NovelToon NovelToon
Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:331.2k
Nilai: 5
Nama Author: dwieka

Pernikahan yang tak di inginkan nya terpaksa terjadi.

Namun,karna sesuatu, pernikahan yang belum genap sehari itu terpaksa di batalkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwieka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah sakit lagi

Selama perjalanan mengantarkan Nayla,Friska memejamkan mata nya,bukan tidur melainkan ia memikirkan sesuatu.

"apakah bisa aku menghapus rasa ini,sedangkan kini ia kembali hadir,dengan status yang berbeda"batin Friska.

Di sisi lain ia bahagia,namun di sisi lain juga ia merasa sedih.

Memikirkan itu membuat ia menghembuskan nafas nya kasar,untung saja gak ada yang mendengarkan.

Sedangkan di kursi belakang,terlihat sepasang pria dan wanita,seperti tom and Jerry,selalu saja ada yang membuat mereka berdebat.

"lo itu kenapa sih,gak gila kan?"sindir Nayla yang sudah terlanjur kesal.

Ia tak peduli kalau pria di samping nya ini atasan nya,ia sudah di buat kesal plus salting.

"ya ampun sayang,kamu tega banget sih bilangin aku gila,emang kamu mau punya suami gila?"jawab plus pertanyaan dari Alvi.

"emang siapa yang mau jadi istri kaya lo,udah jelek,nyebelin,mes*m lagi"ketus Nayla sambil mencebikan bibir nya.

"emang kamu gak mau gitu,punya suami kaya aku ini?"tanya Alvi dengan jail.

"mau lah...eeh,,gak mau lah,enak aja"ceplos Nayla membuat Alvi tersenyum mendengar nya.

"baiklah,kalau begitu Minggu depan aku ke rumah mu bersama orang tua ku"ucap Alvi dengan serius.

"mau ngapain?"tanya Nayla polos.

Mendengar pertanyaan Nayla yang polos itu membuat Alvi tersenyum.

"buat ngelamar"ucap Alvi santai.

Nayla yang kurang fokus hanya mengangguk saja,namun sedetik kemudian.

"APA?..ngelamar?"teriak Nayla syok.

Friska yang sedang terpejam pun terperanjat kaget.

"apaan si lo teriak teriak segala?.."tanya Friska kesal.

Nayla tak.menjawab,melainkan Alvi yang menjawab pertanyaan Friska.

"Minggu depan gue mau ngelamar pacarku,jadi kamu harus bantu siapin"ucap Alvi dengan santai nya.

Berbeda dengan Nayla yang masih syok,ia masih mencerna keadaan ini.

"kayak lo punya pacar aja kak"ledek Friska.

"punya lah,orang di samping gue ini cewe nya"jelas Alvi membuat Friska terkejut bahkan sampai terdiam.

"jadi ma,,maksud lo kak,Nayla temen gue ini?"tanya Friska meyakinkan.

"iya lah siapa lagi"ucap Alvi tersenyum sambil menggenggam tangan Nayla.

"wahh,kalau itu si gue bahagia banget"ucap Friska antusias.

Sedangkan Nayla tak merespon apa pun,ia seperti nya masih sangat terkejut.

"ya udah kak,jangan lama lama,kalau bisa besok aja kita ngelamar nya"ucap Friska semangat.

"itu lebih baik..Bagaimana sayang,apa kamu setuju?"tanya Alvi serius.

"apa nya?"tanya Nayla masih nge blank.

"besok aku akan datang melamar mu"ucap Alvi serius.

"tuan becanda kan,gak mungkin kan kal...."ucapan Nayla terpotong dengan suara Alvi.

"aku serius,bahkan sekarang pun aku siap"ucap Alvi yakin.

"apa?..gue belum siap"ucap Nayla pelan namun masih di dengar oleh kakak beradik itu,mereka tersenyum dengan penuh arti.

"gak masalah,kamu terima dulu aja lamaran ku"ucap Alvi.

