NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Hari Kiamat / Zombie
Popularitas:480
Nilai: 5
Nama Author: Jumarlin

Kiamat zombie mungkin itu hanya cerita film dan dalam buku. Tapi bagaimana jadinya jika itu terjadi?

Itu yang dirasakan oleh Hayden Vihaan pria berusia dua puluh lima tahun yang terjebak dalam kiamat zombie. Dia yang dari dulu di rawat oleh kakeknya seorang ilmuan sudah memang mempersiapkan semuanya. Kendaraan yang bisa di tumpangi enam orang di sulap menjadi mobil ajaib yang memiliki sistem pertahanan yang kuat. Tidak hanya mobilnya tapi villa yang memiliki bangker dan pertahanan sama kuatnya.

Bagaimana cerita selanjutnya yuk simak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumarlin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Perkataan Dr. Helena terhenti sejenak, raut wajahnya berubah cemas saat ia menatap Hayden dan Fiora bergantian.

"Hanya saja, kita membutuhkan sampel DNA baru untuk mengujicobanya," lanjut Dr. Helena dengan nada berat. "Berdasarkan catatan dari Ilmuwan Vihaan—kakekmu, Hayden—pengembangan vaksinasi ini memerlukan DNA baru sebagai pembanding. Walaupun kita sudah memiliki antibodi keturunan Danielle, kita tetap butuh struktur DNA lain untuk menyintesis formula vaksin Genesis versi terbaru ini. Prosesnya sama seperti dulu, dan kita akan membutuhkan waktu setidaknya enam tahun untuk uji coba hingga vaksin ini benar-benar stabil dan siap digunakan."

"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Dr. Helena? Kita tidak mungkin kembali untuk mencari catatan itu!" seru Fiora, suaranya dipenuhi ketegangan.

"Ada cara lain yang bisa dilakukan, yaitu kalian berdua," ucap Dr. Helena, membuat Hayden dan Fiora saling pandang dengan raut bingung.

"Maksud Dokter?" tanya Hayden dan Fiora bersamaan.

"Kalian berdua adalah cucu dan anak dari ilmuwan yang menciptakan vaksin ini. Kalian sebenarnya memiliki antibodi yang sama seperti keturunan Danielle, hanya saja kakek dan ayah kalian tidak mencatatnya secara resmi. Itulah alasan kalian berdua selalu aman dari infeksi virus di luar sana," Dr. Helena terdiam sebentar, menatap keduanya intens. "Maka dari itu, kalian harus menikah untuk menciptakan sampel vaksin baru."

Permintaan Dr. Helena seketika membuat mereka kebingungan dan terperanjat.

"Kenapa harus menikah?" potong Hayden cepat. "Dokter bisa langsung mengambil sampel darah atau DNA kami jika kami berdua sama-sama memiliki antibodi."

"Karena yang dibutuhkan untuk proses sintesis Genesis terbaru ini adalah struktur DNA murni dari keturunan baru—seorang anak, bukan DNA dari orang dewasa," tegas Dr. Helena. "Jika kalian bersedia, proses pembuatan vaksin ini bisa langsung kita mulai tahun depan."

"Persentase keberhasilan sintesis antibodi dari jaringan embrionik jauh lebih tinggi dibandingkan darah dewasa yang sudah teradaptasi," jelas Dr. Helena, menunjuk grafik komparasi genetik di layar monitor. "Proses pemisahan sel punca dari keturunan langsung dua ilmuwan utama adalah satu-satunya katalis yang sanggup mempercepat masa inkubasi Genesis dari enam tahun menjadi beberapa bulan."

Keheningan melingkupi laboratorium steril itu. Fiora tertegun, pandangannya beralih dari layar monitor ke arah Hayden, lalu mendapati Leo yang tengah duduk polos di sudut ruangan sembari menggenggam boneka beruangnya.

