Reuni kelas yang seharusnya menjadi malam penuh tawa berubah menjadi titik balik kehidupan.
Di hadapan murid-muridnya, Mo Yuan mengungkapkan rahasia yang terdengar mustahil—ia berasal dari dunia kultivasi dan akan segera kembali ke sana. Tak seorang pun mempercayainya, hingga semuanya benar-benar terjadi.
Dalam sekejap, Qin Shang dan seluruh teman sekelasnya terlempar ke dunia yang dipenuhi para kultivator, iblis, dan berbagai bahaya yang belum pernah mereka bayangkan.
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mereka harus memulai kehidupan baru dan menapaki jalan kultivasi dari titik nol. Namun, semakin jauh melangkah, semakin banyak rahasia yang tersembunyi di balik perpindahan mereka ke dunia ini.
Akankah Qin Shang mampu mengubah takdirnya, atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan menuju keabadian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEMOLLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Hari ke-28 pagi, seorang penduduk asli kembali berhasil menembus Alam Peningkatan Darah.
Sore harinya, Ying Ling, ketua kelas pelajaran Bahasa Inggris, serta Xu Wen, ketua kelas pelajaran Bahasa dan Sastra, juga berhasil menembus Alam Peningkatan Darah dengan selisih waktu kurang dari setengah jam.
Kabar itu langsung disambut sorak sorai semua orang.
Dari lima orang yang dipilih Gu Yang, kini hanya Zu Rou dan Zhen De yang belum berhasil menembus alam tersebut.
Hari ke-29 berlalu tanpa ada satu pun yang berhasil mencapai Alam Peningkatan Darah.
Malam itu, hampir seluruh murid Kelas 11 kembali ke arena latihan untuk berlatih lebih keras.
Pemandangan itu mengingatkan mereka pada malam terakhir menjelang ujian masuk perguruan tinggi, saat semua orang berjuang mati-matian demi masa depan.
Qin Shang pun melakukan hal yang sama.
Sampai sekarang, ia benar-benar tidak mengerti mengapa dirinya masih belum berhasil menembus Alam Peningkatan Darah.
"Kalau besok aku masih belum berhasil, satu-satunya cara adalah menemui Kakak Senior Lin Yan. Dengan kekuatanku yang sudah sebanding dengan praktisi Alam Peningkatan Darah tingkat pertama, mungkin saja beliau bersedia mengakuiku sebagai praktisi di alam itu."
Qin Shang bergumam dalam hati.
Memang, hal itu berisiko memperlihatkan keanehan pada tubuhnya.
Namun, setelah selama berhari-hari meminum Sup Peningkat Darah milik Lu Chen, ia harus mendapatkan sumber daya agar kehidupan mereka berdua di Tambang Gunung Tianyuan bisa menjadi lebih baik.
Qin Shang pun berbaring dan perlahan memasuki alam mimpi.
Seperti biasa, ia terus menghantam bagian cangkang yang telah retak.
Setelah dihantam berkali-kali selama beberapa hari terakhir, retakan itu kini telah menyebar membentuk pola seperti jaring laba-laba.
Tampaknya, cangkang itu bisa pecah kapan saja.
Namun, meski ia terus menghantamnya sepanjang malam, cangkang itu tetap tidak juga pecah.
Keesokan paginya, Qin Shang bangun lebih awal.
Ia keluar dari gua, lalu memandang cakrawala yang masih diselimuti kegelapan menjelang fajar.
"Hari ke-30."
Hari ke-30 adalah hari terakhir masa pelatihan.
Siapa pun yang belum berhasil menembus Alam Peningkatan Darah akan dipindahkan menjadi pekerja logistik.
Mereka juga tidak akan lagi menerima jatah satu mangkuk Sup Peningkat Darah setiap hari.
Bahkan dengan bantuan Sup Peningkat Darah saja mereka belum mampu menembus alam tersebut. Tanpa sup itu, peluang mereka akan semakin kecil.
Qin Shang dan yang lainnya mulai berlatih sejak pagi buta.
Lin Yan juga datang lebih awal dari biasanya.
Tatapannya menyapu ketiga belas murid Kelas 11 yang masih tersisa, lalu berkata dengan suara lantang,
"Kalau sampai sore nanti kalian masih belum berhasil menembus Alam Peningkatan Darah, kalian semua akan ikut denganku ke Departemen Urusan Administrasi."
"Kakak Senior Lin Yan... bisakah... bisakah kami diberi pekerjaan yang lebih ringan?"
Salah seorang murid memberanikan diri memohon.
Lin Yan tersenyum pahit.
"Pangkatku terlalu rendah. Apa kalian pikir aku bisa memengaruhi keputusan Departemen Urusan Administrasi? Terlalu tinggi kalian menilaiku."
"Bertahanlah selama sepuluh tahun. Kalau kalian mampu bertahan sampai saat itu, ketika Guru Mo kembali nanti, kemungkinan besar beliau sudah menjadi seorang kultivator. Dengan sepatah kata darinya, bukan tidak mungkin kalian bisa terbebas dari kehidupan seperti ini."
"Tidak bisa, Kakak Senior Lin Yan! Bukankah dulu Kakak pernah bilang dua teman sekelas Kakak meninggal hanya beberapa tahun setelah bekerja? Kami pasti tidak sanggup bertahan selama sepuluh tahun."
"Oh? Aku pernah mengatakan itu? Kenapa aku malah lupa?"
Lin Yan segera mengalihkan pembicaraan.
"Sudahlah, jangan buang waktu. Ini hari terakhir. Cepat lanjutkan latihan! Banyak orang justru berhasil menembus Alam Peningkatan Darah pada hari terakhir karena tekanan."
Ucapan Lin Yan kembali membangkitkan semangat mereka.
Semua orang pun kembali naik ke atas tiang latihan.
Qin Shang juga kembali berlatih seperti biasa.
Hingga tengah hari, belum ada seorang pun yang berhasil menembus Alam Peningkatan Darah.
Tepat saat waktunya tiba, seseorang datang membagikan Sup Peningkat Darah.
Zhen De segera berseru,
"Bisa beri aku satu mangkuk lagi? Ini hari terakhir. Aku ingin langsung minum tiga mangkuk sekaligus. Rasanya aku sudah di ambang terobosan, tinggal selangkah lagi."
Baru saja kata-katanya selesai, seseorang langsung menyahut dengan nada kesal,
"Sudah berapa lama kamu minum lebih banyak? Tetap saja tidak ada hasilnya. Mangkukku hari ini akan kuminum sendiri. Aku tidak akan memberikannya kepadamu lagi."
"Benar! Dasar lumpur yang tak bisa dipahat. Bukankah kamu cuma dapat jatah itu karena dekat dengan Ketua Kelas? Menurutku, lebih baik jatah itu diberikan kepada Qin Shang. Kalau Qin Shang yang meminumnya lebih banyak, mungkin dia sudah lama mencapai Alam Peningkatan Darah."
Mendengar ucapan itu, wajah Zhen De memerah karena marah. Namun, ia tidak bisa membalas apa pun.
Di sisi lain, Zu Rou tetap terdiam.
Sebaliknya, adiknya, Zu Yue, menyerahkan seluruh jatah satu mangkuk Sup Peningkat Darah miliknya kepada sang kakak agar Zu Rou bisa mencoba untuk terakhir kalinya.
"Qin Shang, minumlah seluruh bagianku! Hari ini kita coba sekali lagi!"
Melihat tindakan Zu Yue, Lu Chen pun mengulurkan mangkuknya kepada Qin Shang.
Semangkuk penuh Sup Peningkat Darah disodorkannya ke hadapan Qin Shang.
Qin Shang menggeleng.
"Aku tidak akan meminumnya. Sekalipun kuhabiskan semangkuk penuh, aku tetap tidak akan bisa naik tingkat. Sepertinya memang ada yang bermasalah dengan tubuhku. Hari ini, lebih baik mangkuk itu kau minum sendiri."
"Selain itu, dari punyaku ini, minumlah setengah mangkuk. Sisakan setengahnya untukku."
Qin Shang mendorong mangkuknya ke arah Lu Chen.
Lu Chen terdiam sesaat sebelum akhirnya menghabiskan Sup Peningkat Darah miliknya sendiri, lalu meminum lagi setengah mangkuk milik Qin Shang.
"Qin Shang, kali ini aku tidak akan sungkan lagi. Kalau hari ini aku tidak mempertaruhkan segalanya untuk percobaan terakhir ini, saat tua nanti dan mati di Gunung Tianyuan, aku pasti akan menyesal seumur hidup."
Usai berkata demikian, Lu Chen segera kembali berdiri di atas tiang dan berlatih Yu Yang Zhuang Gong sekuat tenaga.
Sementara itu, Qin Shang hanya meneguk beberapa suap untuk menahan penyakit laparnya agar tidak kambuh, lalu kembali naik ke atas tiang dan melanjutkan latihan Yu Yang Zhuang Gong.
Kini ia benar-benar sadar bahwa tubuhnya bagaikan lubang tanpa dasar. Berapa pun banyaknya Sup Peningkat Darah yang diminumnya, ia tetap tidak mampu menembus Alam Peningkatan Darah.
Namun, peningkatan kekuatannya benar-benar nyata.
"Sekarang kekuatanku sudah jauh melampaui praktisi Alam Peningkatan Darah tingkat pertama biasa. Setidaknya Wen Ren sudah bukan tandinganku lagi. Nanti sore aku akan bertanya kepada Kakak Senior Lin Yan, apakah dengan kondisiku sekarang aku masih bisa diakui sebagai praktisi Alam Peningkatan Darah tingkat pertama."
Setengah mangkuk Sup Peningkat Darah hanya mampu menopang energinya selama setengah hari.
Bahkan sebelum latihan sore berakhir, penyakit laparnya kembali kambuh. Ia segera mencari tempat yang sepi, berbaring, lalu tenggelam ke dalam mimpi.
Lin Yan memandang Qin Shang yang terbaring tidak jauh darinya, lalu menghela napas dalam hati.
"Sayang sekali. Tadinya kukira setelah ada yang membagi Sup Peningkat Darah kepadanya, dia akan berhasil memasuki Alam Peningkatan Darah. Tak disangka, pada akhirnya tetap gagal."
Pandangan Lin Yan kemudian beralih kepada Lin Kai, ketua kelas mata pelajaran Matematika.
Saat itu, Lin Kai sedang berlatih mati-matian di atas tiang. Seluruh tubuhnya telah bermandikan keringat, dan samar-samar tampak tanda-tanda bahwa ia hampir berhasil menembus tingkat berikutnya.
...
Sementara itu, Qin Shang kembali muncul di dalam cangkang telur transparan.
Menatap retakan yang memenuhi permukaan cangkang, ia bergumam dalam hati,
"Jangan-jangan... aku harus memecahkan cangkang ini terlebih dahulu baru bisa menembus Alam Peningkatan Darah?"
"Sudahlah. Terus saja kuhantam. Aku ingin melihat apa yang akan terjadi setelah cangkang ini benar-benar pecah."
Qin Shang kembali menghantam retakan pada cangkang itu tanpa henti.
Sekitar dua puluh menit kemudian...
Saat ia sekali lagi menghantamnya dengan sekuat tenaga—
Krak!
Sebuah lubang kecil akhirnya muncul di permukaan cangkang telur itu!
"Akhirnya pecah!"