"iya,terima aja dulu,emang lo mau pacar Lo itu di rebut cewe lain?"pancing Friska.

"gak mau lah enak aja"ucap nya spontan,membuat nya langsung membungkam mulut nya.

"apaan si lo berdua?"tanya Nayla malu sambil memalingkan wajah nya.

"alah,pake malu segala lo,gue tau lo udah suka atau mungkin cinta sama kakak gue,mungkin dari dulu"ucap Friska menggoda Nayla dengan suara pelan di akhir.

Mendengar ucapan terakhir Friska membuat Nayla menengok ke arah Friska dengan tatapan bingung nya.

Mengerti tatapan bingung Nayla Alvi menggeleng ke arah Friska dan Friska pun mengangguk.

"maksud gue,mungkin lo memang jodoh nya kakak gue"jelas Friska dengan menggaruk kepala nya yang tak gatal.

Mendengar ucapan Friska,Nayla langsung terdiam,ia tengah mengingat sesuatu,karna sebenar nya ia merasa sudah mengenal jauh tentang Alvi,bahkan setiap berdekatan dengan Alvi,ia merasa nyaman,bahkan jantung nya pun selalu berdetak kencang.

Larut dalam pikiran nya,sampai kepala nya terasa pusing,ia meringis sambil memijit kening nya,namun rasa sakit nya bukan mereda malah semakin sakit.

Karna tak kuat menahan sakit nya,Nayla berteriak,sambil memegang tangan Alvi.

Melihat Nayla kesakitan,Alvi dan Friska di landa panik.

Mereka pun menghentikan mobil nya,Alvi segera memeluk Nayla yang terus berteriak "sakit".

"sayang,kamu kenapa?"tanya Alvi panik.

ya elah,si Alvi maen panggil sayang segala,kaya udah resmi ajaah.😅

"ya ampun nay,bagaimana ini kak,aku harus ngapain?"panik Friska membuat Alvi semakin panik.

"lo hubungin keluarga nya,dan kita bawa dia ke rumah sakit"titah Alvi tegas,ia berusaha mengurangi rasa panik nya.

Segera Friska mengambil ponsel nya,dan menghubungi ayah,memberitahukan kalau Nayla akan di bawa ke rumah sakit.

"lo bawa mobil,biar gue ke belakang temenin Nayla"ucap Alvi,segera keluar dari mobil nya dan memindahkan Nayla kebelakang.

"kak Vian"panggil Nayla lemah,dan langsung tak sadarkan diri.

Mendengar nama nya di panggil Alvi merasa senang,namun kesenangan itu hanya beberapa detik,karna Nayla langsung tak sadarkan diri.

"fris,buruan kenapa lo malah bengong"bentak Alvi,dan Friska langsung mengemudikan mobil nya kencang.

Beruntung nya,jalanan lumayan sepi,jadi tak ada masalah.

Lima belas menit kemudian,mereka sampai di rumah sakit,Alvian segera membuka pintu mobil dan menggendong Nayla.

Ia berteriak memanggil dokter,sampai beberapa suster datang membawa brankar.

"kenapa kalian lama sekali hah,apa kalian tidak tau kalau ada pasien darurat"bentak Alvi membuat para suster itu menciut.

"lihat saja,kalau sampai terjadi apa apa pada calon istri saya,jangan harap kalian masih bisa bekerja di rumah sakit ini"ucap Alvi tegas,bahkan tatapan nya tajam.

Glek

Mereka menelan saliva nya kasar,mereka tau siapa pria di hadapan mereka ini.

Tuan muda dari keluarga Pradipta,sekaligus pemilik rumah sakit ini.

Tak ada yang berani melawan nya,jangan kan melawan,menatap wajah nya saja tak ada yang berani.

Friska yang baru masuk dengan nafas ngos ngosan.menghampiri Alvi yang sedang menunggu dengan cemas di depan ruangan UGD.

"gimana keadaan nya kak?"tanya Friska khawatir.

Bukan nya menjawab,Alvi malah mengajukan pertanyaan.

