NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curiga 11

Bhumi mengusap wajahnya kasar. Pria itu tampak frustasi sekali sekarang.

Bagaimana tidak. Isi paket itu bukan main-main. Isinya adalah benda-benda penting yang akan digunakannya dalam proses lamarannya dengan sang kekasih.

Bhumi tengah menjalin hubungan serius dengan wanita yang bernama Senia Artia Hayati. Wanita berusia 25 tahun itu berasal dari salah satu kota yang ada di Jawa Tengah. Bhumi mengirimkan barang-barang seserahan karena Senia yang menginginkannya untuk di kemas seperti yang diinginkannya.

Acara tersebut akan dilangsungkan minggu depan, maka dari itu Bhumi begitu frustasi mendengar kabar dari sang calon tunangan tentang paket yang belum kunjung datang.

Arimbi yang mendengar cerita Bhumi ikut merasa gelisah. Pertama, Bhumi adalah klien setianya. Lalu yang kedua adalah, itu merupakan acara penting yang akan mengubah hidup seseorang.

"Sur, kamu tahu kan kontak gate hub daerah itu. Coba hubungi,"perintah Arimbi kepada Surya.

"Ya Bu."

Surya bergerak cepat menghubungi cabang kota tempat dimana Senia berada. Oleh pihak setempat, paket yang dikirimkan Bhumi langsung dicari. Namun jawaban yang diberikan tetap sama, yakni paket itu sudah datang dan sampai ke tangan penerima sejak kurang lebih sepuluh hari yang lalu.

"Kenapa gini sih?" ucap Bhumi lirih.

"Bos sabar, paket hilang begini memang pernah ada. Tapi jarang banget. Mungkin Bos lagi kena sialnya,"sahut Ibnu menenangkan.

Ibnu menatap tuannya dengan penuh iba. Dia tidak pernah melihat Bhumi sepanik itu sebelumnya. Sudah bertahun-tahun menjadi asisten Bhumi, Ibnu selalu melihat Bhumi penuh dengan tenang dan juga kepala dingin dalam menyelesaikan masalah.

"Begini saja Pak, saya punya satu usulan. Monggo Pak Bhumi berkenan atau tidak,"ucap Arimbi setelah dia terdiam sejenak dan berpikir tentang apa yang harus dilakukan.

"Apa itu?" tanya Bhumi dengan kening yang berkerut.

"Mari kita pergi ke tempat tersebut. Gate hub terakhir di kota tersebut lalu menemui kurir yang mengantarkan paket Pak Bhumi. Saya yakin kurir pasti mengirim pesan kepada penerima paket. Dan meski sudah lama, pasti kurir tersebut masih menyimpan pesan tersebut. Kita akan tahu dimana paket Pak Bhumi berada."

FAE tidaklah besar namun juga tidak kecil. Akan tetapi paket-paket yang dikirim ke masing-masing kota masih dalam tahap aman alias tidaklah membludak. Arimbi yakin akan bisa menemukannya.

Sebenarnya dia tidak perlu melakukan sejauh ini. Akan tetapi melihat Bhumi yang begitu frustasi, membuatnya merasa iba dan prihatin. Alhasil dia menyarankan untuk mendatangi tempatnya langsung.

"Terimakasih, dan maaf merepotkan. Tapi paket itu benar-benar sangat penting untuk saya. Seandainya nanti pun sudah tidak ditemukan, saya akan ikhlas,"ucap Bhumi.

Bisa saja sebenarnya, dia membeli barang-barang itu lagi dan mengirimkannya kembali atau bahkan mengantarkannya langsung. Akan tetapi vibes nya pasti sudah berbeda.

Paket yang dikirimkan itu berisi barang yang ia beli sambil melakukan panggilan video call dengan sang calon tunangan. Jadi bisa dikatakan Senia memilih sendiri barang itu meski mereka tidak berada di tempat yang sama dan menjalani hubungan LDR (long distance relationship).

