NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sahabatku

Pengantin Pengganti Sahabatku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: senja_90

SEKUEL DARI : Penyesalan Suami : Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil.

Zahira dan Shaka berteman sejak kecil bahkan orang tua mereka berencana menjodohkan keduanya. Namun, ternyata Shaka telah melabuhkan hatinya kepada wanita lain. Melihat kenyataan itu, hati Zahira hancur berkeping-keping karena tanpa diketahui oleh siapa pun rupanya dia mencintai Shaka sejak masih duduk di bangku SMP.

Lantas, apa yang membuat Zahira bersedia menjadi pengantin pengganti untuk Shaka? Lalu, bagaimana lika liku kehidupan rumah tangga mereka? Akankah berakhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja_90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benteng Pembatas

Pagi menjelang siang, suasana kediaman Rayyan berubah mendung padahal sinar mentari masih setia bersinar menyinari bumi dan seluruh isinya. Namun, awan kelabu tampak terlihat jelas di sebuah rumah mewah milik seorang dokter bedah terkenal di Persada International Hospital. Hari ini pertama kalinya pasangan suami istri paruh baya harus melepas kepergian Zahira keluar dari rumah yang selama ini menyimpan banyak kenangan manis saat mereka masih bersama.

"Ayah, Bunda, aku pamit ya. Kalau Ayah dan Bunda membutuhkan sesuatu jangan sungkan menghubungiku! Dalam sekejap, aku pasti datang ke sini," ujar Zahira sambil terus memeluk Rayyan dan Arumi. Perpisahan ini terlalu mendadak dan sangat berat sebab mereka baru dua minggu bersama tapi kita harus terpisah lagi.

"Kami pasti memberi kabar kepadamu, Nak. Sudah ya, jangan begitu mengkhawatirkan Ayah dan Bunda, kami pasti baik-baik saja." Arumi memeluk erat tubuh Zahira. Tangan lembut wanita itu terus mengusap punggung anak tercinta dengan penuh kasih sayang. "Jadilah istri yang patuh dan setia. Layani suamimu dengan baik."

"Jaga dirimu baik-baik. Kalau ada sedikit masalah yang menghadang, selesaikan dengan kepala dingin dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan," kata Rayyan yang berdiri di sebelah Arumi.

Sejujurnya ia pun berat melepaskan Zahira untuk tinggal bersama Shaka, terlebih pernikahan mereka terjadi tanpa adanya cinta di dalamnya. Namun, ia mencoba meyakinkan diri bahwa kelak pernikahan antara anaknya tercinta dengan anak dari sahabatnya akan berakhir bahagia meski yakin banyak halangan menghadang hingga perahu itu berlabuh di dermaga yang bernama kebahagiaan.

Setelah Zahira puas memeluk bunda tercinta dan berpamitan kepada Rayyan, kini tiba giliran Shaka berpamitan kepada kedua mertuanya.

"Ayah, Bunda, aku pamit dulu. Terima kasih atas jamuannya tadi." Shaka menyalami kedua mertua dan mencium punggung tangan sebelum meninggalkan rumah tersebut.

Akan tetapi, saat Shaka mencium punggung tangan Rayyan, pria berwajah oriental berbisik, "Ingat baik-baik apa yang Ayah sampaikan tadi. Jaga dan lindungi Zahira meski kamu tidak mencintai anakku."

"Ayah tenang saja aku pasti menjaga Zahira dengan baik. Lalu, percakapan kita saat di ruang kerja tadi akan selalu kuingat sampai kapan pun," jawab Shaka mantap.

Lambaian tangan Zahira mengakhiri perpisahan mereka. Tangis gadis itu pecah saat ia dan Shaka berada di dalam mobil.

"Kamu masih bisa menemui kedua orang tuamu di saat merindukan mereka. Aku tidak akan menghalangimu menemui Ayah dan Bunda. Asalkan kamu meminta izin, aku pasti mengizinkan."

Zahira masih sesegukan saat mendengar perkataan Shaka. Sepasang mata sipit berkaca-kaca, lelehan air mata masih terus membahasi pipi. Di saat seperti ini, ia merasa sedikit lega sebab Shaka bukanlah lelaki egois. Pria itu masih memberikan kebebasan kepadanya untuk menemui Arumi dan Rayyan apabila ia merindukan mereka.

