NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang 2

Pewaris Yang Hilang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Edane Sintink

Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kadal buntung cap kaki tiga

...Bab 17...

"Sudah sudah sudah! Sekarang kami sudah melihat gadis yang bernama Lee Na ini. Apa kau punya foto yang satunya lagi. Yang Bianca Flair itu!" David tampak semakin penasaran.

"Ehem. Tiba-tiba tenggorokan ku kering. Aku merasa haus," Jay memegangi tenggorokannya sambil berdehem. Kali ini dia merasa harus mengerjai ketiga orang ini sampai kandas. Mumpung mereka masih penasaran, kenapa tidak dikerjai saja sekalian.

"Oh. Kau haus ya. Baiklah kakak pertama ku. Adik ke tiga mu ini akan mengambil'kan mu minuman. Mau minum apa? Jus, bir, anggur, air mineral atau Baygon?" Tanya Jasson dengan perasaan antara jengkel dan geli.

"Uhuk. Kau adik ke tiga yang durhaka. Aku tidak lagi berminat untuk minum. Siapa tau kalau kau akan memberikan racun pada minuman ku. Bagaimanapun aku ini sangat tampan. Kau pasti akan merasa bahwa aku akan menjadi saingan mu,"

"Sialan. Mengapa kau bercermin di air yang keruh? Kalau seperti mu itu tampan, lalu yang jelek seperti apa?"

"Hahaha...," semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkelahian Jay Landers dan Jasson. Bahkan Jhon pun yang sejak tadi menjadi pendengar pun ikut tertawa.

"Eh Bang Jay. Cepat lah. Jangan bikin kami penasaran!" Desak Davit yang sejak tadi hatinya merasa gatal karena terlalu penasaran.

"Ya sudah. Kakak tertua mu ini memang tidak sampai hati. Aku akan menunjukkan kepada kalian seperti apa gadis yang bernama Bianca Flair itu," kata Jay mengalah. Lalu dia menggeser layar handphone dengan ibu jarinya dan...,

"Waduh Mak. Alangkah cantiknya. Hidung mancung, alis indah, bibir tipis nan merekah merona bak sekuntum mawar merah. Mata coklat dan ya ampun, aku bisa diabetes hanya dengan melihat gambarnya saja. Bagaimana dengan aslinya?"

"Dasar Jasson bajingan. Tadi Lee Na sekarang Bianca Flair. Kau ini tidak punya pendirian. Baru saja kau memuji Lee Na, sekarang begitu melihat foto Bianca Flair, kau mulai berpaling. Dasar kau kadal buntung cap kaki tiga!"

"Eh. Emang ada kadal buntung cap kaki tiga?" Jasson menggaruk kepalanya. Kemudian dia menatap seolah bertanya mengapa dia baru mendengar kalimat ini untuk pertama kalinya.

"Bagaimana? Kalian sudah melihatnya bukan? Tidak mengecewakan bukan?"

Ketiga orang itu serentak menganggukkan kepala mereka tanpa dikomandoi.

"Kalau begitu ingat janji kalian untuk mentraktir ku malam ini!" Jay Landers mengingatkan akan janji David dan Jasson.

"Tenang saja. Aku pasti akan mentraktir mu!"

"Oh ya. Jhon. Aku melihat kau biasa-biasa saja tanpa ekspresi. Apakah gadis-gadis ini tidak menarik perhatian mu?" Tanya David. Dia sebenarnya hanya sekedar bertanya karena sejak tadi Jhon hanya diam saja. Bagaimanapun, dia tidak ingin melihat Jhon seperti merasa terasing.

"Benar Jhon. Kau masih normal kan? Atau jangan-jangan..," Jasson segera menutupi badannya dengan tangan seolah-olah sedang ketakutan.

"Aku tidak?* Jawab Jhon yang dirasakan oleh mereka terlalu aneh.

"Tidak apa Jhon?" Erick bertanya.

"Dua dari tiga gadis yang sedang kalian bahas itu, aku sudah mengenalnya. Hanya Bianca Flair itu yang belum pernah aku lihat," jawab Jhon dengan jujur.

Seperti sedang melihat hantu, keempat orang lainnya menatap serentak ke arah Jhon dengan mata terbelalak. Apa lagi Jay. Sejak tadi dirinya memancing rasa penasaran keempat lainnya. Pantas saja Jhon seperti tidak tergerak. Ternyata dia sudah pernah melihat Lee Na sebelumnya. Awalnya melihat ekspresi Jhon yang seperti tidak tertarik, Jay tidak terlalu memikirkannya. Barulah ketika Jhon mengatakan bahwa dia pernah bertemu dengan Lee Na, Jay merasakan bahwa air liur nya yang kering karena kebanyakan berbicara menjadi sia-sia.

"Apa benar kau sudah pernah bertemu dengan Lee Na itu, Jhon?" Tanya mereka penasaran

Jhon mengangguk'kan kepalanya.

"Kapan dan di mana?" Tanya mereka semakin penasaran.

"Tadi lagi di taman. Ketika itu aku sedang dimarahi oleh Freddy. Dan Lee Na datang membela ku," jawab Jhon menceritakan apa yang terjadi tadi pagi.

"Apa?"

