NovelToon NovelToon
HARUS MENIKAH LAGI

HARUS MENIKAH LAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Myatra

Kehidupan rumah tangga Yuda dan Afifah mendapat gangguan dari mantan pacar Yuda, sehingga Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.

Dulu sang mantan meninggalkan Yuda karena harta. Saat mengetahui Yuda sudah mapan, dia kembali dengan segala drama untuk menghancurkan rumah tangga Yuda.

Setelah mendapatkan pekerjaan baru, kesetiaan Yuda kembali di uji, Yuda dihadapkan pada dua pilihan sulit, harus menikah lagi atau menolak menikah dan beresiko kehilangan pekerjaan barunya.

Apakah Nindi berhasil menghancurkan rumah tangga Yuda dan Afifah? Siapa yang akhirnya harus dinikahi Yuda? Apakah Yuda akan menolak atau menerima pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

"Assalamualaikum.. tuan. Perkenalkan Saya Yuda yang akan membantu anda sekarang. Semoga tuan segera membaik dan kita bisa menjadi sahabat." Yuda memperkenalkan dirinya kepada tuan Andi.

Sebenarnya tuan Andi mendengarkan, hanya malas untuk merespon. Gairah hidupnya seolah hilang bersama dengan kegagalan pernikahannya dulu.

Mendengar perkenalan seperti yang Yuda lakukan barusan, sedikit menarik perhatiannya. Yuda menawarkan persahabatan. Bahkan orang-orang yang dulunya bersahabat dengan tuan Andi, ada saat tuan Andi jaya saja dan meninggalkannya saat dia terpuruk.

"Saya sudah diberi jadwal oleh bu Lina, Mari kita mengerjakan satu persatu jadwal ini, tuan. Mari kita mulai dengan membersihkan diri dulu."

Tuan Andi hanya diam saat Yuda mendorong kursi rodanya ke arah kamarnya. Yuda memang sudah diberitahu seluruh tempat d rumah ini, namun ini kali pertama Yuda memasuki kamar tuan Andi.

Kamar yang sangat luas, mungkin jika bukan kerja disini, Yuda hanya melihat kamar seperti ini di televisi. Yuda membawa tuan Andi ke kamar mandi, sebenarnya ini pertama kali Yuda memandikan orang lain yang masih hidup, kalau memandikan jenazah, dia pernah melakukannya beberapa kali.

Meskipun sedikit risih, Yuda harus tetap menjalankan pekerjaannya dengan profesional. Yuda akan mempraktekan tata cara yang sudah dibacanya dari buku. Saat Yuda akan membuka baju tuan Andi, tangannya di cegah oleh tuan Andi,

"Kamu tunggu saja di luar, saya bisa melakukannya sendiri!" Yuda tak membantah perintah tuan Andi, selain kaget karena ini pertama kalinya mendengar tuan Andi berbicara, suara tuan Andi sangat terdengar tegas, dan tak menerima penolakan. Segera Yuda keluar dari kamar mandi, setelah menyiapkan air dan mendekatkan keperluan lainnya untuk mandi agar mudah dijangkau tuan Andi.

Yuda menunggu di luar, berdiri di samping pintu, jika nanti Yuda mendengar suara yang mencurigakan, Yuda bisa langsung masuk ke dalam.

Dua puluh menit berlalu, tuan Andi belum juga keluar kamar, sudah tak terdengar suara air mengalir dari dalam. Ada perasaan sedikit was-was, ingin langsung masuk, namun takut jika tuan Andi akan memarahinya, masa baru sehari bekerja sudah di pecat.

Yuda mencoba mengetuk pintu kamar mandi dan melakukan panggilan.

"Tuan... Tuan sudah selesai mandinya?

Tak ada jawaban dari dalam, Yuda takut terjadi sesuatu yang tak diinginkannya, bukankah bu Lina pernah bilang, jika dulu tuan Andi pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Pintu diketuk untuk kedua kalinya, di sertai panggilan.

"Tuan... Tuan sudah selesai? Ada yang bisa saya bantu?"

Yuda menunggu dan tetap tak ada jawaban. Yuda menarik nafas lega, karena tak lama kemudian pintu dibuka dari dalam. Tuan Andi keluar sudah dengan pakaian lengkap. di samping kamar mandi, memang ada ruangan walk in closet. Tuan Andi tak menjawab panggilannya, mungkin karena sedang di ruangan sebelah.