***

Sepanjang jalan, tidak ada pembicaraan antara Zahira dan Shaka. Pengacara muda fokus dengan jalanan di depannya, sedangkan si cantik jelita tengah tenggelam dalam pikirannya sendiri. Hingga saat kendaraan roda empat milik Shaka memasuki sebuah mall besar yang menyatu dengan gedung apartemen mewah di kawasan Jakarta Selatan, gadis itu menatap penuh tanda tanya ke arah suaminya.

"Shaka, kita mau ngapain ke sini? Bukankah kamu bilang kepada Ayah dan Bunda kalau apartemen kita masih sekitar 4 KM dari mall ini? Lalu kenapa berhenti di sini." Zahira tampak kebingungan.

Pasalnya sebelum mereka meninggalkan rumah, Shaka memberikan alamat lengkap kepada Arumi dan Rayyan, memberitahu pasangan paruh baya itu bahwa apartemen yang ditinggali oleh sang pengantin baru berjarak sekitar 4 KM dari mall tersebut.

"Aku 'kan tadi bilang padamu kalau akan membelikan beberapa pakaian serta kebutuhan yang lain karena sebagian ditinggal di rumah Bunda. Sebagai gantinya maka aku menggantinya dengan pakaian dan barang-barang baru." Shaka melirik ke arah Zahira, kemudian tersenyum. "Anggap saja sebagai nafkah pertamaku sebagai seorang suami."

Degup jantung Zahira terus berdentang lebih cepat saat berada di dekat Shaka. Bagaimana tidak, kini anak bungsu dari Rini dan Rio menjelma menjadi pria tampan, gagah dan berani. Alis Shaka tebal dan melengkung indah di atas sepasang mata yang tajam dan memikat. Hidung mancung, tampak serasi dengan garis bibir yang sensual.

"Ini adalah butik yang biasa Mama-ku datangi. Pilih saja semua barang yang kamu mau. Jangan pikirkan soal harga. Aku bekerja di kantor firma Papa digaji sama seperti pekerja yang lain. Jadi, kamu jangan takut kalau uangku habis hanya karena membelikanmu aneka macam pakaian, sepatu tas dan lain sebagainya."

Suara magnetis itu membuat Zahira memalingkan wajah ke arah lain. Ia menggigit bibir, merutuki kebodohannya karena sempat mengagumi Shaka secara diam-diam.

"B-baik, Shaka. Namun, sepertinya aku akan membeli barang seperlunya saja. Tidak mau berlebihan dalam berbelanja. Bukankah kita semua tahu bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Maka dari itu, aku mau memilih apa yang kubutuhkan," jawab Zahira. Bukannya dia meragukan penghasilan sang suami namun gadis itu memang sedang tidak ingin berbelanja. Karena tidak mau menyinggung perasaan Shaka maka ia terpaksa menerima tawaran pria itu.

"Baiklah, Ra. Terserah kamu saja."

Selesai berbelanja hingga menghabiskan waktu sekitar tiga jam lamanya, akhirnya mereka sudah berada di basement sebuah gedung apartemen yang bisa dikatakan cukup mewah. Sepasang suami istri itu membawa dua kantong belanjaan di tangan masing-masing. Zahira tidak hanya membeli pakaian, sepatu dan tas tetapi juga meminta Shaka membeli kebutuhan dapur di super market yang ada di mall tersebut. Malam ini, dokter cantik ingin membuatkan makan malam spesial untuk mereka berdua.

"Ayo, masuk!" Shaka masuk terlebih dulu dan menyalakan beberapa lampu di dalam ruangan.

Dari ambang pintu, Zahira meneliti bagian ruang apartemen. Setiap barang tertata rapi. Pemilihan warna cat serta gorden terlihat begitu serasi. Dalam hati berdecak kagum sebab pria itu sangat pandai membuat hunian terasa nyaman dan cozy.

"Rara, kok kamu diam saja. Ayo lekas masuk!" Shaka kembali mengajak Zahira masuk ke dalam unit apartemen yang akan ditinggali bersama.

Zahira hanya menganggukan kepala, menuruti perintah suaminya.

"Di apartemen ini ada tiga kamar kosong. Kamarku ada di sebelah sana." Shaka menunjuk sebuah kamar dekat pintu balkon. "Untuk kamarmu, terserah mau pilih yang mana."

