NovelToon NovelToon
Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:60.5k
Nilai: 5
Nama Author: SENJA

Assalamu'alaikum.. Maaf yah novel ini ngak di lanjut lagi jadi mending ngak usah di baca🥲

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SENJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IKTM_17

Evan di buat melongo dengan keberanian istri kecil nya. Araya mengulurkan sesendok nasi di hadapan Evan namun Evan enggan untuk membuka mulut tapi beberapa saat kemudian akhir nya Evan membuka mulut nya lalu menerima suapan Araya.

Evan terus menatap Araya hingga kejadian beberapa saat yang lalu saat mereka berciuman di bawah deras nya hujan kembali berputar di pikiran Evan membuat wajah Evan memerah dengan cepat.

"Tuan, mengapa wajah anda memerah seperti tomat, apakah anda sakit" tanya Araya dengan wajah khawatir.

Tangan Araya replex menyentuh kening Evan dengan lembut merasakan hawa tubuh Evan. "Anda tidak demam" kata nya setelah memastikan suhu tubuh Evan.

"Aku baik-baik saja" Evan dengan cepat menepis tangan Araya karena entah mengapa jantung nya saat ini seperti sedang berolahraga di dalam.

"Keluar!" Evan yang gugup segera mengambil air yang berada di atas meja.

"Kenapa aku harus keluar? Aku juga akan tidur di kamar ini"

Byurrr

Setelah mendengar jawaban Araya secara tidak sadar Evan menyemburkan air nya.

Uhuk!

Uhuk!

Evan terus saja terbatuk tanpa henti lalu dengan cepat Araya menghampiri Evan dan menyodorkan segelas susu. "Minumlah susu ini Tuan agar anda merasa lebih baik" tanpa pikir panjang Evan meraih gelas susu itu lalu meneguk nya hingga habis

Ruang dan waktu terasa hanya milik mereka berdua saat kesunyiaan menyapa satu sama lain di antara mereka berdua.

"Aku sudah kenyang" Evan berdiri berjalan menuju tepi jendela lalu duduk di atas sofa sembari membelakangi Araya.

Wajah Evan yang tampan, rahang yang kuat, mata tajam yang mengagumkan, hidung nya yang mancung dan cara nya tersenyum membuat Araya terpesona tiap kali menatap Evan apalagi saat ini Evan terlihat seperti kucing jantan yang sedang malu-malu.

Araya diam-diam tersenyum di belakang Evan. Jantung Araya seakan ingin keluar dari tempat nya karena terus berdebar sejak tadi.

"Keluarlah"

Mendengar ucapan Evan membuat Araya dengan cepat menggeleng menepis semua pikiran nya lalu mengambil obat dan berjalan ke belangkan Evan. "Anda harus minum obat dulu". tanpa sadar tangan Araya memegang pundak Evan dan tangan yang satu nya menyodor kan sebuah obat ke hadapan Evan.

Evan bergetar saat merasakan sentuhan istri kecil nya di pundak nya. "Singkirkan tangan mu".

"Ah iya, maaf" dengan cepat Araya menarik tangan nya dari pundak Evan tapi tangan yang satu nya tetap mengulurkan obat untuk Evan.

"Aku sudah meminum nya, pergilah" Evan lagi-lagi mengusir Araya dari kamar nya tanpa menoleh ke arah Araya. Namun gadis nakal itu tetap tidak mau beranjak dari tempat nya dan terus menatap Evan dari samping.

"Gadis bodoh"

"Hah!" Araya terperanjak saat suara jantan Evan menusuk indra pendengaran nya.

Evan lalu berdiri menghadap pada Araya yang juga duduk di sofa bagian sebelah. Perlahan lahan Evan membuka kancing kemeja nya tanpa rasa malu di hadapan Araya.

Mata Araya langsung tertuju pada tubuh Evan yang sangat luar biasa tanpa berkedip. "Jangan menatap ku seperti itu bodoh". Araya terkejut saat kemeja wangi milik Evan mendarat di wajah nya.

Dengan cepat Araya menggeleng lalu mengambil kemeja itu dan berbalik menatap Evan. "Apa yang anda lakukan" tanyak Araya panik saat melihat Evan sedang membuka kedua pengait yang melekat pada ujung resleting celana nya.

"Membuka celana" jawab Evan membuat Araya kembali membalik kan badan agar tidak melihat pemandangan yang akan merusak mata nya.

"Mengapa berbalik"

Araya berpura pura tidak mendengar ucapan Evan dan malah sibuk memperhatikan bunga yang berada di atas meja.

Evan menarik lengan Araya dengan kasar menghadap kan tubuh nya pada tubuh Evan. "Aku sudah menyuruh mu untuk pergi, mengapa kau tidak pergi juga dari sini" genggaman Evan terlalu kuat hingga membuat Araya meringis kesakitan.

"Aaww"

Mendengar Araya meringis kesakitan dengan cepat Evan melepas kan genggaman di lengan Araya. "Apakah itu sakit" tanyak Evan seolah merasa khawatir. Awal nya Evan melakukan ini agar Araya merasa takut pada nya namun di luar dugaan.

