NovelToon NovelToon
Penyesalan Ceo: Mantan Istriku Ternyata Konglomerat

Penyesalan Ceo: Mantan Istriku Ternyata Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

"Tandatangani ini dan pergilah dari rumahku! Anak haram di rahimmu itu bukan darah dagingku!"Devan Mahendra, CEO dingin penguasa bisnis kota, melempar surat cerai tepat di wajah Anya. Terhasut oleh fitnah kejam, Devan mengusir Anya yang sedang hamil tua di tengah badai malam. Anya pergi membawa luka sedalam lautan dan dianggap tewas dalam kecelakaan tragis

Lima tahun berlalu. Devan hidup dalam penyesalan setelah kebenaran terungkap. Namun, dalam sebuah perjamuan bisnis kelas atas, sosok wanita yang sangat mirip dengan mendiang istrinya muncul. Dia bukan lagi Anya yang miskin dan penurut, melainkan Anastasia Wijaya, putri tunggal pewaris takhta keluarga terkaya nomor satu, didampingi sepasang anak kembar yang berwajah sangat mirip dengan Devan

Saat Devan berlutut memohon ampun, Anya hanya tersenyum dingin, "Maaf, Tuan Mahendra. Anda salah orang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

happy reading guys

------------------------------

Bab 12: Eksekusi Taktis di Ujung Dermaga

Angin malam yang berembus dari arah laut utara terasa kian kencang, membawa aroma garam yang pekat berbaur dengan ketegangan yang nyaris meledak di ujung jembatan kayu dermaga.

Anastasia Wijaya mematung dengan tubuh yang gemetar dingin, sepasang netra indahnya menatap lurus ke arah Alta yang leher mungilnya masih dipiting oleh pria bertato kalajengking.

Di bawah titian jembatan, deru suara mesin kapal cepat para pelaku terdengar samar, berpadu dengan gulungan ombak laut yang hitam dan berarus deras.

Dua belas pengawal Wijaya Corps telah mengepung dengan senjata api yang terkokang sempurna, namun tidak ada satu pun yang berani menarik pelatuk.

Risiko peluru meleset dan mengenai Alta terlalu besar.

"Mundur kalian semua! Atau bocah ini akan langsung menjadi santapan hiu malam ini!"

ancam pria bertato kalajengking itu dengan raung keputusasaan yang kalap, langkah kakinya bergeser selangkah lagi mundur mendekati tepi pagar pembatas dermaga.

Anastasia mengepalkan tinjunya hingga persendian jarinya memutih, menahan gejolak amarah dan ketakutan yang amat sangat di dalam dadanya.

Sebagai pimpinan tertinggi Wijaya Corps, ia dipaksa untuk berpikir taktis di bawah tekanan maut.

Ia melirik ke arah Sekretaris Hendra, memberikan sebuah kode mata yang sangat samar.

Hendra yang tanggap segera menyentuh perangkat interkom nirkabel di telinganya, berbisik dengan frekuensi radio terenkripsi menuju atap gudang kontainer yang berada dua ratus meter di belakang mereka.

"Sniper satu, sniper dua... apakah kalian sudah mendapatkan visual bersih dari target?"

"Sinyal buruk akibat angin kencang, Pak. Target terus bergerak menggunakan tubuh anak kecil sebagai tameng. Kami butuh waktu sepuluh detik dalam posisi diam untuk melepaskan tembakan melumpuhkan," jawab penembak jitu Wijaya Corps dari seberang radio.

Mengetahui situasi tersebut, Anastasia mengambil satu langkah maju.

Ia menurunkan pandangannya, menatap pria bertato kalajengking itu dengan ekspresi wajah yang mendadak melunak, seolah ia mulai menyerah pada keadaan demi mengulur waktu yang dibutuhkan tim penembak jitu.

"Tunggu! Jangan lakukan itu!" teriak Anastasia, suaranya sengaja dibuat bergetar demi mengecoh konsentrasi pelaku.

"Saya akan memenuhi semua tuntutan Siska Amalia! Saya akan menandatangani kembali investasi dua triliun rupiah untuk Mahendra Group sekarang juga! Saya juga akan mentransfer uang lima puluh miliar ke rekening kalian malam ini! Tolong... turunkan putraku..."

Mendengar janji nominal fantastis tersebut, sepasang mata pria bertato kalajengking itu seketika berkilat penuh keserakahan.

Konsentrasinya terpecah, Langkah kakinya yang semula berada di tepi pembatas dermaga bergeser sedikit ke tengah jembatan, menjauhkan Alta dari jangkauan langsung permukaan air laut.

"Bagus! Suruh sekretaris bodohmu itu mengetik surat perjanjiannya sekarang juga di atas dokumen!" bentak pria itu penuh kemenangan yang prematur.

Namun, pria itu melupakan satu hal penting, anak yang sedang berada di dalam cengkeramannya bukanlah anak kecil biasa.

