NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kultivasi
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEKTE KUNO 7

Namun baru juga sadar dan berteriak ketakutan, tubuh Liu Yuanling mendadak menegang hebat. Sepasang matanya melotot, dan dari sela-sela bibirnya yang pucat, ia langsung memuntahkan darah kehitaman yang berbau anyir pekat. Tubuhnya seketika langsung lemas, kehilangan seluruh sisa tenaga, dan ambruk ke samping.

​"Astaga!" Ziyan panik melihat kondisi Yuanling yang mendadak kritis. Dengan sigap, ia melompat maju dan menopang tubuh ringkih gadis itu agar tidak terjatuh dari ranjang giok. "Guru Li! Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Kenapa dia memuntahkan darah hitam?"

​Tianchen tidak membuang waktu. Wajahnya menegang saat ia langsung meraih pergelangan tangan Yuanling, mengirimkan untaian Qi murni tingkat Maharaja Agung untuk memeriksa kondisi internal tubuhnya sekali lagi. Namun, begitu kesadaran ilahinya menyelami meridian Yuanling, alis Tianchen berkerut sangat dalam.

​"Sial..." gumam Tianchen, ekspresinya berubah sangat suram. "Ternyata organ dalamnya hancur berantakan akibat hantaman energi dalam, jalur meridian utamanya robek di berbagai tempat, dan yang paling parah... segel kejam di tubuhnya mendadak bergejolak. Segel itu memaksa energi Qi di dalam tubuhnya berbalik arah, menyerang pusat jiwanya sendiri."

​Tianchen menarik tangannya perlahan, menatap Yuanling dengan pandangan yang rumit. "Tidak ada harapan. Di-dia sudah cukup parah. Kerusakan sistem kultivasi dan fisiknya sudah mencapai titik akhir. Kita hanya bisa memberinya obat penenang agar dia tidak menderita cukup lama di sisa waktunya."

​"Apa? Tidak ada harapan!" Air mata Ziyan seketika meleleh menuruni pipinya. Ia memeluk tubuh lemas Yuanling yang dingin dengan erat. "Guru, apa tidak ada cara lain? Tolonglah... Ziyan mohon. Kondisinya... dia mengingatkanku pada diriku yang dibuang. Dia tidak bersalah, Guru! Apakah seorang pemilik bakat sehebat ini harus mati dengan cara mengenaskan seperti ini?"

​Tianchen menggelengkan kepalanya perlahan. Untuk pertama kalinya, sang Maharaja Agung merasa tidak berdaya. "Ziyan, jika ini hanya luka pedang atau racun biasa, aku bisa mengobatinya dalam sekejap. Tapi ini adalah pembalikan arah aliran Qi yang terikat dengan segel kutukan tingkat tinggi. Aku memang tidak memiliki cara atau pengetahuan medis kuno untuk membalikkan takdir yang sudah hancur ini."

​"Tidak... Guru pasti bisa! Guru adalah seorang ahli hebat!" Ziyan menangis sesenggukan. Dengan tangan bergetar, ia merogoh kantong penyimpanannya dan mengeluarkan sebuah pil obat berwarna hijau. "Ini... ini pil penyembuhan yang tersisa dari keluargaku dulu. Apakah ini bisa membantu?"

​Tianchen mengambil pil itu, lalu memasukkannya ke dalam mulut Yuanling secara perlahan, membantu menyalurkannya dengan energi lembut. Namun, setelah beberapa saat, Tianchen menghela napas panjang. "Pil ini hanya bersifat sementara, Ziyan. Ini hanya menekan rasa sakitnya untuk beberapa jam ke depan. Kerusakan organ dalamnya sudah tidak bisa tertolong lagi oleh obat-obatan biasa. Dia... hanya tinggal menunggu waktu."

​Mendengar kata-kata gurunya, tubuh Yuanling yang setengah sadar mendadak bergerak kecil. Di bawah pengaruh pil penekan rasa sakit, ia perlahan membuka sepasang matanya yang sayu dan dipenuhi kabut kematian. Dengan sisa-sisa kesadaran yang hampir padam, ia menatap Tianchen, lalu mencengkeram ujung jubah putih pria itu dengan cengkeraman yang sangat lemah namun penuh keputusasaan.

