NovelToon NovelToon
TRIO DUDA

TRIO DUDA

Status: tamat
Genre:Duda / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:207.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pradana Putri

Althaf Sarfaraz Xaquil (AL)

Bara Arsenio Khasaf (BARA)

Christian Xaverio Smith (CHRIS)

Tiga orang pria tampan, mapan dan memiliki kepribadian, rumah mewah pribadi, mobil mewah pribadi, semua yang sifatnya pribadi dan mewah.

Satu yang tidak mereka miliki, ISTRI!

Trio Duda bercerita tentang kehidupan sehari-hari 3 orang duda yang relah bersahabat sejak dibangku SMA.

Mereka pernah membina rumah tangga namun berujung dengan nasib yang sama alias ketiganya kini menyandang status DUDA!

Bagaimana keseruan TRIO DUDA dalam keseharian mereka yang tentu saja msmbuat kaum hawa disekitarnya ketar-ketir.

Apakah mereka kembali dipertemukan oleh jodohnya?

Semoga dapat menghibur readers semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tasya Laudya Athallah

Bara menepati janjinya pada Om Taka untuk datang kerumah sahabat kedua orang tuannya itu.

Bagaimanapun Bara punya unggah ungguh ia menyempatkan diri sekedar membawa buah tangan kerumah sahabat mendiang Papi dan Maminya.

Sebuah toko kue langganan Bara, ia sengaja mampir untuk membeli sebagai buah tangan yang akan Bara bawa kerumah Om Taka.

Bara yang melihat 1 buah kue dirasa cocok sebagai bingkisan yang menemaninya dalam kehadiran pertama dirumah Om Taka.

"Mbak cheese cake nya satu, segera di bungkus ya, ga pake lama!" suara wanita yang langsung meminta pelayanan toko mengemas pilihannya.

Bara mengerutkan dahinya, mau marah tapi bagaimana ia sendiri salah kenapa tidak langsung meng keep pilihannya.

"Ok terima kasih." wanita itu membawa kue yang sudah ia beli segera keluar dari toko kue.

"Bapak mau yang mana?" pertanyaan pelayanan toko membuyarkan perhatian Bara pada wanita dengan stelan jaket kulit dan jeans hitam lengkap dengan kacamata hitamnya.

"Red velvet saja deh 1." Bara memilih cake yang tadi berada disebelah cheese cake tersebut.

Setelah siap Bara memilih melanjutkan perjalanannya menuju share lock yang dikirim oleh Om Taka pada Bara.

Malam hari lalu lintas masih pada dengan jam pulang kerja bagi sebagian orang.

Bara memutar musik mendengarkan dengan santai menghibur diri agar ga stress dengan kemacetan dihadapan matanya.

Sedikit lebih lama dari perkiraan Bara, akhirnya Bara sampai pada sebuah bangunan mewah yang lebih tepatnya bagi istana dengan mode klasik yang begitu mendominasi.

Bara yang akan masuk seketika ditanya oleh security dirumah mewah tersebut.

"Silahkan masuk Pak. Tuan Taka sudah menunggu di dalam."

Bara membuka pintu mobilnya yang kini beralih kepada seorang pegawai dirumah tersebut.

Bara melihat sebuah sepeda motor yang tak asing seakan ia pernah bertemu dengan kendaraan beroda dua itu.

"Mari silahkan, Tuan Taka sudah menunggu di dalam." seorang asisten rumah tangga menuntun langkah Bara menuju keberadaan si pemilik kediaman mewah ini.

"Bara, selamat datang." Pak Taka memeluk Bara.

"Terima kasih Om. Maaf aku telat. Tadi jalanan macet. Ya klise sih, tapi benar adanya." Bara selalu bisa membuka percakapan kepada lawan bicaranya. Maklum aja pengacara gitu loh!

"Ya, itulah mengapa Om ingin segera tenang. Jakarta terlalu macet!" Om Taka tertawa sambil ia mengajak Bara duduk di ruang keluarganya.

"Bi, tolong panggil Tasya. Suruh kesini." perintah Om Taka pada ART rumahnya.

"Baik Tuan."

"Begitulah Bara, Om pusing harus bagaimana mengatur Tasya. Perempuan tapi sulit sekali diatur!"

Bara menangkap hubungan bapak dan anak dihadapannya sepertinya kurang baik.

Taka dan Bara mengobrol bersama mereka tampak cair dan ada saja yang mereka perbincangkan.

Hingga yang ditunggu akhirnya datang juga.

"Ya ampun Tasya, Papa bilang kamu mandi, ini malah masih belum ganti baju! Kenalkan ini pengacara Bara yang akan menjadi tim lawyer perusahaan kita sekaligus anak dari sahabat Papa. Bara ini Tasya putri Om." Pak Taka memperkenalkan keduanya.

"Tasya Om!" Tasya mengulurkan tangannya pada Bara dengan santai.

"Anjr!t nih cewek emang gw setua itu dia panggil Om!" batin Bara dalam hati mengumpat.

"Bara. Panggil aja Bara tanpa Om ya!" Bara mencoba bersikap santai.

"Sok muda!" Tasya membolakan matanya segera melepas tangannya dari jabat tangan Bara.

"Tasya kamu yang sopan! Maaf Bara Tasya memang begitu!" Pak Taka tak enak hati dengan sikap putrinya.

"Aku balik kamar ya Pa!"

Belum sempat Tasya bangkit Pak Taka sedikit meninggikan suaranya.

"Kamu tetap duduk disitu. Ada hal yang mau Papa bicarakan!" tegas Pak Taka.

