NovelToon NovelToon
THE SECRET : Terror Brings Love

THE SECRET : Terror Brings Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Romansa Modern / Balas dendam. / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Teen / Chicklit / Tamat
Popularitas:133.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ratih mirna sari

Erina harus menerima ketidak adilan saat dirinya menjadi tertuduh telah menghabisi nyawa Ameera, sahabat karibnya sendiri.

Sebab saat ditemukan Erina lah satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian perkara. Kebodohan besar yang Erina lakukan adalah, dia berusaha melepaskan pisau yang menancap di perut Ameera.

Dugaan diperkuat sebab Erina menyukai Devan, kekasih Ameera.

Di tengah usahanya untuk membela diri, Erina menemukan fakta jika saat Ameera meregang nyawa, ternyata sahabatnya itu sedang berbadan dua. Kecurigaan Erina seketika tertuju pada Devan. Namun Devan menyangkal telah menghamili Ameera.

Lantas, mampukah Erina membuktikan jika dirinya tidak bersalah dan menemukan siapa orang yang sebenarnya telah membunuh Ameera?

Albi, pengagum setia Erina berdiri di barisan paling depan saat perempuan itu dikucilkan.

Di tengah pencarian itu, benih cinta mulai tumbuh di hati Devan untuk Erina. Sedangkan hati Erina semakin terpikat lebih jauh oleh sosok Albi, laki-laki menyebalkan yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih mirna sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

Setiap langkah yang membawa Erina menyusuri ruangan demi ruangan di dalam polres itu terasa sangat panjang. Polisi seperti mengajaknya ke suatu tempat yang tak berujung. Erina menggerutu sendiri karena merasa tak kunjung sampai ke tempat dimana Baim berada. Di sana, Erina banyak berpapasan dengan orang-orang yang berpakaian sama dengan polisi itu.

"Adik saya dimana sih pak? Masih jauh nggak ini?" Tanya Erina tak sabaran.

"Sabar Er, gedung ini kan luas." Albi menenangkan Erina.

Polisi itu berhenti tepat di depan sebuah ruangan. Pintunya tertutup. Sontak Erina dan Albi pun ikut berhenti.

"Nah, adik kamu ada di dalam. Saya permisi dulu ya." Ucap polisi itu, sanpa mendengar balasan dari Erina maupun Albi, polisi itupun berlalu pergi.

"Ayo!" Erina mendorong masuk pintu itu tanpa mengetuknya terlebih dulu. Saking tidak sabarannya.

Krek!

Pintu terbuka lebar. Erina mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru ruangan.

"Kak Er!"

Suara itu! Suara menggemaskan Baim, memanggil Erina.

"Baim!" Netra Erina menangkap sosok kecil itu yang terduduk di sebuah sofa. Tengah memakan ice cream sambil tersenyum lebar kearahnya.

Erina berlari kecil menghampiri Baim, kemudian memeluknya, mengekspresikan rasa bahagia dan syukur karena adiknya itu bisa di temukan dalam keadaan sehat walafiat.

Erina tak perduli dengan ice cream yang sedang di pegang Baim kini telah menempel dan lengket di bajunya.

Albi tersenyum hangat melihat pemandangan haru yang tercipta diruangan itu. Syukurlah, setidaknya dia tak akan melihat lagi kesedihan di wajah Erina.

"Baim nggak kenapa-napa kan? Nggak ada yang luka kan?" Tanya Erina setelah melepaskan pelukannya, dan meraba setiap inci tubuh Baim. Baim menggeleng pelan.

"Yah, ice cream Baim jadi tumpah kan gara-gara kak Er nih!" Baim mencebik saat melihat ice creamnya sudah meleleh di baju Erina.

"Haah?" Erina baru sadar karena saking senangnya melihat Baim.

"Baim tenang aja ya. Nanti kak Albi ajak kamu ke kedai ice cream langganannya kak Erina. Nanti kamu bisa makan ice cream sepuasnya disana." Ucap Albi yang entah sejak kapan sudah berada ada di samping Baim dan Erina.

"Yeey, abang pengamen mau ajak Baim beli ice cream yang banyak." Baim nampak sumringah, dia menaikkan kedua tangannya yang terkepal ke udara. Saking senangnya.

Erina hanya tersenyum melihat tingkah polos adiknya itu. Di dalam hati tak hentinya perempuan itu mengucapkan kata syukur.

"Baim kenapa bisa ada disini sih? Kakak panik banget tau cariin Baim kemana-mana dari tadi siang." Bertanya sambil menatap Baim intens.

