NovelToon NovelToon
Suami Karismatik Milik CEO Cantik

Suami Karismatik Milik CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lonafx

Tamara Hadinata adalah perempuan tegas yang terbiasa memegang kendali. Memiliki gaya hidup yang dipenuhi ambisi dan emosi, membuatnya tak pernah serius memikirkan pernikahan.

Ia sibuk bekerja, sesekali terlibat hubungan sementara tanpa komitmen nyata. Sampai keputusan papanya, mengubah segalanya.

Khawatir dengan gaya hidup dan masa depan Tamara, sang Papa menjodohkannya dengan Arvin Wicaksono—Pria karismatik, intelektual, dan dianggap mampu menjadi penyeimbang hidup putrinya.

Namun bagi Tamara, pertemuan mereka adalah benturan dua dunia dan karakter yang tak seharusnya saling bersinggungan.

____
Bagaimana pernikahan mereka bisa terjadi?
Lalu, apa jadinya jika dua orang yang nyaris bertolak belakang, disatukan dalam ikatan pernikahan?
Di tengah kesibukan dan perbedaan, bisakah keduanya hidup berdampingan meski memulai hubungan tanpa cinta?

kuyyy ikuti kisahnya ya~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lonafx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Rival Lama

Sore itu, matahari sudah condong ke barat. Cahaya terang yang mulai berwarna jingga, menghambur pada dinding kaca gedung Lunara.

Tamara berjalan sendiri di koridor, tangannya masih memegang tablet, melihat kembali postingan yang baru ia unggah beberapa saat lalu.

Hanya video berdurasi pendek tentang dirinya—setelan tweed berwarna krem muda, rambut jatuh rapi, dengan senyum hangat sedikit mendemokan salah satu produk serum wajah unggulannya.

Kolom komentar seperti biasa, berhamburan. Namun, isinya tak lagi membahas warna lipstiknya, pakaian yang ia kenakan, atau pun sekadar memuji dan memberi testimoni produk-produknya.

Sebagian besar netizen, justru masih saja membahas tentang hubungannya dengan Arvin.

Ia hanya bisa melongo, melihat kolom komentar postingannya dipenuhi oleh orang yang mengagumi suaminya.

Jarinya berhenti, ketika menemukan salah satu kolom komentar.

Siapa yang kesini cuma karena ingin lihat kak Tamara posting foto bareng suaminya?

Alisnya terangkat, kolom komentar itu memiliki balasan menyentuh angka ratusan.

Langkah kakinya melambat. Namun, segera berhenti ketika menyadari kehadiran seseorang yang sudah berdiri di depannya.

Pandangannya berpindah dari layar tablet, seorang perempuan tersenyum ramah ke arahnya.

"Apa kabar, Bu?" sapa Kiara, yang sepertinya baru keluar dari ruang studio.

"Selamat ya atas pernikahannya," ucapnya lembut.

Tamara mematikan layar tabletnya. "Nggak usah sok akrab sama saya, kita nggak sedekat itu," jawabnya ketus.

Kiara tersenyum kecut, agak sungkan. "Ya... saya cuma ngasih ucapan selamat. Kalau Ibu masih kesel soal kita dulu, saya kan sudah minta maaf."

Tamara bersikap acuh, sudah terlalu malas mengungkit soal dulu.

Kalau saja ia tidak mengutamakan kepentingan perusahaan, ia pasti sudah langsung memutus kontrak kerjasama dengan pihak perempuan itu.

Tamara melipat tangan di dada. "Perusahaan bayar kamu, untuk membeli engagement audiens kamu. Bukan untuk basa basi sama saya," suaranya jauh dari kesan ramah.

Tatapannya profesional. "Pastikan saja kamu mengupload bagian kamu sesuai jadwal, dan penuhi target minggu ini sesuai kesepakatan."

Senyum Kiara muncul, tipis. "Aman kok, Bu. Kalau urusan kerjaan, saya profesional," katanya, terkesan bangga.

Tamara tak menghiraukannya, lantas melanjutkan langkah.

