NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Lin Xiao mendengarkan semua ocehan Su Yuxin dengan sangat sabar.

Setelah gadis itu selesai bicara, Lin Xiao justru tertawa pelan.

"hahaha"

Tawa itu tidak keras, tapi terdengar sangat mengganggu di telinga Su Yuxin.

"Apa yang kau tertawakan?" tegur Su Yuxin dengan alis berkerut.

"Aku menertawakan betapa piciknya pandanganmu, Nona Su." jawab Lin Xiao sambil menghentikan tawanya.

"Kalian datang ke sini dengan membawa segudang alasan mulia, padahal kalian hanya sekumpulan penjilat yang melupakan balas budi."

Wajah Su Lin langsung memerah karena marah mendengar ucapan Lin Xiao.

"Bocah kurang ajar, beraninya kau menuduh keluarga Su seperti itu!"

"Apakah saya salah bicara?" tantang Lin Xiao sambil menatap tajam ke arah Su Lin.

"Belasan tahun lalu, saat keluarga Su hampir musnah karena hutang darah, siapa yang berdiri membela kalian?"

"Ayahku, Lin Tianhai, mengorbankan separuh kekuatannya untuk membunuh musuh kalian." lanjut Lin Xiao dengan suara menggelegar.

"Kalian sendiri yang mengemis di depan pintu rumah kami untuk menjodohkan putri kalian sebagai tanda terima kasih."

Lin Xiao lalu menunjuk tepat ke wajah Su Yuxin.

"Sekarang, saat ayahku terluka dan jatuh, kalian langsung berbalik menggigit kami."

"Kalian sungguh sekumpulan anjing yang tidak tahu berterima kasih!" bentak Lin Xiao tanpa menahan diri sedikit pun.

Brak.

Kali ini Kepala Tetua Lin Zhen yang menggebrak meja dengan sangat keras.

"Tutup mulutmu, Lin Xiao! Jangan mempermalukan klan kita di depan para tamu!"

"Klan kita?" Lin Xiao menoleh dan menatap Kepala Tetua dengan senyum sinis.

"Apakah Kepala Tetua lupa bagaimana kalian juga menyingkirkan ayahku begitu dia kehilangan kekuatannya?"

"Kalian dan Keluarga Su sama saja, hanya sekelompok pengecut yang memuja kekuatan." cibir Lin Xiao dengan dingin.

Balai utama kini dilanda kekacauan.

Para tetua Klan Lin saling berteriak marah karena merasa dihina oleh seorang bocah sampah.

Lin Jian langsung melompat ke depan dan mencabut pedangnya.

"Biar aku yang memotong lidah sampah ini agar dia belajar sopan santun!"

Sring.

Lin Jian mengarahkan ujung pedangnya tepat ke leher Lin Xiao.

Aura kultivasi dari tahap Pembentukan Dasar tingkat kedua meledak dari tubuh Lin Jian.

Semua orang menahan napas menunggu kepala Lin Xiao terlepas dari tubuhnya.

Namun Lin Xiao bahkan tidak berkedip sedikit pun saat melihat pedang itu.

'Satu gerakan.' batin Lin Xiao sambil mengaktifkan Teknik Penguasa Darah di dalam tubuhnya.

'Jika dia berani maju satu inci lagi, aku akan mematahkan lehernya.'

"Berhenti, Lin Jian." perintah Su Yuxin secara tiba-tiba.

Gadis itu menatap Lin Xiao dengan tatapan jijik seolah melihat kotoran.

"Jangan kotori pedangmu dengan darah orang yang tidak bisa berkultivasi." ucap Su Yuxin dengan angkuh.

"Dia hanya sedang melampiaskan keputusasaannya karena kehilangan kesempatan untuk hidup bersamaku."

Lin Jian mendengus kasar lalu menyarungkan kembali pedangnya dengan enggan.

"Kau beruntung Nona Yuxin berbaik hati padamu, sampah."

Su Yuxin mengambil gulungan merah dari tangan ayahnya lalu melemparnya tepat ke lantai di depan kaki Lin Xiao.

"Ambil surat pembatalan itu, Lin Xiao. Hubungan kita berakhir sampai di sini."

Gadis itu membalikkan badannya berniat untuk kembali ke tempat duduknya.

