NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makin Menjadi

Waktu itu,

Hagia penasaran dengan Adipati yang dicari-cari Azalea. Sembari mencari-cari kejelasan lewat orangtua Adi, Hagia juga waktu itu pulang ke rumah. Iya, dia sudah mandiri dengan tidak tinggal serumah dengan orang tua karena telah memiliki rumah pribadi sendiri. Dan di rumah itu, Hagia tinggal bersama sang adik laki-laki yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

Kepulangan Hagia malam itu sebenarnya membawa sebuah kejutan besar yang mengubah cara pandangnya terhadap Azalea. Saat sedang berbincang santai dengan sang ayah, Pak Waluyo, sebuah rahasia besar terbongkar. Dari penuturan ayahnya, barulah Hagia menyadari sepenuhnya bahwa dirinyalah sosok Adipati yang dicari-cari oleh Azalea selama ini.

Ada rasa senang yang membuncah di dada Hagia saat mengetahui kenyataan itu. Jujur saja, sejak pandangan pertama di awal pertemuan mereka, dan kemudian dipertegas pada pertemuan kedua, Hagia merasa tertarik. Ia mengagumi kepribadian Azalea yang ceplas-ceplos dan lucu, dan tentu saja, ia tak bisa menampik kecantikan gadis itu yang memikat hatinya.

Namun rasa bahagia itu sekejap saja sirna ketika Hagia teringat bahwa Azalea datang jauh-jauh ke Watuasih hanya bertujuan untuk membatalkan perjodohan mereka.

Apalagi saat teringat momen di pertemuan dengan Pak Lurah beberapa waktu lalu. Di sana ketika Azalea ditanya oleh Pak Lurah, wanita itu bersikukuh tetap menolak perjodohan itu. Bahkan Azalea sampai mengaku-ngaku bahwa ia sesungguhnya sudah memiliki pacar, juga sayang kepada pacarnya.

Patahlah sudah harapan Hagia.

Malam yang sudah dinanti-nantikan oleh anak-anak sanggar pun tiba.

Mereka sudah janjian beramai-ramai untuk menonton pertunjukan wayang. Suasana di sekitar sanggar mulai riuh dengan suara tawa dan deru motor. Namun di dalam kamarnya, Azalea masih bergeming. Ia belum dandan, belum berganti pakaian, bahkan belum melakukan persiapan apa pun. Sementara itu, teman-temannya sudah ada yang berangkat lebih dulu, dan ada pula yang baru saja bersiap-siap untuk meluncur ke lokasi.

Ponsel Azalea terus bergetar, menampilkan banyak pesan masuk. Ada pesan dari Mbak Lastri yang bertanya apakah ia sudah siap, pesan dari Siska yang mengajaknya berangkat bareng, hingga pesan dari Suci yang menanyakan keberadaannya. Pokoknya, hampir semua orang mengiriminya pesan, tapi tak ada satu pun pesan dari cowok, meskipun anggota sanggar itu banyak laki-lakinya. Bahkan Hagia pun tak mengirim pesan. Padahal laki-laki itulah yang tadi pagi mengajaknya dengan begitu semangat.

Biarlah, begitu lebih bagus kan biar Azalea tak perlu menjelaskan kenapa ia tak pergi

Sebenarnya ada rasa tidak enak yang mengganjal di hati Azalea terhadap Suci. Dialah yang awalnya mengajak Suci untuk ikut nonton bersama, tapi sekarang malah dirinya sendiri yang membatalkan niat. Tetapi Azalea mencoba melihat dari sisi positif, terutama soal persaingan antara dirinya dan Suci untuk mendapatkan perhatian Hagia. Ia merasa ini adalah kesempatan bagus bagi Suci agar bisa lebih leluasa berkumpul dengan Hagia tanpa ada dirinya yang dianggap sebagai saingan.

Sportif sekali dirimu, Azalea, bisik Azalea pada dirinya sendiri.

Dengan telaten, Azalea membalas pesan-pesan temannya satu per satu. Ia menjelaskan bahwa ia tidak bisa ikut karena sedang kedatangan tamu bulanan"l. Bawaannya malas sekali untuk keluar kamar. Sebenarnya perutnya tidak terlalu sakit, hanya kram-kram ringan khas menstruasi, akan tetapi rasa malas yang luar biasa itulah yang membuatnya enggan beranjak dari kasur malam itu.

Teman-temannya hanya menjawab "oke" dan mendoakannya agar cepat baikan. Setelah membalas pesan terakhir, Azalea pun memejamkan mata, berniat untuk segera tidur. Suara detikan jam di dinding kamar mulai terasa mendominasi keheningan. Harusnya dalam kondisi sepi seperti ini ia bisa tidur nyenyak, tapi entah kenapa dia mendadak merinding jika suasana sepi seperti ini.

Azalea tidak bisa memejamkan mata dengan tenang. Pikirannya melayang jauh ke lokasi pertunjukan wayang. Ia membayangkan kegiatan teman-temannya di sana. Pasti mereka sedang asyik menyaksikan wayang sambil bercanda, mungkin ditemani camilan rebusan kacang tanah atau jagung manis. Atau mungkin ada jajanan pasar lain yang belum pernah ia coba di Watuasih ini?

Membayangkan makanan justru membuat perutnya mendadak keroncongan. Azalea sempat terpikir untuk mengirim pesan ke teman-temannya, bertanya ada makanan apa saja di sana dan berniat menitip sesuatu. Tapi niat itu ia urungkan karena ia takut merepotkan orang lain yang sedang asyik menonton. Akhirnya ditemani rasa lapar, ia memutuskan untuk pergi sendiri ke dapur umum sanggar.

