pernikahan gadis miskin dengan orang yang kaya, ia bisa menikmati seluruh kekayaannya namun ia terkurung dalam sebuah rumah mewah dengan segala harta yang berlimpah namun hidupnya terkekang bagai di dalam sangkar emas dan harus terluka karna suaminya tak mencintainya, hingga kebahagian hadir setelah suaminya sadar akan cintanya namun semua harus terhalang saat flora mengetahui masa lalunya yang sebenarnya, siapakah yang akan flora pilih masa lalunya atau orang baru, semua masih menjadi misteri yang harus di rahasiakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuma lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
"mau atau tidak pernikahan akan tetap di laksanakan" ucap kakek dengan nada dingin,ia tak mau perkataannya di bantah sedikitpun
"ok, tapi aku punya satu permintaan!"
"katakan !"
"aku mau pernikahan ini di rahasiakan , tidak ada yang boleh tau aku menikahi flora dan satu lagi aku hanya akan memberikan kakek cucu, ia akan tetap tinggal bersama Elzio tapi dia tidak akan menjadi prioritas Elzio"
"baiklah asal kamu menikahinya "
Elzio yang tidak mengerti perkataan kakeknya lantas berkata " semudah itu!"
Angga hanya mengangkat kedua bahunya
Elzio yang mulai jengah dengan kakeknya lalu berkata " ada hubungan apa kakek dengan flora hingga kakek kekeh meminta aku menikahinya, kalau kakek memang berhutang Budi, kakek bisa memberikannya uang, bukankah itu cukup!"
"janji harus tetap di jalankan!" ucap Angga dengan santai,
"kakek tidak suka dengan orang yang ingkar janji tapi kelak jika kamu tidak mau bersamanya maka kakek sendiri yang akan membantunya, dan jika saat itu kamu menyesal maka kakek tak akan membantumu!"
"terserah kakek sajalah!"
Elzio lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal,ia lalu mengendarai mobilnya ke apartemennya, tempat yang selalu ia gunakan untuk menenangkan diri saat sang kakek harus di turuti keinginannya .
Sesampainya di apartemen Elzio langsung merebahkan diri di ranjang
ia mengambil ponselnya di saku celana, ia lngsung menelpon mami Rose
sekali sering mami rose yang ada di sebrang sana
"hallo tuan muda Gavin apa anda sedang membutuhkannya, saya punya barang baru,"
Elzio hanya diam saja hingga tak berselang lama kata keluar dari mulutnya
"aku mau wanita kemarin tapi jika ia belum di sentuh orang lain!"
mami rose sempat diam, ini untuk pertama kalinya seorang Gavin menginginkan wanita untuk kedua kalinya
suara terbata-bata mulai keluar " maaf tuan lebih baik jangan yang itu, ia sudah di pakai banyak lelaki, saya yakin anda pasti tidak mau,"
"dimana dia sekarang?" tanya Gavin penasaran entah mengapa ia ingin menyentuh wanita itu
"saya mohon maaf tuan, wanita itu telah di beli oleh teman saya"
"ambilkan dia untukku aku akan membayarnya dua kali lipat"
mami rose terlihat ketakutan, bibirnya bergetar "maaf tuan ini bukan soal uang, maaf saya tidak bisa tuan, saya punya barang baru tidak kalah cantik dengannya, tubuhnya juga sama!"
"saya cuma mau dia?"
"tapi untuk apa tuan?" mami rose bingung padahal jelas-jelas ia mengatakan jika flora sudah di pakai banyak lelaki
"aku mau dia bagaimanapun caranya" ucap Elzio dengan nada kesal, padahal ia ingin menyalurkan kekesalannya dengan meluapkannya pada gadis itu tapi sayang ia sudah jadi milik orang lain.
Esoknya pernikahan pun di adakan di gereja tua yang megah dengan kaca patri yang berwarna warni yang memantulkan cahaya lembut,sepasang pengantin yang berdiri di depan Altar
flora yang menggunakan gaun berwarna putih dengan veil yang panjang dan menjuntai hingga wajahnya tak terlihat.
semetara Elzio menggunakan jas berwarna hitam dengan gagahnya, namun ada senyum keterpaksaan yang flora rasakan saat melihat wajahnya,
mereka saling menggenggam satu sama lain atas perintah Angga, tanpa ada kata apapun keheningan pun terjadi.
pendeta di depan mereka membacakan janji suci begitupun dengan calon pengantin, dalam bayangan yang tercipta dari sinar lilin dan cahaya yang menembus kaca patri, seakan menjadi saksi pernikahan mereka yang akan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan
namun berbeda dengan Elzio pernikahan ini hanya sebatas tugas yang harus ia jalani.
Pertukaran cincin pun menjadi saksi bisu jika mereka berdua telah berada dalam ikatan pernikahan
Di bangku-bangku kayu yang panjang, para tamu yaitu kakek dan beberapa anak buahnya datang, tak ada tamu yang lain karna acara itu memang tertutup.
Angga dan anak buahnya mengucapkan doa suci untuk pernikahan Elzio dan flora
Pernikahan itupun hanya di foto dengan jepretan kamera sang kakek dan kakek langsung yang mengabadikannya
flora dan Elzio mencium punggung tangan sang kakek, Angga sempat memeluk erat flora dan mengatakan padanya jika ia akan baik-baik saja dalam menjalani pernikahan.
ketika kata sah di ucapkan, lonceng gereja berbunyi kencang , flora menarik nafas dalam, mereka lalu keluar sambil berpegangan dan ditaburi kelopak bunga hingga mereka masuk ke dalam mobil pengantin meskipun tanpa hiasan agar tak terlihat mencolok
kini mobil itu berjalan menuju rumah yng Elzio tempati
sesampainya di rumah Elzio berjalan lebih dulu meninggalkan flora yang kesusahan berjalan karna gaun yang menjuntai itu, pembantu di sana pun segera membantu flora setelah mereka sudah di beri pesan oleh Angga sebelumnya
Sesampainya di kamar Elzio melihat kebelakang namun tak menemukan flora.