Dia merasa sangat puas karena sudah memutuskan hubungan dengan masa lalunya yang memalukan.

"Tunggu sebentar." suara Lin Xiao menghentikan langkah Su Yuxin.

Su Yuxin menoleh ke belakang dengan wajah bosan.

"Apa lagi? Kau mau mengemis sekarang?"

Srak.

Lin Xiao mengambil gulungan merah di lantai itu lalu merobeknya menjadi dua bagian di depan semua orang.

Kertas perkamen itu hancur berkeping-keping dan jatuh berhamburan ke lantai.

Mata Su Yuxin membelalak kaget melihat tindakan itu.

"Apa yang kau lakukan, kau sudah gila?"

Lin Xiao mengabaikan kemarahan Su Yuxin dan menoleh ke arah salah satu pelayan klan.

"Bawakan aku selembar kertas kosong, kuas, dan tinta sekarang juga."

Pelayan itu ragu-ragu sejenak, lalu melihat ke arah Kepala Tetua yang mengangguk pelan.

Tidak lama kemudian, sebuah meja kecil disiapkan di depan Lin Xiao lengkap dengan peralatannya.

Lin Xiao meraih kuas, mencelupkannya ke dalam tinta, dan mulai menulis dengan gerakan tangan yang sangat cepat.

Aura kepemimpinan dari Kaisar Pedang Haus Darah tanpa sadar mengalir ke dalam setiap goresan tulisannya.

Selesai menulis, Lin Xiao mengangkat kertas itu tinggi-tinggi agar semua orang bisa melihatnya.

Hanya ada satu kata besar yang tertulis di tengah kertas itu dengan tinta yang sangat tebal.

'CERAI'

Ruangan yang tadinya berisik mendadak menjadi sesunyi kuburan.

Semua orang menatap kertas itu dengan pandangan tidak percaya, seolah mereka sedang berhalusinasi.

Lin Xiao berjalan maju dan melemparkan kertas itu tepat ke wajah Su Yuxin.

Kertas itu mengenai pipi sang gadis jenius sebelum jatuh melayang ke lantai.

"Apa maksudnya ini?" teriak Su Lin dengan wajah memerah menahan amarah yang meledak-ledak.

"Kau pikir kau siapa berani menulis surat cerai untuk putriku?"

Lin Xiao menatap ayah dan anak itu dengan pandangan merendahkan dari atas ke bawah.

"Kalian datang ke sini dengan sombong berpikir bahwa kalianlah yang membuangku."

"Tapi hari ini, di depan semua tetua klan, aku, Lin Xiao, yang menceraikan dan membuang Su Yuxin." deklarasi Lin Xiao dengan suara yang menggema hingga ke luar balai.

"Seorang wanita yang melupakan budi dan hanya menilai orang dari kekuatannya tidak pantas masuk ke dalam pintu keluarga Lin." lanjut Lin Xiao dengan kejam.

"Bawa surat itu dan enyah dari pandanganku, Nona Su."

Wajah cantik Su Yuxin memucat pasi, bibirnya bergetar karena rasa malu yang luar biasa.

Seumur hidupnya, belum pernah ada yang berani mempermalukan dirinya di depan umum seperti ini.

Apalagi yang melakukannya adalah seorang pemuda yang selama ini dia anggap sebagai sampah tak berguna.

"Kau... kau akan menyesali perbuatanmu hari ini, Lin Xiao!" teriak Su Yuxin dengan mata berkaca-kaca menahan amarah.

"Satu-satunya hal yang akan aku sesali adalah tidak menampar wajahmu yang sombong itu secara langsung." balas Lin Xiao dengan santai sambil berbalik pergi.

Lin Xiao berjalan santai menuju pintu keluar balai utama tanpa mempedulikan tatapan membunuh dari semua orang.

Paman Zhou yang berdiri di dekat pintu langsung mengikutinya dari belakang dengan kaki gemetar namun wajah penuh kebanggaan.

"Biarkan saja dia pergi sekarang." gumam Lin Jian sambil menatap punggung Lin Xiao dengan senyum kejam.

"Dalam turnamen klan bulan depan, aku akan mematahkan semua tulang di tubuhnya di atas arena."

Lin Xiao mendengar gumaman Lin Jian namun dia sama sekali tidak peduli.

Babak pertama pembalasannya baru saja dimulai.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!