NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:183k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 20

Satu minggu berlalu sejak ancaman dramatis Asha di atas ranjang. Di sebuah koridor Pengadilan Agama yang riuh oleh dentang langkah kaki dan pengumuman nomor antrean, Kevin duduk terpaku di kursi kayu panjang.

Setelan jas hitam yang ia kenakan terasa begitu menyesakkan. Ponsel di genggamannya terus berkilat menampilkan layar percakapan, memperlihatkan pesan demi pesan dari Asha yang tak berhenti masuk sejak pagi. Namun, fokus Kevin sepenuhnya teralihkan pada pintu kayu bercat cokelat tua bertuliskan Ruang Sidang 2.

Hatinya berdegup tak beraturan. Ada sejumput rasa penasaran, rasa rindu yang tertahan, dan harapan egois yang membakar dadanya: Hari ini Dilara pasti datang. Ia ingin melihat wajah wanita itu, ingin menyampaikan maaf secara langsung, walau hanya di hadapan majelis hakim.

"Mas Kevin," panggil seorang pria berjas abu-abu yang duduk di sebelahnya, pengacara Kevin. Pria itu melirik jam tangannya.

"Sidang pertama kita sebentar lagi dimulai. Agenda hari ini adalah pemeriksaan awal dan upaya mediasi. Apakah Mbak Dilara sudah memberikan konfirmasi kehadiran?"

Kevin menggeleng pelan, tenggorokannya terasa kering. "Tidak ada komunikasi sama sekali, Pak. Nomor saya masih diblokir."

"Begitu..." pengacara itu manggut-manggut.

"Jika Mbak Dilara dipanggil secara patut oleh pengadilan namun tidak hadir hingga dua atau tiga kali persidangan tanpa alasan yang sah, majelis hakim bisa memutus perkara ini secara verstek. Artinya, perceraian Mas Kevin akan langsung dikabulkan tanpa perlu proses mediasi yang berkepanjangan."

Mendengar kata verstek, dada Kevin justru makin berdenyut nyeri. Ia menunduk dalam-dalam, meremas jemarinya. Bukan ini yang aku mau... Aku cuma mau melihatnya sekali saja.

Tak jauh dari situ, di balik salah satu pilar besar koridor, Asha berdiri anggun dengan gaun terusan warna merah marun dan kacamata hitam yang bertengger di kepalanya. Ia tidak ikut duduk di samping Kevin demi menjaga citranya, namun matanya mengawasi setiap pergerakan pria itu bagai elang.

Pintu Ruang Sidang 2 mendadak terbuka. Seorang petugas pengadilan melangkah keluar membawa setumpuk berkas.

"Nomor antrean 07! Perkara gugatan cerai talak atas nama Kevin Pratama bin Handoko melawan Dilara Paramitha binti Fulan Silakan masuk ke ruang sidang!"

Kevin langsung berdiri tegak seolah tersengat listrik. Matanya menyapu sekeliling koridor yang dipenuhi orang saling berlalu-lalang.

"Dilara... Kamu di mana?" gumam Kevin parau, menyusuri setiap sosok berhijab yang berjalan di koridor.

"Mas Kevin, mari masuk," bisik pengacaranya menepuk bahu Kevin.

"Tunggu sebentar, Pak! Mungkin dia terhambat macet, atau..." Kevin menolak melangkah, matanya membelalak panik mencari sosok yang tak kunjung muncul.

Di dekat pilar, Asha menahan senyum kemenangannya. Ia melangkah anggun mendekati Kevin, lalu menepuk lengan pria itu dengan raut wajah dibuat sehati-hati mungkin.

"Kev..." panggil Asha lembut, suaranya dipasang serendah mungkin.

"Jangan begini. Kamu malu dilihat orang-orang. Kamu lupa apa yang Dilara katakan waktu itu lewat telepon?"

Kevin menoleh kaku ke arah Asha. "Apa maksudmu, Sha?"

"Dilara sendiri yang bilang kan? Dia tidak akan pernah sudi membuang waktunya untuk datang ke tempat ini," tutur Asha dengan nada manis yang beracun.

"Dia sengaja tidak datang agar sidang ini cepat selesai secara verstek. Dia sudah sadar akan posisinya dalam hidup kamu. Sekarang tinggal kita selesaikan urusan perceraian ini setelahnya kita urus dokumen pernikahan kita,"

"Ah... Iya," bisik Kevin goyah, walau di dalam hatinya ia tahu Asha menyuarakan ketakutan terbesarnya.

"Panggilan kedua untuk Pihak Pemohon dan Termohon perkara nomor 07!" panggil petugas pengadilan kembali dengan suara lebih lantang.

"Mas Kevin, kita harus masuk sekarang," desak sang pengacara tegas.

"Hakim sudah menunggu di dalam."

Dengan bahu yang merosot layu dan mata yang meredup penuh kekecewaan, Kevin akhirnya membalikkan badan. Langkah kakinya terasa begitu berat saat menapaki lantai dingin ruang sidang. Ia melangkah masuk meninggalkan ruang koridor yang hampa, ruangan yang menegaskan bahwa Dilara memang tak pernah ingin kembali ke dalam jalurnya.

Di luar pintu yang perlahan tertutup rapat, Asha menyunggingkan senyum kemenangan yang sempurna. Ia merapikan gaunnya, bersedekap dada, dan berbisik mantap pada dirinya sendiri.

"Satu langkah lagi, Kevin... Dan kamu akan sepenuhnya jadi milikku."

