"Mulai dari sekarang kamu adalah putraku, kamu yang akan menduduki tahta naga. Gantikan posisi kaisar, injaklah keparat itu."
Sang permaisuri berbisik sembari tersenyum, menatap ke arah seorang pangeran kecil berpakaian lusuh di istana terbuang.
Lin Krisan, merupakan putri tunggal dari jendral yang berkuasa. Diangkat menjadi permaisuri, setelah mendukung suaminya dari status pangeran hingga menjadi kaisar.
Namun, kasih sayang tidak didapatkannya. Kaisar lebih menyayangi para selirnya. Hingga pada akhirnya permaisuri Lin meninggal di istana dingin, setelah diracuni oleh kaisar.
Wanita yang terlahir kembali, kembali mengulangi waktu.
"Aku tidak akan berusaha merebut cintamu lagi. Tapi aku akan merebut tahtamu."
Menjadikan istana bagaikan papan catur, melucuti kekuasaan kaisar pengkhianat. Menjadikan putranya yang manis sebagai kaisar baru.
Tapi lebih dari itu, mata perdana menteri mengawasinya...atau menginginkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perbedaan
Bertahun-tahun pernikahan mereka Krisan selalu menjadi permaisuri yang lembut. Selalu menuruti apapun yang diinginkan olehnya. Selalu melakukan apapun untuknya, bahkan sama sekali tanpa diminta. Tapi kenapa tiba-tiba berubah drastis seperti ini? Bagaikan menjadi orang yang berbeda.
“Kristan kamu secara sengaja melukai selir! Aku akan mencabut segel Phoenix milikmu. Lebih baik selir Agung saja yang membawanya. Jika tidak berikan kembali kepada Ibu Suri saja.” Sebuah perintah tidak terbantahkan dari Kaisar.
Pangeran kelima terlihat menggeliat, bagaikan hendak terbangun. Ketika dalam gendongan dayang.
Permaisuri perlahan memelankan suaranya. Tidak ingin putranya tercinta terbangun.
Dirinya kemudian berucap.”Baiklah, yang mulia berhak menarik segel Phoenix. Tapi jangan pernah melupakan satu hal. Jika yang mulia menarik satu-satunya kekuasaan hamba di istana belakang. Lebih baik hamba bermain di politik saja. Hamba rasa itu akan menjadi lebih menarik…” permaisuri perlahan melangkah, suara tawanya terdengar.
“Yang mulia…” selir Shen memeluk Kaisar, menitikkan air matanya bagaikan ketakutan. Rasa legah ada dalam dirinya, sudah diduga oleh Selir Shen, walaupun dirinya mengambil satu atau dua harta bawaan permaisuri, itu tidak akan menjadi masalah.
Menatap ke arah punggung wanita itu, wanita yang terlihat cantik bagaikan bunga spider Lily merah. Seperti bunga yang berasal dari neraka, wanita yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Kemudian berucap.”Besok hamba akan datang pagi-pagi sekali untuk memberi hormat kepada yang mulia Ibu suri. Sekaligus menanyakan tentang tusuk konde giok milik hamba. Mengapa kini ada pada selir Shen. Jika sedikit saja selir Shen menunjukkan kebohongan kepada hamba. Maka akan ada konsekuensi untuk semuanya…”
Kalimat demi kalimat yang begitu elegan dan mengerikan.
Kaisar menatap ke arah istrinya yang perlahan pergi, diikuti oleh dayang dan Kasim. Sejak kapan perilaku Krisan berubah? Biasanya wanita itu begitu penurut. Hanya dengan kata-kata, Bagaimana kebajikan seorang istri, Bagaimana etika seharusnya menjadi permaisuri sekaligus menjadi seorang istri. Maka wanita itu akan diam dan menurut.
Tapi sekarang, seperti ular berbisa yang akan menelannya.
Kaisar menggeleng pelan, tidak mungkin permaisuri berhenti untuk mencintainya. Itu hanya perasaannya saja, sudah pasti ini trik baru dari permaisuri. Hanya untuk membuat dirinya terikat, dan selalu menghabiskan malam di istana Phoenix.
“Yang mulia…sakit…oh…” selir Shen memegangi kepalanya. Yang sedikit mengeluarkan darah segar akibat terbentur dengan batu. Sialnya bagian lutut dan jari tangannya juga lecet.
Kaisar menghela nafas, menatap penampilan selir Shen dari atas sampai bawah. Memang benar-benar terlihat begitu cantik, dirinya perlahan mengangkat tubuh selir Shen.
Wanita yang baru-baru ini diangkatnya sebagai selir. Tubuhnya begitu indah, dapat menarik perhatiannya dengan mudah. Walaupun tidak secantik permaisuri, walaupun bentuk tubuhnya tidak seindah permaisuri. Tapi cukup bagus untuk memuaskannya.
“Yang mulia…” sang selir mencoba untuk menggodanya ketika sang Kaisar sudah mengangkatnya ala bridal style.”Hamba benar-benar kesakitan…”
“Berhentilah berpura-pura, kamu ingin menghabiskan malam denganku bukan? Maka akan aku kabulkan…” Kaisar tersenyum menyeringai berucap pada selir Shen. Dirinya boleh menghabiskan malam dengan selir mana saja. Tapi sama sekali tidak boleh menghabiskan malam dengan permaisuri. Atau…
Dirinya memikirkan cara yang lebih bagus. Menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Permaisuri yang penurut terlihat tidak begitu menarik. Apalagi dengan pakaian polosnya.