"Eh. Kau di bela oleh Lee Na? Ya tuhan. Hancur lebur hati ku!" Jay seperti ingin menangis. Dia merasa separuh jantungnya di gigit kucing liar tak bertuan.

"Apa yang aneh?" Pikir Jhon dalam hati. Dia merasa bahwa itu bukanlah masalah yang terlalu besar. Bagaimana dia tau bahwa Lee Na itu bagaikan peri di hati Jay Landers dan yang lainnya. Untung saja Jhon tidak mengatakan bahwa dirinya dan Lee Na pernah duduk bersebelahan dalam satu bus. Mungkin bisa babak belur dirinya dimassa oleh keempat sahabat baru nya ini.

"Halah. Semua orang bisa mengatakan apa saja. Aku tidak percaya padamu Jhon. Dengan tampang mu yang pas-pasan seperti ini, jangan pernah bermimpi untuk berkenalan dengan mereka. Aku saja, yang begitu tampan rupawan bagaikan tuan muda dari keluarga terpandang pun tidak layak untuk berdekatan dengannya. Apa lagi membela ketika ada masalah. Kau mimpi di siang bolong!" Ejek Jay Landers. Sebenarnya dia percaya pada perkataan Jhon yang tampak tidak berbohong. Tapi dia berusaha menghibur dirinya sendiri dengan perkataan seperti barusan.

"Hahaha. Tuan muda oh tuan muda. Hanya tuan muda gembala!" Ejak Jasson membuat Jay membelalakkan matanya.

Seisi ruangan mengeluarkan gelak tawa yang sangat riuh.

"Eh Tuan muda Jay Landers, kau kan serba tau. Tadi kau bilang kalau Tiffany itu anak seorang pengusaha. Terus, Lee Na itu putri dari raja bawah tanah apa kaisar tadi. Apalah itu yang pastinya ayahnya adalah seorang pemimpin bawah tanah. Terus si Bianca Flair ini, apakah kau juga mengetahui latar belakangnya?"

"Nah, Jasson sialan. Kau bertanya kepada orang yang tepat. Aku akan menceritakan kepadamu tentang latar belakang dari Bianca ini. Aku jamin kau akan terkejut bukan main,"

"Sok misterius. Tinggal jawab saja harus berputar-putar dari Utara ke timur,"

"Dari Utara ke Selatan sialan. Kalau Timur itu lawannya barat!" Maki Jay Landers.

"Apalah, apalah. Cepat katakan!" Terlihat Jasson dan yang lainnya tidak sabaran.

"Nah. Dengar baik-baik. Kakak tertua mu ini akan menceritakan latar belakang dari Bianca Flair ini. Dari mana kita harus memulai?" Tanya nya yang terlihat sangat menjengkelkan bagi ketiga orang lainnya.

"Oh tuhan ku. Aku tak tahan lagi. Tolong beri aku kesabaran agar tidak mencakar wajah orang sialan ini!" Kali ini bukan Jasson, tapi David yang menyumpah. Bahkan Erick sudah memegang gagang sapu untuk bersiap-siap memukul Jay andai dia terus saja menggantung cerita.

"Hahaha. Baiklah. Kakak mu ini akan mengatakannya," Jay Landers akhirnya berhenti mempermainkan mereka. "Ketahuilah oleh kalian sebenarnya Bianca Flair ini berasal dari keluarga Flair,"

"Itu kami tau. Kan memang nama belakang nya Flair. Berarti ya dari keluarga Flair lah!"

"Kau sialan ini selalu saja memotong perkataan ku. Mau lanjut apa tidak ini?"

"Iya iya iya. Maafkan adik ke tiga mu ini. Lanjutkan!" Jasson buru-buru meminta maaf kepada Jay Landers. Namun tidak sedikitpun ada ketulusan dari wajahnya atas permintaan maafnya tersebut.

1
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
👍🏾⭐👍🏼⭐👍🏾
y@y@
👍🏻👍🏿🌟👍🏿👍🏻
y@y@
💥👍🏼⭐👍🏼💥
m.j_yanas314
akhir nya keluarga William kembali,....

semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪
Ahmad Fauzi
lanjutt othor ganteng 👍🏽❤️🥰 ,semangatt update nya ,kalo bisa jangan satu lahh minimal update nya 2 atw 3 ..hee hee 😬🤭🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁
Tina aja: salam kenal juga 🙏😁
total 2 replies
WAHYU
69 Thor, kenapa harus 69?
itu adalah angka keramat 18+++
WAHYU
berarti ayah Jhon Wiliam adalah putra dari pasangan Joe Wiliam & Tiara
Tina aja
nah Jhon dengerin neh petuah otor👍😁
Tina aja
Arden itu ikan yg d awetkan dalam kaleng kan😅....wes jadi nama kota rupanya😅😅
DISTYA ANGGRA MELANI
Lanjut thor... Smngt
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
y@y@
⭐💥👍🏼💥⭐
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁😁
Tina aja
David psis ryan🤩
Ahmad Fauzi
aihh ..othor mulai nackhalll ..pikirannya liarrr 🤣🤣😄🤭
Tina aja
jasson Statham 🥰🥰🤩🤩
Tina aja
fix ne orang mirip riko🤩🤩
Tina aja
waaa sama pesis ngga ya dgn wanita pengawas asrama jery🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!