Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 - Salah Tingkah
Pria itu menghentikan ketikan nya pada laptop, suasana malam dengan pintu jendela dekat balkon mereka terbuka menambah hembusan angin masuk yang dingin menusuk tulang di sana. Dean sama sekali tidak melirik Keira.
Nama pria itu? Dia memang belum mencintai Keira tapi dia merasa kesal jika milik nya harus di ambil orang lain, bukan dia menganggap Kei barang entahlah sangat susah di jelaskan bagi seorang Dean.
“Untuk apa kau mengatakan nya? Aku tidak peduli,”ungkap pria itu melanjutkan mengetik pada laptop nya.
“Aku tau itu, kau tidak akan peduli. Begini lah kalau pernikahan bukan di dasarkan cinta, tapi Dean,”gantung gadis itu.
Keira duduk melipat kaki nya di depan Dean walaupun Dean sama sekali tidak menengok ke arah nya, sepertinya Kei benar benar ingin banyak berbagi cerita tapi suami nya yang di atas kertas itu hanya cuek saja.
“Dia mengatakan jika dia masih mencintai ku, dan aku pun mengatakan aku juga mencintai nya, tapi sekarang aku sadar itu bukan cinta melainkan rasa terbiasa tanpa dia yang selama ini 7 tahun bersama ku,”jawab gadis itu kepada Dean.
Entah kenapa rasa nya dada Dean terasa sakit, entah apa yang dia rasakan kenapa gadis ini sangat polos mengatakan hal itu kepada suami nya. Padahal dia tau itu bisa membuat mereka bertengkar apa Kei mengira diri nya tidak akan kesal.
“Tapi Dean aku mengatakan, aku sudah punya suami, lalu menunjukkan cincin yang kau berikan ini. Dan aku bilang jangan menemui ku lagi, karena aku sudah memiliki mu,”ujar gadis itu di ujung kalimat.
Dean menghentikan ketikan nya kembali, dia meletak kan laptop nya lalu menatap Keira yang mengatakan itu. Pria itu sedikit menyinggung kan senyum nya membuat Keira bingung.
“Kau mengatakan itu?”tanya Dean sekali lagi.
“Ya,”angguk gadis itu dengan lucu.
“Seperti apa kau mengatakan nya kepada mantan mu itu?”tanya Dean kembali.
Sekarang mereka duduk di sofa saling berhadapan setelah Dean meletak kan laptop nya di samping meja sofa, perkataan Keira membuat hati nya melunak. Dia benar benar merasa sedikit lega.
“Seperti ini, aku sudah punya suami Tom. Walaupun aku masih belum mencintai nya, tapi aku akan belajar mencintai nya karena dia mengatakan hal yang sama, jadi jangan ganggu aku lagi,”jawab Keira dengan lucu menjelaskan itu dengan gerakan dia mengangkat tangan nya.
Dan menunjukkan jari yang ada di sana di lingkaran jari manis nya sebuah cincin di sana, cincin berlian yang bahkan Kei tidak tau berapa harga nya. Dengan wajah lucu Kei persis mempraktek kan bagaimana dia berbicara kepada Tom.
“Dasar cebol, kau membuat ku khawatir,”gumam pria itu di akhir kalimat tersenyum.
“Hah ke—,”belum sempat Kei melanjutkan perkataan nya.
Tiba tiba Dean langsung merengkuh pinggang kecil nya, pria itu memeluk nya dengan lembut lalu menenggelamkan kepala nya di leher gadis itu. Lega sekali ternyata Kei tidak ingin kembali pada pria itu.
Padahal seharian diri nya sudah kesal mengingat pelukan mereka, Kei yang kaget seketika bingung. Dean tidak pernah memeluk nya seperti ini, bahkan mereka jarang kontak fisik terakhir ya ketika malam itu.
“Dean kau baik-baik saja? Kenapa tiba tiba memeluk ku?”tanya gadis itu dengan bingung.
