NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:573
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keisha meninggal

Bu Rasmi menatap suaminya dengan mulut terbuka, bagaimana bisa ada manusia rendah yang menggadaikan tubuh nya untuk kebebasan seperti itu.

"Begitulah bu, ibu kayak tidak tahu Rina saja, untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sok hedon itu dia melakukan hal apapun termasuk menindas kakak dan juga keponakannya".

" Iya sih pak, hanya saja, ih aku agak gimana gitu". Jijik Bu Rasmi membayangkan Rina melakukan hal menjijikkan seperti itu.

"Ya sudah, ayo kita cepat bereskan barang anak-anak, supaya besok bisa di tempati oleh mereka, mereka tadi datang kesini dan melihat rumah itu, kebetulan bapak pegang kunci jadi aku memperlihatkan kepada mereka dan mereka suka, belum lagi bayarannya sangat lumayan bu, katanya selama mereka mengontrak, mereka ingin berkebun dan menanam sayuran karena halaman dan belakang rumah sangat luas".

"Memamng berapa yang mereka bayar pak". Tanya Bu Rasmi dengan antusias.

"75 juta bu selama 3 tahun, setahunnya 20 juta dan 15 jutanya katanya itu sebagai ganti tanah yang mereka garap menjadi kebun".

"Wa pak banyak sekali, itu sangat bagus untuk anak-anak, itu bisa mereka tabung". Heboh bu Rasmi mendengar nominal besar itu.

"Iya bu, uangnya sudah ada sama bapak, rencananya bapak ingin transfer ke rekening Kayla setelah tanda tangan kontrak besok".

"Syukurlah pak jika seperti itu, akhirnya mereka bisa punya tabungan".

"Iya bu, anak-anak juga bisa berkebun di belakang rumah kita dan anak kita, kan tanah belakangnya luas".

"Iya pak, biarkan mereka yang menanamnya, itu bisa jadi penghasilan mereka nanti selain dari kantin dan rumah makan bu Husni".

"Iya bu".

Kedua parubaya itu segera merapikan barang-barang yang akan mereka bawah, rumah anak mereka ada 5 kamar, 3 kamar itu tidak bisa digunakan, itu atas permintaan sang anak, karena kamar itu akan mereka pakai nantinya. Sedangkan 2 kamar lagi itu ukuran cukup besar bisa ditempati mereka berempat. perlengkapan dapur pun sudah lengkap tinggal menjaga saja.

"Sudah semua nak, tidak ada lagi barang berharga kalian yang tertinggal?? Tanya pak desa kepada keduanya.

Mereka berdua menggeleng kepala tanda sudah tidak ada karena barang mereka tidak banyak hanya ada beberpa perhiasan peninggalan ibu mereka yang mereka bawah, dan surat-surat penting lainnya.

"Bu coba cek kamar mereka masing-masing, sapa tau ada tertinggal, ibu tahu sendiri bagaimana anak-anak jika membereskan sesuatu??

"Iya pak". Bu Rasmi bergegas untuk melihat kamar mereka sesuai perintah suaminya.

Setelah mengecek semua kamar itu, dia membawa beberapa barang ditangannya, dan tersenyum kepada keduanya yang tengah menatapnya cengengesan.

"Ya sudah bu, ayo bantuin bapak angkatin barang kalian". Anaknya kepada mereka semua.

Mereka berempat bergotong royong membawa barang anak-anak itu, mereka membawa kasur karena akan mereka tempati itu kosong, jadi mereka membawa lemari kecil untuk pakaian mereka setelah semuanya naik ke mobil mereka kemabli bergotong royong membersihkan rumah agar siap di huni oleh orang itu besok, bahkan pak desa juga sudah mengecet ulang rumah agar tampak rapi dan lebih bersih.

"nak, nanti kalau kalian tinggal dirumah anak bapak, tolong dirawat dan diperhatikan kebersihannya yah, terutama barang-barang nya, itu adab jika orang memakai barang orang lain". Nasehatnya kepada keduanya.

