Kehilangan sahabat dan tunangannya dalam sebuah kecelakaan pesawat membuat Leonardo Xavier sangat berduka. Sebab hanya ia dan putri sahabatnya Mark, Aileen Sheravina Arlando yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Sebelum meninggal Mark menitipkan Aileen pada sahabatnya itu. Siapa sangka hal itu membuat hidup Leon yang semula ia pikir akan penuh duka menjadi penuh warna. Aileen menjadi penyemangat hidupnya dan dia bersumpah akan menjaga putri Sahabatnya itu. Bahkan ia memberikan nama belakangnya pada Aileen.
Namun siapa sangka bahwa Aileen dewasa menyatakan cinta pada papa angkatnya. Dia mengejar cinta sang papa dengan berbagai cara meskipun saat itu papanya telah memiliki tunangan.
Akankah perjuangan Aileen berhasil mematahkan keras kepala Leon? Apakah cinta Aileen akan mendapatkan balasan? Lalu apa kata orang nanti?
Note : MC wanita bukan karakter kuat, karakter manja, lembut, kalau cari karakter yang kuat bukan di novel ini ☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Papa cemburu?
...🍁🍁🍁...
Sedikit senyum terlihat dibibir Aileen, senyum yang tipis menyiratkan kemenangan. Dia cukup puas melihat Leon yang marah pada Sam bahkan sampai memukul pria itu.
"Pa! Apa yang papa lakukan? Papa tidak boleh memukul kak Sam!" seru Aileen sambil menahan tangan Leon yang masih belum puas memukul Sam.
"Beraninya DIA! Beraninya dia bersikap kurang ajar kepadamu!" teriak Leon marah yang membuat pak Anwar dan beberapa bodyguard di rumah itu menghampiri mereka bertiga disana.
"Maaf om, tapi saya merasa saya tidak kurang ajar pada Aileen." Sam tersenyum, lalu mengusap sedikit darah segar dibibirnya.
"Barusan kamu memeluknya dan menciumnya, apa yang namanya kalau bukan kurang AJAR!" bentak Leon pada Sam, dia terlihat begitu marah sampai wajahnya memerah.
"Papa jangan pernah mengatakan kak Sam kurang ajar! Dia berhak memeluk atau menciumku karena dia adalah kekasihku!" tegas wanita itu yang membuat Leon tercengang mendengar ucapan Aileen dan langsung menoleh padanya.
"Kamu dan dia baru kenal beberapa hari, lalu kalian sudah berpacaran? Siapa yang menyuruhmu berpacaran, Aileen? Papa hanya menyuruhmu berteman!" seru Leon seraya menatap putrinya dengan atensi tajam.
Aileen balas menatap papanya dengan tajam juga. Dan disisi lain Sam melihat ada yang aneh dengan sikap Aileen juga Leon saat ini. Tapi dia tak tahu apa yang aneh. Mungkinkah memang Leon sangat posesif pada putrinya hingga dia semarah ini?
Ada hal yang tidak Sam tau, bahwa Leon adalah ayah angkat Aileen bukan ayah kandungnya.
"Maaf Om Leon, tolong jangan marahi Aileen....kami menjalin hubungan karena kami merasa bahwa kami sudah saling mengenal dengan baik. Bukankah itu tujuan om dan Tante Celia mengenalkan kami?" tanya Sam sambil menaikkan bahunya dan tersenyum menyeringai.
"Diam kamu! Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah saya, sebelum saya membuat wajah kamu babak belur!" ancam Leon pada Sam, tanpa mempedulikan dampak pada hubungannya nanti dengan Celia bila dia mengusir Sam.
Yang jelas dia kesal saat ini, Aileen disentuh oleh pria lain dan dia tidak rela. Darahnya berdesir hebat, kemarahannya memuncak.
Aileen mendekat lalu berbisik ke telinga Sam dan terlihat seperti sedang mencium pipinya. "Kak, lebih baik kakak pulang duluan sekarang ya. Kita bicara lagi besok,"
"Tapi kamu bagaimana?" tanya Sam cemas melihat kemarahan Leon pada Aileen. Ia baru tau bahwa Leon yang terlihat pendiam ternyata begitu galak.
"Tenang saja... tidak akan terjadi sesuatu padaku. Ngomong-ngomong makasih bantuannya kak,"
"Bantuan? A-aku membantu apa?" tanya Sam tidak paham.
"Berpura-pura pacaran denganku." bisik Aileen seraya tersenyum pada Sam dan membuat jantung pria itu berdebar.
What the f*ck! Jadi dia anggap pacaran ini pura-pura? Hey! Aku bersungguh-sungguh mengatakan cintaku padamu!. Sam mendengus menahan kesal kecewa saat menyadari Aileen tidak menganggap pernyataan cintanya barusan adalah serius.
"Aileen Sheravina Xavier! Masuk ke rumah! Dan kau Sam, PERGILAH!" Leon membawa Aileen masuk ke dalam rumah. Sementara Sam pergi meninggalkan rumah itu dengan kepala banyak pikiran, sebenarnya ada yang janggal tapi apa?
Setibanya di dalam rumah, Leon langsung mendorong putrinya ke atas sofa. Beruntung di rumah mewah bak istana itu hanya ada mereka berdua saat ini karena Ratna dan dua pelayan yang bekerja di rumah itu sedang minta cuti.
Pria itu langsung menceramahi anaknya, mengenai penampilan, riasan dan juga mengenai Aileen yang pulang malam. Entah kenapa Aileen senang mendengar Leon marah-marah padanya.
"Coba lihat! Bagaimana penampilan kamu sekarang, Ai?"
"Kenapa Pa? Menurutku ini wajar kok,"
"Wajar apanya? Rok ini bahkan tidak menutupi paha mulusmu," ucap Leon seraya menunjuk pada rok yang dikenakan oleh Aileen, rok span itu berada di atas lutut dan memang memperlihatkan paha mulusnya.
"Lalu kenapa? Kak Sam suka kok aku berpenampilan seperti ini, Pa." kata Aileen dengan gaya cuek bebeknya.
Papa marah...hehe.
"Sam lagi, Sam lagi...apa yang kamu pedulikan itu hanya Sam? Sejak kamu kenal dia, kamu jarang berada di rumah lagi."
"Lalu kenapa pah?"
"Papa tidak suka itu, Ai!" ucap Leon sambil mengusap kasar wajahnya, dia kesal sangat kesal.
Aileen mendekat ke arah papanya, lalu dia menatap retoris sepasang mata yang indah baginya itu. Mata yang membuat dia terhipnotis hingga mengungkapkan cinta pada papa angkatnya sendiri. "Kenapa Pa? Mungkinkah Papa cemburu?"
Deg!
Seketika Leon tercekat saat mendengar pertanyaan dari Aileen. Dia menatap putrinya yang kini sudah didekatnya. Pria itu terlihat bingung dan tidak langsung menjawab pertanyaan dari Aileen.
Come on Pa, ayo akui kalau Papa cemburu melihatku dengan kak Samuel.
...*****...
dari SUKA..TERTARIK...MENJALIN HUBUNGAN.
itu siklus Leon saat ai pergi.
kalau ai gak balik setelah lima tahun, tapi dtngnya beberapa tahun lagi.. gw yakin nih Leon dah MENJALIN HUBUNGAN dengan beberapa wanita dengan alasan dia pria normal.😌
gimana sih.😪
GAK SETIA,BEGO!
Leon menunjukkan bahwa gak cukup Aileen doang, meski statusnya sdh jadi suami aileen