Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 17
terdengar gemericik air dari kamar mandi dimana Juniar mandi
Sulhan menyibakan selimut yang tadi di gunakan Juniar, dilihat nya bercak darah diatas sepre yang memang berwarna cerah.
ponsel Sulhan berdering berkali - kali namun di abaikan oleh Sulhan.
setelah selang beberapa menit, Juniar keluar dari kamar mandi. Juniar melihat Sulhan terduduk di tepi ranjang.
" tolong keluar, Aku mau pakai baju"
" Kita sudah saling melihat bukan??"
" Kamu sudah ambil hak mu"
" jangan ucapkan itu "
" tolong, Aku mau pakai baju" ucap Juniar menatap Sulhan
Sulhan melihat wajah Juniar yang sangat pucat
" Setelah ini kita ke dokter"
" Tidak perlu, Aku baik - baik saja. percayalah, tolong keluar dulu. setelah Aku selesai berpakaian, Aku akan keluar dari rumah ini dan tolong katakan kepada Mus antarkan Aku sampai Bandung"
" Apa maksud kamu???"
" Aku ingin pulang ke Bandung, Mus sudah janji. kalau tugasku sudah selesai dia akan mengantarkan Aku sampai ke Bandung"
" kamu ingat perjanjian yang kamu tanda tangani, ada point dimana pihak kedua hanya boleh keluar dari rumah ini setelah pihak pertama yang meminta "
" Lupakan perjanjian itu, aku hanya menjual keperawanan Aku. kamu sudah dapatkan, jadi semua selesai "
" kamu tidak akan pulang kita akan menikah"
" menikah???"
" Iya Aku akan bertanggung jawab atas semua yang Aku lakukan kepada kamu"
" tidak perlu, pernikahan bukan main - main. Kita tidak saling mencintai, bahkan Aku tidak tahu bagaimana rasa nya mencintai lawan jenis" ucap Juniar
" Saya hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah saya perbuat kepada kamu"
" Tidak perlu repot - repot, Tuan sudah membayar saya, .............20 milyar " ucap Juniar
" Aku tidak peduli dengan uang itu, dan kamu gunakan untuk apa uang itu. Pokoknya kita akan menikah" ucap Sulhan dan meninggalkan Juniar
------- saat keluar kamar Juniar Sulhan dikagetkan dengan rangkulan Mamih nya
" Kenapa telpon Mamih tidak di jawab, benar kamu mau menikah.????" tanya mamih Sulhan dengan senyum mengembang
" Iya "
" akkhhh sujud syukur allhamdulillah, tadi Mus telepon dan memberitahu Mamih. sekarang Papih dan adik kamu sedang mengurus semuanya. kamu tenang saja ya "
" Makasih Mih"
" dimana kamar Juniar???"
Mendengar pertanyaan Mamih nya, Sulha hanya melirik pintu dimana dirinya keluar dari kamar tersebut.
" Plakkkk " pukulan manja mendarat di pangkal lengan nya
" Jangan bilang kalian sudah melakukan sesuatu, Mamih tidak mau ya cucu mamih lahir lebih cepat" ucap mamih Sulhan
" berdo'a saja Mih " ucap Sulhan meninggalkan Mamih nya yang masih berdiri sambil bengong.
" Sulhan,....Sulhan kamu jadi nakal ya!!!" ucap Mamih nya namun diabaikan Sulhan
" Ah ya Tuhan maafkan kelakuan anak hamba" mamih Sulhan bergumam.
Mamih Sulhan mengetuk pintu kamar Juniar, Juniar yang mendengar ketukan pintu memilih mengabaikannya. Juniar mengira itu Maya.
ketukan pintu berkali kali terdengar sampai Juniar menyelesaikan berpakaian nya.
" Masuk Maya!!!"
mendengar suara Juniar, Mamih Sulhan tersenyum dan masuk ke dalam kamar Juniar
" Sayang " kata pertamq yang terdengar oleh Juniar saat menyisir rambutnya yang basah sampai dia melirik ke arah suara.
Juniar melihat sosok perempuan yang sangat dia kenal saat menemani Sulhan di acara ulang tahum adik nya.
" Nyonya...eh Mamih "
" Sayang " ucap Mamih Sulhan dan mendekat lalu mendekap Juniar dan mengusap punggung Juniar
Mamih Sulhan lalu merapikan anak rambut Juniar, rambut basah Juniar masih terlihat jelas oleh Mamih Sulhan, Mamih Sulhan tentu tahu kenapa rambut Junisr basah dan hanya bisa menarik nafas panjang.