Tapi sekarang terlihat begitu menantang dan berbahaya. Jika sajak permaisuri madul, maka dirinya dapat menyentuh sesuka hati. Dapat menidurinya kapan saja, akan lebih mudah juga mengendalikannya tidak akan menjadi wanita pemberontak seperti sekarang.
***
Sementara itu permaisuri kembali ke istana Phoenix. Perlahan sang pelayan meletakkan pangeran kelima di atas tempat tidur. Anak yang terlihat begitu manis, masih terlelap dalam tidurnya.
“Ibunda…Ibunda…” anak itu berucap lirih seperti ketakutan dalam tidurnya.
Permaisuri hanya dapat menghela nafasnya. Perlahan menyentuh rambut dari putranya, mengusapnya kemudian berucap.”Ibunda ada di sini, tidak ada yang dapat mengganggumu. Jika ada yang ingin mengganggumu, kita tinggal penggal saja.”
Anehnya hanya dengan kalimat itu, pangeran kelima perlahan terlihat lebih baik. Tidak mengigau lagi dalam tidurnya, malah sedikit membenahi posisi tidurnya sendiri, terlihat tersenyum dan terlelap.
“Yang mulia permaisuri, Kaisar kali ini sudah keterlaluan.” Riri menghela nafas kasar, wanita itu mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa Kaisar terlihat berat sebelah, lebih mementingkan selir daripada sang permaisuri.
“Karena itulah aku berhenti untuk mengincar posisi permaisuri. Untuk apa mempertahankan posisi yang begitu lusuh ini. Begitu penuh intrik dalam memperebutkannya.” Keluh permaisuri menghela nafas.
“Posisi permaisuri begitu penting. Ini juga demi kukuhnya keluarga Lin. Jika posisi ini ditempati oleh orang lain, jika—” kalimat sang dayang terhenti oleh tawa permaisuri.
“Kamu tahu kenapa aku bisa mempertahankan posisi ini? Itu bukan karena kasih sayang Kaisar. Tidak! Tidak! Tidak! Itu semua karena aku masih berguna. Kekuatan keluarga Lin berguna dalam menstabilkan pemerintahan. Kekuasaan Kaisar saat ini tidak goyah karena keluarga Lin. Jadi sebenarnya dia yang memerlukanku, bukan aku yang memerlukannya. Tapi dia selalu bertindak dan berkata seolah-olah aku tidak akan bisa tanpanya. Benar-benar seorang pria yang tidak tahu diri. Aku heran urat malunya ada di mana…” permaisuri mengangkat sebelah alisnya.
Perlahan bangkit, meninggalkan kamar dari pangeran kelima. Wanita yang begitu cantik melangkah anggun, sulit dipercaya wanita ini kesuciannya masih terjaga walaupun usianya sudah menginjak 25 tahun.
Sudah 11 tahun dari hari dirinya memasuki istana, sebagai istri pangeran kedua. Benar-benar waktu yang sudah cukup lama, melakukan segala hal agar suaminya menduduki tahta sebagai Kaisar.
Tapi tidak satu malam pun, kaisar pernah menyentuhnya.
Dirinya masih melangkah menelusuri lorong diikuti oleh dua dayang kepercayaannya.
“Yang mulia…Tapi tetap saja kedudukan sebagai permaisuri akan membuat yang mulia dihormati di istana.” Riri melangkah mendekatinya, berucap pada permaisuri.
“Bukankah ada posisi yang lebih mulia dan lebih dihormati daripada permaisuri?” Krisan mengangkat sebelah alisnya.
“Posisi yang lebih mulia dan dihormati?” Tanya Riri sama sekali tidak mengerti.
“Ibu suri…lebih baik menguasai harem sebagai ibu suri. Permaisuri pun harus memberi hormat padaku, Kaisar juga harus mengikuti arahanku.” Kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh Krisan. Membuat pelayannya mulai mengerti kali ini.
“Jadi yang mulia permaisuri tidak ingin melahirkan anak lagi. Tapi lebih memilih menjadikan pangeran kelima sebagai putra mahkota?” Tanyanya.
Tapi permaisuri menghentikan langkahnya. Dayang dan Kasim di tempat ini, semuanya adalah orang-orangnya. Orang-orang yang hanya setia kepada keluarga Lin. Di kehidupan sebelumnya, mereka satu persatu dibunuh oleh kaisar.
Semuanya mati dengan tuduhan tidak masuk akal. Digantikan oleh orang-orang baru yang akan menjebaknya.
Senyuman perlahan mengembang di wajah permaisuri. Ini akan menjadi permainan catur yang benar-benar menarik.”Tujuanku dan keluarga Lin adalah sama. Bukan posisi putra mahkota, tapi posisi Kaisar…”
Wanita yang benar-benar mengerikan, bagaikan bunga krisan yang telah jatuh ke dasar api neraka. Kemudian bereinkarnasi menjadi bunga red spider Lily. Bunga indah yang begitu berbahaya.
kalau Indomie baru selera ku🤭🤣🤣
🤣🤣🤣