NovelToon NovelToon
Three Mafia Girls

Three Mafia Girls

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / TimeTravel / Fantasi Timur / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ndems

Karena suatu kecelakaan saat menjalankan misi membawa ketiga gadis Mafia melintas ke zaman kuno. Diintimidasi saat pertama kali datang? Itu tidak masalah. Tapi untuk kedua kalinya? Akan kami bereskan!

Si berdarah dingin menjadi si lemah.
Si datar menjadi si centil.
Si genius menjadi si pecundang.

Berbekal ingatan dari pemilik tubuh asli, ketiganya bekerja sama untuk merubah segalanya.


~Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndems, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang Tahun Kaisar

Melihat bocah kecil itu mengingatkannya kepada Xitian. Demi menebus rasa bersalahnya, dia mencoba untuk memulai ulang semuanya dari awal.

Jeni mendekati Aqira sembari membelai rambutnya perlahan dan berkata, "kita semua akan melindunginya." ucapnya dengan nada pelan.

Dibalik selimut yang digenggam erat oleh Aqira, sesuatu telah membasahi bantalnya, "aku tidak akan membiarkan hal yang dulu terjadi lagi." batinnya sambil menangis hebat tanpa suara.

Keesokan harinya, karena menangis terlalu lama membuat mata Aqira menjadi bengkak. Jeni membukakan jendela dan menyuruhnya untuk berjemur di sinar matahari pagi. Saat sedang membersihkan halaman belakang, anak itu melihat mata Aqira yang bengkak dan langsung kembali ke kamarnya.

Tok…tok…tok… "kakak! apa kalian masih di dalam?" ucap Xitian sambil mengetuk pintu. Wanda membukakan pintu perlahan, "ada apa, Tian?" ucapnya sembari melangkah keluar.

"apa kakak laki-laki itu ada disini?" sahut Xitian mendongak kearah Wanda.

"maksudmu Qian? dia ada didalam, masuklah." ucap Wanda sembari mempersilahkannya masuk kedalam.

Xitian mendekati Aqira yang sedang memejamkan matanya dan berjemur di dekat jendela. "ka…kakak." bisiknya sembari menarik lengan baju Aqira perlahan. Aqira membuka matanya perlahan seraya menoleh kearahnya, "ada apa?" ucapnya dengan nada berat.

"aku… aku bawakan ini." ucap Xitian sembari menyodorkan bungkusan kepada Aqira.

"apa ini?" ucap Aqira menerimanya sembari membukanya, "masker? darimana kau dapatkan ini?" sambungnya sambil menatap tajam wajah Xitian.

"se…seseorang memberikannya padaku saat aku tersesat di jalan, dia bilang… itu bisa memulihkan wajah yang bengkak atau… atau…" ucap Xitian sambil memegang erat ujung bajunya.

"aku tahu, terimakasih." ucap Aqira menyela.

Wanda dan Jeni saling menatap satu sama lain, "hemm." gumam keduanya tersenyum picik. "eh, apa… apa yang kalian lakukan? tidak…!" teriak Xitian dengan keras.

Kebetulan saat itu ketiga pria hendak mengunjungi istana timur. Mereka bertiga menjadi panik saat mendengar suara teriakan anak kecil dari dalam kamar ketiga gadis itu. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, Pangeran Yan mendobrak pintu kamar dan menerobos masuk bersama kedua temannya.

Bruakk… Mereka saling menatap satu sama lain. Aqira menghela nafas seraya berkata, "huff, hancur sudah." ucapnya sembari memegang kepalanya.

"baiklah, katakan padaku, apa yang terjadi disini?" ucap Jilixu mengintograsi kedua gadis itu. Aqira berjalan mendekati mereka, "akan ku jelaskan." ucapnya sembari melepas maskernya. "kebiasaan mereka berdua mulai kambuh, dan korbannya kali ini adalah… masih tidak keluar?" sambungnya sembari meremas masker itu. Seseorang keluar dari balik tirai seraya bersembunyi di belakang Aqira. "dia korbannya." ucap Aqira menariknya untuk berdiri di sampingnya. Ketiga pria itu membuka matanya lebar-lebar dan membisu.

Aqira menarik selimut miliknya seraya membungkus tubuh Xitian dan berkata, "bagaimana perasaanmu?" ucapnya sembari membungkukkan badannya. Xitian meraih tangan Aqira dan menggenggamnya dengan erat, "aku… aku…" ucapnya yang terbata-bata.

"aku mengerti." ucap Aqira sembari mengelus rambut Xitian dengan lembut. "dan kalian berdua! sebagai hukuman…" sambungnya dengan wajah serius.

Aqira memutar badannya seratus delapan puluh derajat ke kanan, "rias diri kalian persis sepertinya!" ucapnya sambil menunjuk kearah keduanya.

Mendengar itu wajah Jeni dan Wanda berubah menjadi tegang. "bisakah yang lain saja? aku bisa memasak untuknya sebagai permintaan maaf." ucap Jeni. Wanda juga tak mau kalah darinya, "aku bisa membuatkannya pakaian bagus untuk permintaan maaf." ucapnya sembari maju selangkah.

Aqira menutup kedua telinganya dan berkata, "tidak ada negosiasi, titik." ucapnya sambil melirik keatas.

"huff, baiklah." keduanya menghela nafas sembari berjalan menuju tempat ganti. Jeni menghentikan langkahnya seraya melirik ke belakang, "hanya kau dan dia saja." ucapnya sembari melanjutkan langkahnya.

