NovelToon NovelToon
Legenda Zhou

Legenda Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.

​Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pembukaan Pesta Hari Jadi

​Ketukan langkah kaki Zhao Gou di atas lantai batu pualam memotong keriuhan Aula Utama Sekte Awan Langit bagaikan belati dingin yang membelah sutra. Ribuan murid, tetua klan, dan tamu undangan dari berbagai penjuru Kota Awan Biru mendadak menghentikan pembicaraan mereka. Suasana yang tadinya penuh tawa diplomatis dan dentingan porselen berubah menjadi keheningan mencekam secara instan.

​Dengan jubah hitam murid inti yang melambai elegan dan topeng kain hitam yang menutupi separuh wajah atasnya, sosok Xiao Long melangkah masuk. Sepasang mata berwarna ungu keemasan di balik topeng itu memancarkan aura ketenangan yang amat sangat dingin—sebuah aura yang tidak pasrah, melainkan dominan bagaikan penguasa yang melangkah ke dalam wilayah kekuasaannya sendiri.

​"Siapa pemuda bertopeng itu?" bisik salah satu kepala klan kecil dari sudut aula.

​"Kau tidak tahu? Dia adalah Xiao Long! Murid baru misterius yang meremukkan Batu Penguji Kuno dan menyapu bersih Peringkat Pertama Ujian Perburuan di Hutan Magma!"

​Di barisan depan tamu VIP Kota Awan Biru, para petinggi Klan Xie duduk dengan wajah kaku. Tetua Xie Ba mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga buku-buku jarinya memutih. Di sampingnya, Xie Lin yang kini lumpuh dan linglung duduk menyendiri di kursi roda kayu, matanya membelalak liar ketakutan setiap kali melirik jubah hitam Zhao Gou.

​Xie Yanfeng yang berdiri di dekat tiang pualam menahan napasnya. Gaun putih saljunya bergesek pelan saat tubuhnya gemetaran. Matanya terkunci pada langkah kaki Zhao Gou, dadanya berdegup kencang oleh kecemasan yang tak tertahankan. Dia benar-benar datang... Di hadapan seluruh kekuatan Faksi Utama Kota Megah, dia benar-benar melangkah masuk.

​Zhao Gou mengabaikan puluhan pasang mata yang menatapnya dengan berbagai spekulasi. Langkah kakinya begitu stabil, berhenti tepat di tengah-tengah lorong utama aula, lima puluh tindak di hadapan panggung kehormatan tertinggi.

​Di atas panggung kehormatan, Ketua Sekte Feng Wuji yang tadinya hendak meraih Pil Pemurnian Jiwa menghentikan tangannya. Binar kekaguman dan rasa penasaran terpancar dari matanya saat menatap pemuda bertopeng tersebut.

​Namun, di samping Ketua Sekte, Tetua Agung Zhao Zhentian menyempitkan matanya tajam. Hawa membunuh tak kasat mata meletup halus dari balik jubah sulaman benang emasnya. Di sebelahnya, Tetua Zhao Cang berdiri kaku, wajahnya yang tua mengukir garis kebencian yang amat pekat.

​"Xiao Long..." gumam Tetua Zhao Cang dengan suara serak yang dipenuhi dendam. "Bocah lancang yang tidak tahu tata krama! Beraninya kau memotong prosesi penyerahan hadiah dari Utusan Kota Megah?!"

​Zhao Zhentian mengangkat tangan kanannya secara perlahan, menghentikan bentakan Tetua Zhao Cang. Pria paruh baya pakar tingkat Core Formation itu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kebesaran, menatap Zhao Gou dari atas panggung dengan sudut bibir terangkat sinis—sebuah senyuman meremehkan dari seorang penguasa puncak kepada seekor serangga di bawah kakinya.

​"Jadi ini yang dinamakan 'jenius bertopeng' yang belakangan ini membuat gaduh Sekte Awan Langit?" suara Zhao Zhentian meluncur pelan, namun mengandung penyaluran energi batin yang begitu kuat hingga membuat udara di dalam aula utama terasa makin berat dan rapat.

​Zhao Gou tetap berdiri tegak bagaikan tiang baja yang menancap abadi. Di balik topeng kain hitamnya, sepasang mata berwarna ungu keemasan menatap lurus ke dalam manik mata Zhao Zhentian—pembunuh utama ayahnya, manusia yang mendalangi pengusiran dan penderitaan keluarganya tiga tahun lalu.

​Melihat wajah jumawa Zhao Zhentian yang duduk anggun di kursi kehormatan, darah di dalam pembuluh darah Zhao Gou bergolak hangat. Namun, Tulang Naga Kuno di dalam tubuhnya justru berdengung pelan, memancarkan gelombang ketenangan alami yang membuat emosinya terkontrol dengan sangat sempurna. Tidak ada amarah gila yang memburu; yang ada hanyalah ketenangan dingin seorang algojo yang sedang menghitung mundur sisa umur mangsanya.

​"Tetua Agung Zhao Zhentian dari Kota Megah..." suara Zhao Gou meluncur berat, jernih, dan terdengar sangat jelas di seluruh penjuru aula yang sunyi. "Suatu kehormatan melihat seorang penguasa besar sudi melangkah jauh ke kota kecil ini hanya untuk membawakan sebutir pil."

​Mendengar nada bicara Zhao Gou yang sama sekali tidak mengandung rasa takut atau ketundukan, para murid dan tetua sekte menahan napas kaget. Di dunia kultivasi, seorang murid muda yang berani menatap langsung mata seorang pakar Core Formation tanpa menundukkan kepala dianggap sebagai tindakan ketidaksopanan yang amat besar.