​"T-Tuan..." suara Yuanling terdengar sangat lirih, terbata-bata di antara napasnya yang putus-putus. "Hamba... hamba ingin hidup... Mohon... selamatkan hamba..."

​Air mata bercampur darah mengalir dari sudut mata Yuanling. "Masih ada... masih ada balas dendam yang harus hamba selesaikan... Ibuku... Ibuku dibunuh dengan kejam oleh mereka... Hamba tidak boleh mati sebelum mereka menerima balasannya! Hamba... hamba akan melakukan apapun... memakan racun, menjadi budak... asal hamba bisa hidup sedikit lebih lama..."

​Yuanling terbatuk kecil, memuntahkan setitik darah lagi sebelum melanjutkan dengan sisa napasnya, "Hamba... Liu Yuanling... akan bersumpah setia seumur hidup... menyerahkan jiwa dan raga... jika Tuan bisa... bisa menyelamatkan nyawa hamba..."

​Tianchen menatap mata gadis itu. Di dalam sepasang pupil yang mulai meredup tersebut, ia melihat sebersit tekad tekad menyala yang sangat murni, sebuah keinginan untuk hidup yang begitu besar hingga mampu menahan rasa sakit luar biasa yang sedang menghancurkan tubuhnya.

​Tianchen tak berkata apapun lagi. Ia melepaskan cengkeraman tangan Yuanling dengan lembut, lalu berdiri. "Ziyan, tolong jaga gadis itu dengan baik. Jangan biarkan dia banyak bergerak. Aku akan mencari cara di Perpustakaan Agung sekarang juga. Pasti ada celah di antara tumpukan kitab kuno leluhur."

​"Baik, Guru! Cepatlah!" seru Ziyan sambil terus menghapus keringat dingin di dahi Yuanling.

​Tianchen melesat bagai kilat menembus kegelapan malam, langsung mendarat di depan gedung Perpustakaan Agung Sekte Pedang Langit. Tempat ini menyimpan jutaan gulungan kitab dari era seribu tahun lalu, era di mana teknik-teknik medis kuno masih berada di puncaknya.

​Dengan panik yang jarang terjadi pada dirinya, Tianchen mulai mengobrak-abrik barisan rak khusus. Ia menarik puluhan kitab medis kuno, membuka gulungan-gulungan sutra berdebu, dan menggunakan kesadaran ilahinya untuk membaca ribuan halaman dalam hitungan detik.

​"Bukan ini... Ini juga bukan... Sial, pengobatan meridian biasa tidak akan mempan!" Tianchen terus mencari hingga akhirnya tangannya menyentuh sebuah kotak batu giok hitam tersembunyi di bagian paling bawah rak terlarang. Di dalamnya terdapat sebuah kitab tua berjudul Hukum Alam dan Penyelarasan Jiwa Purba.p

​Tianchen membuka lembarannya dengan cepat, mencari bab tentang Tulang Harmoni Selaras. Matanya mendadak terpaku pada sebaris tulisan emas kuno.

​"Tulang Harmoni Selaras adalah jembatan mutlak menuju energi alam. Jika pemilik tubuh menderita kerusakan fatal akibat pembalikan Qi atau segel terlarang, hanya ada satu cara untuk memicu kebangkitannya sebelum kematian menjemput: Membuka segel melalui metode Kultivasi Ganda dengan seorang kultivator yang memiliki basis Qi murni tingkat Maharaja ke atas."

​Tianchen mengerutkan dahi, membaca baris berikutnya dengan saksama.

​"Kultivasi ganda untuk membuka segel? Begitu Tulang Harmoni Selaras aktif akibat stimulasi energi murni dari pasangan ganda, pemilik tubuh secara otomatis akan memasuki fase penyelarasan alam, memicu kemampuan penyembuhan mandiri yang akan meregenerasi seluruh organ dalam dan meridian yang hancur dalam hitungan jam."

