Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demam tinggi
Malam pun tiba, kini Gracia pusingnya semakin menjadi. karena kehabisan air minum, Gracia terpaksa bangun dan melangkahkan kakinya menuju dapur.
Sesampainya di dapur, Gracia duduk di sebuah kursi yang terletak di dekat galon karena ia sudah mulai tidak berdaya untuk berdiri. Gracia mengambil gelas kosong untuk menuang air dari galon tersebut. Namun, tangannya gemetar untuk mengambil gelas itu.
Brian baru pulang dari kantornya.
Setelah ia makan dengan Maudy. Brian langsung pergi ke kantor untuk menyelesaikan kerjaannya. Namun, sesampainya di mansion ia tak sengaja melihat Gracia berjalan lunglai ke arah dapur. Brian mengikutinya dan tak sengaja melihat Gracia akan mengambil gelas dengan tangan yang gemetar.
Entah kenapa? Brian tak tega melihat Gracia lemah tak berdaya seperti itu. Brian menghampirinya lalu mengambilkan air untuk Gracia. Namun, Brian tak mengucapkan sepatah katapun. Ia hanya memandang Gracia yang sedang minum dengan tangan memegang gelas yang hampir tumpah karena gemetar.
Gracia meletakkan gelas itu kembali, lalu berdiri hendak melangkah. Namun, rasa pusing yang melandanya seakan bertambah dan membuat Gracia kehilangan keseimbangannya.
Dengan langkah cepat Brian menangkap tubuh Gracia yang hampir jatuh menubruk lantai. Brian menggendong tubuh lemah Gracia ala bridal style. Brian membawa Gracia menuju kamarnya dan membaringkan tubuh Gracia di ranjang tersebut.
Gracia yang masih pusing, ia terus memejamkan matanya. Ia tidak sadar bahwa sekarang dirinya berada di kamar Brian.
"Apakah aku mimpi sekarang? Aku tidak ingin bangun dari tidurku, karena hanya dalam mimpilah mas Brian bisa bersikap baik padaku," gumam Gracia sambil memejamkan matanya.
Deg.
Brian menatap Gracia penuh dengan penyesalan. Brian merasa keterlaluan karena telah menyiksa Gracia hingga membuatnya trauma dan gadis itupun jatuh sakit karena terlalu banyak pikiran.
Brian meletakkan telapak tangannya pada dahi Gracia. Dan seketika membuat Brian terkejut karena demam Gracia terlalu tinggi.
Brian memencet tombol di sebelah nakas, lalu tak berselang lama pintu kamar Brian di ketok dan Brian pun mengizinkan masuk.
Pak Andra masuk lalu membungkukkan badannya. "Ada yang bisa saya bantu Tuan?" ucap Pak Andra.
"Ambilkan alat pengompres! Aku mau mengompres istriku karena demamnya semakin meninggi."
"Baik tuan," pak Andra menundukkan badannya, lalu berbalik untuk melaksanakan perintah tuannya.
Sedangkan Brian bergegas pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya setelah kepergian pak Andra.
...❤❤❤❤❤...
Sedangkan di tempat lain, Anton datang ke klub malam untuk menghilangkan pikirannya tentang Gracia. Entah kenapa? Anton tidak bisa menghilangkan senyum manis Gracia setelah melihat senyuman gadis itu.
"Ini ada yang salah, aku nggak boleh menyukainya. Meskipun Brian tidak mencintai Gracia, tetapi gadis itu tetep istri sahnya. Aku nggak boleh menyukainya karena aku tidak mau persahabatan ku dengan Brian hancur begitu saja," gumam Anton.
Anton datang ke klub itu hanya duduk-duduk saja sambil celingak-celinguk menatap gadis-gadis di klub itu. Anton memang sering datang ke klub malam, tetapi ia menjaga kesehatannya. Anton tidak minum, ia datang ke klub hanya untuk menghibur diri saja. Anton menjaga kesehatannya karena ia seorang dokter.
Anton terlihat sangat tampan pada malam itu hingga membuat para gadis di klub malam tersebut menghampirinya lalu duduk di samping kanan kiri Anton.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamu Alaikum Readersku sayang 😍
Seperti biasa mohon dukungannya ya! Agar Othor lebih semangat.
Jangan lupa klik like. Dan jika ada yang berkenan untuk memberikan Vote nya saya ucapkan lebih banyak terima kasih.
Salam sayang dari Othor buat kalian.
Mmmuachhh... 😘