NovelToon NovelToon
Takdir Dan Cinta Nafisa

Takdir Dan Cinta Nafisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:11.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

gadis yatim piatu yang harus berjuang hidup sendiri tanpa memiliki sanak saudara. ia melanjutkan kuliahnya dari bea siswa dan bekerja di sebuah tempat karaoke keluarga milik sahabnya.

namun semuanya berubah saat seorang pria yang mabuk memperkosanya. sehingga ia hamil.

bagaimana kelanjutan kisahnya.
nafisa. gadis cantik berusia 20 tahun. seorang mahasiswi di fakultas ekonomi. yg bekerja sebagai waiter di salah satu tempat karoke.

aldiansah Pratama
seorang mahasiswi dan pengusaha. berusia 21 tahun.

Julian Saputra.
pria mapan berusia 28 tahun.
seorang pengusaha muda yg sukses.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 17

 walaupun jalalan berduri. pasti akan tetap aku lalu. ~nafisa~ \ 

Seperti inilah takdirnya seandainya ia mati di dalam sini. Apa ada yang akan mencarinya. Air matanya kembali menetes. "Mungkin aku akan ditemukan bila mayat ku sudah membusuk," batinnya.

Nafisa memegang perutnya yang terasa amat lapar. Mau keluar, pusing dan mual. Delivery pakai ojol uang udah menjerit. Pada akhirnya, gadis itu masuk ke dalam kamarnya, memakai switer hitam yang tergantung di gantungan baju , Ia kemudian memakainya. “Kita jalan-jalan ya nak. Cari makan enak.” ucapnya sambil mengusap perutnya yang masih rata.

Ia berjalan ke warung nasi goreng. Sesampainya di warung nasi goreng tersebut, ia langsung memesan makanannya.

“Mas nasi goreng gak pakai telur berapa?” Tanya Nafisa.

“7000 neng.” Jawab penjaga warung tersebut.

“Bungkus satu ya mas. Gak pakai cabe.” ucap nya.

“Iya neng.”

Setelah nasi gorengnya siap, Nafisa pulang ke rumahnya. Ia duduk di dapur sambil memasukkan nasi goreng ke mulutnya. Di kunyah nya nasi tersebut sangat lama dan ia meneguk air putih agar bisa menelan nasi tersebut dengan bantuan air. Sudah sekitar setengah bungkus ia makan dengan sangat sulit untuk menelannya. Hingga air matanya menetes saat nasi tersebut berjalan dari tenggorokannya. Ia kembali membungkus sisa nasi gorengnya. Siapa tahu lapar tengah malam atau sarapan pagi. Disimpannya nasi goreng tersebut ke bawah tudung saji.

Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur kecil yang berukuran 90 cm tersebut. Kasur busa yang sudah tipis sebenarnya sambil membuka wa di ponselnya. Begitu banyak pesan Aldi yang masuk menanyakan kabar gadis tersebut. Namun tidak satu pun dibalas Nafisa. Ia tertidur dengan ponsel masih ditangannya.

********

Aldi masuk ke dalam kelasnya yang nampak masih sepi. Ia melihat Nafisa yang duduk di bagian pojok kelas menjatuhkan kepala di atas meja dan meletakkan tangannya sebagai bantal.

“Sa,” sapa Aldi.

“Iya Al”, gadis itu mulai mengangkat kepalanya ke atas.

“Kamu apa kabar Sa?” ucapnya yang terlihat begitu sangat pucat. Ia datang ke kos Nafisa untuk melihat kondisi Nafisa. Namun Ia begitu terkejut saat mengetahui Nafisa yang sudah pindah. Pesan yang dikirim nya tidak satu pun dibalas Nafisa

“Baik Al.” jawabnya yang tersenyum.

“Apa kamu sehat?” Aldi melihat wajah Nafisa yang semakin memucat. Tanpa terlihat rona merah sedikit pun dari wajah cantik tersebut. Dengan tubuh yang tampak semakin kurus.

Nafisa tersenyum melihat Aldi. Namun entah kenapa, melihat senyum tersebut. Aldi seperti melihat senyum orang yang menahan rasa sakit. Diletakkan punggung tangannya di kening gadis tersebut. Ia tidak merasakan panas.

“Aku sehat Al. Berhentilah mencemaskan aku. Al, aku mau ngasi tahu kamu sesuatu.”

“Apa itu Sa?”

“Aku udah nikah Al.” Kata Nafisa pelan.

“Kamu jangan bohong Sa.”

“Aku gak bohong Al. Aku serius.”

“Sama siapa Sa?” Terlihat Aldi sedang merapatkan gerahamnya menahan rasa emosi yang saat ini di rasakan nya.

“Julianda Saputra.”

Aldi tampak sedang menahan amarahnya. Matanya yang terlihat merah. “Bagaimana kau bisa mengenalnya? Sejak kapan kau mulai memiliki hubungan dengannya? Bagaimana kau bisa menikah dengannya?” ucapnya yang sudah sangat marah.

“Aku mengenalnya beberapa bulan yang lalu Al. Aku belum lama berhubungan dengannya. Dia meminta aku untuk menikah dengannya. Kamu tahu Al, aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini. Dia mengatakan akan menikahi ku, maka aku terima Al.” Jawab Nafisa berbohong.

“Mengapa kau tidak memberi tahu aku.” Dengan mata tajamnya ia bertanya kepada Nafisa.

“Aku cuman akad nikah Al. Nanti kalau resepsi. Aku pasti mengundang mu.” ucapnya.

“Apa karena dia kaya Sa, kamu mau menerimanya.” ucapnya dengan suara yang sangat keras yang mengejutkan gadis tersebut.