​Tianchen membaca dengan sangat serius, namun begitu ia membuka halaman berikutnya yang menjelaskan tentang detail prosesnya, matanya langsung membelalak. Wajah sang Maharaja Agung mendadak memerah panas. Di halaman itu, tertera bab tentang ritual suci purba, lengkap dengan diagram-diagram gerakan spiritual dan penyatuan yin-yang fisik yang teramat intim.

​"Ya Dewa... ini... ini tidak bisa!" Tianchen menggelengkan kepalanya dengan cepat, hampir menjatuhkan kitab tersebut. Ia menutup matanya, namun bayangan diagram gerakan kultivasi ganda yang sempat ia intip di setiap gerakan tadi seolah terpatri di dalam otaknya.

​Jantung Tianchen berdebar sangat kencang, dipenuhi oleh gejolak batin yang luar biasa. "Kultivasi ganda ini... akan merusak kesucianku! Seumur hidupku, aku adalah seorang pendekar pedang yang murni, tidak pernah menyentuh urusan asmara atau keduniawian seperti ini! Apa aku harus menyerahkan kesucianku sekarang?"

​Ia berjalan mondar-mandir di antara rak-rak perpustakaan yang sepi, memegang kepalanya yang terasa pening. "Tapi masalahnya bukan hanya tentang aku... Kitab ini mengatakan bahwa karena sifat mutlak dari Tulang Harmoni Selaras, jika gadis itu berkultivasi ganda denganku untuk pertama kalinya demi menyelamatkan nyawanya, maka seumur hidupnya, jiwanya akan terikat secara permanen denganku. Hanya aku yang akan bisa menjadi pasangan kultivasinya, dan dia tidak akan pernah bisa bersama pria lain. Apakah... apakah dia bersedia?"

​Tianchen dilanda kebimbangan yang sangat besar. Di satu sisi, ada prinsip kesucian dan kehormatan moral yang ia jaga selama ratusan tahun. Di sisi lain, ada nyawa seorang gadis tak berdosa pemilik bakat legendaris yang sedang sekarat dan memohon untuk diselamatkan.

​Setelah bertarung dengan batinnya selama beberapa menit, Tianchen mengertakkan gigi. "Sialan! Nyawa manusia lebih penting daripada ego kesucianku! Jika aku membiarkannya mati hanya karena rasa malu, apa bedanya aku dengan sekte-sekte bajingan di luar sana?!"

​Dengan keputusan yang bulat namun hati yang masih berdebar kacau, Tianchen melesat kembali ke Puncak Biru.

​Di Balai Pengobatan Puncak Biru, kondisi Liu Yuanling sudah berada di titik nadir. Napasnya terengah-engah, sangat pendek, dan detak jantungnya melemah secara drastis. Ziyan yang duduk di sampingnya terus menangis, memegang tangan Yuanling yang semakin mendingin dari menit ke menit.

​Wusss!

​Riak ruang bergetar, dan Tianchen muncul di dalam ruangan. Namun, alih-alih ekspresi tenang yang biasa ia tunjukkan, wajah sang Ketua Sekte saat ini dipenuhi oleh rasa kebingungan, kegugupan, dan rona merah samar yang kentara.

​"Guru Li!" Ziyan langsung berdiri dengan cemas melihat kedatangan Tianchen. "Bagaimana? Apakah Anda sudah menemukan cara untuk menyelamatkan gadis ini? Cepat, Guru! Napasnya semakin melemah, pil obat tadi sudah kehilangan khasiatnya!"

​Tianchen menatap Yuanling yang terkapar lemah, lalu mengangguk dengan sangat lambat. "Aku... aku sudah menemukannya."

​"Benarkah? Baguslah! Ayo Guru Li, cepat obati dia, jangan buang-buang waktu lagi!" seru Ziyan dengan penuh harapan, mendesak gurunya untuk segera mengambil tindakan.

​"Ta-tapi..." Tianchen mendadak gagap, melangkah mundur setengah babak.

