Kalin Arsila Cayapata gadis 18 tahun yang punya pacar mata duitan, hubungan backstreet dari orangtua membuatnya harus bertemu sang pacar seperti maling, ngendap-ngendap sampai akhirnya dia bertemu denga Raksa Kamaludin, karyawan swasta biasa yang sampai umur 27 tahun belum juga nikah, yanh menyadarkan dia bahwa punya pacar matre itu bukan hanya bikin kantong bolong tapi bikin pengen nonjok.
Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepala Gue Nyut-nyutan!
"Gue kasih ini sama ibuk, ya? lo langsung naik aja nggak apa-apa," ucap Nova santai.
"Gue tunggu disini, nggak enak main masuk kamar lo gitu aja!" kata Kalin padahal mah dia ogah Kalau ketemu si abangnya Nova.
Kalin nungguin Nova di ruang tengah, sementara nova sendiri lagi ngetokin kamar orangtuanya.
Dan beberapa saat kemudian ibu Selvi keluar.
"Buuk, ini titipan dari abang..." Nova ngasihin langsung bungkusan kain dari Raksa.
"Lah emang abang kamu kemana? kok dikasihin sama kamu?"
"Nggak tau, orangnya langsung naik ke atas. Udah ya, Buuuuk. Nova lagi kedatengan Kalin nih..." kata Nova yang nunjukin keberadaan kalin yang lagi liat-liat foto yang dipajang di dinding.
"Kaaaan, salah lagi! ibuk kan mintanya warna abu-abu, kenapa dia belinya warna item? ck, nggak bener nih!" ibu merepet setelah ngeliat barang yang dibeli anaknya ternyata nggak sesuai dengan apa yang diperintahkannya.
Ibu masukin kain ke dalam keresek dan menghampiri Kalin yang diikutin sama Nova, "Eh, Kalin. Udah lama nggak keliatan..."
"Tantee...." Kalin berbalik dan segera menyambut tangan ibu Selvi.
"Nova, bikin minuman buat Kalin. Ibuk mau ke atas, ke kamar abang kamu..." kata ibu Selvi yang pastinya akan minta ganti rugi, lha wong yang dibeli bukan sesuai apa yang disuruh.
"Kalin anggap aja rumah sendiri ya," ibu Selvi ramah.
'Iya, Tante..." kalin ngangguk dengan senyumannya.
Nova yang ngeliat ibunya udah naik tangga pun nawarin Kalin buat minum apaan, Kalin cuma jawab yang dingin dan yang manis. Sementara Nova bikin minuman, Kalin nunggu di ruang tengah. Dia nggak enak main naik ke atas, ya meskipun Nova dan dia udah temenan lama ya. Tapi tetep aja nggak etis rasanya kalau main nyelonong aja.
"Kita disini dulu aja, yaaak?" suara Nova tiba-tiba ngangetin Kalin.
"Kenapa?" Kalin pura-pura nggak tau.
"Gue lupa, gue lagi nungguin kang bakso depan rumah. Gimana kalau kita duduk di teras dulu aja?" ajak Nova.
"Eh tapi gue ambil kamera dulu, yaaa? lo tunggu disini bentar. Bentaaarrr ajah!!" Nova belum ngejelasin apan yang akan dia lakukan kenapa butuh kamera.
Sampai di lantai atas, Nova ngeliat abangnya yang pakai kaos dan celana pendek, manyun sambil garuk-garuk kepalanya. Kayaknya lagi diomelin sama ibu.
"Marahin aja, Buuuuk!!" Nova ngomporin.
Belum juga Raksa menimpali, Nova udah duluan masuk ke kamarnya ngambil kamera yang dia beli dengan hasil tabungan. Dia ngibrit ke bawah lagi sebelum dapet pelototan dari Raksa yang emang kedengeran lagi diceramahin sama ibu yang minta dia balik lagi ke toko kain dan beli kain yang sesuai sama pesenan ibu.
"Ke depan yuk, Lin...!" kata Nova yang seketika udah nyampe di lantai bawah dan bawa minumannya sendiri. Kalin pun ngekorin Nova dari belakang.
Nova lalu menaruh gelas tinggi yang berisi minuman dingin, dan mulai mengotak atik kamera yang ada di tangannya, "Berhubung ada lo, ntar gue minta tolong rekamin ya?"
"Rekamin apaan?" Kalin masih pura-pura nggak tau.
"Emang gue belum pernah cerita? perasaan udah deh..." Nova garuk-garuk kepalanya, mencoba mengingat.
"Cerita apaan?"