"Baim di ajak jalan-jalan sama kakak baik. Baim pergi ke kebun binatang juga tadi liat gajah."

Apa?

Jadi selama Erina mencemaskan Baim, ternyata adiknya itu sedang berwisata? Ini tidak masuk akal. Lantas, siapa yang telah berani membawa Baim pergii tanpa meminta izin?

"Siapa yang ajak Baim pergi ke kebun binatang?" Tanya Erina terbawa emosi lagi.

"Seorang perempuan muda yang telah mengantarkan anak ini ke polres kami. Nah, itu dia orangnya." Polisi yang bertugas mulai angkat bicara, lalu menunjuk seseorang yang baru saja keluar dari kamar kecil. Sontak saja pandangan Albi dan Erina teralihkan untuk melihat sosok yang dimaksud pak polisi itu.

"Dea?" Mata Albi dan Erina membesar dengan sempurna saat melihat sosok tak asing kini tengah berdiri di hadapan mereka.

Yang ditatap terlihat salah tingkah, dia menundukkan wajahnya, garuk-garuk tengkuk yang Erina yakini sebenarnya tidak gatal, seperti maling yang ketahuan sedang mencuri. Erina beranjak dari posisinya, kemudian menghampiri Dea yang tertegun dengan kebisuannya.

"Jadi loe yang udah culik Baim?" Sentak Erina emosi. Dea terlonjak kaget mendapat bentakan itu.

"A... Aku." Bicaranya sambil berbara, membuat kecurigaan Erina semakin besar saja.

"Aku apa? Sebenernya loe itu punya masalah apa sih sama gue De? Kenapa loe tega culik adik gue, oh gue tau sekarang. Berarti loe juga kan yang udah naruh bangkai tikus itu? Ngaku loe!"

Disaat Erina memarahi Dea, di saat itulah Via, Ameera dan Devan datang. Mereka menyaksikan langsung bagaimana kemarahan Erina.

"Astaga Er, tenang dulu. Loe jangan sembarangan nuduh orang." Ucap Ameera.

"Meera bener beb. Kasih dia kesempatan buat bicara dulu!" Lerai Via.

"Iya De, jelasin ke kita semua kenapa Baim bisa ada sama loe?" Devan kini buka suara.

Dea nampak kikuk, terlihat ketakutan sekali. Bagaimana tidak? Dia telah terkepung sekarang, tidak bisa mengelak lagi. Erina melihatnya dengan sinis. Ternyata, dibalik sikapnya yang polos dan pendiam, tersimpan hati yang busuk.

"Loe nggak bisa jawab kan De? Buktinya loe diem aja nggak bisa jelasin sama gue. Dan kalian semua pasti tau siapa murid pertama yang suka datang ke sekolah? Dia kan? Jadi pasti dia juga yang udah naruh bangkai itu." Ucap Erina sambil menunjuk ke arah Dea.

"Tunggu dulu Er!" Albi nampak menengahi, dia menggeser posisinya, lalu berdiri di antara Erina dan Dea.

"Loe nggak bisa nuduh dia tanpa bukti kayak gini. De! Ayo jelasin ke kita semua. Biar nggak ada kesalah pahaman disini!" Albi berseru, menatap Dea yang masih diam seribu bahasa.

Bukannya menjawab, Dea malah sibuk memperhatikan wajah Albi. Erina melihat itu.

Astaga! Apa arti tatapan Dea itu? Kenapa Erina merasa jika tatapan Dea kepada Albi itu sama persis seperti Erina sedang menatap Devan dalam diam? Apa jangan-jangan Dea menyukai Albi? Segera Erina memutus tatapan Dea kepada Albi dengan menjadi penengah antara mereka.

"Makanya kalau nggak mau orang curiga sama loe, loenya jangan diem aja. Punya mulut itu gunain!" Ucap Erina sinis. Ahh, entahlah perkataannya itu memang sudah keterlaluan, Erina mengakui itu. Tapi mau bagaimana lagi? Erina benar-benar sangat marah sekarang. Jika tidak di keluarkan, takutnya akan menjadi penyakit hati.

"Kak Er jangan marahin kakak itu, kakak itu baik kok, udah ngajak Baim ke kebun binatang, beliin Baim ice cream juga." Suara imut Baim terdengar.

"Jadi, kakak ini juga yang udah jemput Baim di sekolah?" Tanya Albi.

"Bukan." Jawab Baim.

"Terus siapa?" Tanya mereka serempak.