Araya melongo melihat tingkah Evan yang tiba-tiba saja lembut dan perhatian. Padahal selama ini yang Araya tahu jika Evan adalah pria dingin, angkuh dan sangat arrogant.

"Aku baik-baik saja Tuan" jawab Araya dengan ragu-ragu.

"Aku tidak sengaja" kata Evan lembut sembari mengusap lengan Araya yang sakit.

Araya hanya mengangguk. Entah mengapa Araya merasa jika Evan begitu khawatir pada nya.

"Syukurlah" setelah memastikan jika Araya baik-baik saja Evan pun perlahan lahan mundur ke kebelakang dan meninggalkan Araya yang sedang diam mematung.

Araya terus menatap Evan yang sedang berjalan menuju kamar mandi dengan perasaan takut dan gugup serta jantung yang terus berdebar karena sikap Evan yang tidak menentu.

Brukk..

"Akh.."

"Tuan muda" Araya spontan berlari menghampiri Evan yang tiba-tiba saja terjatuh di depan kamar mandi. "Anda baik-baik saja kan" tanyak Araya tanpa sadar saat ini ia sedang menggengam lengan yang penuh dengan otot-otot milik sang suami.

Evan yang kesakitan mengarahkan tatapan pada istri kecil nya yang terlihat perhatian. "Aku ingin mandi, pergilah" Evan lalu berdiri dan melangkah ke kamar mandi dengan sempoyongan.

Araya yang merasa khawatir dengan keadaan Evan dengan lancang ikut masuk ke dalam kamar mandi walaupun jantung nya saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Pemandangan pertama yang Araya lihat saat pertama kali masuk adalah Evan yang sedang berendam dan bersandar di bathum sembari memejam kan kedua mata nya.

Araya perlahan lahan mendekati Evan lalu menyentuh rambut Evan. "Tuan, anda baik-baik saja kan".

"Hem" Evan hanya berdehem menjawab pertanyaan Araya namun kedua mata nya masih terpejam.

Setelah memastikan Evan baik-baik saja Araya pun hendak beranjak keluar dari kamar mandi namun Evan malah menahan tangan Araya. "Mau kemana" tanyak nya dengan menatap wajah Araya.

Araya tidak menjawab. "Pakai kan aku shampoo" kata Evan lalu kembali memejam kan mata nya tanpa melepas genggaman tangan Araya.

"A_apa kata nya" Araya merasa terkejut dengan perintah Evan namun mau tidak mau Araya tetap melakukan nya.

Araya benar-benar melakukan perintah yang Evan suruh namun mata Araya terus menatap Evan dan melihat sedari tadi tangan Evan terus bergetar dengan suara napas yang tersenggal senggal seperti menahan rasa sakit.

"Akh"

"Tuan, anda baik-baik saja kan" tanyak Araya panik saat mendengar Evan merintih kesakitan dan dengan spontan Araya membantu Evan untuk duduk dengan baik.

Evan dapat merasakan jika Araya saat ini sedang merasa khawatir. "Keluarlah" kata Evan lirih. "Aku ingin sendiri" lanjut Evan lalu memalingkan wajah nya.

Namun gadis nakal itu malah nekat menyentuh pipi Evan lalu mengarahkan wajah Evan tepat di depan wajah nya. "Aku tidak akan keluar sebelum anda juga ikut keluar".

1
Andi Maulana
knp gk d lanjut thor, apa pindah lapak 😭😭😭
SENJA: nanti aku pikirin lagi yah, kalo pun di lanjut paling aku buat jadi chat story aja dehh😅
total 3 replies
Andi Maulana
kk lanjut dong, lagi seru ini lh🥰🥰🥰🥰🥰
Ismi Nia
bagus
Nadina Regina Futry
lanjutkan Thor cerita seru keren😍😍😍😍😍😍
AT Official
mana lanjutannya masa cuma sampai disini
Andi Maulana: yg sabar ya thor, mngkin krna masih pendatang baru
total 4 replies
Zyrei_gs
kejam banget jdi kasian sm evan
Rita Tari
lanjut Thor
klo bisa, sebaiknya Evan dan araya pergi dari rmh org tuanya dan menjalani kehidupan mereka biar mereka bahagia
SENJA: Hahah, rencana nya emang seperti itu sihh tapi ini masih mikir alur nya gimana
total 1 replies
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Hahahaahaa.. konyooll dan Gisel sang penyelamat..
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel. upthor
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Nahh baru percaya kan Van kalau obat yang kamu minum itu racun,istrimu rela mengorbankan dirinya demi membuatmu percaya.
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
nah hati hati untuk mu
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
parah banget gak di jawab biar deheman pun gak
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
wah parah nih, semoga gak terjadi apa-apa padamu ya
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
gpp yakin pasti kamu bahagian kok
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
hmm aku umur 21 baru lulus SMA /Grievance//Grievance//Grievance/
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Mau2nya June diajak sekongkol untuk berbuat jahat.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Haiiiss kok malah diminum Araya padahal racun itu 🥴
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Alvin yang aneh, apa salahnya kalau Araya berada dikamar yang sama dengan Evan, mereka suami istri yang sah, bebas donk mau ngapain aja.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Nggak dikasih istirahat Van 🤔
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Siapa tuh Vin..?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!