"Tidak masalah Pak Bhumi. Kami juga mohon maaf atas semua yang terjadi. Dan jika paket Anda benar-benar hilang, kami akan menggantinya. Baiklah mari kita berangkat sekarang. Surya, kamu ikut."

"Baik Bu." Surya langsung menjawab dengan lantang. Dia bahkan bergegas bergerak sendiri untuk langsung mengambil kunci mobil perusahaan.

"Terimakasih Bu Arimbi. Soal ganti rugi, saya rasa tidak perlu. Saya hanya penasaran dimana paket saya berada. Dan lebih baik menggunakan mobil saya saja. Ibnu, kamu yang nyupir."

"Siap Bos!"

Pagi menjelang siang itu, Arimbi, Bhumi, Ibnu dan Surya pergi menuju ke tempat dimana paket Bhumi yang katanya tidak kunjung sampai. Dugaan sementara memang hilang. Akan tetapi dalam sudut hati Arimbi entah mengapa merasa tidak demikian.

Arimbi sangat yakin bahwa paket tersebut tersampaikan dengan aman. Terlebih dia sudah mengonfirmasi beberapa pihak dan semua jawaban adalah sama bahwa paket tersebut sudah sampai kepada si penerima.

Ia mencurigai si penerima, wanita yang bernama Senia itu mungkin saja berbohong. Tapi Arimbi tidak mungkin berkata demikian di depan Bhumi. Lantas, apa juga alasan wanita itu berbohong tentang barang yang penting bagi mereka berdua.

"Ughhh kenapa sih masalah ada aja, haaah,"ucap Arimbi dalam hatinya. Dia benar-benar merasa lelah. Bukan fisiknya melainkan hati dan pikirannya.

Di saat dirinya menegaskan tentang perceraian yang tak kunjung diajukan oleh Amar, malah tak berselang lama sebuah masalah besar datang.

"Kapan aku diberi ketenangan ya,"gumamnya lirih.

Sedangkan Bhumi, wajah pria itu nampak gelisah. Sepanjang perjalanan menuju ke kota tempat dimana sang calon tunangan berada, ingin sekali Bhumi lansung mendatangi rumah Senia. Dia ingin bertanya langsung apakah benar paketnya sungguh tidak datang.

Tapi jika dia melakukan itu, Senia pasti akan menganggap Bhumi tidak memercayainya. Terlebih waktu itu Senia berkata, "Kamu nggak percaya sama aku kah, Mas. Aku beneran nggak bohong, aku sama sekali nggak nerima paket itu. Maka dari itu aku bilang sama kamu, kapan kamu akan ngirim barang-barangnya."

Bhumi lagi-lagi mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar merasa bingung dengan apa yang tengah terjadi sekarang ini.

"Selama ini aku nge-cek aman. Dan paket itu beneran udah sampai.Tapi dia bilang belum tiga hari kemarin. Kenapa bisa gini sih," gumam Bhumi lirih. Pandangannya terus menatap ke luar jendela.

Meski dia hanya bergumam akan tetapi Arimbi bisa mendengarnya dengan jelas. Terlebih di dalam mobil itu suasananya memang sunyi. Arimbi yang duduk tepat di belakang Bhumi jelas bisa mendengar jelas apa yang Bhumi gumamkan.

Arimbi berkesimpulan, sebenarnya Bhumi pun merasa ada yang aneh dengan paket yang katanya tak sampai itu. Dia sendiri merasa bahwa paket telah berjalan sesuai dengan estimasi pengiriman.

Namun tidak ada salahnya memang memeriksanya langsung dan Arimbi merasa tidak jadi soal akan hal tersebut

Selama kurang lebih enam jam perjalanan yang dilakukan melalui jalan tol tersebut, akhirnya mereka sampai juga di kota tempat dimana paket dinyatakan hilang. Sebelum menuju gudang hub, lebih dulu mereka menjalankan ibadah sholat. Awalnya Arimbi mengajak makan siang, namun melihat wajah Bhumi yang tidak tenang ia pun urung melakukannya.