Aqira melihat gadis-gadis yang bergerombol di halaman depan istana barat, ia kemudian menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu kepada mereka. Saat melihat ketiga pria itu baru melangkah keluar, segerombolan gadis berlari menghampiri mereka. Mereka bertiga hendak kembali masuk namun pintu kamar sudah di tutup oleh Xitian dari dalam. Akhirnya mereka bertiga kabur menuju istana barat. Setelah itu Aqira kembali kedalam kamarnya, "apa sudah selesai?" ucapnya sembari melangkah masuk. Jeni dan Wanda keluar setelah mengganti pakaiannya. "baiklah, mulai." ucap Aqira sembari duduk.

Perjamuan ke-dua perburuan musim panas sekaligus merayakan ulang tahun kaisar yang ke enam puluh tahun.

crik…crik…crik… terdengar suara gelang kaki sedang mendekat. Wajah ketiga pria ini sudah bosan dan tak memperhatikan para wanita yang sedang mencoba menarik perhatian mereka.

Jeni memegang sitar sembari memainkannya. Mendengar alunan musik dilantunkan, Aqira membuka mulut sembari mulai bernyanyi. Mendengar suara yang familiar itu, membuat pandangan Pangeran Yan menyorot kepadanya. Setelah itu diikuti pertunjukan drama yang dimainkan oleh Wanda, Xitian dan Qingqing tentang persaingan istana harem. Terakhir, ketiga gadis keluar bersama dan menampilkan tarian yang luar biasa, hingga membuat gempar seisi istana. Pada gerakan terakhir ketiganya kompak membuka cadar mereka dan melemparnya ke udara.

"itu nona Jian! tapi siapa dua orang disebelahnya itu?" gumam orang-orang sekitarnya.

Sorot mata ketiga pria itu sontak mengarah kepada para penari. "siapa mereka tidak penting, yang penting adalah, wajah mereka sama-sama cantik." ucap para pelayan yang bertukar gosip. Melihat cadar yang terbang kearah mereka, Jilixu, Yalan dan Pangeran Yan kompak mengambil cadar wanita mereka masing-masing.

Setelah pertunjukan selesai, Kaisar memberi tepuk tangan, "hebat, sungguh menakjubkan." ucap Kaisar yang tersenyum lebar dengan wajah bahagia. Melihat itu Wanda mengambil kesempatan mengeluarkan hadiah untuk kaisar, "hamba membawa hadiah dari Pangeran kami, semoga Kaisar panjang umur." ucapnya sembari membungkukkan badannya. Kaisar mengangguk perlahan dan menerimanya. Saat ketiga gadis hendak keluar istana, mereka dihadang oleh sekelompok wanita bangsawan.

"jadi ini penari yang berhasil merebut perhatian Kak Yalan?" ucap seorang gadis dengan brokat biru, yang tak lain adalah Wang Fengyan adik tiri Wanda. Gadis dengan brokat kuning yaitu Xiao Xilin, putri kesebelas muncul dari sisi lain, "bukan hanya itu, bahkan kakak keempat ku juga ikut tertarik." ucapnya sembari melangkah mendekat. "jangankan mereka, sepupuku yang berhati dingin juga ikut memperhatikan mereka." ucap gadis dengan brokat coklat berdiri di samping putri kesebelas. "Kak Fenfen?" ucap putri kesebelas sembari menoleh kearahnya. Yah, dia adalah Ruo Fenfen, sepupu dari Kaisar Jilixu.

Walau mereka adalah bangsawan yang amat di hormati, namun banyak rumor yang beredar di kalangan pelayan, bahwa mereka bertiga adalah wanita iblis yang siap menghabisi para pesaingnya. Dari Wang Fengyan yang pandai bersilat lidah, Xiao Xilin yang bermuka dua, hingga Ruo Fenfen yang pintar keduanya. Ketiganya pernah bekerja sama untuk menyingkirkan orang yang menghalangi jalan mereka.

1
DazzledSweetie
Makin seru nihh!! Aku pun kepo!!
someone
hi
sharing_genes
Mantap ceritanya thor👍 Like&5 🌟 mendarat untukmu... Semangat terus💪
salt sand and smoothies
Imajinasi tanpa batas. Mantap! 👍
TripleAdorable
Next thor, biar aku bisa jadi first comment di bab selanjutnya haha
Pin-Up Yang Elegan
Thor, dapet notifikasi dari update-an ceritamu itu kayak minum es di siang hari bolong!
Diambil Oleh Anggur
Terhura banget Thor! Ini karya yang bikin aku enggak mau move!
SoftMambo
hallo kakak semangat berkarya ya kak🤭
SongbirdGarden
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
ready
suka banget sama novel yang tokoh utamanya lebih dari 1 (≧▽≦) semangat Thorrrrrr
Irma Purwanti
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
Pai Konyol
lanjut author sayang 🤣
Mrextinct Hashtag
Kalau kata nak jaman sekarang sih karya thor-nim damage-nya ga nahaaaan! Alias ah duh aku kebawa suasana banget
BeautyBabe
Aku bacanya ngebut karena seseru itu!!
peto
Tuh kan bersambung :( aku nungguinnya kaya nunggu doi yang turun dari langit #Ea sehari berasa seribu tahun~
Hustle Flyswat
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
Jantung Taman
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
RainbowSweety
Ceritanya menarik, tinggalkan jejak dulu ^^
Cyberworrior
next upppppp👍👍nanti kalau lama UPP penggemar nya ilang Lo 😂😂
Ndems: heheh iya😂
total 1 replies
Daisy Louise
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu~
Ndems: kakanya juga jaga kesehatan biar bisa terus baca karyaku:)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!