NovelToon NovelToon
Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noor Hidayati

Zia Nafiza Faraz Shaikh gadis cantik bak Barbie dengan perawakan tinggi langsing berkulit putih mulus tanpa cacat cela yang kini berusia 17th dan tengah duduk di bangku kelas 2 SMA sangat tergila-gila dengan DUDA yang usianya 21th lebih tua darinya.
Zia tidak segan-segan untuk menunjukan rasa cintanya hingga mengungkapkan perasaannya pada Om Bryan yang tak lain adalah Teman Papanya sendiri.

Akankah Om Duda membalas cinta gadis kecil sepertinya?
Lalu bagaimana dengan Papa Faraz? Akankah Ia menyetujui hubungan putrinya dan Temannya sendiri?

Novel ini adalah sekuel dari novel romantis "Perjalanan Cinta Sang Duda" yang akan berkisah tentang kehidupan Zia MENGEJAR DUDA TEMAN PAPA.

follow FB Author @i'tsmenoor
Instagran / Tiktok @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Om Duda

Malam Hari 🌙

Bryan yang seharian tidak mendapat kabar dari Zia pergi mendatangi rumahnya. Kemudian Bryan mencoba menelfon Zia dari dalam mobilnya. Namun Zia mengabaikan panggilan Om Bryan karena Zia kembali mendapat pesan dari David untuk tidak berhubungan dengan Om Bryan kalau tidak ingin foto-fotonya di kirim ke Papanya.

Zia yang merasa bingung hanya memandangi layar ponselnya hingga Faraz memanggilnya.

"Sayang Kamu sudah siap?"

"Ya Pa."

"Cepatlah Papa tunggu di luar."

Dengan berat hati Zia mematikan ponsel dan keluar dari kamarnya.

Di luar Bryan yang melihat Faraz dan Zia keluar merasa panik dan sedikit menurunkan duduknya sambil terus mengawasinya.

Bryan semakin penasaran melihat Faraz dan Zia memasukkan barang-barangnya ke bagasi mobilnya.

"Mau kemana Mereka?" batin Bryan yang kembali terkejut melihat Alia dan Zayd keluar dengan menarik kopernya.

"Apakah Mereka akan liburan, Tapi kemana, Kenapa Zia tidak memberitahu ku sama sekali?" batinnya.

"Om Bryan, Zia akan sangat merindukan Om," batin Zia yang memang belum sempat memberitahu Bryan karena keburu di hentikan oleh David.

"Sayang Masuklah." titah Faraz.

Zia masuk ke kursi belakang bersama Mama dan Papanya, Sedangkan Zayd duduk di depan samping Supir.

"Zia, Kenapa Zia tidak memberi kabar pada Om sama sekali." batin Bryan yang semakin gundah melihat mobil Faraz meninggikan rumah.

Saat Ia akan membuntuti, Mobil lain mendahuluinya.

Bryan yang sudah tidak tahan lagi dengan perasaannya tanpa berfikir panjang mengikut mobil Mereka.

"Sebenarnya mau kemana Mereka, Apakah Mereka akan keluar kota?"

Batin Bryan yang terus mengikuti sampai mobil Faraz meninggalkan Jakarta, Karena merasa sudah kepalang tanggung, Bryan terus mengikutinya dari kota ke kota lainnya.

Setelah separuh perjalanan tepatnya di kota Cirebon Faraz dan sekeluarga menghentikan mobilnya di sebuah restoran untuk mengisi perut yang terasa lapar.

"Zia mau ke toilet dulu gak?" tanya Alia.

"Gak Ma."

"Masih lama loh Sayang, Ntar kebelet di jalan repot." sambung Faraz.

"Ya udah Papa sama Mama duluan, Ntar Zia nyusul,"

"Baiklah, Kalau udah langsung ke restoran cari Mama Papa ya?"

Zia menganggukkan kepalanya dan membiarkan kedua orang tuanya pergi.

Zia yang merasa sendirian turun dari mobil dengan malas-malasan.

Kesempatan ini di ambil oleh Bryan yang langsung membungkam mulutnya dan menyeret ke mobilnya.

"Mmmm... Mmmm..." Zia mencoba memberontak kerena tidak tau Om Bryan yang membekap mulutnya.

Bryan langsung membopong tubuh Zia dan memasukannya ke jok belakang. Setelah pintu mobil di tutup, Zia terkejut melihat Om Bryan yang ada di depannya.