Refleks Zahira mendongakan kepala, menatap lekat wajah rupawan sang suami. "Loh, Kak, kenapa tidak tidur satu kamar saja? Bukankah suami istri itu seharusnya tidur dalam kamar yang sama ya?"

"Kamu benar. Sepasang suami istri itu memang seharusnya tidur di kamar dan ranjang yang sama. Namun, tidak berlaku bagi kita, Ra. Pernikahan kita terjadi hanya karena keterpaksaan saja, tidak ada cinta di dalamnya. Jadi, untuk apa tidur satu ranjang kalau kita tidak saling mencintai."

Sumpah demi apa pun, ingin rasanya Zahira menenggelamkan kepalanya di bawah bantal, menangis kencang untuk meluapkan segala kesedihannya. Bumi terasa tak lagi berputar saat mendengar perkataan Shaka. Tubuh gadis itu membeku di tempat, tetapi jantung terus memompa lebih kencang dari sebelumnya.

Shaka baru saja membangun benteng pembatas di antara mereka, dengan tidur di kamar terpisah. Ia pikir, dengan resminya mereka menjadi sepasang suami istri akan ada peluang bagi dua insan itu untuk saling membuka hati dan mencoba menumbuhkan rasa cinta agar bersemi di hati. Namun, rupanya angan gadis itu musnah bersamaan dengan gugurnya harapan untuk menggapai cintai sang suami.

Dengan bibir gemetar dan sepasang mata yang mulai berkaca-kaca, Zahira berkata, "Bagaimana kalau ternyata rasa cinta itu tumbuh di hatiku meski kita tidak tidur di ranjang yang sama?"

"Maka sebaiknya kamu hilangkan saja perasaan itu sebab selamanya aku hanya mencintai Ziva seorang." Shaka berkata dengan tegas dan lantang tanpa ada keraguan sedikit pun.

.

.

.

Halo semua, author mau mempromosikan karya punya temen author nih. Silakan mampir.

1
Siti Maulidah
ceritanya bagus sekali /Good//Good//Heart//Heart/
Zikran Zikran
Luar biasa
Nora♡~
Waaaaww... cerita nya ini macam 👍baguuusss... bah!!.. tahniah thor dan teruslah berkarya...
Uba Muhammad Al-varo
Shaka itu sebenarnya ada rasa ke Zahira cuman dia nggak menyadarinya
Uba Muhammad Al-varo
Zahira cantiknya perfecto
Uba Muhammad Al-varo
bagus,luar biasa
Uba Muhammad Al-varo
kasian Zahira sudah berkorban tapi dapat balasan nya menyakitkan /Scream/
Uba Muhammad Al-varo
Shaka,,,,,,kamu beruntung mendapatkan cinta tulus nya Zahra
Uba Muhammad Al-varo: salah bukan Zahra tapi Zahira
total 1 replies
nana supriyatna
Luar biasa
Bojone pak Lee
ketemu zahira disini
Sophia Aya
Luar biasa
Mutia
Aku merasa krg sreg akan panggilan mereka, kakak pertama, kakak kedua, knp gak kaka Ghani aja misalnya....
Mutia
Nizam mau jd pebinor emangnya, dah tau Zahira punya suami.
Mikayla Putri AZ Azahra
waaaah kayaknya author penggemar dracin nie
juztme
Luar biasa
Pichaacha
ku kira krn shaka pengacara dan tau hukum, dia akan bermain licik. Seperti menyulitkan persidangan, dsb /NosePick/
Pichaacha
/Chuckle/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
makannya udah dikata, mending cerai dulu sebelumnya.
ini Shaka masih labil bikin emosi

laki2 lain "HANYA" menyatakan cinta sama Zahira udah ngamuk.

lah dia sendiri MEMPERBOLEHKAN MANTAN UNTUK MEMELUKNYA

laki2 kyk gini pantas di tinggalin, udah plin plan egois sendiri.
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
setelah baca ulang ini, aku merasa lebih baik mereka cerai dulu.
syg nya gak terjadi karena udah baca ini sampai habis dulu JD dah tau.

tapi tetap aja aku pingin mereka cerai dulu.
capek aku lihat Zahira gak tegas, Shaka plin plan.
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
alah, kalau ziva terbukti gak selingkuh apa tetap mau mutusin dia?

karena ketahuan selingkuh aja makannya kau mau pertahankan Zahira.
prett
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!