Sesampainya di gudang, Surya lah yang langsung bergerak. Meski sedikit mengganggu para kurir, namun mau tidak mau ia harus mengumpulkan semua kurir tersebut.

Akan tetapi Arimbi juga tidak diam saja. Dia akan memberikan kompensasi kepada kurir yang ada di luar gudang atau dalam proses pengantaran.

Total ada dua pulu kurir yang ada di gudang tersebut. Surya langsung menyampaikan apa yang mereka inginkan.

"Jadi coba cek siapa yang mengirimkan paket milik Pak Bhumi Kahan Abinawa. Nama penerimanya adalah Senia Artia Hayati dengan alamat jalan xx ... . Estimasi kedatangan paket itu kalau tidak salah 10 atau 11 hari yang lalu."

Semua kurir disana langsung memeriksa ponsel mereka. Tak hanya itu bagian gudang yang memegang sistem komputer juga melakukan pelacakan.

Tapi ternyata kurir yang mengantarkan paket milik Bhumi sudah ketemu dan dia langsung mengangkat tangannya.

"Saya Pak yang mengantarkannya!" ucap pria yang mungkin usianya masih awal dua puluh tahunan.

Bhumi tersenyum lebar. Ada rasa lega dalam hatinya karena paket itu tidak hilang. Hanya saja pertanyaan besar muncul, dimana paket itu berada.

"Siapa nama kamu?"

"Saya Fery, Bu."

"Paket itu ada dimana sekarang. Ah maaf Fery bukannya saya berpikir buruk tentang kamu. Hanya saja katanya si penerima tidak menerima paket tersebut."

Arimbi bicara selembut mungkin. Dia berusaha untuk tidak terkesan menuduh pemuda itu.

"Eh tidak mungkin Bu. Paket itu jelas-jelas saya yang memberikannya kepada Mbak Senia kok. Wong saya kebetulan tetangga nya. Ah iya, ini saya juga ada bukti pas Mbak Senia nerima paket itu."

Jegleeeer

TBC

1
say't
kasihan bayi tu menanggung dosa ortux
say't
alon2 sing penting kelakon y arimibi..untung kamu g punya anak dari si lacknat nih y..karma buruk mulai brdatangan yg akhirx jd gembel smua keluarga toxic ni
say't
yeeh anak sm ibux sm pecundang beranix sm arimbi doang..keluarga yg otakx da di jempol kaki smua 🤪
say't
main dukun nih si far brjilbab tp kelakuanx melebihi satan..satan smpai malu sm farrah yg sok alim
Wirly Pena
semangat thor, karya yang bagus 👍

halo temen2, mampir dan baca " Aku istrimu bukan babumu "

terimakasih 🙏
Ranny
Thor sebaiknya Bhumi dan Arimbi berjodoh saja lebih bagus begitu ya
Nur Aulia
Bagus peran utamanya ga lembek,, semangat Arimbi
Muhammad Zidan
farah harus d beliin kaca segede stadion kayak nya biar bisa mikir itu karma nya dia jahat sama org lain
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus dan menarik, terimakasih 🙏
GiZaNyA
panik banget pasti si Arimbi tetiba dilamar Bhumi.. 🤣
GiZaNyA
astagaaaaa... Abra Chiara... dulu kalian bikin Bhumi ini gimanaaa... kelakuan gini amat... 🤣🤣🤣
Angraini Devina Devina
klu orang dah lupa dg namanya karna dan iklas ini nih ,,,,,,,,, susah di jelaskan🙄🤔
Ds Phone
akhir nya hamil juga
Ds Phone
macam tak berbalui aja penjara banyak tu aja
Ds Phone
mula kan hidup baru
Ds Phone
tak ada siapa yang akan layan kau
Ds Phone
kelurga besar kelurga kaya raya
Ds Phone
dari mula tak betul sampai habis pun tak betul
Ds Phone
kena tankap juga dia
Ds Phone
apa akan jadi pada meraka berdua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!