NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema Wali Kelas

Dewi berhasil dikeluarkan dalam gudang dengan bantuan security. Dan, saat ini sudah dibaringkan dalam tempat yang nyaman. Ditempat pos jaga milik security sekolah yang cukup bersih.

Walau sempat tak sadarkan diri, namun setelah mendapat pertolongan pertama yang dilakukan oleh Amanda, Dewi bisa kembali membuka matanya. Meski kondisinya saat ini masih terlihat lemah.

"Kamu sabar ya, nanti ibu akan bawa kamu kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi kamu." Ucap Amanda meminta Dewi untuk bersabar.

"Ti.. ti-tida usah bu, sa-saya pulang saja." Balas Dewi dengan terbata dan tak bertenaga.

"Tidak bisa! Kamu harus diperiksa dulu." Amanda menolak permintaan Dewi yang tak mau diperiksa dan justru memilih untuk segera pulang.

Melihat kondisi Dewi yang lemah dan penuh luka ditubuhnya tentu Amanda tak bisa membiarkan Dewi pulang begitu saja tanpa pemeriksaan lebih dulu.

Tapi, karena dokter yang menjaga UKS sudah pulang, membuat mereka terpaksa pergi kerumah sakit agar Dewi bisa mendapatkan perawatan yang benar. Dan, sekarang sedang menunggu taksi online yang mereka pesan sebelumnya.

"Bu, sepertinya itu mobil jemputan saya deh." Seru Raisa saat melihat mobil jemputannya yang baru masuk kedalam halaman sekolah.

Amanda mengikuti arah yang ditunjuk oleh Raisa dan ia bisa melihat mobil mewah itu mulai mendekat ke arah mereka.

"Sepertinya kita bisa segera kerumah sakit, bu." Ujarnya lagi yang langsung berlari menuju mobil yang menjemputnya. Menghampiri pak Toni, supir yang menjemputnya hari ini.

Amanda baru saja ingin mengatakan sesuatu, tapi Raisa sudah pergi menuju mobil jemputannya begitu saja tanpa aba-aba. Membuat Amanda jadi terpaku melihat kepergiannya yang tiba-tiba.

"Bu, ayo segera bawa Dewi masuk ke mobilku." Ucap Raisa kembali menghampiri Amanda setelah berdiskusi dengan sopirnya. Ia juga datang bersama sang supir agar bisa membantu Dewi masuk kedalam mobil.

"Kamu bukannya mau pulang?" Tanya Amanda bingung.

"Kita harus segera membawa Dewi kerumah sakit bu, jadi lebih baik naik ke mobilku saja. " Jawab Raisa yang akan mengantarkan Dewi kerumah sakit bersama mobil jemputannya.

"Lebih baik kamu pulang saja, nanti Dewi biar ibu saja yang mengantarnya kerumah sakit. Lagi pula taksi onlinenya sudah mau sampai, kan?" Amanda tak ingin menghalangi muridnya yang hendak pulang.

"Kelamaan bu, jadi sebaiknya kita bawa Dewi kerumah sakit dengan mobilku saja. Soal taksi online yang sudah terlanjur terpesan, nanti kita kasih uang saja bu, buat ganti rugi ongkos datang kesini." Raisa meminta agar Amanda segera membawa Dewi kerumah sakit bersama mobilnya, mengingat taksi online pesanan mereka belum juga sampai.

Saat itu, Raisa belum tahu bahwa mobil jemputannya sampai lebih dulu. Mengingat dia memang meminta untuk dijemput lebih lambat, karena masih harus membersihkan perpustakaan. Tapi, ia tak menyangka bahwa mobil jemputannya datang lebih dulu dibandingkan dengan taksi online yang sudah terlanjur ia pesan dengan wajah panik itu.

"Mungkin kamu benar, kita harus segera membawa Dewi kerumah sakit." Balas Amanda yang akhirnya setuju ikut bersama Raisa ketika melihat keadaan Dewi yang harus segera ditangani.

Ia pun langsung menitipkan uang pada security untuk membayar taksi online yang sudah terlanjur terpesan oleh mereka. Tak hanya itu, ia juga titip motor maticnya yang masih terparkir disekolah pada security. Yang sebelumnya ia juga sudah mengambil tas miliknya yang masih ada diruangan guru.

Tak ada siapapun disana ketika ia mengambil tasnya yang masih ketinggalan, mengingat semua guru dan murid sudah pulang semua. Hanya meninggalkan dirinya dan Raisa yang masih tertinggal.

Sekolah yang besar dan luas itu terlihat sepi dan tak bernyawa karena telah ditinggalkan oleh penghuninya. Dan, wajar jika tak ada siapapun yang tahu keadaan yang menimpa Dewi.

Jika ia tak datang ke gudang hari ini, mungkin saja Dewi akan terkurung di dalam hingga besok tanpa ada orang yang tahu. Beruntungnya hari ini ia memutuskan untuk datang ke gudang untuk mengecek apa yang terjadi di dalam.

Walau penasaran, Amanda tak langsung bertanya pada Dewi tentang apa yang terjadi, tapi dia sudah bisa menduga siapa yang melakukan hal ini padanya.

Di dalam mobil menuju rumah sakit, selain sedang menghawatirkan keadaan Dewi, ia juga memikirkan sikap seperti apa lagi untuk bisa mendisiplinkan murid yang tak bisa di atur itu.

Otaknya terus berputar memikirkan setiap masalah yang sedang ia hadapi. Tak hanya pada masalah hidupnya sendiri, namun juga masalah dalam lingkungan sekolah tempatnya mengajar.

"Apa yang akan anda lakukan pada Karina dan Sofia, bu?" Tanya Raisa pada sikap Amanda kedepan untuk Karina dan Sofia.

Sama seperti dirinya, ternyata Raisa juga sudah mengetahui siapa yang sudah melakukan hal ini pada Dewi.

"Hal itu kita pikirkan nanti saja, karena untuk sekarang kondisi Dewi jauh lebih penting." Jawab Amanda yang juga masih bingung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!