NovelToon NovelToon
Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

"Menikahlah dengan wanita pilihan Kakek. Anggaplah ini sebagai permintaan terakhir Kakek kepada kamu, Askara."

Sebuah permintaan yang terlontar dari mulut pria paruh baya yang sudah tak berdaya, yaitu Genta Wiguna.

Ghattan Askara Wiguna adalah pria yang mencoba meninggalakan tanah air demi dua misi. Misi pertamanya sudah berhasil, yaitu menjadi pengusaha sukses. Namun, tidak dengan misi kedua. Bayang wajah wanita yang telah membuat hatinya porak poranda masih selalu melekat di hati dan kepalanya. Ternyata, mengikhlaskan itu tidak semudah yang dibayangkan.

Kali ini, Aska dihadapkan dengan sebuah permintaan sang kakek yang sudah lemah dan melekat berbagai alat medis di tubuh pria yang banyak membuatnya berubah.

Apa Askara akan mengabulkan permintaan terakhir sang kakek? Atau dia memilih untuk menunggu wanita yang dia cintai yang tak lain adalah istri dari mantan sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. SAH!

Seorang wanita masih menangis di ruangan khusus seorang diri. Dia meratapi kemalangan yang selalu menimpa dirinya. Dari kecil hingga dewasa nasibnya tak pernah beruntung. Air matanya sudah tumpah ruah, hatinya sudah patah serta riasannya sudah berantakan membuat dirinya terlihat sangat kacau.

"Aku ingin pergi dari sini. Ingin pergi."

Jeritan kecil yang hanya mampu dia pendam di dalam dada. Dia ingin melakukan itu, tetapi dia tidak bisa. Pada nyatanya ketika memiliki tahta hidup terlihat lebih berguna.

"Bunda ...."

Nama itu yang dia panggil. Dia melihat ke arah tubuhnya yang sudah memakai kebaya pengantin yang sangat cantik. Namun, ayahnya seakan menjebaknya dengan menggunakan nama pria yang di cintai. Pada nyatanya, bukan pria itu yang akan bersanding dengan dirinya. Bukankah ini terlalu menyakitkan.

Suara pintu terbuka. Dia menoleh ke arah pintu dan seorang perempuan cantik datang dengan senyum yang menawan.

"Kamu gak bahagia? Kamu terpaksa?" sergah Fahrani.

"Kenapa kamu bertanya pertanyaan yang kamu sendiri sudah tahu jawabannya."

Fahrani pun tertawa dan dia duduk di samping wanita yang benar-benar menyedihkan itu.

"Katanya bumi itu luas. Pada nyatanya bumi itu sempit." Fahrani menoleh ke arah wanita di sampingnya. "Kita malah akan disatukan dalam ikatan keluarga."

Sangat menyakitkan mendengar ucapan itu. Dia ingin menolak sangat keras. Namun, dia juga masih waras. Dia memilih untuk diam.

"Jingga Andhira."

Nama itu Fahrani panggil dan si empunya nama menoleh. "Cintai dia dengan sepenuh hati," pinta Fahrani.

"Apa itu mungkin bisa aku lakukan?" balas Jingga. "Pada nyatanya hatiku terpatri hanya pada satu orang." Kini, Fahrani yang terdiam.

"Tolong Jaga dia, bahagiakan dia dan cintai dia dengan tulus." Mengucapkan kalimat itu membuat dada Jingga terasa sesak. Ulu hatinya sangatlah sakit.

"Kenapa nasib cintamu sangat miris, ya," ejek Fahrani. Dia pun bangkit dan menghampiri Jingga. Dia mengusap bulir bening yang sudah membasahi pipi Jingga. Membenarkan riasan Jingga sebelum dia bertemu dengan laki-laki yang sah menjadi suaminya.

.

Hentakan tangan dari penghulu membuat Aska tersadar dan mulai membaca isi dari secarik kertas yang ada di atas meja.

"Saya terima nikah dan kawinnya Jingga Andhi-"

Tubuhnya menegang tak bisa melanjutkan ijab. Ayanda yang sedari tadi menahan tangis mulai panik ketika melihat anaknya tak bersuara lagi.

"Adek," lirihnya.

