NovelToon NovelToon
Peta 7 Jiwa

Peta 7 Jiwa

Status: tamat
Genre:Teen / Misteri / Supernatural / Tamat
Popularitas:31.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fadly Assegaf

Serial Peta 7 Jiwa merupakan serial Fantasi yang akan membuat anda penasaran dari satu episode ke episode berikutnya. Serial ini akan menceritakan perjalanan dari ke tujuh anak remaja sehingga mereka berkumpul untuk menyelamatkan dunia.

Hakiki Hulmi yang memiliki kekuatan dengan bantuan Bulan sabit.

Hikma Andapi yang merupakan titisan dari seorang raja yang memiliki kekuatan pengendali air pada awalnya.

Artha Soekarno adalah seorang anak yang memiliki kisah tragis di masa kecil yang membuat dirinya belajar untuk menjadi seorang pemimpin dari ketujuh pemuda.

Panca Kuntandri Sulbii adalah seorang remaja yang memiliki trauma masa kecil yang sangat kelam sehingga membuat diirnya mendapat kekuatan yang sangat luar biasa.

Muhammad Yusuf merupakan pemuda dari Aceh yang memiliki kekuatan suara.

Habibi Al Katiri, pemuda yang merasa berbeda dengan kaumnya yang ingin berontak dengan kehidupan dan adat yang monoton, memiliki kekuatan pembaca pikiran dan teleportase.

Dan yang terakhir.......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Assegaf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singularity : Ep. 17

Pemuda yang berbadan tinggi berjalan dengan perlahan. Dia menggunakan pakaian hitam, serba hitam. Wajah dan kepalanya ditutupi penutup berwarna hitam. Hanya matanya saja yang terlihat. Dia mengendap-endap di dalam kegelapan malam. Berhenti, mengamati tembok yang ada di hadapannya, lalu sedikit mendongak ke atas. Gerakan selanjutnya, mengambil busur panah yang ada di punggungnya, disusul mengambil anak panah, mengikat ujungnya dengan tali, lalu menembakkan ke pagar tembok yang tingginya sekitar 6 meter.

 

 

Swiiiiiiing........ Dug....

 

 

 

Busur panah itu melesat dengan cepat dan menancap di ujung tembok. Sangat tepat sasaran sesuai keinginannya. Dia berusaha menarik-narik tali, mencoba mengukur kekuatan tali itu. Dia mengangguk. Kedua tangannya menggenggam tali, lalu berusaha mengangkat tubuhnya dengan menyalurkan kekuatan di kedua tangan. Gerakannya sangat cepat. Tanpa suara. Dia pasti sudah terlatih. Dalam hitungan detik dia sudah berada di atas pagar perumahan warga. Dengan cepat dia menggulung tali dan berusaha mencabut anak panah itu tanpa suara.

 

 

 

 

Dia menyusuri tapak tembok dengan cepat, sedikit berlari dan setengah membungkuk. Matanya dalam kondisi waspada, takut jika ada seseorang melihat. Dia melompat dari atap rumah beberapa kali.

 

 

 

Tap.     Tap.      Tap.

 

 

 

 

Tubuhnya sangat ringan. Dia berhenti ketika melompat yang ketiga kali. Matanya mengawasi arah lompatannya, lalu dia mengambil ke arah kanan dan melompat kembali.

 

 

 

 

Tap.     Tap.     Tap.    Tap.    Tap. Sreeeek.....

 

 

 

 

Setelah melompati atap rumah beberapa kali, lalu badannya yang ramping masuk ke dalam pohon besar dan rimbun. Dia setengah berjongkok, kaki kirinya menjadi tumpuan untuk menjaga keseimbangan, mendatar ke depan, sedangkan kaki kanan menekuk, lututnya menempel ke dada. Dia bersiaga. Melihat ke kanan dan ke kiri. Malam itu tampak lebih terang, padahal malam ini hanya ada Bulan Sabit, bukan Bulan Purnama, pikirnya. Diapun waspada agar tak terlihat. Dia bersiap untuk melompat menuju teras rumah yang berada di depan pohon. Kaki kirinya berusaha untuk melonjakkan tubuhnya seperti pegas.

 

 

 

Klik.... Ngeeeeet.... Ngeeeeet.... Klik....

 

 

 

Pemuda berpakaian hitam itu mengurungkan niat. Dia melihat seseorang keluar dari rumah membuka pintu teras dan berjalan ke luar. Dia berusaha untuk menahan gerakan tubuhnya. Menurun dari gaya pegas yang akan dikeluarkan kaki kiri. Dia memperhatikan gerak-gerik pemuda yang berada di teras. Dia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sedikit pun, bahkan dia mengatur nafasnya. Lama dia bertengger di dahan pohon besar itu, memperhatikan pemuda yang sedikit berambut ikal. Pemuda itu sedang memandangi Bulan Sabit. Lalu, tak berapa lama, dia melihat anak laki-laki itu tertunduk, melihat kedua telapak tangannya.