Segera Yuda kebelakang kursi roda dan bersiap mendorong kursi keluar kamar mandi. Sebelumnya Yuda berjongkok, ingin mengelap ban roda yang kemungkinan basah, tapi ternyata ban roda tetap kering.

Yuda melirik kebelakang, terlihat di dalam memang basah seperti orang selesai mandi. Yuda mulai merasakan sedikit keganjilan, tapi tak dia utarakan, hanya disimpan dalam hati.

Yuda mendorong kursi roda tuan Andi hendak ke taman di luar, namun tuan Andi menolak dengan memindahkan rem, sehingga roda tak bisa digerakan. Akhirnya Yuda membawa tuan Andi ke tempat tadi dia berada, jendela besar yang menghadap ke taman.

"Saya kebelakang sebentar tuan, saya mau membawa sarapan tuan dulu."

Saat Yuda akan berjalan ke belakang, pekerja dapur terlihat mendorong sebuah meja kecil yang dibawahnya dipasangi roda-roda kecil. Di atas meja terhidang aneka makanan untuk sarapan.

Pekerja bagian dapur, mengangguk kepada tuan Andi kemudian berlalu setelah meletakan meja di depan tuan Andi yang sedang duduk. Tuan Andi memulai sarapannya sendiri, tanpa harus disiapkan Yuda.

Yuda merasakan keganjilan kembali, jika bisa mandi sendiri, memakai baju sendiri, makan sendiri, lalu untuk apa perawat? Yuda hanya bisa menanyakan itu dalam hatinya. Biarlah dilihat kedepannya seperti apa.

Tuan Andi sudah selesai sarapan, hanya sedikit yang dimakan tuan Andi. Pantas saja, tubuh yang dulunya tegap dan gagah, sekarang kurus, pasti tuan Andi kehilangan banyak bobot tubuhnya.

Tuan Andi meminum obat yang tersedia di sebuah mangkuk kecil. Setelah semuanya beres, Yuda yang mengantarkan meja kecil tersebut ke dapur, setelah meminta ijin terlebih dahulu.

Yuda kembali berdiri di samping tuan Andi. Sebentar lagi jadwal tuan Andi kembali ke kamarnya, Yuda melihat jadwal tuan Andi di buku sakunya.

"Apa tuan ingin berjemur di luar sana?" Yuda mencoba menawari tuan Andi berjemur, karena cahaya matahari bagus untuk tulang, itu yang Yuda tahu.

Tak ada respon dari tuan Andi, rem kursinya pun tetap ditempat semula. Mungkin berarti tuan Andi menolak tawarannya, Yuda menyimpulkan sendiri.

Ini waktunya tuan Andi kembali ke kamar, dan saat Yuda mendorong kursi roda, ternyata rem kursinya sudah dipindahkan.

Yuda membantu tuan Andi berpindah ke tempat tidurnya. Setelah menyamankan tuan Andi, Yuda pamit untuk membersihkan kamar mandi. Itu termasuk ke dalam salah satu tugasnya, karena pekerja lain dilarang masuk ke kamar tuan Andi, yang boleh hanya Yuda dan bu Lina saja.

Selesai membersihkan kamar mandi, Yuda membawa baju kotor tuan Yuda keluar. Saat kembali ke kamar, Yuda melihat tuan Andi terlelap tidur. Mumpung tuan Andi masih tidur, mungkin bisa Yuda gunakan untuk shalat dhuha. Yuda keluar sebentar, mengambil peralatan shalatnya, setelahnya kembali ke kamar dan shalat dhuha di dalam kamar tuan Andi.

Posisi kiblat yang membelakangi tempat tidur, membuat Yuda tak tahu, jika tuan Andi hanya pura-pura tidur. Tuan Andi melihat apa yang dikerjakan Yuda. Selesai Yuda shalat, Yuda melihat kebelakang, dilihatnya tuan Andi masih tidur. Yuda melanjutkan kegiatannya dengan membaca qur'an.

Dua halaman sudah selesai Yuda baca. Yuda menengok lagi kebelakang, ternyata tuan Andi sudah duduk dengan bersandar ke penyangga tempat tidur.

Yuda segera menghentikan kegiatannya, dan bergegas menghampiri tuan Andi.

"Maaf.. tuan. Saya tak tahu tuan sudah bangun. Maaf, saya lancang ikut shalat dhuha di kamar tuan."

Seperti biasa, tak ada respon apapun dari tuan Andi. Tuan Andi menatap lurus jendela kamar, seperti melihat keluar, namun yang nampak adalah pandangan kosong.