Nafisa menutup mulutnya agar tangisnya tidak pecah. Ia tidak menjawab apa pun dari pertanyaan Aldi.

“Kalau cuma itu alasan nya. Aku bisa menikahi kamu. Kenapa kamu gak bilang sama aku. Kalau kamu sudah tidak tahan dan ingin menikah dengan waktu cepat. Aku akan nikahi kamu.” ucap Aldi yang terdengar kasar.

Nafisa menagis dengan menutup wajahnya dengan dua telapak tangannya. “Al maafkan aku Al.” ucap nya.

Aldi menatap wajah Nafisa. Ia melihat seperti sedang jijik dengan wajah gadis tersebut. Ia kemudian pergi dari kampus. Nafisa masih terisak-isak dan berusaha agar bisa meredamkan tangisnya.

Saat suasana mulai ramai dengan teman-teman satu kelasnya. Nafisa mencoba untuk tidak memperlihatkan kesedihannya. Namun Aldi tidak masuk sampai jam kuliah selanjutnya.

Setelah pulang kuliah, Nafisa langsung ke tempat kerjanya. Ia juga tidak melihat Aldi di sana. Nafisa tetap memperlihatkan bahwa dia masih mampu untuk bekerja.

********

“selamat malam pak.” ucap seorang pria yang mengatakan telpon nya.

“Malam. Apa Nafisa hari ini masuk?” tanya Aldi dari sambungan telepon tersebut.

“Masuk pak. Apa ada masalah pak?” ucap manajer nya.

“Tidak ada. Biarkan saja dia bekerja.” ucapnya.

“Baik pak.” Jawab pria di seberang sana.

Telpon pun terputus.

Aldi duduk di atas tempat tidurnya. Masih dengan raut wajah yang sangat marah dan tampak ia sangat kacau. Bagaimana Nafisa tidak memberi tahunya. Bagaimana wanita itu bisa mengabaikan perasaannya selama ini. Ia seakan tidak bisa menerimanya. Tapi memang ia masih harus bekerja apa bila dia menikah dengan Julian? Bukankah Julian sudah punya tunangan, apa penyebabnya Julian menikah dengan Nafisa. Aldi melemparkan seluruh barang yang ada di dekatnya guna melampirkan amarahnya.

**********

Nafisa duduk di halte busway menunggu bus datang. Hanya ada tiga orang yang duduk di halte tersebut.

Ia duduk dengan wajah yang tampak sangat pucat. Mata yang semakin cekung, dan pipi yang terlihat semakin kempot, tatapan mata tampak kosong. Ia seperti mayat yang sedang berjalan.

Julian melihat Nafisa yang duduk di halte. Ia sangat terkejut saat melihat wajah wanita yang sudah berstatus istrinya. “Berhenti.” ucapnya.

Dengan sigap Randi memberhentikan mobilnya ke pinggir secara mendadak. Bersyukur tidak ada mobil yang melaju di belakang mereka.

“Ada apa pak?” Tanya Randi.

“Suruh Nafisa masuk ke dalam mobil.” ucapnya.

“Baik pak.” Randi keluar mendekati Nafisa. Ia merasakan matanya begitu panas saat melihat wajah gadis yang terlihat yang sangat memprihatinkan tersebut. Ia berusaha agar air matanya tidak jatuh.

“Nafisa.” ucap Randi.

“Mas Randi.” jawab Nafisa.

“Pak Julian meminta kamu untuk masuk ke dalam mobilnya.” ucapnya.

“Maaf mas, saya naik busway aja. Itu busnya sudah berhenti. Permisi mas.” Ucapnya yang berjalan mendekati bus.

“Iya. Hati-hati ya Sa.” ucap Randi yang memandang gadis itu naik ke atas bus.

“Iya mas. Makasih.” jawab Nafisa yang melambaikan tangannya.

Nafisa masuk ke dalam bus. Randi melihat gadis tersebut yang sudah menghilang di dalam bus. Ia berjalan menuju mobilnya yang terparkir beberapa meter dari halte busway tersebut. Randi kembali duduk di kursi pengemudinya.

“Maaf pak. Nona Nafisa menolak untuk masuk ke dalam mobil. Ia lebih memilih naik busway.” ucap nya.

“Ya sudah. Jalan.”printah Julian.

“Baik pak.” jawab Randi.

***

Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏

1
Danny Muliawati
sedih banget
Danny Muliawati
Nafisa hrs nya cerita ke aldi khawatir Nafisa hamil
Danny Muliawati
biadab si Julian
Danny Muliawati
br bc sdh sedih Thor kasian banget nafisa
Nur Ajizah
Luar biasa
Winda 12
gak usah nanya lagi kalau mau ngasih makanan beliin aja🤦🤦🤦
Nurhayati
apa rendy sdh curiga itu amera ya
dan dia pura2 tidak mengenali
Nurhayati
apa rendy sdh curiga itu amera ya
dan dia pura2 tidak mengenali
Cerita Emmilia
ya Aalah tragis ya nasib nafusa, ga ada saudara, org tua, bingubg ya mau minta toling kesiapa
Cerita Emmilia
nafisa kurang srek
🐊⃝⃟★aza_thv🐨
kmu jahat bgt si thor, kpn bahagia ny si nafisa udh nyesek ni baca ny😭😭
Kadek Bella
lanjut thoor
Kadek Bella
terima kasih thoor ;;;tetap smangat
Mila Nurul Khanifa
huhuhu
Mila Nurul Khanifa
nangis aku 😭😭
epifania rendo
nasibnya nafisa
epifania rendo
suka
epifania rendo
nafisa pergi sja dri kota itu
epifania rendo
dasar laki2 sampah
epifania rendo
jadian aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!