​"Tapi apa lagi, Guru? Waktu kita tidak banyak!" Ziyan bingung melihat tingkah laku gurunya yang sangat tidak biasa ini. Mengapa seorang Maharaja Agung mendadak terlihat seperti remaja yang ketakutan?

​Tianchen mengepalkan tangannya, membuang muka dari tatapan Ziyan. "Tapi... metode pengobatan ini... Guru tidak bisa melakukannya begitu saja di sini! Ini-ini tidak benar bagi moralitas!"

​"Guru Li! Ziyan mohon dengan sangat!" Ziyan langsung berlutut di depan Tianchen, air matanya membasahi lantai giok. "Apapun metodenya, bukankah menyelamatkan nyawa adalah hal yang paling utama? Tolong jangan biarkan dia mati!"

1
❤️⃟Wᵃf Liam •§͜¢•🦢🍒
Hahaha memeluk Li Tianchen seperti bapakmu aja Su Ziyan, kaget loh ya Li Tianchen takut dikira belok🤣🤣
❤️⃟Wᵃf Liam •§͜¢•🦢🍒
fokus pada latihan mu Su Ziyan, nanti di omelin sama Li Tianchen loh🤣🤣
❤️⃟Wᵃf Liam •§͜¢•🦢🍒
Akhirnya, mampus juga kau keluarga Liu, syukurlah YuanLing masih bisa menyelamatkan abu ibunya, jadi sedih deh kalo ngebayangin 😞😞
❤️⃟Wᵃf Liam •§͜¢•🦢🍒
sombong sekali keluarga Liu, disenggol dikit sama Li Tianchen, meninggoy ntar kalian 🤬🤬🤣🤣
❤️⃟Wᵃf Liam •§͜¢•🦢🍒
wah apa-apa jangan bekerjasama ini penjaga gawang nya sama Musuh Li Tianchen yaa atau Iblis yang tadi??
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋🅘ᴄʜᴋᴀ🅜ᴜᴄ🅐ɴᴅᴜ🅢ᴇᴋᴀʟɪ
eh kok bisa seperti itu
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah ternyata itu bukan kucing sembarangan tapi aslinya ada rubah ekor sembilan yang kamuflase jadi kucing kecil 🤭
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋🅘ᴄʜᴋᴀ🅜ᴜᴄ🅐ɴᴅᴜ🅢ᴇᴋᴀʟɪ
ih merinding sekali ini, ini orang masih hidup atau tidak ini, apalagi jatuhnya sampai kayak gitu
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Peningkatan yg luar biasa Ziyann...
tp apa yg terjadi di sana.. apakahh gurumu datang.. atau ada tantangan lain bt mu
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Baguss ziyann.. pasti ngk kan sia " kamu berlatihh
Ehh aku kira Tian mauu anuhh teryata lain pulaa..🤣🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
berjuang lahh ziyann jgn menyerah
tunjukkan ke mampuan mu bt berlatihh
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
wahhh jdi ingat dragon ball 🤣
Semoga kau berhasil ziyann .. tingkatkan kemampuan muu..
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
jgn bercanda.. mau balas dendam sama Maharaja agungg😒
Nahh lohhh ziyann di tambah lagi tuhhh hukumann muu🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh lohhh jgn melampaui batas ziyan.. nanti bisa habis kepala mu di jitakk🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
bagus tahu namanya kucing kecil itu Ling Ling ini Ratu Rubah ngedumel melulu dalam hatinya🤭🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
jadinya gimana kali muridnya belum ada lima boro boro yang ada hanya 2 sama pelayan keluarga Liu yang terluka 🤭🤣🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
wkwkwk brita mengejutkan datang bagai petir di siang bolong 🤣🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Ziyan udah salah fokus tuh 😂 Belajar pedang atau belajar nahan.....😏"
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Ciee udah resmi jadi suami istri 🤭
nahh tuhhh jgn cemburu ziyann.. km tetep istimewa bt guru mu🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Ini baru namanya konsekuensi dari buah kesombongan 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!