Bunyi sepatu haknya terdengar tegas saat berjalan melewati Kiara, meninggalkan aura dingin yang tak tersentuh.

Tak berselang lama, Tamara sudah kembali ke ruangannya.

Ia duduk dengan menyandarkan punggung, menyalakan kembali layar tablet.

Kali ini sudah tidak ingin lagi membuka media sosialnya, yang sudah seperti posko penampungan penggemar Arvin.

Jarinya menggeser layar, menampilkan laporan yang diberikan Jenna beberapa saat sebelumnya.

Angka-angka itu tampak terlihat memuaskan. Dampak viralnya berita tentangnya, membuat popularitasnya dan perusahaan semakin menanjak.

Tamara tidak tahu harus merasa senang atau sebaliknya. "Kayak aji mumpung nggak sih?" bisiknya, heran sendiri.

Jarinya kembali mengusap layar, laporan lainnya menunjukkan info tentang nama Lunara yang menjadi salah satu top pencarian teratas di berbagai platform.

Matanya menatap lebih lama, saat melihat susunan nama brand pesaing lain yang akhir-akhir ini berada di bawah popularitas brand miliknya. Salah satu di antaranya: Cantika.

Alisnya terangkat. "Hmm... Apa aku telah mengundang badai?" Perasaannya sedikit tidak enak.

Benar saja.

Tak lama. Jenna mengetuk pintu dan mengalihkan perhatiannya.

"Bu, ada CEO Cantika ingin bertemu... " ujar Jenna.

Tamara meletakkan tablet di sisi meja. Wajahnya tetap santai, lebih-lebih terlihat bersiap untuk sesuatu.

"Suruh masuk," perintahnya, diikuti anggukan singkat oleh sang sekretaris.

Begitu pintu ruangan terbuka, Amanda masuk dengan langkah tergesa.

Sepatu haknya mengetuk lantai dengan bunyi tegas, seolah membawa gumpalan amarah menggebu.

Tamara tak beranjak dari kursinya, hanya menunggu, bersikap selayaknya menerima tamu.

Ia tahu, perempuan itu datang bukan untuk basa basi, apalagi sekadar menyapa.

Amanda berhenti di depan meja Tamara, merapikan sedikit blazer merah muda miliknya.

Dalam sekejap, kehadirannya yang membawa aura rivalitas kuat, membuat udara seisi ruangan terasa menyempit. Namun, ekspresi Tamara terlalu santai menghadapinya, seolah memang itu sudah menjadi hal yang biasa.

"Apa maksud kamu?" Amanda memulai bicara lebih dulu, suaranya datar.

Tamara menatapnya dengan mata sedikit melebar, belum membalas dengan suara.

Amanda meletakkan satu telapak tangan di atas meja, sedikit menekan.

"Nggak usah belagak nggak tahu apa-apa ya, Tamara. Kamu sengaja 'kan?" tuduhnya.

Nada bicaranya, jelas menunjukkan jika ia datang bukan untuk bicara manis.

"Ngapain bikin acara pernikahan mendadak, tepat di tanggal launching produk baru Cantika?!" sentak Amanda, langsung ke intinya.

Tamara mengernyit. "Apa hubungannya?" tanyanya, sedikit polos.

Amanda menyeringai. "Sumpah ya, cara kamu licik banget tau nggak... sengaja banget, tiba-tiba bikin acara pernikahan, entah itu settingan atau apa, sampai berita tentang produk Cantika tenggelam gitu aja!"

Tamara tak langsung menjawab. Namun, satu detik berikutnya ia tergelak ringan, seolah kalimat itu terkesan menggelitik baginya.

"Dengar ya. Manda," katanya pelan, terdengar akrab.

Tubuhnya condong dengan kedua tangan bertaut di atas meja. "Pertama... pernikahanku memang terkesan mendadak, tapi itu bukan settingan. Nggak semua proses dalam hidupku, harus dibuat pengumuman kan?"

Kemudian menambahkan, "Kedua... Aku bahkan nggak tahu Cantika ada launching produk baru."

Tamara menghela napas singkat, wajahnya polos tanpa dosa.