" Selamat ya akhirnya kalian akan menikah " ucap Mamih Sulhan yang membuat Juniar tidak bisa berkata apa - apa.
Mamih Sulhan tahu nya mereka memang berpacaran bukan bertemu dengan cara yang aneh apalagi dengan perjanjian dan bayaran dengan nominal uang 20 M disebuah situs online.
" Terimakasih ya karena sudah mau menikah dengan Anak Mamih"
mendengar ucapan mamih nya Sulhan, Juniar tidak bisa berkata apa - apa. tubuhnya berasa remuk dan tidak bertenaga, hanya sedikit senyum di ujung bibir yang dia sunggingkan kepada mamih nya Sulhan
" Saya hanya ingin pulang ke Bandung, bukan menikah " gerutu Juniar di dalam hati
" Kamu belum hamil kan Nak??"
mendengar pertanyaan Mamih Sulhan, Juniar merasa dunia nya kembali berhenti berputar.
" hamil??" gumam Juniar mengulang pertanyaan Mamih Sulhan
" Hamil??" ucap Juniar pelan
" Iya karena kalian menikah mendadak sekali "
" Tidak Mih " jawab Juniar
" Syukurlah, malu Mamih klo seandainya kamu hamil duluan"
" Bagaimana kalau iya Aku hamil??? beban hiduo ku saja sudah begiru berat. masa iya harus ditambah beban seorang anak " gumam Juniar mengusap seluruh wajahnya.
" kamu ingin konsep pernikahan seperti apa??"
" Terserah Mamih " jawab Juniar singkat
" Baiklah kalau begitu, ayo sarapan dulu" ajak Mamih Sulhan mengusap punggung Juniar
Juniar pun sedikit mengangguk dan tersenyum, Mamih Sulhan menggiring Juniar agar berjalan lebih dulu, sebelum sampai di ambang pintu Mamih Sulhan melirik ke arah ranjang yang masih berantakan, dan di dekat pintu melihat ikat pinggang anak nya yang sang anak sulung kesayangan.
Mamih Sulhan hanya menggelengkan kepala nya sedikit.
----- tiba di tempat makan ternyata Sulhan sudah memulai sarapannya. Melihat sarapan anaknyabyang begitu banyak, Mamih Sulhan tahu bahwa anaknya sudah kehilangan banyak tenaga atas sesuatu yang sudah dia perbuat, Mamih Sulhan sampai mengusap dada nya.
" Silakan Nyonya" ucap Maya yang sudah menarik kursi untuk nyonya besar nya duduk
Mamih Sulhan duduk di kursi utama, Juniar dan Sulhan duduk berhadapan.
Mamih sulhan memperhatikan keduanya, tidak ada kata yang terucap dari keduanya.
" yakin kalian mau menikah???"
mendengar pertanyaan Mamih nya Sulhan langsung melirik ke arah Mamih nya
sedangkan Juniar langsung menghentikan kunyahan nya, makanan yang ada di mulutnya berasa sekeras batu sangat sulit untuk dia kunyah
" Kapan Sulhan tidak yakin atas keputusan Sulhan???"
" Mamih cuma memastikan"
" Iya kan sayang??? besok kita akan menikah???"
Mendengar pertanyaan Sulhan, Juniar tersenyum dan mengangguk namun Juniar tidak mampu menatap wajah laki - laki yang ada dihadapannya, kejadian tadi malam masih terbayang - bayang di ingatannya, rasa sakit dan perasaan takut masih dia rasakan.
setelah beberapa saat mereka telah menyelesaikan sarapannya.
" mamih mau menemui Papih dan adik kamu, melihat persiapan pernikahan kalian besok"
" Apa Maya perlu ikut??"
" Tidak perlu, sudah banyak pegawai. biar Maya menemani calon anak mantu Mamih" ucap mamih Sulhan sambil melirik ke arah Juniar
" Mamih pamit dulu ya sayang"
" Iya Mih " ucap Sulhan sambil mengikuti langkah Mamih Sulhan.
" Malam ini kamu jangan apa - apakan Juniar, besok kalian baru akan menikah" ucap Mamih Sulhan pelan sambil menatap wajah anaknya.
" harus kamu ketahui, pertama kali untuk perempuan itu sangat menyakitkan"
mendengar perkataan Mamih nya Sulhan teringat kembali teriakan Juniar, yang meminta ampun dan mengatakan apa yang telah dia lakukan sakit. masih terngiang di telinga Sulhan rintihan kesakitan Juniar.
" Ya sudah ya, Mamih pamit dulu, jaga anak mantu Mamih "
.
.
.
.
.
😁😁😁😁😁😁😁
makasih dukungan nya untuk novel ini❤❤
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr