Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
“Aku memang lagi sedih! Kehidupan ku semiris ini’” ucap Juan menghisap rokok di tangan nya
“Percintaan lagi?” Tanya Lilis
“Apa lagi?” Ucap Juan
“Aduhh! Percintaan memang serumit itu!” Ucap Lilis
“Mmm”
“Yaudah lah! Semangat ya! Aku pulang dulu!” Ucap Lilis nepuk bahu Juan
“Mau di antarin?”
“Gak lah! Lo bau alkohol! Ragu gue! Mending jalan aja!” Ucap Lilis lalu pergi
“Yaudah!” Juan lalu merokok dan galau
...——...
Episode 2 🎬 LIMA BINTANG, SATU KEKACAUAN
Episode 2 — “PERMAINAN SANG JENIUS”
Studio hari itu dibuat berbeda dari episode sebelumnya.
Tidak ada meja makanan.
Tidak ada permainan fisik.
Di tengah studio terdapat lima meja terpisah, masing-masing memiliki tablet, kertas, pena, dan sebuah kotak hitam.
Kelima pemain masuk satu per satu.
Jenisa melihat sekeliling dengan wajah penasaran.
JENISA: “Wah... ini kelihatannya serius.”
Yuan langsung melihat meja.
YUAN: “Kenapa saya merasa kita akan disuruh ujian?”
Lina tertawa kecil.
LINA: “Mungkin memang ujian.”
Ashi duduk dengan tenang.
Tian melihat ke arah kamera.
TIAN: “Semoga bukan matematika.”
Jenisa langsung menoleh.
JENISA: “Kamu takut matematika?”
TIAN: “Tidak.”
Jenisa tersenyum.
JENISA: “Berarti saya aman.”
🕵️ Misi Rahasia
Host masuk ke studio.
HOST: “Selamat datang di episode kedua.”
Layar besar di belakang mereka menyala.
Tulisan muncul:
THE SECRET GAME
Semua pemain langsung memperhatikan layar.
HOST: “Hari ini kalian akan mengikuti permainan kecerdasan.”
Yuan bersorak.
YUAN: “Ah, akhirnya permainan yang cocok untuk saya.”
Lina menatapnya.
LINA: “Kamu yakin?”
YUAN: “Tidak.”
Semua tertawa.
Host melanjutkan.
HOST: “Tapi ada sesuatu yang tidak kalian ketahui.”
Kelima pemain saling melihat.
HOST: “Di antara kalian berlima... terdapat satu pemain rahasia.”
Lampu studio sedikit diredupkan.
HOST: “Pemain ini memiliki tujuan yang berbeda dari pemain lainnya.”
Tian langsung terlihat penasaran.
TIAN: “Jadi ada pengkhianat?”
HOST: “Bisa dikatakan begitu.”
Jenisa memasang wajah kaget.
JENISA: “Serius?”
Kamera melakukan close-up ke wajahnya.
Jenisa terlihat benar-benar bingung.
Namun hanya sepersekian detik.
Senyumnya kembali muncul.
🧠 Babak 1 — Pertanyaan Logika
Host membagikan lembar pertama.
HOST: “Kalian memiliki waktu lima menit. Jawab sebanyak mungkin pertanyaan.”
Timer dimulai.
5:00
Semua langsung menulis.
Tian berpikir cukup lama.
Ashi membaca pertanyaan dengan teliti.
Lina mengerjakan satu demi satu.
Yuan beberapa kali menghapus jawabannya.
Sementara Jenisa...
Hanya menatap kertas.
Tidak menulis.
YUAN: “Jenisa?”
Jenisa menoleh.
JENISA: “Hm?”
YUAN: “Kamu belum menjawab?”
Jenisa melihat kertasnya.
JENISA: “Belum.”
YUAN: “Sulit?”
Jenisa mengangguk.
JENISA: “Sangat.”
Kamera memperlihatkan lembar jawaban Jenisa.
Tampak hampir kosong.
Penonton tentu akan mengira Jenisa kesulitan.
Timer tinggal satu menit.
1:00
Jenisa akhirnya mengambil pena.
Ia mulai menulis.
Cepat.
Sangat cepat.
Tangannya bergerak dari soal pertama sampai terakhir.
00:32
Yuan masih mengerjakan soal terakhir.
00:18
Jenisa meletakkan pena.
Ia bersandar santai.
00:00
Bel berbunyi.
📋 Pemeriksaan Jawaban
Host mengumpulkan semua kertas.
HOST: “Sekarang kita lihat hasilnya.”
Jawaban pertama:
Tian — benar.
Ashi — benar.
Lina — benar.
Yuan — salah.
Jenisa — benar.
Yuan langsung melihat Jenisa.
YUAN: “Hah?”
Jenisa memasang wajah polos.
JENISA: “Kenapa?”
YUAN: “Tadi kamu bilang tidak bisa.”
Jenisa tersenyum malu.
JENISA: “Saya cuma mencoba.”
Host melanjutkan.
Soal kedua.
Jenisa — benar.
Soal ketiga.
Jenisa — benar.
Soal keempat.
Jenisa — benar.
Tian mulai memperhatikan Jenisa.
Ashi juga mulai curiga.
Namun kamera tidak memberi petunjuk apa pun.
🔐 Babak 2 — Kode Rahasia
Host membawa lima kotak hitam.
HOST: “Di dalam setiap kotak terdapat petunjuk untuk menemukan kode.”
Masing-masing pemain mendapatkan kode yang berbeda.
HOST: “Orang pertama yang membuka kotaknya mendapatkan poin besar.”
Permainan dimulai.
Yuan langsung mencoba berbagai kombinasi.
YUAN: “1234?”