Dua minggu setelah persidangan pertama yang menyisakan kehampaan, Kevin duduk di sebuah kedai kopi remang-remang di kawasan Cikini. Di hadapannya, seorang pria bertubuh tegap dengan jaket kulit hitam mendorong sebuah amplop cokelat tebal ke tengah meja.

"Satu minggu ini saya mengintai tempat-tempat yang biasa didatangi kerabat mantan istri Mas Kevin," ujar pria itu adalah Rian, seorang penyelidik swasta, dengan suara rendah.

Kevin menyambar amplop itu dengan tangan gemetar. "Kamu ketemu Dilara? Dia tinggal di mana, Rian? Dia aman, kan? Dia tidak kekurangan uang?"

"Sabar dulu, Mas," Rian menyesap kopinya tenang.

"Saya sempat mengintai rumah sahabatnya, Nisa. Memang tidak ada pergerakan di sana. Tapi tiga hari lalu, tim saya memantau sebuah rumah mewah. Saya dapat foto ini."

Kevin dengan cepat menarik lembaran foto dari dalam amplop. Matanya bergetar saat melihat sosok wanita berhijab abu-abu sedang membimbing seorang anak kecil masuk ke dalam mobil MPV hitam di halaman rumah megah. Wajah Dilara di foto itu tampak tenang, bahkan ada garis senyum tipis di bibirnya, senyum yang tak pernah Kevin lihat selama beberapa bulan terakhir pernikahan mereka.

"Dia... dia kerja di sana?" bisik Kevin, dadanya teremas ngilu.

"Betul. Dia bekerja sebagai pengasuh anak dari keluarga pengusaha ternama, keluarga Adrian," jelas Rian.

"Pemilik rumah itu Pak Adrian, tapi anak yang dia asuh adalah cucu dari anak sulungnya... Elian Adrian. Presdir Utama Adrian Group."

"Elian Adrian?" Kevin menatap foto itu tanpa kedip.

"Siapa dia?"

"Pria muda, sukses, dan sangat protektif pada keluarganya," sahut Rian.

"Saya sarankan Mas Kevin hati-hati kalau mau mendekat. Penjagaan di rumah itu sangat ketat, dan dari laporan anak buah saya, Pak Elian sendiri yang memasang instruksi agar orang asing tidak sembarangan mendekati pengasuh keponakannya."

Tiba-tiba, ponsel Kevin di atas meja berdering nyaring. Nama Asha terpampang di layar. Kevin dengan cepat menyembunyikan amplop cokelat itu ke dalam tas kerjanya sebelum menjawab.

1
Lia Rahmawati
Alhamdulillah selamat dilara,udah tegang banget😔
Iffanaya 😽
lanjut Thor, bikin deg²an wey pls tu Rani langsung dobrak pintu nya gk usah manggil petugas keamanan kelamaan wey
Rohmi Yatun
haduuhh bikin deg2an aja ni... lanjut thor
nely_48
Selamat ya dilara,, atas kehamilan mya
nely_48
bucin² d rmh,, ai d luaran mh dilara ga ada pengawalan
Ambu Rinddiany Thea
dilara ambu pilihin atu aja baju busui nya 🤭
Nur Bani
pak andrian itu..twrnyata bpknya eelan..di kira asistenye
Ambu Rinddiany Thea
dilara boleh gantian ga sejenak posisinya sm Ambu gt .. 🤭😩
Ambu Rinddiany Thea: sujud sukur ambu mah lmn s abah ampe ka langsing 🤣🤣🤣
total 2 replies
Lim Kursini
dunia halu emang mudah hamil kembar aku jadi iri pingin punya bayi kembar
Yam_zhie: aku juga pengen punya anak kembar. tapi inget ada bocah di rumah yang bikin emosi tiap hari. othor mengurungkan niat punya anak lagi dan tutup pabrik 🤣
total 1 replies
nely_48
ko bisa d Terima jd asisten sekretaris sih org tdk ber adab n nol etitude kya s mely
nely_48
elian kata nya kau cinta mati pd istri mu,, Knp istri tercinta mu ga ada pengawalan ketat n pengawal bayangan yg melindungi nya saat istri mu sedang tdk bersama mu ❓
mana bukti keposesifan cinta mu elian, mana ❓❓ lihat istri mu d serang, d hina staf bawahan mu loh
gemes pd elian ih😤😤
nely_48
itu peringatan buat mu ya elian n dilara,, sesuaikan standar penampilan org kaya itu hrs elegan n berkelas,,, jgn bilang sederhana. big no ya,,, semurah² nya standar gamis org kaya pst kelihatan elegan mahal biarpun tdk glamor
nely_48
gagal ngadon kn elian,, gmn mau jd baby triplets ath dilara
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg nyered awakna make kuda talian hela beheng na 🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Good/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ko aku malu sendiri ya bayangin liat s mely kaya gt , pd amat gt ya , emang mau gt elian sama makhluk jadi2an modelan gt , 😩 yasallam
Puspita Sari
saya pikir malah bibit pelakor tdi 🤣
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh aya2 bae nya , tah kitu jelema kurang adab jg etitud teh nanaon anu d nilai teh pisik jg penampilan , karek jadi sekertaris sifat kitu komo mun , yaaaa gt tea lah 🤭
Ambu Rinddiany Thea
yaaah gagal dong mau bikin adek buat 3 kurcaci itu 🤭😄
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hancur sudah rencana kamu ellian
nely_48
jgn lh terlalu posesif ath elian,, ga baik jg buat tumbuh kembang ayla nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!