 

 

 

 

"Sebentar lagi," lirihnya pelan. "Sebentar lagi kau akan mendapat kekuatanmu." Dia tersenyum di balik masker yang dikenakan. Lalu dia melompat keluar dari pohon, mendarat di atap rumah di belakang pohon besar itu dan berlanjut melompati beberapa atap rumah dengan cepat. Sangat cepat. Bayangannyapun sampai tak berbekas.

 

 

 

Tap.     Tap.      Tap.     Tap.      Tap.      Tap.      Tap.      Swiiiiiiing.

 

 

 

*******

 

 

Hakiki duduk di pinggir tempat tidur. Berkali-kali dia mengusap mukanya dengan kedua tangan. Rasa kantuknya sudah tidak ada lagi. Dilihatnya jam dinding berwarna hitam dan putih tapi warna putih lebih mendominasi, menempel di dinding kamar. Jarum pendek pada jam itu menunjukkan  arah mendekati angka 4 dan jarum panjang ke angka 9. Wajahnya datar. Mulutnya sedikit terbuka. Dilihat dari wajahnya, dia fokus memikirkan sesuatu.

 

 

 

 

Dia menghidupkan lampu meja belajar supaya ada cahaya di kamar itu. Lalu dia menggerakkan tubuhnya menuju meja belajar yang ada di samping tempat tidur. Dia berusaha meraih tas ransel. Kondisi dia setengah berdiri. Lalu, setelah tas itu diraih, dia lalu duduk kembali di pinggir tempat tidur. Perlahan dia membuka tas ransel lalu mengeluarkan amplop coklat. Dia kembali meletakkan tas ransel di meja belajar. Kali ini dia sedikit mencampakkan tas itu dengan tangan kanan. Lalu dia melanjutkan membuka amplop berwarna coklat.

 

 

 

 

 

Pelan-pelan dia membuka amplop berwarna coklat, seolah-olah tak ingin keluarganya mendengarkan kegiatan dia di malam yang larut itu. Dia lalu memasukkan tangan kanan, merogoh ke dalam amplop dan menarik benda yang ada di dalam. Sekarang dia memegang beberapa lembar foto di tangannya. Foto-foto itu berwarna hitam putih.

 

 

 

 

Dia melihat foto-foto itu satu per satu. Wajah Arini lebih banyak di lembaran-lembaran foto itu. Hakiki tetap memasang raut wajah polos tapi kali ini, kedua bibirnya tertutup. Tak ada senyum sepotongpun di bibir itu.

 

 

 

 

Setelah beberapa lembar dia melihat foto, tangannya terhenti. Dahinya berkerut. Matanya sedikit melebar. Lalu dengan cepat dia memindah-midahkan foto yang lain dari tangan kanan ke tangan kiri. Jempol kirinya bermain cepat seperti bermain kartu. Ada foto lain yang dicari. Lalu dia berhenti, gerakan jarinya tertahan kembali. Dia  menarik sebuah foto, memisahkan foto itu dan meletakkan di atas bantal yang ada di samping kiri. Kemudian dia mencari lagi, mempercepat gerakan jempol dalam menyeleksi foto. Gerakan jempolnya tertahan dan dia segera menarik foto yang dipilih untuk kedua kali dan menarik juga lembaran foto satu lagi yang pertama kali dilihatnya.

 

 

 

 

Ada 3 lembar foto yang sudah dipisahkan olehnya. Foto-foto Arini yang diambilnya pada saat di monumen Kebun Raya Bogor. Wajahnya aneh. Dahinya tetap berkerut. Matanya menatap tajam seakan dia tak percaya dengan yang dilihat. Dia menghidupkan lampu utama kamar itu. Lalu dia mengangkat satu lembar foto dan menerawang, mengarahkan foto itu ke atas, ke arah lampu utama kamar. "Apa ini?" lirihnya. Dia bergegas bergerak menuju lemari yang ada di samping meja belajar. Kali ini dia tidak berjalan perlahan. Lalu dia mencari benda di dalam lemari itu. Tak berapa lama, dia memegang kamera. Dia berdiri sambil menekan beberapa tombol di kamera itu, sangat cepat, lalu berhenti pada satu foto, memencet tombol sekali lagi, berhenti dan memencet sekali lagi. Diam. Terpaku. Dia memikirkan sesuatu.

 

 

 

 

Cukup lama dia berdiri memandang layar kamera itu. Lalu dia kembali ke tempat tidur. Meletakkan kamera di atas foto-foto yang berserakan, tapi 3 foto lain berada di atas bantal.

