NovelToon NovelToon
Kesayangan Tuan Kejam Mario

Kesayangan Tuan Kejam Mario

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Ist

Mario pria kejam tak berbelas kasih kepada siapapun. Wajah tampannya yang dingin serta sikapnya yang acuh membuat semua orang tunduk padanya. Apalagi dengan kekuasaannya, orang akan berfikir seribu kali untuk sekedar mengusik.

Dalam pertemuannya dengan rekan bisnis di sebuah restoran. Ia tak sengaja melihat sosok gadis sangat cantik yang berhasil mencuri hatinya dalam sekali pandang.
"Cari tahu tentang gadis itu." Perintahnya pada dua sosok pengawal setia.

Senyuman manis dari bibir mungil gadis pujaannya kini terngiang ngiang di otaknya sejak saat itu.
Semua cara Ia lakukan untuk sekedar melihat, menjaga dan mengetahui kegiatannya setiap hari.
"Kau milikku." Gumamnya mencium salah satu foto yang terpajang rapi di dinding ruangan dengan pancaran mata penuh tekad.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbagi

Val menyingkirkan tangan kekar Mario yang sedang memeluknya. Pria itu tertidur begitu tenang seperti bayi. Val membuka selimutnya dan......

"Om.."

"Um...Apa sih Sayang? Masih pagi. Ayo tidur lagi."

"Om bangun."

"Iya Yang. Ini aku bangun. Kamu butuh sesuatu?"

"Keluar."

"Apa?"

"Keluar panggilan Bibi."

"Iya tapi...."

"Keluar aku bilang. Panggilin Bibi."

"Iya.Iya. Tunggu sebentar." Mario bergegas memanggil pelayannya.

"Nyonya memanggil saya?"

"Iya. Aku butuh bantuan Bibi."

"Kalo butuh bantuan kan aku bisa bantu Yang."

"Om keluar dulu."

"Tapi Yang..."

"Keluar Om." Tegas Val.

"Baiklah." Mario menurut dan menunggu di depan pintu kamarnya. Hal yang tak pernah Ia lakukan sebelumnya. Berkat Val, kini Ia tau rasanya menunggu itu seperti apa.

Bibi keluar sambil membawa bed cover.

"Ada apa?"

"Tidak apa Tuan."

"Kok tadi Calon istri saya panggil kamu."

"Nyonya meminta saya mengganti bed cover."

"Kenapa memang?"

"Nyonya sedang haid. Darahnya mengotori bad Cover."

"Oh. Sedang apa dia sekarang?"

"Sedang mandi Tuan."

"Baiklah. Kau boleh pergi."

"Baik Tuan."

Mario masuk ke dalam kamar setelah pelayannya pergi.

Val berendam dalam air hangat. Ini akan merilekskan dan mengurangi rasa nyeri pada perutnya. Ia akan memarahi Mario nanti setelah perutnya benar benar membaik. Ia tak akan tinggal diam. Bisa bisanya pria itu mencuri kesempatan dengan tidur memeluknya.

Selesai berganti baju Val duduk di sofa sambil memegangi perutnya yang sakit. Wajahnya begitu pucat.

"Kamu kenapa sayang?" Panik Mario menghampiri Val setelah dari luar sambil membawa nampan berisi sarapan.

"Sakit perut."

"Aku panggil dokter ya."

"Nggak usah. Nanti sembuh sendiri."

"Aku khawatir sama keadaan kamu. Aku panggilkan dokter."

"Jangan Om. Om nggak akan ngerti."

Suara ketukan pintu dari luar terdengar.

"Bukain Om."

"Nggak. Paling juga nggak penting."

"Itu Bibi Om. Bukain. Aku yang suruh."

"Yaudah Iya." Mario membuka pintu.

"Permisi Nyonya. Ini minumannya." Kata Bibi menyerahkan pada Val.

"Apa itu? Jangan Kasih calon istri saya sembarangan ya."

"Tidak Tuan. Memang ini yang Nyonya butuhkan. Ini adalah minuman untuk mengatasi nyeri saat haid."

"Terimakasih ya Bi." Val menyerahkan gelas kotor.

"Sama sama Nyonya. Tuan. Saya permisi."

"Hm."

Mario langsung duduk di samping Val.

"Nggak usah Deket Deket."

"Kenapa sih Yang. Tau gitu biar aku yang buatin."

"Om mana ngerti."

"Ya nanti tanya. Keadaan kamu gimana?"

"Better. Lagian kenapa Om tadi tidur meluk aku. Kita udah sepakat ya. Om melanggar janji. Ntar malem Om tidur nggak boleh sama aku."

"Kok gitu?"

"Kok gitu. Masih tanya lagi. Om melanggar batas, melanggar janji. Om harus dihukum."

"Jangan lah. Lain kali nggak lagi."

"Val gamau tau. Om nanti nggak usah tidur sama aku."

"Yah. Aku tidur dimana dong Yang?"

"Dilantai, di sofa atau dimana terserah. Satu lagi jangan panggil aku Sayang."

"Wah kalo yang itu nggak bisa. Lidah aku udah terbiasa."

"Tau ah."

"Sarapan dulu."

"Mau ngapain?"

"Suapi kamu."

"Aku punya tangan dan Alhamdulillah berfungsi dengan baik. Aku makan sendiri."

Mario menyerah daripada membuat Val tambah Marah pria itu ikut makan juga.

"Jangan senyum. Jelek." Kata Val melihat Mario memperhatikannya sambil tersenyum.

"Kenapa sih. Jutek amat."

"Tau ah." Kata Val melanjutkan sarapannya.

Siang hari.

Mario mencari keberadaan Val. Gadis itu padahal ditinggal mandi sebentar tapi sudah menghilang.

"Calon istri saya kemana?"

"Sedang di dapur Tuan."

Mario langsung menuju dapur untuk bertemu Valnya.

Val tertawa girang sambil memasak ditemani para pelayan disana. Gadis itu tampak ceria. Mario tersenyum bahagia melihat Val akhirnya tidak bersedih lagi.

"Tuan." Semuanya menunduk hormat menyadari kehadiran pria itu. Sementara Val tidak peduli masih melanjutkan kegiatannya.

Semuanya meninggalkan dapur melihat kode sang Tuan.

"Lagi bikin apa?"

"Spaghetti bolognese."

"Aku juga mau."

"Aku cuman bikin satu porsi. Untuk aku aja."

"Sepiring berdua. Lebih romantis."

"Nggak boleh."

"Boleh."

"Nggak boleh."

"Boleh."

"Ambilin keju." Perintah Val tak mau berdebat lagi.

"Iya. Tunggu sebentar." Kata Mario langsung melaksanakan.

"Um Yang. Keju itu yang mana?" Tanya Mario kebingungan saat membuka kulkas.

"Katanya kaya. Keju aja nggak ngerti. Minggir."

"Ya kan aku makannya udah di piring aja. Bentuk aslinya kan ga tau."

Tanpa memperdulikan ocehan pria itu Val langsung memilih keju dan membawanya.

Keduanya tengah berada di ruang keluarga saat ini ditemani dengan sepiring spaghetti yang tampak menggugah selera.

"Om makan siang di ruang makan gih. Semuanya udah disiapin tuh."

"Pengen makan bareng kamu."

"Aku pengennya sendiri."

"Aku pengen masakan kamu."

"Kan udah dibilang aku cuma bikin satu. Buat aku aja."

"Berbagi." Kata Mario langsung mengambil garpu dan memakan spaghetti milik Val. Dengan terpaksa Val juga ikut makan karena sudah lapar.

"Enak banget. Lain kali bikin lagi ya."

"Berani bayar berapa?"

"Apapun. Mansion ini juga boleh."

"Kalo semua orang kaya Om. Bisa kaya aku."

"Kamu kan udah kaya."

"Itu harta orang tua."

"Kamu kan pewaris tunggal. Jadi hartanya pasti untuk kamu."

"Hm." Jawab Val malas meladeni.

"Makannya jadi orang jangan sok Sokan." Omel Val. Pria itu bersikeras ikut Val mencuci piring dan berakhir seperti ini. Tangan Mario terkena pecahan piring dan berdarah. Dengan cepat Val membersihkan lukanya. Gadis itu tampak telaten dan lembut. Mario merasa bahagia. Ia mau terluka seperti ini lagi untuk mendapatkan perhatian dari gadisnya.

"Nggak usah senyum senyum. Nanti kesambet susah nyembuhinnya."

"Makin cinta sama kamu." Mario memeluk Val erat.

"Ih lepasin." Val memberontak namun Mario tidak peduli.

1
Yuli Doni
waduuuuhh, elo kalau melamar jangan kek bebek nyosor nasi seember babbanggg, guanteng dikit Napa cih.....kalem bang , kalemmmm😁😁😁😄
Safa Almira
bagus
Ira Valencia
lanjut mulai seru
key
Luar biasa
Renata Aditya Rini
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Wahh si Twins udah punya adek aja ya👏🏻👏🏻😍😍😀
Qaisaa Nazarudin
Outhor nya jomblo ya?? jangan gabut2 thor,mending bikin Cerita pak giru nikah ama murid nya aja,aku suka cerita kek gitu,atau CEO ama anak SMA juga,tapi gak mau alur yg berat2,karna di dunia nyata hidup ku udah berat,aku lagi butuh hiburan,makanya aku baca novel kamu..😬😬😬🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
Waahh benar2 bodyguard nya mommy nih twins,Daddy nya gak peelu upah pengawal lg buat jagain istri nya🤣🤣👏🏻👏🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Umur Vel udah 21 tahun,berarti anak2 nya udah umur 4 tahun ya..
Qaisaa Nazarudin
Astaga nih bayi gede,gak mau ngalah..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣 Jangan cembwrut dan sedih ya Mario..gak papa masih banyak waktu nikin adek si kembar lg biar bisa mirip kamu,,😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Hebat Valerie di umur yg masih sangat muda 17 tahun hamil anak kembar,lahiran normal lagi,,👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻💪🏻💪🏻😍😍
Qaisaa Nazarudin
Waaahh Alhamdulillah Twins 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan,,Laura ngotot banget mau misahin Mario dr Valerie tanggung sendiri kan akibatnya..
Qaisaa Nazarudin
Yeeyy Mario junior bakal Launching👏🏻👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Nah kan kubilang juga apa,Mario seorang Mafia..
Qaisaa Nazarudin
JKangan2 Val hamil juga iya,,
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan ku bilang juga apa,itu tempat penyelapan,Itu pasti suara Laura,,
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti gudang penyekapan,jangan bilang kalo Mario itu seorg Mafia,di liat dari sikapnya di luar sih iya kayak Mafia gitu,,
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya kebusukan Laura terbongkar juga,tapi siapa lelaki itu?? Apa betul Frans🤫🤫🤫
Dan aku harap Mario benar2 berubah,jgn lg melanggar janji,kalo gak mau kejilangan Valerie lg..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!