NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi-pagi sekali, matahari baru saja muncul dari balik bukit Desa Sukamaju.

​Adit sudah berdiri di depan kandang baja bersama Bang Jarwo dan Bang Sopo.

​"Brum! Brum!"

​Suara mesin truk engkel sewaan berhenti tepat di pekarangan belakang rumah Adit.

​Pak Yudi, sopir truk sewaan dari desa sebelah, turun dari kabin sambil mengusap matanya yang masih mengantuk.

​"Pagi, Dit, ini seratus ekor ayam raksasa itu yang mau diangkut ke kota?" tanya Pak Yudi kaget melihat ukuran ayam di dalam kandang.

​"Benar, Pak Yudi, tolong bantu angkut keranjangnya ke atas bak truk ya," jawab Adit ramah.

​"Buset dah, ini ayam makan apa bisa segede kambing begini?" gumam Pak Yudi takjub sambil memegangi keranjang plastik tebal.

​Bang Jarwo dan Bang Sopo mengangkut keranjang-keranjang itu dengan sigap ke atas bak truk.

​Karena tenaga fisik Adit yang jauh di atas manusia normal, dia memindahkan lima keranjang sekaligus dengan sangat ringan.

​Pak Yudi sampai melotot terperanjat melihat kekuatan Adit yang seperti traktor berjalan.

​"Sudah siap semua ini, Dit, tidak ada keranjang yang ketinggalan kan?" tanya Bang Jarwo sambil menepuk bak truk.

​"Sudah pas seratus ekor, Bang," balas Adit tersenyum.

​"Saya ikut naik di samping Pak Yudi ya, Bang Jarwo sama Bang Sopo jaga rumah dan kandang saja di sini."

​"Klak!"

​Adit menutup pintu kabin truk engkel itu setelah duduk di sebelah Pak Yudi.

​"Brum!"

​Truk engkel berwarna kuning itu perlahan bergerak meninggalkan pekarangan rumah Adit menembus kabut pagi.

​Jalanan lintas desa menuju kota masih sangat sepi dan dikelilingi rindangnya pepohonan jati.

​Pak Yudi menyetir dengan tenang sambil bersiul memegang kemudi truk.

​"Glek!"

​Tiba-tiba Pak Yudi menginjak rem truknya dengan sangat mendadak hingga bannya berdecit keras.

​"Ciiiiiik! Brak!"

​Truk engkel itu berhenti mendadak beberapa meter di depan sebuah pohon besar yang tumbang melintang di tengah jalan.

​"Aduh, ada pohon tumbang menghalangi jalan ini, Dit," keluh Pak Yudi panik sambil melihat ke sekeliling.

​"Bukan pohon tumbang sendiri ini, Pak Yudi, sengaja ditebang," bisik Adit tenang sambil mengamati bekas gergaji di batang pohon.

​"Brak! Brak!"

​Tiba-tiba pintu bak belakang truk digebrak dengan kasar dari luar oleh seseorang.

​Empat pria berbadan kekar membawa balok kayu dan pipa besi keluar dari balik semak-semak pinggir jalan.

​Pria berkumis tipis yang menjadi pemimpin preman itu meludah ke tanah dengan wajah beringas.

​"Woi! Turun kalian berdua kalau masih sayang nyawa!" teriak pemimpin preman itu lantang.

​Pak Yudi langsung gemetaran ketakutan di samping kemudi, wajahnya pucat pasi.

​"D-Dit, mereka ini preman pasar induk yang biasa memeras sopir truk," bisik Pak Yudi ketakutan.

​"Bapak tenang saja di dalam kabin, kunci pintunya dari dalam," kata Adit santai.

​"Klak!"

​Adit membuka pintu kabin truk dan melangkah turun ke atas tanah berdebu tanpa rasa takut sedikit pun.

​"Ada perlu apa kalian menghadang truk saya pagi-pagi begini?" tanya Adit dengan nada sangat datar.

​Pemimpin preman itu tertawa meremehkan sambil menimang-nimang balok kayu di tangannya.

​"Kalian muat ayam muatan Restoran Bintang Nusantara kan?" tanya preman itu sinis.

​"Bos Anton kirim salam, muatan ini tidak boleh sampai ke kota dalam keadaan utuh!"

​"Brak!"

​Salah satu preman mengayunkan pipa besinya ke arah bak truk untuk merusak keranjang ayam.

​"Wus!"

​Sebelum pipa besi itu mengenai bak truk, Adit sudah melesat maju bergerak seperti bayangan cepat.

​"Grep!"

​Jari-jari tangan Adit mencengkeram pipa besi itu di udara dengan sangat mudah.

​Preman pemilik pipa besi itu terbelalak kaget mencoba menarik senjatanya kembali, tapi pipa itu sama sekali tidak bergeser sedikit pun.

​"Krek!"

​Adit meremas pipa besi tebal itu hingga penyok dan bengkok seperti sedotan plastik bekas.

​"P-pipa besinya bengkok dipijit tangan kosong?!" jerit preman itu melotot ngeri ketakutan.

​"Bruk!"

​Adit menyikut dada preman itu pelan, membuat tubuh kekarnya langsung terpental tiga meter jatuh ke dalam semak-semak.

​"Kurang ajar! Serang dia barengan!" teriak pemimpin preman panik melihat anak buahnya tumbang seketika.