 

 

 

 

Hakiki menggigit sudut bibir bawahnya. Dahinya masih berkerut. Matanya tajam melihat foto itu. Foto yang berwarna hitam putih, di atas bantal, diambil dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan mengambil kamera. Di layar kamera, terdapat foto yang sama yaitu foto Arini yang sedang berpose di prasasti monumen. Tapi terdapat satu perbedaan yang mencolok, selain warna dari foto itu. Di layar kamera, Arini sedang berpose di samping prasasti monumen, kepala Arini setengah mendongak ke atas, matanya terpejam, lalu tangannya, lebih tepat bagian punggung tangan kanan, sedikit menempel di kening dengan jari-jari melentik ke atas. Sedangkan tangan kiri berkecak pinggang. Posenya bak model berkelas, tapi bukan pose itu yang membuat kedua foto terlihat ganjil oleh Hakiki. Di layar kamera, foto itu biasa saja dan nampak sempurna dengan penuh warna seperti foto yang sudah dicetak dan diberikan kepada Arini, tapi lembaran foto yang di tangan kiri adalah lembaran yang dicetak dengan warna hitam putih. Di foto itu, di atas kepala Arini terlihat jelas ada sekumpulan kupu-kupu terbang mengelilingi kepalanya. Kupu-kupu itu berterbangan membentuk seperti topi kerucut di atas kepala sahabatnya itu. Mungkin sekitar 20 sampai 25 kupu-kupu berwarna putih. Hal ini yang membuat Hakiki heran. Mengapa kupu-kupu itu tidak kelihatan di foto yang berwarna ataupun di kamera, tapi terlihat di foto hitam putih. Kali ini Hakiki merinding. Dia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan dia berusaha untuk mencari-cari arti dari semua keganjilan ini.

 

 

*******

1
me_yii
kok diulang yaa thir?
me_yii: oke... setia menunggu waktu thor
total 2 replies
Bimo Satrio Edi
lanjut anggota yg lain
Fadly Mue: doakan terus mas
total 1 replies
Bimo Satrio Edi
dapi kmn ya
Fadly Mue: alur mundur.....

awal cerita bertemu Dapi.... mundur ke belakang, beberapa bulan... sebelum bertemu Dapi....
total 1 replies
Bimo Satrio Edi
start reading..
Fadly Mue: semoga bisa sampai akhir mengikuti karya saya....
total 1 replies
Naoki Miki
haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
Fadly Mue: ntar aku mampir ya
total 1 replies
Linda
like, rate, komen back ya, saling dukung😊
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
mampir di karyaku

1) Ku sebut namamu di sepertiga malam ku
2) Taubat si Pendosa

saling dukung ya
nanti di back kok 😉
makasih
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Fadly Mue: ntar aku mampir ya
total 1 replies
Yuyun Nuraeni
novel ceritanya sgt bagus
Fadly Mue: lanjut ke buku berikutnya kak...
total 1 replies
BELVA
aku mampir di kali pertama dan suka bngt sama ceritanya..kpan2 silahkan mampir jg
di karyaku
novel belvadante
audio the heirs
trimksh sebelumnya.mari kita saling dukung
Fadly Mue: oke. ntar aku mampir
total 1 replies
Jhoelfa SheCoembank Phariez
kok jadi bingung yaa😏😏
Fadly Mue: Bingung kenapa?
Ada yang bisa saya bantu?
total 1 replies
Fatimah Bundanya Ghazi
baru read bang
Fadly Mue: Lanjut dong baca nya.
total 1 replies
Priska Anita
Like dari Rona Cinta sudah mendarat disini 💜
Fadly Mue: Aku sudah singgah ya... Tapi pakai akun yang beda...
total 2 replies
Junaldi Junaldi
Oke thor.... 😘
Muhammad Ari
keren thor, ijin promo ya, jgn lupa mampir di novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇
Fadly Mue: Oke bro...
Nanti aku mampir...
total 1 replies
Albedo : OVERLORD
Berarti klo muka jelek, tuhan lagi gk mood:v
Fadly Mue: Wkwkwkwkwk.....
total 1 replies
Albedo : OVERLORD
Halo, aku udah mampir..
Ku follow dulu ya.. Nanti ku baca lagi hehe
Jangan lupa mampir di ceritaku judulnya : Bintang ke 9
Fadly Mue: Oke bro..
Tadi aku mampir pake akun yang lain.

Udah aku tinggalkan jejak 2 BAB.
Aku butuh like di setia episode bro.....

Tolong ya...
total 1 replies
B LOVABLE
aku tebak si hakiki ni taehyung ya?
Fadly Mue: Yes... Benar sekali.
Klo sudah slesai di sini. Lanjut ke buku ke dua yang lagi on going. Ada teman Hakiki di sana. Tebak lagi ya siapalah itu?

Ikuti terus ya sayang, semoga bisa jadi motivasi hidup. Kamu karyaku ini.

Btw, aku army sejati loh. 😁
total 1 replies
May
langsung nambah ke list favorite dong. Aku suka cara kamu menggambarkan tokoh, nulis diksi yang ringan, tapi benar2 ngena. suka bgt. pertama kalinya masukin genre fantasi ke favorite💚💚 semangat yaaaa.

eh btw mampir juga dong ke karyaku hehe. kalo sempet.
Fadly Mue: Thanks May.
Aku masih bisa kasi boom like di karya kamu.
total 1 replies
May
Bintang anime Jepang itu seperti apa? wkwk
May
suka pas paragraf kedua. aku jadi langsung benar-benar berimajinasi. penggambarannya pas😚😚
May
Fantasi yaaaa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!