Bagi Azalea, kalau sedang lapar ia jadi tidak takut hantu. Maka ia pun beranjak bangun dan keluar dari kamarnya. Langkah kakinya melewati ambang pintu, namun Azalea tersentak hebat. Ia kaget melihat sebuah sosok yang tengah duduk santai di bangku depan kamarnya.

"Kakak? Kenapa ada di sini? Nggak ikut nonton?"

"Aku lagi ngerjain sesuatu yang mendesak, jadi tidak pergi," jawab Hagia.

Bohong. Itu adalah kebohongan besar yang Hagia buat. Memang benar ia sedang membuka laptop, tetapi itu hanya kedok semata. Alasan utamanya bukan karena pekerjaan. Sejak tadi sore mata Hagia tidak pernah lepas dari arah kamar Azalea. Ia memantau dari jauh, bertanya-tanya mengapa gadis itu tak kunjung keluar untuk bersiap-siap. Ia ingin mengetuk pintu, tapi merasa malu karena saat itu masih banyak orang lalu-lalang.

Akhirnya tadi ia sempat bertanya pada Mbak Lastri, "Lastri, Azalea mana? Dia nggak siap-siap?"

"Oh, Azalea nggak ikut, katanya lagi PMS jadi mager keluar."

Hagia hanya mengangguk kecil saat itu. Tapi di dalam hatinya ia langsung membuat keputusan untuk tetap tinggal. Ia membatalkan niatnya menonton wayang hanya untuk menjaga Azalea di depan kamarnya. Ia merasa khawatir jika gadis itu membutuhkan sesuatu di saat semua orang sedang pergi. Dan benar saja dugaannya tepat. Azalea akhirnya keluar juga.

"Kamu butuh apa?" tanya Hagia sambil berdiri, mensejajari eksistensi Azalea.

"Lapar, Kak. Mau ke dapur cari sesuatu."

"Mau nasi goreng seafood? Tadi aku sempat bikin, kayaknya masih ada." tawar Hagia.

Kalimat "kayanya masih ada" itu pun sebenarnya bohong. Hagia memang sengaja menyiapkannya khusus untuk Azalea, berjaga-jaga jika gadis itu kelaparan tengah malam.

"Mauuu."

Bak sulap. Itu nasi goreng langsung ada tanpa Hagia pergi ke dapur. Karena Hagia sudah menyiapkan nya di dekatnya.

Azalea segera menyantap. Sementara itu Hagia kembali berpura-pura sibuk dengan laptopnya, meski sesekali ia melirik ke arah Azalea yang makan dengan sangat nikmat. Beberapa saat kemudian, Azalea menghentikan suapannya, "Sudah kenyang."

Tanpa diduga, Hagia melanjutkan memakan sisa nasi goreng milik Azalea sampai benar-benar bersih, bahkan menggunakan sendok yang sama dengan yang dipakai Azalea tadi.

Azalea menatap pemandangan itu dengan pandangan skeptis. Kok bisa ya dia makan sisaan dari gue? pikirnya. Bagaimana mungkin seorang Hagia yang terlihat rapi dan perfeksionis mau memakan sisa makanan orang lain, apalagi dengan sendok bekas? Azalea hanya bisa berdecak kagum dalam hati.

Setelah urusan perut selesai, mereka tidak langsung kembali ke kamar masing-masing. Hagia mengajak Azalea untuk mabar Mobile Legends. Mereka duduk berdampingan di satu bangku.

Tanpa disangka-sangka, Hagia ambil posisi menyandarkan kepalanya ke lengan Azalea. Azalea tidak menampik, harum aroma sampo yang menguar dari rambut Hagia membuat Azalea membalasnya. Bagaimana balasannya? Yaitu tangan Azalea malah mengusap-usap pipi si cowok dengan lembut. Sedangkan tangan satunya sibuk megangin HP.

Emang ada pertemanan yang kaya gini? Batin Azalea. Azalea nyengir tanpa Hagia tahu, Hagia pun tersenyum tanpa Azalea tahu. Keduanya sama-sama sibuk melihat ponsel, akan tetapi bibirnya sibuk senyam-senyum.

"Ketua," panggil Azalea.

"Hm?"

"Aku deg-degan."

"Deg-degan kenapa?" Hagia berhenti main ponsel dan kini malah menatap Azalea lekat.

"Besok tampil perlombaan, aku deg-degan."

"Oh, kirain kenapa. Nggak usah terlalu dipikirkan, dibawa santai aja."

Tanpa keduanya tahu, besok saat lomba itu tiba, akan jadi momen dimana terjawab penasaran Azalea kenapa Hagia jadi lurah.

.

.

Bersambung.

1
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia bukan khawatir kamu patah hati Lea. yang dia khawatirkan kamu berhasil berada di hati Hagia. walaupun itu, memang benar adanya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Sebutkan nama lengkapnya Yahh /Facepalm//Grin/
〈⎳ FT. Zira
eaaa katahuannn
〈⎳ FT. Zira
aduh alasannya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lahhh... kelihatan banget jadinya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
zenuuuuuunnnnnnn nackal sekali kamuuuhhhhhhh. ihhh geeemmmeeessshhhh
Zenun: iiih ada akak😄🥳👍
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
tapi anak nya lagi ngambek lho Pak,Bu
karena Hagia salah ngomong
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez: Gak sabar liat reaksi Azalea nantinya 😆😆😆
total 2 replies
Felycia R. Fernandez
weeeeh lurah 😍😍😍😍😍😍😍😍
Felycia R. Fernandez: kk Thor jago visual nih 👍👍👍
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jiaaaah 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez: aku itu 😆😆😆😆😆🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
tinie
aaah gak ada yg jujur😔😔🤔
Zenun: eps selanjutnya dikit-dikit kebuka kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!