"Kamu nggak ngundang aku ke acara kamu, aku pun nggak ngundang kamu ke pernikahanku... "

Ia kembali menyandarkan punggung dengan santai, lalu memperjelas. " ...So, kita hanya kebetulan dua orang, yang ngadain acara berbeda di hari yang sama."

Amanda memukul ujung meja, tapi tak membuat Tamara tersentak.

"Masih berkelit? Dasar caper... Sengaja banget biar viral, biar engagement naik? Terus... produk-produk Lunara jadi tambah beken di media?" Ia terus menggerutu.

Tamara menahan tawa. "Jadi, kamu kesal karena aku nikah di hari yang sama dengan launching produk baru kamu? Atau karena berita soal produk kamu kalah trending? Opss—"

Ia buru-buru menepuk pelan bibirnya, berlagak keceplosan.

Amanda memutar bola mata malas, kedua tangannya menyilang di dada.

"Nggak usah sok polos deh, Tamara. Aku tahu ya, kamu memacari Andra Julio, si aktor muda itu kan?" Amanda menatap sinis, mulutnya belum berhenti bersungut-sungut.

"Terus, tiba-tiba aja ngadain pernikahan sama... siapa? Profesor yang sedang ramai dipuja itu. Biar apa? Dapat perhatian netizen? Aku tahu isi otak kamu ya, Tamara!"

Perempuan itu terus melayangkan omelan, dengan rentetan tuduhan tak berdasar.

Seperti biasa, lebih terkesan... sok tahu.

Amanda sangat jengkel karena sudah mengeluarkan banyak modal buat segala persiapan peluncuran, iklan, promo dan lainnya.

Ia datang, memang untuk melampiaskan kekesalannya.

Sementara Tamara masih menahan diri untuk langsung bersuara. Bukan takut, tapi karena dirinya juga tidak menduga.

Ia bahkan tidak ikut andil mengurus persiapan pernikahannya sendiri, apalagi soal penentuan tanggal.

Ia juga tidak menyangka kalau Arvin seterkenal itu, dan dipuja banyak orang yang sebagian besar dari kaum hawa.

Tamara lantas berdiri, setengah memutari mejanya, lalu menghadap Amanda.

"Biar aku jawab lagi. Dengerin ya... aku nggak perlu menjelaskan urusan pribadiku sama semua orang."

Ia mengibaskan rambut pelan, senyumnya percaya diri. "Terus... produkku terkenal dan banyak pengguna, karena aku menjual kualitas. Aku nggak perlu bikin sensasi cuma buat naikin nama brand-ku."

Amanda terdiam sebentar. Rahangnya mengeras, seolah bersiap melempar anak panah lagi.

Tubuhnya sedikit mendekat. "Tiba-tiba nikah? Aku nggak yakin itu nikah beneran."

Tatapan dan senyumnya senada, meremehkan.

"Kontrak untuk berapa lama, Tamara? Kamu bayar dia berapa untuk jadi suami settingan kamu biar viral?" tanya Amanda, pelan, tapi penuh ledekan samar.

Tamara nyaris tersedak udara, spekulasi yang dilayangkan rivalnya itu terdengar sangat lucu baginya.

"Amanda plis deh, jangan kebanyakan nonton drama. Apa aku harus menjelaskan semua detailnya?" Ia hampir tertawa.

"Aku udah putus sama Andra dan memutuskan menikah dengan suamiku, kenapa memangnya?" tantangnya.

Amanda terdiam.

Tamara kembali menjelaskan dengan suara penuh penegasan. "Pernikahanku... no settingan. Lagian, bukan salahku kalau berita pernikahanku ternyata lebih menarik perhatian banyak orang."

Hingga sorot matanya berubah serius, masih tak terima tuduhan. "Aku kasih tahu satu hal, ya. Suamiku... bukan laki-laki yang bisa kamu remehkan seenaknya."

Amanda belum menanggapi, hanya sorot matanya yang menyala penuh kekesalan.

