CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan sedikit sakit
Tubuh Reynaldi yang baru muncul di permukaan kolam langsung tertimpa tubuh Maya yang hilang keseimbangan dan tercebur ke dalam kolam, tubuh mereka sesaat tenggelam.
Reynaldi dengan cepat menyelam ke atas dan muncul kembali ke permukaan air untuk menghirup udara. Aldo dari dalam rumah berlari tergopoh-gopoh saat di lihatnya Maya tak muncul Aldo panik.
"Rey.. Maya mana?" teriak Aldo kepada Reynaldi.
Mata Reynaldi berkeliling sesaat lalu Reynaldi kembali memasukkan wajahnya ke dalam kolam untuk memeriksa ke dalam air, ternyata orang yang tadi menubruknya dan tercebur ke dalam kolam dan menindih tubuhnya adalah Maya.
Saat Reynaldi menyelam di dasar kolam dia melihat Maya yang tenggelam dan berusaha naik ke permukaan tapi tidak bisa. Maya berusaha menahan napas dan menggerakkan tangan serta kakinya untuk naik tapi itu sangat sulit karena maya tidak bisa berenang.
Reynaldi cepat-cepat berenang ke arah Maya lalu diraihnya tangan Maya dan memeluk tubuhnya serta menariknya ke atas permukaan air, tampak Maya gelagapan karena selama beberapa menit tidak bisa bernafas dan terlalu banyak air masuk ke mulut dan hidungnya.
Reynaldi membawanya menepi, Aldo menyaksikan adegan itu dengan sangat cemas di pinggir kolam renang. Dengan bantuan Aldo diangkatnya tubuh Maya ke luar kolam renang.
Maya batuk-batuk sambil memegangi lehernya, napasnya tersengal-sengal Aldo menepuk-nepuk pundak Maya .
"Ada yang sakit May?" tanya Aldo cemas, Maya masih batuk-batuk .
Bi Atik datang dengan handuk di tangannya buru-buru Aldo menyelimuti tubuh Maya yang basah kuyup dan menggigil kedinginan dengan handuk wajah Maya tampak pucat dan tubuhnya lemas.
Reynaldi keluar dari kolam napasnya masih ngos-ngosan, saat matanya melihat ke arah Maya.
"Ketemu nih cewek selalu saja kena apes," gumamnya dalam hati sambil tangannya mengacak-ngacak rambutnya untuk mengurangi air yang terus menetes ke wajahnya lalu mengusap air di wajahnya .
Bi Atik mengulurkan handuk di tangannya kepada Reynaldi.
"Gimana kejadiannya Rey? kok bisa kalian sampai kecebur ke kolam renang dan tenggelam kolam bersama?" tanya Aldo dengan mimik ingin mencari tahu penyebab kejadian di kolam renang itu.
"Gue lagi zentsu ( semacam yoga yang dilakukan di dalam air ) nggak tahu tiba-tiba ada yang nyebur ke kolam," jawab Rey datar.
"Maaf kak, May yang salah kerena May hilang keseimbangan," ucap Maya dengan nada menyesal .
"Terus itu juga tuh, kenapa jidat lu berdarah Rey?" tanya Aldo .
Spontan hal ini langsung membuat Maya menatap wajah Reynaldi .
"Ya Allah darahnya banyak sekali, Bibi tolong ambilin kotak P3K nya," pinta Maya.
Wajahnya langsung terlihat panik melihat darah banyak mengalir turun ke pipi Rey. Saat Reynaldi ingin mengusap darah yang mengalir karena merasa risih May langsung memegang tangan Reynaldi .
"Jangan di sentuh pakai tangan takut infeksi" ucap Maya dengan pandangan tetap menatap luka di pelipis Reynaldi.
Maya lepaskan tangannya yang memegang lengan Reynaldi. Maya mendekatkan wajahnya ke wajah Reynaldi. Di sibakkan poni yang menutupi kening Reynaldi wajahnya tampak serius.
Dalam jarak sedekat ini Reynaldi bisa merasakan hembusan udara yang keluar dari hidung Maya. Reynaldi menahan napasnya lalu mengeluarkan secara perlahan.
Matanya melirik ke atas dengan jelas dia bisa melihat wajah Maya mulai dari mata hidung dan terakhir bibir Maya, Saat matanya tertuju ke bibir itu jantungnya berdegup kencang.
"Non ini kotak P3K nya," kata Bi Atik.