Tasya kembali duduk dengan malas ia menyenderkan punggunggnya sambil menyilangkan kaki dihadapan Papa dan Om-Om yang ia ga kenal sebelumnya.

"Mulai besok kamu ke kantor! Kamu akan didampingi Bara, jangan coba-coba kabur! Atau motor kesayangan kamu Papa bakar sekalian!" gertak Pak Taka.

"Papa jangan lebay gitu dong! Kemaren ngelarang aku gaul sama Jerry! Sekarang ngancem mau bakar motor aku! Mau Papa apa sih!" Tasya meninggikan suara pada Pak Taka, Papanya.

"Mau Papa, Kamu urus perusahaan. Jangan keluyuran dengan berandal ga jelas perebut istri orang! Mau jadi apa kamu bergaul dengan dia!" Pak Taka terlihat mengepalkan tangannya menahan kesal dengan sikap putri semata wayangnya.

Bara melihat tersebut reflek mendekat pada Pak Taka, bagaimanapun Bara sudah tahu kondisi kesehatan Pak Taka.

"Papa ga usah sok tahu nilai Jerry begitu! Lagi pula salah sendiri tuh Tante-Tante udah punya suami ngapain ngajak Jerry selingkuh! Alasan lagi suaminya ga ada waktu plus impoten!" Tasya tidak tahu orang yang ia bicarakan berada diruang yang sama dengannya.

"Emang tuh perempuan ga ada moral! Dia yang selingkuh malah nuduh gw impoten!" batin Bara kesal dengan fitnahan sang mantan istri.

"Pokoknya Papa ga mau dengar alasan apapun. Besok kamu harus berangkat ke kantor dan Bara akan mengawasi kamu! Kalau kamu berani menentang Papa jangan salahkan, semua teman-teman kamu yang minus attitudenya bakal Papa bikin kapok! Terutama si brandal itu! Ga ada bagusnya kamu dekat-dekat sama dia!" Pak Taka memegang dadanya namun ia tahan.

Tasya menatap tajam pada Bara.

Bagi Tasya Bara entah datang darimana meski ia tahu Papanya mengatakan Bara adalah pengacara terkenal.

Tasya yang memang tidak mengikuti berita dan infotainment tidak mengenal Bara siapa.

Tasya hanya tahu keberadaan Om-Om yang dibawa Papanya adalah pengganggu kebebasannya yang sebentar lagi bakal terkekang.

"Ok. Tasya akan turuti mau Papa. Besok Tasya ke kantor. Tapi Tasya ga mau Om-Om ini ngikutin Tasya terus! Emang si Om ga punya kerjaan!" Tasya mendongakkan wajahnya di depan Bara.

"Wah ni akan kudu gw tatar kayaknya. Bara Arsenio Khasaf ga punya kerjaan. Hello! Lo bakal tahu siapa gw cewek sombong!" kata-kata itu hanya terucap dalam hati Bara.

Bara mendekati Tasya.

"Siapa bilang Saya ga punya pekerjaan! Pekerjaan Saya mulai saat ini adalah mengawasi putri manja, pembangkang dan susah diatur! Kamu perempuan, putri sekaligus pewaris Pak Taka Athallah yang senang keluyuran ga jelas dengan pria perusak rumah tangga orang! Satu lagi Om Taka, maaf jika Saya tidak segan untuk sedikit kejam pada putri Om yang manja!" Bara tersenyum smirk menatap Tasya yang menantang pada Bara dengan tatapannya.

"Silahkan Bara. Kamu sudah Om berikan wewenang penuh mengawasi Tasya. Laporkan jika Tasya kabur dan macam-macam."

Om Taka dan Bara kemarin memang sudah membahas bagaimana cara agar Tasya mau menurut mengikuti keinginan Pak Taka untuk menggantikannya karena kondisi kesehatan Pak Taka yang sudah perlu penanganan medis dan diperkirakan tak lama lagi.

Tasya dengan menghentakkan kakinya ia meninggalkan ruang keluarga dengan hati kesal.

Sementara mendapat energi Bara merasa tertantang dengan sikap Tasya.

"Dasar cewek bau kencur! Paling dia bakal terpesona dengan ketampanan seorang Bara Arsenio Khasaf, pengacara top yang ganteng pool maksimal!" batin Bara membanggakan dirinya sendiri.

1
Neng geulis
Luar biasa
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Harry
luar biasa
yunita
lnjut thoorrrrrr bikin hamil bareng semua klu bs ank kembar semua thorrr kan seru......
Riaaimutt
q tak meneng, kekuatan ku wes entek
Riaaimutt
mak2 provokator 😆😀😭👍
Riaaimutt
pake nyalahin orang lagi 😆😆
Riaaimutt
wot 😭😭
Riaaimutt
insting emak2
Kartini Rotua Situmorang
alurnya maju mundur
Riaaimutt
bara yang cerdas 😆😆
Riaaimutt
eak.. 😆😆
Riaaimutt
kocaklah si bia
Erlinda
heran deh Thor trio duda udah pada berumur tapi kok dengan cewek seperti anak ABG malu malu sok jaim hadeeeh..yg wajar napa sih trio duda klo suka yg bilang suka ntar diambil org baru tau udah tua masih aja gengsian ingat umur
Erlinda
rasain lu Tasya jd anak kok kepala batu banget ga sayang sama org tua
Ryan Jacob
baguus...
Hesti Pramuni
Thankyuuu thoor...
😘😘😘
Hesti Pramuni
habiis minum teh tubruk nih, dok...
Hesti Pramuni
lah! situ dah gass pooll lom, Ra..?
Hesti Pramuni
men dramakan hati boss...
melasseh....rek..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!