"A... Aku nemuin dia lagi nangis di pinggir jalan sendirian. Aku nggak tega, jadi aku ajak dia jalan-jalan sebentar." Dea akhirnya mau buka mulut. Membuat semua mata kembali tertuju padanya, meminta penjelasan lebih.

"Di jalan mana? Jalan itu luas!" Tanya Erina emosi lagi.

"Di deket stasiun. Setelah aku ajak dia jalan-jalan aku bawa dia kesini karena dia nggak tau alamat rumahnya sendiri." Jawab Dea yang masih tak bisa Erina terima dengan mudah.

"Bener begitu Baim?" Albi meminta persetujuan dari Baim atas perkataan Dea.

"Iya bang." Jawab Baim sambil mengangguk.

"Gini deh. Baim bisa ceritain ke kita nggak kenapa Baim bisa pergi sendirian dari sekolah dan bisa ada di stasiun? Jarak sekolah Baim sama stasiun kan cukup jauh? Apa Baim jalan kaki sendirian?" Tanya Via mencoba mengorek informasi dari sumbernya, agar kesalah pahaman ini bisa segera berakhir.

"Baim di ajak sama tante-tante, katanya dia mau ngajak Baim ke mama, Baim di suruh nunggu sambil liat kereta yang lewat. Tapi tante nya hilang kak, jadi Baim nangis karena takut sendirian. Terus ada kakak ini deh yang ngajak Baim jalan-jalan ke kebun binatang."

Erina melongo mendengar penjelasan adik kecilnya itu. Berarti dia sudah salah lagi menuduh orang.

Astaga! Memalukan! Bukannya berterimakasih.

Wajah Erina bersemu merah menahan malu. Seharusnya dia berterimakasih kepada Dea, bukan malah memarahinya dan menuduhnya yang tidak-tidak.

"Maafin gue ya De, gue cuma kebawa emosi tadi, gue bener-bener panik. Kakak mana coba yang nggak akan gila saat adiknya hilang? Dan loe juga tadi cuma diem aja tanpa mau jelasin ke gue. Membuat gue jadi salah paham sama loe!" Ucap Erina sungguh-sungguh.

"Iya, nggak apa-apa kok." Seperti biasa, Dea bicara tanpa menatap ke arah lawan bicaranya.

______________

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca...

1
Haryati
bagiku yg cuman bisa baca gak bisa nulis....ceritamu selalu bikin penasaran
Haryati
Uda mampir say.....tak nyimak dulu yah....tetap semangat....💪💪💪
Lyana Gunawan
ya g ada lanjutan nya yaa🤭🙏
TiiehAtieh: ada kelanjutannya cerita Albi sama Dea kak,
total 1 replies
Lyana Gunawan
ahir yg indah tp kasian si dea aturan di jodohin ke ma devan pa iqbal🤭
Lyana Gunawan
allhamdulilah siswa baik bgt, biarpun udah di tuduh "
Lyana Gunawan
albi cepet selamatin erina 💪💪💪💪
Lyana Gunawan
wahh g nyangka bgt yya klo ternyata si via orang nya
Lyana Gunawan
kesel sama si erina labil nya kebangetan, coba di tanya baik", lah klo gitu rame kan si pelaku makin seneng
Lyana Gunawan
siapa siii pelakunya? apa si sari"itu kah?
Lyana Gunawan
ohhh siapa kah diaaa
Lyana Gunawan
kok jd gemes yaa
Lyana Gunawan
ikut dagdigdug der
Lyana Gunawan
si albi narsis juga yaa semangat pdkt nya
Lyana Gunawan
😭😭😭😭
Lyana Gunawan
duhh jd bingung nii sapa yg jahat, klo filing ku meera hamil ma si iqbal dan yg jahati erina si dea, semoga g meleset tebakan ku yakin🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
wah teka teki nih,udah kayak det Conan dkk nih🤭
q mampir kak mau baca kisah bang Albi 😁
semangat terus berkarya 👍👍

dan jempolnya lekas sehat🤲🤲🤲
TiiehAtieh: jangan lupa jejaknya ya kak 🥰🥰🙈🏃
total 1 replies
saira
baru gitu aja si Dea udah grogi 🤣
saira
aku lompat dulu bacanya Thor langsung Dea Albi 🤣
Daroah339
lanjutin dong thor kisal albi sama erina nya
Daroah339: ok kk author aku masih ttp baca ko karna msih pnasaran. walaupun awalnya males tspi setelh baca satu bab sampe 5 bab agak penasaran jadi msh lnjut😁😁 mksh y semngat nulis novel nya semoga sukses slalu
total 7 replies
anggrek violet
salah kaprah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!