"Tolong buka Bi," pinta Maya.
Dengan sangat cekatan Maya membersihkan luka Reynaldi.
"Maaf ya kak, akan sedikit sakit," ucap Maya
sambil meniup luka di pelipis Reynaldi.
"Ee.....untung lukanya tidak terlalu dalam dan lebar,":ucap Maya seakan pada dirinya sendiri.
Dari caranya mengobati Maya kelihatan sangat ahli. Selama di obati lukanya oleh Maya perasaan Reynaldi tidak karuan.
"Gila belum pernah ada cewek yang bersikap seperti ini ke Gue," batin Reynaldi.
"Nah, syukurlah sudah selesai," ucap Maya tampak senyum puas di bibirnya saat . menatap hasil kerjanya , lalu dia beranjak bangun dan berdiri. Sebelum pergi dia membungkuk ke arah Reynaldi.
"Kak Rey Maafkan kecerobohan May dan makasih sudah menyelamatkan Maya, " ucap Maya lalu Dia berbalik dan berjalan menuju rumah . sementara Aldo dan Reynaldi saling memandang dengan tatapan tak terbaca
***
Pagi itu Bu Susi mengumpulkan keluarga dan juga orang kepercayaan di rumah mewahnya . mereka tampak serius sedang berbincang atau lebih tepatnya sedang berunding di ruang tamu .
Selain Bu Susi tampak Mila dan suaminya Aris serta seorang asisten pribadinya yang bernama John.
Bu Susi adalah seorang janda yang suaminya sudah meninggal 15 tahun yang lalu beliau memiliki tiga orang anak yang pertama adalah Elisa lalu adiknya Ferry.
Ferry sendiri lebih suka tinggal di Amerika dan sudah berumah tangga dengan orang Amerika dan yang terakhir adalah Putri bungsunya Mila yang menikah dengan Aris .
Bu Susi salah satu pemegang saham di perusahaan milik Darmawan, memang sahamnya tidak terlalu besar. Saham itu warisan dari suaminya yang juga rekan bisnis Papanya Darmawan.
Papanya Darmawan dan suaminya adalah perintis dan pendiri perusahaan yang sekarang di bawah kepemimpinan Darmawan. Mereka bersahabat sejak masih kuliah.
Papanya Darmawan meninggal 10 tahun yang lalu. Darmawan ditunjuk sebagai pimpinan perusahaan di bawah naungan HDS Grup .
Perusahaan itu awalnya bergerak di bidang tambang sekarang sudah melebarkan sayapnya ke properti , hiburan , ritel dan juga rumah sakit .
Perusahaan ini sekarang menjadi salah satu grup perusahaan yang cukup punya nama di negara ini. Tidak salah kiranya jika kehidupan pribadinya juga suka dijadikan konsumsi publik.
Selama ini pamornya sebagai pebisnis sukses dan lembaga organisasi cukup terjaga . Liputan rumor tentang dirinya tidak jauh dari penghargaan dan ekspansi bisnisnya.
"Jeki, kamu sudah siapkan semua draf yang akan dikirim ke blog gosip? kita harus bikin rumor yang bisa membuat pamornya hancur , siapkan juga video dan foto yang semalam kau ambil Aris aku ingin ayah dan anak itu hancur!" cetus Bu Susi dengan wajah marah dan sorot mata penuh kebencian .
"Ingat jangan sampai gadis itu mendapatkan bagian sekecil apapun dari harta Darmawan hanya Aldo yang berhak atas semua harta itu, ucapnya dengan nada sinis kembali penuh emosi .
Siap Bu," jawab Jeki.
"Satu lagi bikin judul yang dramatis!" perintah Bu Susi.
"Baik Bu," jawab john.
"Ma, Mama serius mau melakukan hal ini, bagaimana dengan Aldo?" tanya Mila dengan muka serius.
"Jangan pikirkan itu, Dia akan baik - baik saja. Toh ini juga untuk masa depannya," jelas Mamanya .
Saat ini yang ada dipikiran Bu Susi adalah anak haram Darmawan harus tahu Dia ada di mana dan siapa yang di hadapinya.
...Apa yang kita tanam itu pula yang akan kita petik hasilnya baik itu sebuah kebaikan atau sebuah keburukan hanya waktu yang akan menjawab hasil dari apa yang kita tanam...
..._NN_...
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
Rey datang buat nyelametin maya