Echa terus menenangkan ibunya dan Riana menatap ke arah sang suami. Memberikan kode khusus agar suaminya mendekat kepada Aska.

Bisik-bisik dari tamu yang ada di sana pun terdengar. Membuat suasana semakin tegang. Penghulu pun terdiam dan menatap ke arah Gio maupun Genta. Namun, tidak ada reaksi apapun dari kedua orang itu.

Aksa kini menghampiri Aska. Tangannya sudah merangkul pundak sang adik. "Kenapa?" bisiknya.

Aska menyerahkan secarik kertas itu kepada Aksa dengan tangan yang bergetar. Kedua alis Aksa menekuk tajam membaca isi dari secarik kertas itu. Apalagi melihat nama ayah di belakang nama calon istri Aska membuat dahinya semakin mengkerut.

"Bukankah anaknya itu hanya dokter Melati?"

Begitulah batin Aksa. Dia merasa ada kejanggalan dari awal acara ini. Biasanya sang ayah dan kakek yang akan menjadi pelindung paling depan. Namun, sekarang seakan tak melakukan apapun.

"Apa ini-"

"Bang, gua gak salah baca 'kan?" Aksa terkejut mendengar pertanyaan dari sang adik. "Mata gua belum rusak 'kan?"

Usapan lembut Aksa berikan di pundak sang adik. Senyum hangat pun dia berikan kepada Askara. "Lu gak salah. Baca aja sesuai yang ditulis di kertas itu."

Aska masih tidak percaya. Matanya masih mencari-cari orang yang namanya tertulis di atas kertas itu.

"Di mana dia, Bang? Kenapa dia gak ada di kursi ini?"

Aksa melihat Aska belum bisa percaya. Dia juga melihat kekhawatiran pada wajah kembarannya.

"Lanjut dulu ijab kabulnya. Nanti pasti dia akan datang." Aksa mencoba meyakinkan hati Aska dan akhirnya Aska pun mengangguk.

"Tuhan memiliki cara yang tidak kita duga untuk menyatukan dua insan manusia yang memang pada nyatanya harus menyatu."

Lengkungan senyum pun kini hadir di wajah Aska ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Abang tercinta.

"Gimana? Masih mau dilanjut?" tanya penghulu ketika Kakak dari Aska sudah kembali duduk di tempatnya.

"Lanjut, Pak."

Sangat tegas sekali jawaban dari Askara. Hati Ayanda semakin tak karuhan. Echa dan Riana terus menenangkan ibu mereka.

"Mah, si Adek mau lanjutin ijabnya kok. Mamah tenang, ya."

"Iya, Mom. Kakak pasti tidak akan membuat keluarga malu," tambah Riana.

Pak penghulu kembali menjabat tangan Askara. Dia melihat ke arah dua keluarga juga para saksi untuk memulai lagi. Anggukan dari mereka membuat penghulu itu melanjutkan kembali ijabnya.

.

"Sekarang kita keluar," ajak Fahrani yang sudah membuat Jingga kembali cantik.

"Ya Tuhan, apa aku akan sanggup menerima kenyataan ini? Apa aku mampu bisa menjadi istri yang baik untuk suamiku? Apa aku bisa mengurusnya sepenuh hati? Jika, pada dasarnya aku tidak mencintainya."

Kegamangan kini melanda hati Jingga. "Menjadi kakak dan adik ipar? Bukankah nanti akan menyakitkan hati aku?" Begitulah batinnya berkata.

"Ayo!"

Fahrani sudah merangkul lengan Jingga dan membawanya keluar dari ruang khusus itu. Langkah Jingga teras gontai, kakinya seakan tidak menapak pada lantai. Samar-samar terdengar suara penghulu membacakan ijabnya. Hati Jingga semakin sakit mendengarnya. Langkah mereka terhenti di jarak beberapa meter dari tempat akad. Begitulah peraturannya.

"... tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Jingga Andhira binti Eki Mandala dengan mas kawin tersebut tunai."

Jawaban dengan satu tarikan napas membuat semua orang dapat bernapas lega.

"SAH!"

Satu kata yang membuat air mata Jingga menetes. Dia tidak menyangka dia sudah menjadi seorang istri dari laki-laki yang tidak dia cintai. Sungguh dejavu lagi dan lagi.