"sebenar nya,kenapa dia begitu,apa kah ada sesuatu yang terjadi?"tanya Alvi serius,dengan tatapan tak beralih dari pintu UGD.

Mendengar pertanyaan kakak nya,Friska menghela nafas panjang.

"sebenar nya,tiga tahun lalu dia pernah kecelakaan,sampai koma 6 bulan,dan setelah bangun dari koma nya,ia malah amnesia,bahkan ia tak mengingat yang terjadi sebelum kecelakaan itu"jawab Friska dengan wajah sedih.

Bahkan ia dan teman teman lain nya,sangat berusaha keras sekali untuk mendekati nya,karna setelah sadar dari koma nya,Nayla malah seperti orang depresi,karna mungkin tak mengingat apa pun.

Mendengar penjelasan Friska,Alvi melihat ke arah nya,ia semakin penasaran.

"tiga tahun?"tanya Alvi,di angguki oleh Friska.

"iya,kalau gak salah,hari dimana kakak juga pergi,bahkan itu pun sepulang mengantar kakak dari bandara"jelas Friska membuat Alvi merasakan sesak di dada nya.

"maksud mu,pulang dari mengantar kakak dari bandara ia mengalami kecelakaan itu?"tanya Alvi agar lebih jelas.

"iya"jawab Friska.

"sebentar,bukan nya waktu itu,Nayla bilang kalau mau di jemput oleh teman nya?"tanya Alvi.

"iya,dan teman nya itu gue"jelas Friska lagi.

"dari mana lo tau,kalau dia habis nganterin gue?"tanya Alvi lagi.

"dia sendiri yang bilang,kalau dia lagi nganter sahabat cowo nya"jelas Friska lagi.

Mendengar penjelasan Friska Alvi mengerti,hingga dokter pun keluar dari dalam ruang UGD.

Alvi segera berdiri,dan bertanya pada dokter.

"bagaimana keadaan nya dok?"tanya Alvi gugup.

Sebelum menjawab pertanyaan Alvi,keluarga Nayla datang dengan wajah panik semua,terutama sang ayah,khawatir bercampur panik.

"bagaimana keadaan putri saya dok?"tanya ayah tak sabar.

Sebelum menjawab dokter menghela nafas kasar.

"maaf tuan,sebelum nya saya sudah bilang,kalau sampai ini terjadi lagi,maka keadaan putri tuan hanya ada dua kemungkinan"ucap dokter membuat ayah menundukkan wajah nya,sedangkan Alvi yang belum mengerti hanya terdiam mendengarkan penjelasan dokter berikut nya.

"maksud dokter?"tanya Alvi penasaran.

"pasien..."

1
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
semangat Nayla 👍💪
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 👍👍😍😍
Elisabeth Ratna Susanti
nama tokohnya keren2 😍👍
Elisabeth Ratna Susanti
ah, ada sahabat leganya
Elisabeth Ratna Susanti
kasihan mamanya bingung pastinya lihat ayah dan anak bertengkar
Elisabeth Ratna Susanti
waduh pingsan
Elisabeth Ratna Susanti
tegas juga Jenderal satu ini😍👍
Elisabeth Ratna Susanti
mampir di karya keren ini. langsung like and favorit ❤️👍😍
rosalia puspita
Luar biasa
Ryan Jacob
bagus bgt karyanya Thor... sukses selalu
Yuliawati Sajo
nmnya Nayla apa nayra bingung
Windakiki Lestari putri taswinhn
MasyaAllah ka, kan ciptaan Alloh itu menunjukkan keagungannya.
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Duh Nayla, yang kuat ya...kasian nok
Daisy
novel versi komplet ya ini ..top bgt deh pokoknya👍👍👍
Tiwik Firdaus
kenapa ngak lapor polisi biar papanya yang jahat diperjara seumur hidup bersama selingkuhanya
Wahyudi Pratama
|ee||e|eeeeeee|||ee||e|e|ee|e
Malaikat Kecil
sedikit baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!