"Iya pak kami mengerti, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak merusak barang-barang kakak semua, kami sudah cukup berterima kasih karena telah diberi tempat tinggal".

"Iya nak, oh iya kalian tahu nomor rekening kakak kalian, atau kalian punya bukunya?? Tanya pak desa lagi.

"Bukunya ada bersama kami pak, hanya AtM saja yang dibawah kak Kayla saat ini".

"Baguslah nak, bapak akan transfer ke rekening kalian uang sewa rumah kalian itu, kalian bisa gunakan nanti saat kalian terdesak, pastikan ATM dan bukunya kalian jaga baik-baik".

"Iya pak, memang berapa uang sewa rumah kami pak??

"Semuanya 75 juta nak, hanya saja bapak mengambil 500 ribu untuk merapikan rumah kalian, kalian liat sendiri kan rumah kalian semakin cantik??

"Iya pak, tadi Kanaya bahkan kira rumah itu bukan rumah kami karena warna cat nya berbeda".

"Itu bapak yang buat nak, setidaknya kita harus menyambut orang yang menyewa itu dengan baik, yah dengan membuat rumah kalian lebih fresh dan rapi".

"Iya pak, terima kasih sekali lagi".

"Sama-sama nak, oh iya kalian kan pandai berkebun, kalian bisa menanam sayuran dibelakang rumah kami begitu juga rumah anak kami, toh kami tak memakai nya lagi, agar kami juga lebih hebat, jika mau sayur tinggal petik ajah, kalian juga bisa menusuknya diwarung ibu dan bisa kalian tawarkan pada bulan Husni".

"Iya bu terima kasih, kami tidak tahu bagaimana caranya membayar kebaikan bapak dan ibu". Keenan mwnatap kedua paru bayah itu dengan sendu.

Dirinya seperti memliki sosok orangtua pengganti selain orangtua mereka, mereka sangat menyayangi dirinya dan ketiga saudaranya.

"Tidak perlu nak, cukup doakan kami tetap sehat dan murah rejeki agar bisa menolong yang lain juga".

"Iya pak".

Mereka berempat akhirnya sampai dirumah anak dari pak desa, rumah itu hanya berjarak satu rumah karena rumah sebelumnya adalah rumah anaknya juga yang telah mereka kontrak kan seusai permintaan sang anak. Mereka pun membawa masuk barang itu ke kamar mereka berdua, ya yang kamar satunya itu kamar 3 perempuan sedangkan Keenan tidur sendiri karena dia laki-laki satu-satunya.

"Ini nak rumahnya, dan ini kamar kalian tempati, bagaimana luas tidak??

"Ini luas pak, sangat luas untuk kami bertiga dan yang satu kamar itu sangat cocok untuk Keenan yang tidur sendiri".

"Iya nak, itu sebabnya kalian bisa menempatinya".

"Iya pak terima kasih".

Mereka kembali bekerja sama merapikan barang-barang itu, tidak terasa jam sudah menunjukkan malam hari. Mereka membeli makanan jadi karena sangat lelah.

Sedangkan dirumah sakit, Kayla tengah berjuang karena sang adik tengah demam tinggi dan harus mengalami opname ulang karena kondisinya yang tiba-tiba drop.

"Kamu tenang nak, jangan panik, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan adik kamu". Ucap dokter yang kini berada diruang UGD, sedang menangani Keisha yang tengah kritis.

"Ya Tuhan tolong selamatkan adikku, dia masih kecil untuk mengalami penderitaan seperti ini". Doa Kayla dalam hatinya.

Sejak tadi dia tak hentinya menangis melihat keadaan adiknya, entah kenapa tiba-tiba kondisi adiknya seperti ini.

Tidak lama dokter keluar dengan muka menahan tangis, dia menghampiri Kayla yang tengah duduk memeluk lututnya di koridor depan pintu ruang UGD.

"Maaf nak, kami tidak bisa menamatkan adikmu, dia sudah tidak ada".

"Tidak mungkin dokter". Teriak Kayla dengan histeris.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!