Tanpa dia ketahui, di tempat akad ada pria yang tengah berkaca-kaca dan memeluk tubuh abangnya dengan sangat erat.

"Bang, gua gak mimpi 'kan."

"Enggak, Dek."

Tangis Aska pun tumpah di pelukan sang Abang. Riana tersenyum bahagia ketika akhirnya kembaran dari suaminya menikah dengan wanita yang memang Aska cintai. Sedangkan Echa dan Ayanda merasa bingung karena mereka tidak tahu siapa Jingga Andhira.

Kedua sahabat Aska pun berlari ke arah Aska dan mengucapkan selamat. Akhirnya penantian Aska selama ini berbuah manis.

"Jadi nih malam pertama." Aska hanya tertawa dan memeluk erat tubuh Ken dan Juno.

"Gua ikut bahagia, Sa." Senyum Ken dan Juno sangat merekah malam ini. Kebahagiaan Aska adalah kebahagiaan mereka juga.

Gio menatap ke arah sang ayah yang hanya tersenyum. "Ayah tahu yang terbaik untuk anak dan cucu-cucu ayah." Gio hanya mengangguk dan tersenyum. Dia pun memeluk tubuh renta sang ayah.

"Makasih, Yah."

Si triplets saling pandang. Nama Jingga Andhira nama yang cukup asing bagi mereka.

"Apa jangan-jangan kak Jing-jing?" Aleeya kini membuka suara.

"Kak Jing-jingnya Kalfa?" Aleesa dan Aleeya mengangguk mendengar ucapan Aleena.

Suara derap langkah kaki terdengar dan pihak pembawa acara mengatakan pengantin wanita sudah memasuki area akad. Semua mata tertuju pada sosok yang berjalan sangat anggun dan cantik ke arah pengantin pria yang sudah bermandikan air mata.

"Tegakkan kepala kamu," titah Fahrani.

Pelan tapi pasti, Jingga mulai menegakkan kepalanya. Matanya hampir terlepas dari tempatnya dan jantungnya seakan berhenti berdetak.

"Bang As!"

...****************...

Hem ....

Komen sedikit keterlaluan.

1
dwi'x
Luar biasa
Ray Aza
asli sy makin bingung dgn respon aska... tlg ksh tau salah bian dibagian mana as? dia jg sama2 ga sadar spti jingga sm2 korban si mel spti jingga... liyer euy...
Ray Aza
sampe sini.... sy msh gagal paham. letak kesalahan bian kpd jingga dibagian mana????
Ray Aza
dari sini...
Qaisaa Nazarudin
Apa Jingga di JODOHKAN dengan sahabat Aska sendiri ya? Gak mungkin kan Jingga selingkuh..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Title janda juga kadang belum tentu udah bolong,Kalo emang bolong juga udah emang terangan title nya udah ada,Lha apa kabar yg title gadis tapi serasa JANDA..
Ucie
jodoh emang kejutan....💥💥💥
Yus Nita
😄😃😃😃😆😆
Yus Nita
kepeleset lidah Aq baca nama anak cewek bang Azka 😊😊😊
Yus Nita
makanya lg sehat jangan belagu
udah taksempur abDi lu sadar.,
atau ngemis y.. minta di akui.. 😁😁😁
Yus Nita
😄😄😄😄😄😄😄
Yus Nita
tak selama ny mendung itu kelabu...
pasti ada sinar setelah ny..
Yus Nita
skakmatbuat Rifal
Yus Nita
klrga Wiguna dlm kurun waktu yg tak jauh jarak ny dari kakek Genta.
Yus Nita
kok si Eki sama emak ny blom dpt karma y..
padahal udah banyak hati yg mereka sakiti..
Yus Nita
lah emang ny si Eki stress bin serakah harta udah sembuh dari depresi ny..
Yus Nita
sabar y Thor...
orang sabar rezeki ny luas 😊😊😊
Yus Nita
masak cantek2 dan Nak orang kaya mau jadi peslor kamu key...
jangan y dek y.
Yus Nita
😄😄😄😄😄😄
Yus Nita
sejak sekarang.. hamidi kaleee.. 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!