​Tiga preman tersisa langsung maju mengayunkan balok kayu secara serentak ke arah kepala Adit.

​"Klak! Pyar!"

​Dua balok kayu hancur berkeping-keping begitu menghantam bahu Adit yang keras seperti lempengan baja.

​Adit bahkan tidak bergeming sedikit pun dari posisinya berdiri.

​"A-apa-apaan ini?! Bahumu terbuat dari besi ya?!" teriak pemimpin preman dengan tangan gemetar memegang sisa balok kayu.

​"Bruk!"

​Adit menampar pipi pemimpin preman itu dengan kekuatan yang terukur.

​Pemimpin preman itu langsung berputar dua kali di udara sebelum jatuh pingsan tak sadarkan diri di jalanan tanah.

​Dua preman lainnya langsung melempar balok kayu mereka ke tanah dan berlutut memohon ampun ketakutan.

​"Ampun, Mas! Kami cuma disuruh Bos Anton! Kami cuma dibayar lima ratus ribu!" jerit mereka berdua sambil menyembah-nyembah.

​"Cepat singkirkan batang pohon ini dari jalanan sekarang juga," perintah Adit dengan suara dingin.

​"Siap, Mas! Siap sekarang juga!" sahut mereka berdua panik lalu bergotong royong menggeser pohon kayu itu ke pinggir jalan.

​Adit kembali masuk ke dalam kabin truk engkel dengan santai.

​Pak Yudi menatap Adit dari samping dengan mata membelalak lebar seolah melihat dewa perang penjelajah bumi.

​"D-Dit... kamu ini manusia apa superhero komik?" tanya Pak Yudi gagap.

​"Saya cuma petani biasa, Pak Yudi, ayo jalan lagi nanti kita terlambat sampai restoran," jawab Adit tersenyum renyah.

​Truk engkel kuning itu akhirnya tiba di pintu belakang dapur Restoran Bintang Nusantara dengan selamat.

​Riana yang sejak tadi bolak-balik cemas berdiri di area pembongkaran muatan langsung bernafas lega saat melihat truk Adit.

​"Adit! Syukurlah kamu sampai dengan selamat!" seru Riana sambil berlari mendekati Adit.

​"Ada kendala sedikit di jalan tadi, tapi semuanya sudah teratasi," balas Adit santai tanpa menceritakan detail perkelahiannya.

​Para koki dan staf dapur restoran langsung membantu membongkar keranjang-keranjang ayam super tersebut.

​"Buset! Ini ayam kampung atau monster?!" seru Kepala Koki restoran kaget memegang salah satu ayam yang ukurannya sangat besar.

​"Dagingnya sangat padat, teksturnya kencang, dan aromanya bahkan tidak amis sama sekali!" puji Kepala Koki dengan mata berbinar-binar.

​Riana tersenyum puas melihat reaksi kagum dari tim kokinya sendiri.

​"Transfer pembayaran seratus ekor ayam sebesar sepuluh juta rupiah sudah masuk ke rekeningmu ya, Dit," kata Riana sambil menunjukkan ponselnya.

​"Terima kasih banyak, Riana, kerja sama yang sangat menyenangkan," sahut Adit tersenyum.

​"Oya, secepatnya kalau Bebek Peking Berapi dan Puyuh Zamrud siap panen, aku yang pertama harus kamu kabari!" pinta Riana antusias.

​"Pasti, Riana, kamu selalu jadi prioritas utama bisnis saya."

​Setelah menyelesaikan urusan di kota, Adit kembali pulang ke Desa Sukamaju menumpang truk Pak Yudi.

​Siang harinya, Adit berjalan menuju ke halaman belakang untuk memeriksa kondisi Kandang Otomatis.

​"Kriet..."

​Adit membuka pintu besi kandang baja yang sejuk dan bersih itu.

​"Kwek! Kwek!"

​Suara riuh Bebek Peking Berapi terdengar sangat ramai dari zona khusus sebelah kiri.

​Adit melangkah mendekati sarang buatan di sudut ruangan dan matanya seketika terbelalak kagum.

​Di dalam sarang jerami halus, tergeletak belasan butir telur bebek berukuran dua kali lipat telur biasa.

​Cangkang telur itu tidak berwarna biru pudar seperti telur bebek biasa, melainkan berwarna kuning keemasan yang memancarkan pendar cahaya hangat di dalam ruangan.

​Adit melangkah mendekat dan mengambil salah satu telur emas tersebut dengan telapak tangannya.

​Telur itu terasa sangat hangat saat disentuh, seolah-olah ada energi panas lembut yang mengalir di dalamnya.

​"Ting!"

​Notifikasi transparan dari sistem tiba-tiba muncul melayang di depan mata Adit.

​[Pemberitahuan Sistem: Bebek Peking Berapi telah menghasilkan Telur Emas Murni!]

​[Khasiat Telur Emas: Meningkatkan vitalitas tubuh secara ekstrem, melancarkan sirkulasi darah, dan memulihkan stamina dalam hitungan menit.]

​[Nilai Estimasi Pasar: Rp 500.000 per butir.]

​Adit memegang telur emas hangat itu sambil tersenyum lebar menatap layar sistemnya.

​"Lima ratus ribu cuma untuk satu butir telur?" gumam Adit takjub dalam hati.

​Dia menyadari bahwa mesin pencetak uang sejati miliknya baru saja mulai beroperasi penuh hari ini.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!