"Cerita kalau gue sekarang ada kegiatan tambahan, ngonten mencari bakso terenak yang lewat di depan rumah gue!" jelas Nova.
"Nggak, lo belum pernah cerita tuh sama gue..."
Plaaakkk!
Nova ngegeplak lengan Kalin, "Udah! lo aja yang lupa. Orang waktu itu gue cerita kok kalau gue udah niat mau bikin konten, sesuai passion gue yang suka banget dengan segala macam bakso. Mulai dari mercon, beranak, polos keju dan lava, pokoknya gue suka apapun itu yang penting temanya bakso,"
"Inget-inget lagi deh. Waktu itu lo lagi mules-mules lagi dapet terus gue samperin di UKS, nah kan gue cerita disitu..." lanjut Nova.
Kalin muter bola matanya dan dia baru inget kalau iya bener, si Nova pernah cerita. Tapi waktu itu kan dia lagi kesakitan, jadi belum begitu ngeh apa yang lagi diceritakan Nova. Dan kali ini Kalin jadi malu sendiri, ternyata dia salah udah marah nggak jelas sama Nova. Tapi Kalin nggak menunjukkan rasa malunya, dia malah mengalihkan pandangannya ke luar.
"Mana? kok nggak lewat-lewat?" kata Kalin.
"Bentar lagi paling,"
"Eh tapi lo nggak bonjrot kalau kebanyakan makan bakso?" Kalin ngingetin.
"Inget bentar lagi kita ujian, kayaknya baru kemarin lo ijin sakit. masa iya minggu ini juga ijin lagi?" lanjut Kalin, dia fokus sama temennya itu sampai dia lupa dengan perasaannya yang lagi nggak enak perkara jual cincin hadiah.
"Nggak, kali ini gue makan nggak pakai banyak sambel. Habis ini gue juga libur bikin kontennya. Cuma sekarang kepala gue lagi nyut-nyutan aja, makanya gue pengen makan bakso," kata Nova yang kemudian disambut dengan suara mangkok abang bakso yang dibunyikan.
"nah itu dia!" Nova beranjak dan menyerahkan kameranya pada Kalin.
"Gue jadi kang rekam nih ceritanya?" tanya kalinyang ngikutin Nova keluar pagar rumah, sambil ngarahin kamera pada temannya itu.
"Udah di rekam belum?" tanya Nova.
Kalin cuma nunjukin jempol kanannya yang berarti 'udah'. Dan mulai deh tuh Nova beraksi, mulai dia nyetop si abangnya dan mulai ngubek-ngubek panci yang isinya bakso gede-gede.
"Bikinin 3 porsi ya, Bang!" suruh Nova.
"Cut Lin cut..?!!!!" Nova melambai ke arah kamera. Kalin pun menurut.
"Saya ambil mangkok dari dalam, jangan dibikin dulu, Bang!!!!" kata Nova.
Setelah beberapa saat, dia balik lagi dengan mangkok berwarna putih, "Nih, Bang?!!" kata Nova.
"Maap, ini saya lagi di shooting, Mbak?" tanya si abang bakso.
"Iya, makanya bikin yang enak!"
"Sebentar kalau gitu," abang bakso gratakan nyari sesuatu di laci, ternyata dia sisiran dulu dan setelah selesai dia bilang gini, "Udah siap saya, Mbak!" ucap si abangnya.
Nova dan Kalin cekikikan sendiri ngeliat si abang bisa klimis banget, dan hati-hati saat meracik bakso yang katanya sih bisa bikin melayang sampe langit ke sembilan.
Dibantu sama abangnya, Nova ngangkut si mangkok bakso tadi, "Haduhh, panasshhh!" ucap Nova saat berhasil meletakkan mangkok di atas meja.
"Ditaruh disitu aja, Bang?!!" kata Nova nunjuk meja yang ada satu mangkok yang dia bawa dengan penuh perjuangan.
"Oh ya, ini uangnya ya!" cewek cantik itu ngeluarin sejumlah duit buat si abangnya yang udah bersedia kalau mukanya bakal nongol di channelnya Nova, katanya sekalian numpang ikut eksis. Lumayan, kali aja baksonya bisa laris manis tanjung kimpul.
Dan baru juga mau disorot kamera, tiba-tiba ada tangan yang nyamber satu mangkok dari atas meja, "Buat gue satu ya, Nov!" Raksa keluar dengan cuma pakai celana pendek dan yang nyetak badannya.
"ABAAAAAANGGGGG?!!!" teriak Nova yang kesel acara syutingnya diganggu Raksa.