“Bau pria itu. Aku akan mengganti nya dengan bau ku,”gumam Dean memeluk gadis itu memegang pinggang ramping Keira.
Seketika Keira tidak tau harus melakukan apa, tiba tiba jantung nya berdetak dengan kencang. Apa ini? Kenapa? Untuk pertama kali nya bersama Dean dia merasakan ini, bahkan pria itu mengatakan hal yang lucu.
Gadis itu terkekeh, dia mengusap rambut Dean seperti anak kecil pelan. Dean larut dalam suasana hangat itu, bahkan jantung nya juga berdetak. Sial dia takut jika Keira menyadari nya hingga akhirnya dia sadar.
“Haha ternyata kau punya sisi lucu juga ya,”tawa gadis itu mengusap rambut Dean.
Dean yang baru sadar dia melakukan itu seketika kaget dengan tingkah nya sendiri, pria itu langsung melepaskan pelukan nya dan mendorong Keira dengan pelan ke depan.
“Ja ja ja j jangan salah paham!! Aku memeluk mu ya karena, itu. Maksud ku, jangan PD!”teriak Dean dengan kesal pria itu benar benar salah tingkah.
Ayolah Dean bertingkah sangat lucu bahkan ketika salting bukan hanya wajah nya yang memerah melainkan telinga pria itu juga memerah. Benar benar lucu, Kei yang mendapatkan perlakuan itu seketika bingung.
“Iya aku tau, gapapa kok. Kan gapapa kalau mau peluk kita sudah menikah, ya walaupun sebelumnya lebih parah sebelum menikah.”jawab gadis itu dengan santai.
“Gapapa apa nya?! Jadi kau menerima semua pria yang memeluk mu jika kau bilang tidak apa-apa? Jika ada tukang parkir tiba tiba memeluk kau bilang tidak apa?“
“Jika ada supir taksi yang memegang tangan mu juga tidak apa-apa, jika ada seorang bahkan mantan mu memeluk mu tidak apa-apa!”teriak Dean dengan kesal gadis itu.
“Kenapa kau tiba tiba marah? Ya kali aku tiba tiba memeluk supir taksi itu hanya khayalan mu Dean, aneh banget,”bingung Keira melihat suami nya itu.
“Kenapa aneh?! Dasar kau cebol!”teriak pria itu kesal berdiri dan pergi dari kamar.
“Dean kau mau kemana?”tanya Kei berdiri.
Melihat suami nya yang akan pergi itu Kei bingung, Dia juga cepat berdiri dari sofa. Tapi ketika Kei ingin mengikuti Dean, tiba tiba pria itu berhenti dan membalik kan badan nya menatap ke arah Kei.
Karena tidak sadar Dean yang tiba tiba membalik kan badan nya Kei menabrak dada bidang pria itu, aduh sakit sekali entah itu benar benar dada pria itu yang kekar. bahkan kening nya seperti nya akan benjol.
“Jangan ikuti aku, dasar anak ayam,”kesal Dean kembali.
“Kau ini kenapa sih?”tanya Keira bingung.
“Jangan ikuti aku cebol, sana tidur.”ketus pria itu meninggalkan kamar cepat.
Pintu kamar tertutup dengan suara keras nya sedangkan Keira di sana hanya bingung, kenapa suami nya itu sangat aneh. Tiba tiba diam, tiba tiba tersenyum tiba tiba juga marah, entah apa yang dia pikirkan.
“Sebenarnya dia kenapa sih?”tanya Kei dengan bingung nya.
Sedangkan di sisi lain Dean menghentikan langkah nya tepat di dapur dia membuka kulkas dan meminum air dingin dengan cepat nya, pria itu membanting gelas di meja. Wajah nya sekarang masih memerah dan terasa panas.
“Arghh sial kenapa jantung ku berdetak dekat cebol itu? Apa selera ku turun, Dean Alferoz, kau bodoh,”