Tamara menyilangkan tangan, lalu menambahkan hal lain. "Gini deh. Kalau kamu yakin produk kamu berkualitas. Katanya kan udah disukai banyak pengguna. Ya harusnya nggak merasa terancam dong cuma karena kalah viral doang."

"Ini juga baru berapa hari, Manda. Masih banyak kesempatan buat memperbaiki strategi promosi, daripada hanya melampiaskan rasa kesal." Tamara menimpali, seolah memberi saran, tapi setengah menyindir.

Cukup lama mengenal perempuan itu, membuat Tamara sedikit banyak tahu tentangnya.

Amanda memang suka bertindak gegabah, jika ada hal yang membuat dirinya merasa tak nyaman.

Sementara Amanda langsung bungkam, tapi sorot matanya berkilat tajam.

Dadanya masih naik turun, menahan gemuruh penuh jengkel karena merasa digurui.

Tanpa pamitan, ia akhirnya beranjak pergi. Bahkan masih sempat menyenggol bahu Tamara dengan kasar, saat berjalan melewati perempuan itu.

Tamara terperangah tak terima, matanya menatap nyalang ke arah punggung Amanda.

Stok kesabarannya yang memang selalu tipis, membuatnya terpancing, dan memutuskan melangkah mantap untuk segera mengejar.

Amanda terburu membuka pintu ruangan. Namun, tubuhnya mendadak berhenti.

Matanya mendadak terpaku, saat menatap wajah seseorang yang saat ini berdiri di depannya.

BERSAMBUNG...

Ada tamu lain kah? Siapa ya kira-kira? 🤔

Temukan jawabannya di bab selanjutnya ya~~😝

See you... 💃

1
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
iyaa.. keterlaluan banget.. kalau Arvin itu cowok gak sabaran, udah dtinggalin kamu🙄
Lonafx: marahin aja kak😂😝
total 1 replies
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
wahh keren nih dua sohibnya.. pandai menasihati meski dgn cara ngomel dan menghakimi wkwk tp biasnaya manjur, karna mereka orang terdekatnya
Lonafx: cuma mereka yg berani mengomeli ceo galak😂
total 1 replies
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
iya bener.. jangan sampai nyesel loh
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
ya ampunn.. Arvin jadi cowok sabar banget...
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
dia terbiasa keras sama dirinya sendiri.. gak heran tumbuh jadi perempuan dominan yg suka mengontrol,
Lonafx: menempa wehh, typo😫
total 2 replies
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
lahh, Papa sakit serius ternyata, pantes pengen banget putrinya cepet nikah
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
kira2 Arvin bakal ilfeel gak ya🤣
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
Tata lagi ngedrama, apa pasang skin menggatal/Sly/ tapi sama suami sendiri juga sih gapapa😄
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
definisi senggol di bales senggol/Facepalm//Facepalm/
Cahaya Tulip
penasaran bakal ada besok🤭

arvin godaanmu sampai ke hatiku🤣
Cahaya Tulip
kucing kali takut aer🤣
Cahaya Tulip
emang iya tata.. 🤣
Cahaya Tulip
kurang bahan nggak tuh? apanya yang ditutupin? 🤣
Cahaya Tulip
wah, ada apa besok? 😗
Cahaya Tulip
wah.. ada apa ini? 😗
Muna Junaidi
Sesuai dengan undangan mareee kita berhalu ria mumpung lagi sendirian🤣🤣🤣mas tolong anaknya dibawa dulu dolanan istri tercintamu mau main sama othor🤭🤭
Lonafx: wahhh siap kakak😝🥰 terima kasih 🙏
total 1 replies
Cahaya Tulip
🥺 kalimat yang diharapkan semua perempuan setelah menikah.. rasa aman tempat pulang perlindungan
. yg lagi mahal sekarang🥺
Cahaya Tulip
Papa Rudi.. sekrang jadi sendirian ya🥺
Cahaya Tulip
untung badai nya tata lagi mode off😂
🧣𝗢𝗞𝗜𝗥𝗔 𝗔𝗗𝗜𝗧𝗢𝗠𝗔🧣
wkwk fiturnya nambah habis kepalanya kebentur😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!