Alta memiliki kecerdasan gifted yang mampu membaca situasi secara kilat.

Saat merasakan cengkeraman tangan penculik itu sedikit melonggar akibat keserakahan, Alta langsung melirik ke arah bayangan lampu sorot mobil yang memantulkan siluet pengawal di belakangnya.

‘Sekarang...’ batin Alta dengan ketetapan hati yang dingin.

Tanpa peringatan, Alta menghentakkan kepala belakangnya dengan sekuat tenaga ke arah hidung pria bertato kalajengking tersebut.

Brak!

"Arghhh! Bangsat!"

pria itu memekik kesakitan saat tulang hidungnya berderak akibat hantaman mendadak dari Alta.

Refleks, kedua tangannya terlepas dari tubuh Alta demi memegangi wajahnya yang mengalirkan darah segar.

Alta menjatuhkan dirinya ke atas papan kayu dermaga, lalu berguling cepat menjauh dari posisi pelaku.

"TEMBAK SEKARANG!!!" raung Hendra memberikan instruksi mutlak melalui radio.

Duar!

Satu dentuman senapan penembak jitu menggema keras membelah malam pesisir utara.

Peluru kaliber tinggi melesat dengan akurasi sempurna, menghantam telak lutut kanan pria bertato kalajengking hingga pria itu melolong hebat sebelum akhirnya ambruk ke atas lantai jembatan tanpa sempat menggapai senjatanya kembali.

"Alta!"

Anastasia melepaskan diri dari barikade pengawal dan berlari secepat badai, menjatuhkan tubuhnya ke atas papan kayu demi mendekap erat tubuh putra sulungnya yang akhirnya berhasil terlepas dari maut.

Air mata haru dan kelegaan luar biasa mengalir deras membasahi daster dan jas formalnya.

"Maafkan Mami, Sayang... Mami di sini..."

Alta melingkarkan lengan kecilnya di leher Anastasia, menyandarkan kepalanya yang lelah di pundak ibunya.

"Alta tahu Mami pasti datang," bisik bocah itu dengan nada datar namun sarat akan rasa aman.

Sementara para pengawal Wijaya Corps bergerak cepat melumpuhkan sisa penculik dan mengamankan kapal cepat, sebuah mobil SUV hitam lain mendadak tiba di lokasi dermaga dengan kecepatan tinggi.

Pintu mobil terbuka, memunculkan sosok Rian—asisten pribadi Devan Mahendra—bersama beberapa anak buah keamanan Mahendra Group yang tampak memegang senjata.

Rian berlari mendekati Anastasia dengan napas tersengal-sengal, lalu membungkuk hormat penuh penyesalan.

"Nona Anastasia... saya datang terlambat atas perintah terakhir Tuan Devan sebelum beliau kehilangan kesadarannya di ruang operasi."

Anastasia berdiri sembari menggandeng Alta yang baru diselamatkan.

Sorot matanya kembali berubah menjadi sedingin es saat menatap asisten mantan suaminya tersebut.

"Bagaimana kondisi bosmu?"

"Tuan Devan... saat ini sedang berada di dalam ruang ICU dalam kondisi kritis pasca-operasi besar, Nona. Dokter bilang peluangnya melewati malam ini sangat tipis akibat pendarahan dalam,"

jawab Rian dengan nada parau, menatap nanar ke arah si kembar yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan atasannya yang sedang sekarat.

"Tuan Devan hanya menitipkan pesan... agar saya memastikan keselamatan anak-anak Anda dengan taruhan nyawa kami semua."

Anastasia terdiam sejenak.

Informasi tentang Devan yang berada di ambang kematian tidak memicu rasa puas di hatinya, melainkan sebuah kekosongan yang aneh.

Ia memalingkan wajahnya, menatap ke arah Sekretaris Hendra yang baru saja menerima sebuah panggilan telepon baru dari tim siber pusat kota.

"Nona Anastasia, tim kita di Jakarta baru saja berhasil mendobrak apartemen Siska Amalia," lapor Hendra dengan senyuman dingin.

"Wanita itu sudah berhasil kita amankan sebelum sempat melarikan diri ke luar negeri. Seluruh bukti digital pemerasan dan rekayasa fitnah lima tahun lalu kini sudah berada di tangan hukum."

Anastasia menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan dominasi yang mutlak.

Benang takdir penderitaannya selama lima tahun kini telah resmi selesai, digantikan oleh kebangkitannya sebagai seorang Ratu Wijaya Corps yang sesungguhnya.

Siska telah hancur, Mahendra Group berada di ambang pailit, dan Devan kini sedang bertaruh nyawa di atas ranjang rumah sakit demi membayar seluruh dosa masa lalunya.

------------------------------

Bersambung

1
Ifana
padahal kk nya dipenjara, siapa orang dibalik menghilang nya Siska 🤔
Anonim
AWOKAWOK CERITA BALIKAN LAGI AWOKAWOK LAWAK
Finus Ina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!