​Mata Zhao Zhentian berkilat dingin. Keraguan kecil mendadak melintas di benaknya saat menyadari bahwa tekanan aura Core Formation yang sengaja ia sebarkan secara halus di udara sama sekali tidak membuat lutut pemuda bertopeng itu membengkok walau semili pun.

​Bocah ini... fondasi fisiknya memang ganjil, batin Zhao Zhentian, meski rasa bangga dan kesombongannya dengan cepat menepis keraguan tersebut.

​Tetua Zhao Cang yang melihat kesempatan untuk mempermalukan Zhao Gou di hadapan publik melangkah maju ke tepi panggung kehormatan. Wajah tuanya mengukir senyuman licik yang dipenuhi niat jahat.

​"Xiao Long!" tegar Tetua Zhao Cang dengan suara melengking keras. "Kau adalah murid baru dengan pencapaian tertinggi di Ujian Perburuan! Karena Utusan Agung dari Kota Megah telah hadir di sini, mengapa kau tidak maju ke depan panggung untuk memberikan penghormatan dan berlutut menyambut keagungan Faksi Utama Klan Zhao?!"

​Rencana Tetua Zhao Cang sangat jelas. Ia ingin memanfaatkan keberadaan Zhao Zhentian dan ribuan tamu undangan untuk memaksa Xiao Long berlutut secara hina di hadapan publik, menghancurkan harga diri dan martabat pemuda bertopeng itu sebelum mereka mengeksekusinya di belakang panggung.

​Seluruh aula seketika menatap Zhao Gou, menunggu reaksinya.

​Xie Yanfeng mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangan. Jangan maju, Zhao Gou... Itu jebakan! batin gadis itu menjerit histeris.

​Namun, di hadapan tuntutan provokatif dari Tetua Zhao Cang, Zhao Gou justru terkekeh pelan dari balik topeng hitamnya—sebuah tawa pendek yang sarat akan rasa meremehkan yang amat sangat pekat.

​Alih-alih ragu, Zhao Gou justru melangkah maju secara santai, menaiki anak tangga batu pualam menuju panggung kehormatan tertinggi. Setiap pijakan kakinya meninggalkan getaran energi Qi tipis yang tak kasat mata.

​Saat jaraknya tersisa lima belas langkah, pendaran warna ungu keemasan di dalam retina mata Zhao Gou berkilat tajam. Penglihatan khusus dari Mata Naga milik-Nya mengikis lapisan luar energi pil di dalam kotak cendana. Di mata orang biasa, pil itu memancarkan aura kebiruan murni yang menenangkan. Namun di bawah penerobosan mata batinnya, Zhao Gou melihat pusaran benang-benang hitam keabu-abuan yang sangat halus bersembunyi di balik inti pil.

​Bukan hanya itu, Tulang Naga Kuno di dadanya memberikan reaksi penolakan alami—sebuah sinyal bahaya yang biasa ia rasakan saat berhadapan dengan bangkai beracun tinggi di Hutan Magma. Aroma embun es yang dipancarkan pil tersebut tampak terlalu sempurna, sebuah wewangian buatan yang sengaja dipakai untuk menutupi bau amis berkarat dari 'Rumput Pemakan Jiwa'—bahan terlarang yang perlahan membusukkan meridian kultivator dari dalam.

​"Memberikan penghormatan?" bisik Zhao Gou pelan saat ia berhenti tepat sepuluh langkah di hadapan Zhao Zhentian dan Ketua Sekte Feng Wuji.

​Zhao Gou melirik kotak kayu cendana yang terbuka di meja, tempat Pil Pemurnian Jiwa yang berkilau semu itu terbaring anggun.

​"Aku tentu akan memberikan penghormatan..." lanjut Zhao Gou, suara dinginnya memotong kesunyian malam. "...tapi bukan pada Faksi Utama yang datang membawa Pil Pemurnian Jiwa palsu yang dicemari Racun Pemakan Jiwa."

​BUMMM!

​Tepat saat kata-kata itu meluncur dari mulut Zhao Gou, seluruh Aula Utama Sekte Awan Langit seketika meledak dalam kegemparan yang amat sangat gila!

1
Raju
tolak aja secara baik...
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
Raju
makasih up nya Thor....👍👍
Raju
penghianatan zhengtian berahir !!
Raju
ambil jgn tabambil.... kopi meluncur untuk mu thor...💪💪
Lanz: terimakasih 😍
sehat sehat selalu yahh
total 1 replies
Raju
penghianat klan harisnmati.
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
Raju
hah.... kapan malam nya..... ??
Lanz
terimakasih atas kejeliannya
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
Raju
darimnakah zhao gou tau jika pil itu beracun ??
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
Raju
vote dulu buat karya mu Thor...
ttp semangt...💪💪💪
Raju
tingkat kultivasi tuan muda zhao mana yg bener thor !! awal atau puncak ??
Lanz: di bab sebelumnya sudah ada penjelasannya ko 🙏
total 1 replies
Raju
persiapkan dirimu tuan muda zhao.... perang antr saudara akn dimulai !!
Deutsch
lanjut 🙏
Raju
emjadikan racun sebagai nutrisi tambahan.... HEBAT.
Raju
tmbh satu lagi penghianat klan pucat pasi...
Raju
hati yg beriah baik...
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
Raju
bunuh dan tuntaskan samapai ke akar²nya...
Raju
PUAS.....!!
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
Raju
ta ada yg perlu dconfirmasi nona es...kehancuran klan xie kalian itu pasti...
Raju
saling menyusun rencana...
adu taktik...bikan tiktok...
Raju
satu panggung kota dsekte terbesar dbuat geger....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!