Tidak berhasil.
Lina memperhatikan pola angka.
Ashi mencoba memecahkan simbol.
Tian menghitung pola.
Jenisa melihat petunjuknya.
Kemudian ia berkata:
JENISA: “Saya tidak mengerti.”
Yuan langsung menjawab:
YUAN: “Sama!”
Jenisa mengangguk.
Namun saat semua kembali fokus...
Jenisa diam-diam menyusun angka di kertas kecilnya.
7 — 2 — 9 — 4
Ia melihat kotaknya.
Memasukkan kode.
BIP.
Kotak terbuka.
Jenisa langsung menutup kotaknya dengan cepat.
Host melihat.
HOST: “Jenisa?”
Jenisa kaget.
JENISA: “Hah?”
HOST: “Kotakmu sudah terbuka?”
Jenisa tersenyum kecil.
JENISA: “Oh... iya.”
Yuan langsung protes.
YUAN: “Bagaimana?!”
Jenisa mengangkat bahu.
JENISA: “Keberuntungan.”
Tian tertawa kecil.
TIAN: “Keberuntungan?”
Jenisa mengangguk serius.
JENISA: “Iya.”
🎭 Babak 3 — “Siapa yang Berbohong?”
Lima pemain duduk melingkar.
Host memberikan sebuah fakta kepada masing-masing pemain.
Mereka harus mengatakan sebuah pernyataan.
Empat orang harus berkata jujur.
Satu orang boleh berbohong.
Namun pemain lain harus menebak siapa yang berbohong.
Tian mendapat giliran pertama.
TIAN: “Saya pernah lupa membawa sesuatu yang sangat penting saat bekerja.”
Semua menebak.
Lina berkata jujur.
Ashi berkata jujur.
Yuan berkata jujur.
Jenisa juga memberikan jawabannya.
Tidak ada yang terlihat mencurigakan.
Host kemudian berkata:
HOST: “Sekarang kalian boleh berdiskusi.”
Yuan langsung menunjuk Jenisa.
YUAN: “Saya curiga Jenisa.”
Jenisa langsung memasang wajah terkejut.
JENISA: “Saya?! Kenapa?”
YUAN: “Karena kamu terlalu tenang.”
Jenisa tertawa.
JENISA: “Saya memang orangnya tenang.”
Lina mengangguk.
LINA: “Belum tentu itu bukti.”
Tian memperhatikan Jenisa.
TIAN: “Menurut saya bukan Jenisa.”
Jenisa langsung tersenyum ke arah Tian.
JENISA: “Terima kasih sudah percaya.”
Tian mengangguk.
Namun...
kamera diam-diam menyorot tangan Jenisa di bawah meja.
Tangannya sedang memegang sebuah kartu hitam kecil.
Tidak ada pemain yang melihat.
⏳ Babak Terakhir — “Satu Jawaban Menentukan”
Host berdiri di depan layar.
HOST: “Ini adalah babak terakhir.”
Layar menampilkan sebuah teka-teki besar.
Jika A \= 1, B \= 2, C \= 3... Berapa nilai dari kata yang diberikan?
Semua mulai menghitung.
Tian terlihat berpikir keras.
Ashi menulis perhitungan.
Lina mencoba mencari pola.
Yuan menggaruk kepalanya.
YUAN: “Ini sudah seperti ujian nasional.”
Jenisa menatap soal.
Kemudian pura-pura mengerutkan dahi.
JENISA: “Saya tidak tahu.”
Tian menoleh.
TIAN: “Benarkah?”
Jenisa mengangguk.
JENISA: “Iya.”
Namun beberapa detik kemudian...
Jenisa mulai menulis.
Jawabannya:
42
Host mengumpulkan semua jawaban.
Layar menampilkan hasil.
Tian — 38 ❌
Ashi — 40 ❌
Lina — 41 ❌
Yuan — 36 ❌
Jenisa — 42 ✅
Semua langsung menoleh.
YUAN: “LAGI?!”
Jenisa tertawa kecil.
JENISA: “Maaf.”
YUAN: “Kamu tadi bilang tidak tahu!”
Jenisa hanya tersenyum.
🏆 Pemenang
Host berdiri di tengah.
HOST: “Dan pemenang permainan kecerdasan hari ini adalah...”
Lampu berputar.
Musik menegangkan.
HOST: “JENISA!”
Jenisa berdiri.
JENISA: “Benarkah?”
Yuan langsung tepuk tangan sambil menggeleng.
YUAN: “Saya benar-benar tidak mengerti dia.”
Ashi tersenyum.
ASHI: “Dia mungkin memang pintar.”
Tian melihat Jenisa.
TIAN: “Saya mulai curiga.”
Jenisa menatap Tian.
JENISA: “Curiga apa?”
Tian tersenyum.
TIAN: “Tidak tahu.”
🚨 TAPI EPISODENYA BELUM SELESAI...
Host tiba-tiba berkata:
HOST: “Namun ada satu hal yang belum kami umumkan.”
Kelima pemain kembali duduk.
Lampu studio dimatikan.
Layar besar berubah hitam.
Tulisan muncul:
“DI ANTARA MEREKA, ADA SATU VILLAIN.”
Yuan langsung terkejut.
YUAN: “Jadi benar-benar ada?!”
Ashi melihat ke sekeliling.
Lina tertawa gugup.
Tian mulai memperhatikan semua pemain.
Jenisa terlihat sama terkejutnya.
JENISA: “Siapa?”
Host tidak menjawab.
Sebaliknya, layar menampilkan potongan-potongan kejadian sepanjang episode.
Jenisa berkata:
“Saya tidak tahu.”
Potongan berikutnya memperlihatkan Jenisa menulis jawaban.