya di langit timur, para pengawal pribadi Dyah Rangga pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Beberapa barang bawaan pun di tata rapi pada kuda tunggangan mereka masing-masing. Begitu semuanya sudah siap, rombongan itu pun langsung melanjutkan perjalanan.

Usaha menyeberangi Kali Gentan pada tempat paling cetek, mereka melanjutkan perjalanan ke arah barat. Saat ini mereka memasuki wilayah Kadipaten Paguhan, sebuah daerah kekuasaan yang tunduk pada Maharaja Medang tetapi setengah merdeka karena menerapkan kebijakan hukum dan peraturan yang berbeda dari pemerintah pusat.

Ini dikarenakan daerah ini tidak pernah ditundukkan dengan jalan peperangan melainkan dengan cara diplomasi. Paguhan patuh membayar upeti serta pajak bumi pada Medang sebagai biaya perlindungan dari ancaman Galuh Pakuan agar mereka tidak berani menyerbu daerah yang berbatasan langsung dengan Galuh Pakuan ini. Selain itu, dengan adanya jaminan dari Medang, Prabu Pule Badra dari Nusa Kambangan juga tidak berani macam-macam.

Penguasa Paguhan, Adipati Dyah Teja atau juga dikenal sebagai Mpu Nuku memang terkenal cerdas dan bijak membaca situasi. Dia memanfaatkan nama besar Medang sebagai penguasa besar Jawadwipa sebagai jaminan keselamatan rakyat Paguhan dari ancaman luar negeri dengan membayar upeti yang tidak seberapa besar jumlahnya.

Sepanjang perjalanan, rombongan Dyah Rangga menjadi perhatian setiap orang yang mereka temui di jalan. Melintasi puluhan desa dan perkampungan di kaki selatan Pegunungan Serayu Selatan, menjelang siang mereka tiba di wilayah kota Watak Sadang, daerah paling timur Kadipaten Paguhan.

"Se-sebaiknya k-k-kita ber-berhenti di ko-o-ota kecil i-ini, Gusti P-p-pangeran..

Be-bekal m-makan k-k-kita su- eh sudah menipis, per-perlu membeli bebe-beberapa b-b-bahan pangan ke-ke-kering untuk p-p-persediaan", ucap Rakryan Pu Tungu saat rombongan itu mulai memasuki tapal batas kota.

Pangeran Dyah Rangga langsung menepuk telapak tangannya dua kali dan kusir kereta segera menarik tali kekang kuda yang membuat kereta kuda itu berhenti seketika. Rombongan itupun ikut serta.

"Jenar Karana, kemarilah..! "

Tanpa harus diperintah dua kali, Jenar Karana segera mendekatkan kuda tunggangan nya ke kereta kuda yang ditumpangi oleh Dyah Rangga.

"Bagaimana menurut pendapat mu? "

"Hamba sepakat untuk berhenti sejenak disini, Gusti Pangeran. Perbekalan adalah hal penting, kita tidak boleh mengabaikan nya", Pangeran Dyah Rangga manggut-manggut mendengar jawaban Jenar Karana.

" Baiklah, kita berhenti sebentar disini. Beli perbekalan kita secukupnya. Setelah itu kita lanjutkan lagi perjalanan ", titah Pangeran Dyah Rangga segera. Perjalanan pun segera dilanjutkan ke arah pasar besar Watak Sadang.

Bahula yang benci dengan Wanapati dan kelompoknya terutama pada Jenar Karana dan Limbu Jati, mendekatkan kuda tunggangan nya di samping Rakryan Pu Tungu.

" Haeeehhh sepertinya sekarang Gusti Pangeran Dyah Rangga lebih percaya pada Si Jenar itu, Gusti Rakryan. Kalau ini dibiarkan saja, Lama-lama kedudukan Gusti Rakryan akan digeser oleh anak dusun itu.. ", bisik Bahula.

Sejak peristiwa Alas Prapag, Dyah Rangga memang selalu meminta nasehat dari Jenar Karana, Limbu Jati ataupun pada Wanapati. Dia sudah sepenuhnya percaya pada kelompok mereka dan mulai mengabaikan omongan kelompok Bahula.

Rakryan Pu Tungu diam sejenak mendengar aduan Bahula. Dia membenarkan kata-kata pancingan Bahula ini dalam hati.

"Be-berani p-p-p-punya pik eh pikiran itu, t-t-tunggu saja k-k-kalian hemm.... ", gerutu Rakryan Pu Tungu sambil mengepalkan tangannya. Bahula tersenyum puas melihat kata kata adu dombanya berhasil.

Rombongan ini akhirnya berhenti di pasar besar Watak Sadang. Beberapa orang prajurit yang bertugas segera turun dari kuda nya dan membeli kebutuhan perjalanan mereka. Dyah Rangga yang juga ingin jalan-jalan sebentar pun juga turun untuk melemaskan otot-otot yang tegang setelah duduk cukup lama di dalam kereta. Rakryan Pu Tungu, Jenar Karana, Limbu Jati dan Wanapati mengawal nya dengan penuh kewaspadaan.

Tiba-tiba...

Bruukkkkkkkk!!!!

Seorang perempuan muda dengan pakaian compang-camping menabrak Dyah Rangga. Kejadian ini berlangsung cepat hingga para pengawal pribadi yang bertugas tak sempat menghentikannya.

"Maaf maaf, hamba tak sengaja. Permisi... ", ucap perempuan muda dengan wajah kotor itu usai ia bangkit dari jatuh nya.

"D-dasar ku-ku-kurang a-jar!! B-bosan hi-hi-dup ya hahhh?!! ", hardik Rakryan Pu Tungu sambil hendak mencabut pedang di pinggangnya tapi cepat dihentikan oleh Dyah Rangga.

" Tidak perlu, Tungu...

Nisanak, kau boleh pergi ", ucap Dyah Rangga sambil meraba pinggang nya. Dia segera menoleh ke arah itu dan menyadari bahwa kantong uang nya sudah hilang. Saat ia melihat ke arah perempuan muda berwajah kumal yang sedang berlari kecil meninggalkan tempat itu, dia pun langsung berteriak keras.

"Dia mengambil kantong uang ku!! "

Jenar Karana dan Limbu Jati langsung mengejar ke arah perginya perempuan muda berwajah kumal. Tak butuh waktu lama keduanya berhasil mengejarnya dan mencegat dari depan belakang.

"Kembalikan barang yang kau ambil dari majikan ku. Cepat..!! Aku bisa melepaskan mu", ucap Jenar Karana sambil mengulurkan tangannya ke arah perempuan muda berwajah kumal itu.

Tetapi bukannya takut dengan Jenar Karana dan Limbu Jati, perempuan muda berwajah kumal itu langsung mengeluarkan kantong kain hitam berhias benang emas itu dan menimang-nimang nya di depan mereka. Sikapnya tidak terlihat gentar bahkan seolah-olah sedang mengejek dua murid Padepokan Pesisir Selatan itu.

"Maksud mu ini? Enak saja mau dirampas.. Ambil kembali jika kau bisa.. "

Mendengar omongan perempuan muda berwajah kumal itu, Limbu Jati yang terkenal tidak sabaran mendengus keras sambil berkata,

"Dasar copet sialan..!!!

Kau harus mendapat pelajaran..!! "

1
Idrus Salam
Kebaikan akan mendatangkan kebajikan dan ketulusan hati adalah kunci yang tak mudah ditundukkan.

lam
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Blondo wong jowo iki 🤭 klo Belanda negara di Eropa 😄
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!