Yuda mencoba duduk di samping tuan Andi, dan meminta ijin untuk memijat kakinya. Tuan Andi membiarkan perlakuan Yuda terhadapnya, meski baru sehari, sepertinya Yuda dapat dipercaya.

Yuda menceritakan kisah masa kecil hidupnya. Yuda tak tahu harus berbicara apa, apapun yang dibicarakan, tuan Andi tak merespon apa-apa, jadi dari pada diam saja, Yuda bercerita saja.

Namun keanehan kembali dirasakan Yuda. Setahu Yuda, betis orang yang tak bisa berjalan akan mengecil dengan sendirinya, meski memakai celana panjang, namun terasa jika betis tuan Andi berukuran normal.

Baru hari pertama kerja, Yuda sudah merasakan beberapa kejanggalan, namun terlalu dini untuk dia menyimpulkan sesuatu.

Yuda ingat jika dia belum memberi kabar kepada Afifah. Pasti sekarang Afifah sedang menunggu kabar darinya. Semoga nanti ada kesempatan, Yuda bisa menghubungi Afifah.

BERSAMBUNG

1
Bunga Joempa Al-asywaq
semoga seru
Appleeza
Nindi bukan Wirda.. Wirda udah meninggal..🤭
Sulfia Nuriawati
lanjutin dong sampe end jd g gantung kisahnya y🤔🤔🤔
Sulfia Nuriawati
mk nya jd laki² jgn sombong mentang² kata talak ada d tngan kaum laki, jd saat kesal, marah mulutnya lemes bgtu sadar udah telat mas bro
Sulfia Nuriawati
jd laki kok bs d setir istri bego bnget, istrinya jg kebangetan jd irg, talak aja kalo g mw berubah
Sulfia Nuriawati
tp brt jg kalo rujuk, kan luna hrs niksh lg tp nikah jg g main² jgn cm karna mw rujuk jd asal nikshnya, lbh baik cr solusi lwt org yg lbh ngerti hal itu, jgn akhirnya jd mslh
Sulfia Nuriawati
awal bc g bgtu menarik tp mkin lama mkin pen

asaran, eeeh kok jd tertarik bc trus💪💪💪 mantul abizzz
Nhya HA💜RM
sakti kamu benar2 egois...
apa kamu fikir Luna itu barang yg bs kamu atur kepemilikannya?? stelah kamu sakiti begitu dalam dtg minta rujuk, nunjuk org yg hrus di nikahi walau harus menyakiti hati istri dan anaknya skrg stelah ada laki2 yg jelas2 berstatus bukan suami siapa2 kamu menolak hanya krn kamu tdk suka Mario akrab dgn keluarga Luna.. bener2 sinting kamu sakti, kalau aku Luna walau u/ anak ga bakalan ikhlas aku di gilir jadi istri macam piala.
Nhya HA💜RM
kalau sampai Yuda nikah bener2 keterlaluan sakti, andi dan keluarganya.
bagaimanapun kalau sakti mau rujuk tetap dengan syarat yuda menjalankan kewajibannya lahir dan bathin walau akan diceraikan kembali bukan hanya sekedar akad gimana skitnya Afifah kalau tau suaminya mendua. ga ikhlas thor kalau bnr2 yuda nikah ma Luna mending mario setidaknya mario blm berstatus suami wanita lain.
Yusri Yusoff
HARUSNYA MENIKAH LAGI UDAH HABIS YA.... padahal di bab tersebut ada kata sambung. gak puas kesudahannya dan minta pembaca nunggu tp tiada sambungannya malah dimasukan cerita novel lain.
Maulana ya_Rohman
mampir thor
Ray Aza
ga pny bpjs ya thor? pensiunan pns kan pny askes.. 🤭
Neni Bunda Alif
nindi iya kan thor..
Neni Bunda Alif
yuda rajin amat berproduksi nya...🤭
Neni Bunda Alif
si nindi gak nyadar, .udah d kasih kebahagiaan ....waktu sm suami nya ....
Neni Bunda Alif
afifa hamil lg ya thor....jd sensitif
Neni Bunda Alif
ibu nya yuda tuh nm nya siapa sih thor. kadang asti kadang sri..mungkin nama nya sri asti ya thor ..,hehe
Neni Bunda Alif
luna sm mario aja thor
Neni Bunda Alif
dasar nindi...andi udah tau semua borok mu...kalau kamu gak bisa memeiliki keturunan..
Neni Bunda Alif
nanti mario jatuh cinta beneran sm aluna.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!