NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Deby ria sitopu

Nia terpaksa kehilangan kesuciannya begitu ia salah memasuki kamar majikannya yang sedang dalam keadaan mabuk. Hal itu mengubah hidup Nia terpaksa menikah dengan tuannya yang baru saja ia kenal.


Hari-hari yang dilalui Nia terasa berat, menikah dengan pria dingin yang tak menginginkan pernikahan itu terjadi. Gael pria dingin itu terpaksa menikahi Nia setelah perbuatan bejatnya diketahui oleh ibu kandungnya.

Nia menerima perlakuan dingin suaminya mencoba memahami perasaan Gael yang menikahinya hanya karena mengikuti kemauan orang tuanya. untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Akan Gael menerima Nia sebagai istrinya atau sebaliknya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bingung dengan perasaanku sendiri.

"Ada apa dengan ku? " Gael kebingungan dengan dirinya sendiri. "Kenapa aku melakukannya? dan kenapa aku merasa nyaman bersentuhan dengannya? tidak, tidak. " Gael terus menepis perasaannya agar tidak memikir kan hal itu.

Namun tetap saja ia tak bisa berhenti mengingat pelukannya tadi kepada Nia. Dimana Gael merasa melepaskan beban pikirannya dengan hanya menyandarkan kepalanya ditengkuk leher belakang Nia.

Nyaman, rasanya seperti aku kembali kerumah tempat dimana aku berlindung dari panas terik mentari dan dari terpaan hujan yang membasahi bumi. Tempat dimana aku melepaskan rasa lelah dari aktivitas ku yang melelahkan.

"Tidak, aku tidak boleh seperti ini dan perasaan apa yang aku pikirkan ini? " Gael menepis perasaan nya sendiri tak ingin perasaan aneh yang ia rasakan itu semakin dalam.

Gael takut perasaan ini tumbuh semakin hari semakin besar yang hanya akan membawanya kedalam kehancuran.

Kehancuran ketika hal yang sama terulang lagi dan aku tidak akan kembali pada pase itu, hidup ku berharga dan tak akan aku biarkan hidup ku kembali terpuruk. Gael membatin.

"Daren, coba kau tanyakan pak Agus sedang apa dia saat ini? " perintah Gael kepada asistennya itu.

"Dia? " Daren bingung dengan kata dia yang keluar dari mulut tuannya. "Nia, maksudku Nia! " Gael melihat kearah Daren sejenak kemudian kembali berkutat dengan tumpukan map diatas meja kerjanya.

"Baik tuan. " Daren pun menghubungi Pak Agus dan menanyakan keberadaan nyonya muda sesuai perintah tuan Gael.

"Pak Agus, tolong beritahu apa saja yang dilakukan oleh nyonya Nia saat ini! " tanya Daren begitu sambungan telpon dari nya terhubung ke mansion.

"Nyonya sedang berada di taman belakang tuan. " Ucap pak Agus dari sebrang sana.

"Baik, Terima kasih pak Agus. " Daren langsung mematikan panggilannya.

"Tuan, nyonya sedang berada di taman belakang mansion. " Terang Daren menyampaikan apa yang diberi tahu kan oleh pak Agus kepada barusan.

Gael menghentikan aktifitas nya menutup map meletakkan pena yang ada di tangan nya diatas meja. "Apa setiap hari hanya itu yang ia lakukan? "

"Saya kurang tau tuan. "

Terlihat Gael seperti berpikir sejenak kemudiaan ai kembali berkutat dengan semua tumpukan map yang berada diatas mejanya.

Nia yang tidak tahu bahwa Gael sudah tiba dimansion, ia masuk ke kamar suaminya itu hendak menyiapkan air hangat untuk Gael dan juga menyiapkan pakaian untuk suaminya itu karena menurut perkiraan nya Gael akan tiba beberapa saat lagi dan ia pun memutuskan untuk menyiapkan semuanya itu.

Nia memilih pakaian yang akan digunakan Gael kemudian mengeluarkan nya dari lemari dan seperti biasanya akan meletakkan nya diatas ranjang.

Clek

Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Gael hanya dengan melilitkan handuknya di pinggangnya memperlihatkan dada bidangnya dan perut kotak-kotaknya.

Seketika pandangan mereka bertemu. Seolah terhipnotis akan tubuh kekar yang ada didepannya membuat Nia menelan salivanya.

Glek

Nia memutus kontak mata nya dari tubuh yang memabukkan itu. Sementara Gael dengan cueknya terus berjalan kearah ranjang dan mendekati Nia yang masih berdiri kaku ditempatnya.

Gael menarik sudut bibirnya ada seringai tak biasa di sudut bibirnya itu seolah tau persis apa yang ada dipikiran Nia saat itu.

"Terima kasih. " Gael mengeluarkan senyuman termanisnya membuat Nia semakin tak bisa menggerakkan kakinya dan mengalihkan pandangan matanya dari Gael.