Hayden melipat kedua tangannya di dada, raut wajah taktisnya mengeras saat memproses permintaan tersebut. "Ini bukan sekadar soal menyumbangkan sampel darah di atas meja operasi. Anda meminta kami berkomitmen secara nyata di tengah kondisi dunia yang hancur."

"Aku tidak meminta kalian berpura-pura lagi seperti saat menghindari patroli Aegis di luar sana," potong Dr. Helena tegas namun tenang. "Aku bicara tentang keberlangsungan rantai genetik stabil untuk menyelamatkan sisa populasi. Kalian bertiga sudah bertahan sejauh ini sebagai sebuah keluarga demi melindungi Leo. Sekarang, Oase membutuhkan keputusan nyata untuk masa depan."

Fiora menarik napas panjang, mencoba menetralkan rasa campur aduk di dadanya. "Apakah benar-benar tidak ada alternatif metode isolasi DNA lain dari sampel darah kami yang ada sekarang?"

"Sistem sintesis Genesis membutuhkan perpaduan materi genetik murni yang berkembang secara alami," jawab Dr. Helena seraya mematikan layar simulasi. "Pilihan ada di tangan kalian berdua. Fasilitas ini aman, namun waktu kita di luar sana terus berjalan."

Hayden menatap Dr. Helena tajam, lalu berpaling menatap Fiora. Di mata wanita itu, Hayden melihat kecemasan mendalam yang bersanding dengan tekad yang sama besarnya. Perjalanan panjang menembus Sektor Sembilan, pertarungan melawan kawanan terinfeksi, hingga kejaran tanpa henti dari Aegis Corp telah menempa mereka lebih dari sekadar rekan bertahan hidup.

"Beri kami waktu," ujar Hayden singkat namun tegas.

Dr. Helena mengangguk memahami beratnya beban di pundak kedua orang itu. "Ruang karantina utama steril dan aman. Kalian bisa beristirahat di sana. Tapi ingat, setiap hari yang terbuang adalah waktu yang memberi Aegis kesempatan untuk menemukan fasilitas ini."

Hayden menuntun Fiora dan Leo menuju ruang tinggal steril di sudut laboratorium. Pintu geser tebal menutup rapat, menyisakan keheningan yang kontras dengan hiruk-pikuk bahaya yang selama ini mengintai langkah mereka.

Leo yang kelelahan langsung tertidur lelap di atas kasur busa yang bersih, masih memeluk erat boneka beruangnya. Fiora duduk di tepi ranjang, menatap bocah itu dengan pandangan sayu sebelum akhirnya mendongak menatap Hayden yang berdiri bersandar di dekat pintu.

"Hayden... bagaimana menurutmu?" bisik Fiora pelan, tak ingin membangunkan Leo. "Kita berpura-pura menjadi keluarga hanya untuk menembus barikade dan penyamaran. Tapi sekarang... Dr. Helena meminta hal yang nyata."

Hayden berjalan mendekat, lalu duduk di kursi besi di samping ranjang. Raut wajah tegap yang biasanya dingin itu kini tampak lebih lunak.

"Sejak kakekmu dan ayahmu memulai riset ini, hidup kita sudah terikat pada misi ini, Fiora," kata Hayden, suaranya dalam dan tenang. "Aku bersumpah melindungi Leo dan kamu sampai ke Oase. Dan jika masa depan dunia memang membutuhkan keputusanku... aku tidak akan mundur."

Fiora menatap mata Hayden, menemukan kepastian dan ketulusan yang tak pernah goyah di sana. Rasa ragu yang tadinya membendung di dada Fiora perlahan menguap. Sandiwara yang mereka jalani selama menembus neraka di luar sana kini menuntut komitmen utuh demi mengakhiri kehancuran dunia.

"Kalau begitu," ucap Fiora seraya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan ketetapan hati, "kita selesaikan apa yang sudah dimulai oleh keluarga kita."

1
Coco
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!