"Om Bryan?" ucap Zia tak percaya.

"Sayang..." Bryan mencoba menyentuh wajah Zia namun di hentikan olehnya.

"Sedang apa Om di sini?"

"Seharian Kamu tidak menghubungi Om, Kamu juga mengingkari janji untuk menemui Om, Ada apa dengan mu Sayang?"

"Zia sibuk Om," Zia beranjak dan mencoba untuk keluar. Namun Bryan kembali membuat Zia duduk di tempatnya.

"Zia! Ada apa dengan mu, Kenapa Zia bersikap seperti ini pada Om, Apa kesalahan Om?"

"Om, Setelah Zia pikir-pikir, Om terlalu tua untuk Zia, Om benar, Seharusnya Zia mencari yang seumuran dengan Zia."

"Zia! Itu masa lalu, Bukankah Sekarang Kita saling mencintai?" tanya Bryan yang tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh kekasih kecilnya.

"Tidak Om, Saat itu Zia..."

Tanpa membiarkan Zia selesai bicara, Bryan langsung mendorong tubuh Zia dan melu'mat bibirnya.

"Eummhhh Akhhhhh..."

"Kamu tidak bisa mempermainkan Om seperti ini Zia," ucap Bryan yang semakin ganas melu'mat bibir Zia seolah memberi hukuman untuk Zia yang telah membuat hatinya terluka karena perkataannya.

"Jangan pernah katakan cinta kita adalah kesalahan, Om benar-benar sangat mencintaimu," ucapnya di sela-sela luma'tan nya.

Zia yang terus mendapat serangan kenikmatan dari Om Bryan melupakan rasa takutnya pada David dan memilih menikmati luma'tan yang semakin lama semakin dalam.

"Om... Akhhhhh." desa'hnya lirih.

Bryan yang mendengar lenguhan Zia menghentikan lum'atan nya dan menatap kekasih kecilnya yang telah kembali berga'irah dan tidak lagi dingin seperti sebelumnya.

Zia menjadi sedih dan memeluk Om Bryan.

"Ada apa Sayang, Ceritakan pada Om?"

Zia yang ingin menceritakan masalahnya, Mengurungkan niatnya melihat Papanya yang keluar dari restoran.

"Om, Kayaknya Papa nyariin Zia."

"Tapi Sayang, Kamu belum jelasin..."

Tanpa mempedulikan Om Bryan, Zia langsung turun dan menyelinap kembali ke mobilnya.

Bersambung...

BUAT YANG SUDAH BACA DI "PERJALANAN CINTA SANG DUDA" SKIP SAJA.

1
aurel chantika
lanjut mak
Nuryati Yati
papa Bryan ngapain tlpn segala kurang kerjaan aja
Nuryati Yati
wah kakek Rehan menang banyak dpt sudar baby 😁
Nuryati Yati
pantes Belvana ngebet banget
Nuryati Yati
/Facepalm//Facepalm/
Nuryati Yati
kok Belva gk tau kalo punya kembaran
Nuryati Yati
itu yg di lihat Rehan Belva bukn Belvana
Nuryati Yati
cerita Bryan dan Zia terulang lagi ke Belvana
aurel chantika
salah paham lagi
aurel chantika
astaga ne anak.
aurel chantika
pikiranmu jahat sekali belvana,kamu tidak tau mama zia udah hampir gila mikirin kamu.& kamu malah sama laki-laki yg GK kamu kenal.
aurel chantika
semoga ketemu
aurel chantika
wah Roy teman papanya belvana rupanya
aurel chantika
belvana emang ya minta dicubit ini
aurel chantika
aku lanjut baca ne
Itsmenoor (Author Gragas): Wah terimakasih kak Aurel Cantika, gimana kabarnya, kok baru lanjut baca? 😅
total 1 replies
Mulyanah Fira
Luar biasa
Yuliana Purnomo
thanks Thor 🥰,, happy ending 👍
Itsmenoor (Author Gragas): Wahhh dah tamat aja 😅
total 1 replies
Yuliana Purnomo
haaah Briyan sekarang merasakan di posisi opa Faras kn
Yuliana Purnomo
penasaran kakek Rehan unboxing siang bolong kh??
Yuliana Purnomo
coba jambang nya Ama kumisnya di pangkas justru akan keliatan muda,, kakek Rehan😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!