ini karya pertamaku
jadi mohon untuk bimbingan yang baik ya 😊
seorang wanita cantik bernama Nameera Adinda harus menjalani pernikahan untuk membayar hutang ibu tirinya, ibu tirinya adalah orang yang serakah tak peduli akan nasib nameera, yang jelas semua hutangnya di anggap lunas setelah menikahkan satu putrinya,
tuan narendra sebastian adalah pria tua yang datang ke rumah nameera dan meminta langsung pada ibu tirinya untuk menikahkan salah satu Putrinya,
tak ada pilihan lain ibu tiri nameera langsung menunjuk dirinya saat tuan narendra sudah pulang,, tak ada pilihan nameera tak mau menerima dan mencoba untuk kabur dari ruman namun usahanya nihil, ia ketahuan ingin kabur dan tanpa aba² ibu tirinya langsung menampar pipi mulushnya
apakah kehidupan nameera akan bahagia setelah menikah atau malah sebaliknya
penasaran dengan kisahnya,, yuk pantengin terus ya ceritanya hanya di novel aku
cekkidott 👉👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ftria oktvn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bdrs 16
mobil yang di kendarai nameera telah sampai mansion,, sekertaris haikal menoleh ke belakang tempat nameera duduk,, ia melihat nyonya mudanya sedang tertidur lelap,,
sekertaris haikal melihat wajah damai nameera,, seakan tak mempunyai beban hidup apapun,
"damai sekali anda nyonya,, tapi sayangnya, mengapa tuan zayn sangat membenci anda nyonya, tapi tenang saja aku akan mencari tau masalahnya, "
.
sekertaris haikal langsung membangunkan nameera,, namun nameera yang di bangunkan tak kunjung bangun, haikal membuka pintu mobil belakang,, ia raih tubuh nameera,, ia menggendong tubuh nameera masuk ke dalam rumah, ajudan membukakan pintu utama untuk haikal yang sedang menggendong tubuh nameera,,
para maid membungkukkan badan menyambut kedatangan haikal dan nyonya mudanya,
sekertaris haikal langsung membawa nameera masuk ke dalam gudang yang di jadikan tempat tidurnya itu,
"Bahkan anda sama sekali tak memberikan nyonya tempat tidur yang layak tuan,, tapi aku berharap suatu saat nanti anda tidak akan menyesal dengam apa yang sudah anda perbuat pada nyonya muda tuan," sekertaris haikal bergumam pada dirinya sendiri..
walau telah sampai kamar nameera belum juga bangun dari tidurnya,
sekertaris haikal langsung meninggalkan nameera yang masih tertidur lelap bak orang yang sedang pingsan,,
sedangkan zayn ia sedang bersenang senang dengan nissa kekasihnya itu,, bahkan ia tak perlu repot² untuk mengetahui keadaan nameera yang baru pulang dari rumah sakit,,
"drttt!!!!
ponsel zayn berbunyi berulang kali,, tapi ia masih enggan untuk mengangkat ponselnya,,
zayn masih sibuk karena posisinya saat ini adalah nissa yang masih berada di pangkuannya sambil ****** bibir zayn,, ya meraka berdua sedang melakukan adegan kissing,,
sampai untuk kesekian kalinya ponsel zayn berbunya lagi,,
"ckk, nissa berdecak kesal karena dari tadi ponsel zayn tak henti hentinya berbunyi..
zayn terpaksa harus menghentikan adegannya dengan nissa dan mengangkat ponselnya terlebih dahulu,,
"sekertaris haikal colling,,,,
"ada apa, " tanya zayn dengan nada kesal..
"maaf tuan ,, nyonya muda sudah saya bawa pulang tuan,"ucap sekertaris haikal dengan nada sopan...
tanpa ada jawaban lagi zayn memutuskan panggilan telponnya,,
"mengganggu saja,"ucap nissa dengan nada sebal karena adegan romantisnya harus terputus akibat telpon dari sekertaris haikal...
sedangkan di mansion,
bu siti masuk kedalam kamar nameera ,, ia melihat nameera masih tertidur,, wajahnya terlihat sangat pucat,, bu siti baru sadar bahnya nyonya mudanya itu belum makan dari tadi pagi,
"astaga kenapa aku sampai lupa kalu nyonya belum makan apapun dari tadi," bu siti langsung keluar sambil sedikit berlari ke arah dapur untuk mengambil makanan nyonya mudanya...
bu siti masuk lagi dengan membawa nampan, ia meletakkan nampan itu di atas meja dan membangunkan nameera,,
"nyonya ayo bangun dulu,, anda belum makan dari tadi,"bu siti membangunkan nameera dengan menepuk kedua pipi nameera...
namun nameera tak kunjung bangun,, bu siti semakin hawatir karena tubuh nameera terasa sangat panas dan bu siti memegang kaki nameera yang terasa sangat dingin,,
"astaga kenapa badan nyonya seperti ini, "
bu siti mengambil handuk kecil dan baskom,, ia langsung mengompres nameera dengan hati², tak bisa dipungkiri bu siti menangis melihat keadaan nameera yang seperti ini,
"maafkan saya nyonya, ini salah saya karena saya nyonya menjadi seperti ini,"ucap bu siti seraya air matanya mengalir deras...
.
.
.
.
.
maklum ya ini karya pertama aku
jadi mohon dukungannya ya supaya author rajin updet setiap harii,, salam bahagia dari author 😊😊😊😊😊😘
.
biar asik ...
Author kan belum kasih bumbu rahasia "Bucin"🤣🤣🤣
jawabannya
Bagi orang yang punya hati dan perasaan. takkan mudah melepaskan sesuatu yang bernilai historis terhadap orang yang disayanginya. apalagi rumah tersebut satu satunya peninggalan dan orang yang disayangi semua telah tiada..
cobalah untuk menghargai karya orang lain. kalau tak suka skip atau tinggalkan. tak perlu komentar buruk apalagi menjatuhkan orang lain dengan memberikan bintang satu.
sikap seseorang mencerminkan daya pikirnya sendiri