Gael hendak melepaskan handuknya didepan Nia. "Tunggu! tuan mau apa? " nampaknya otak Nia sedang memikirkan hal yang tidak-tidak.

"Mau memakai pakaian ku, atau kau ingin memakainya untuk ku? " Gael memulai aksinya menggoda Nia.

"Tidak! " Dengan langkah seribu Nia berlari kearah pintu meninggalkan Gael yang sedang tertawa puas menyaksikan Nia ketakutan akan ulahnya.

"Huh... Dasar pria aneh! " gerutu Nia mengelus dadanya dengan nafas ngos-ngosan ketika sudah berada di lantai bawah jauh dari kamar tuannya itu.

"Ada apa nyonya? " pak Agus mengkhawatirkan nyonya nya itu yang sedang berusaha mengatur nafasnya. "Kenapa pak Agus tak memberitahu ku jika tuan Gael sudah berada dikamarnya? " bukannya menjawab Nia malah balik menyerang pak Agus dengan pertanyaan dari nya.

Pak Agus mengkerut kan keninganya merasa tidak mengerti dengan ucapan Nia. "Hampir saja aku mendapat musibah yang sama untuk kedua kalinya! " pekik Nia dengan sorot mata yang tajam kearah pak Agus seolah ia menyalahkan pak Agus atas yang terjadi tadi dikamar tersebut.

"Maksud nyonya? "

"Tidak ada, sudah lewat dan tak usah dipikirkan lagi pak gus! " Nia meninggalkan pak Agus yang menatapnya bingung.

**Keesokan harinya**.

"Pak gus... " Nia yang sudah terlihat rapi menghampiri pak Agus.

"Ia ada apa nyonya? "

"Saya ingin keluar sebentar, boleh ya? "

"Tapi nyonya.. "

"Ayo lah, hanya sebentar saja pak gus. Boleh ya, ya? " Nia memohon dengan wajah memelas.

"Saya akan tanyakan dulu kepada tuan Gael. " Pak Agus pun segera mengambil ponsel yang ada didalam saku celananya untuk menghubungi tuannya.

Dan setelah panggilannya terhubung, pak Agus yang ternyata menghubungi Daren pun kini menjelaskan alasannya menelpon tuannya itu.

"Maaf nyonya, tuan Gael masih di ruang rapat. " Pak Agus berbicara dengan Nia. "Sini, biar aku yang berbicara dengan Daren! " Nia menarik ponsel yang digenggaman oleh pak Agus.

"Halo tuan Daren yang baik hati dan tidak sombong! " Nia dengan meninggikan suaranya sampai Daren menjauhkan ponselnya dari telinganya yang berada di seberang sana.

"Ahh.. Telinga ku hampir saja pecah karena suara mu nyonya! " Kesal Daren dengan nada halus.

"Is kau ini! " Nia memuncungkan bibitnya meskipun tidak dapat dilihat oleh Daren.

"Maaf nyonya, tuan masih berada di ruang rapat jika nyonya ingin keluar sebaiknya nyonya menunggu tuan selesai rapat terlebih dalu dan begitu tuan sudah selesai, saya akabn memberitahukan beliau. " Peringat Daren langsung pada inti pembicaraan.

"Ayolah, Daren tidak akan lama kok! " bujuk Nia lagi belum menyerah dengan keinginannya.

"Maaf nyonya" Daren benar-benar tak memberi nya ijin. Namun dengan cepat otak Nia mendapatkan ide untuk bisa mengelabui pak Agus yang masih berdiri di sampingnya.

"Baik lah, Terima kasih. Aku hanya sebentar tidak akan lama. " Setelah itu Nia mematikan sambungan telponnya dan mengembalikan ponsel tersebut kepada pak Agus.

"Terima kasih pak gus... Aku berangkat dulu? "

"Tapi nyonya anda belum mendapatkan ijin dari tuan. " Pak Agus berusaha menahan Nia.

"Tadi Daren bilang aku boleh pergi. " Bohong Nia.

"Benarkah? " pak Agus terlihat tidak percaya dengan ucapan Nia.

"Umm" Nia membalikkan badannya meninggalkan pak Agus. "Maaf pak Agus tapi aku harus pergi hanya sebentar tidak akan lama" Ucap Nia berkata sendiri pada dirinya.

Sementara dilain tempat Daren menatap layar ponselnya dengan mengkerut kan keningnya. Merasa ucapan Nia tidak sesuai dengan penjelasannya.

Hai gaes jangan lupa dukungannya ya! dan nantikan kelanjutan ceritanya. Salam buat kalian semua yang setia menunggu karya ini. loveupull 💜💜💜💜

1
Sutri Ana
Luar biasa
Lina Kandar
lanjut tttt
Sakinah Amalia
Lumayan
Sakinah Amalia
Luar biasa
Rania Indani
Tania
Sri Ayuu
lanjuuut
wendyddy
not bad lahhh, tetap semangat nulis novel torr
Neng Sarah
suka dngn ceritanya ... ampe baca berulang ulang
Neng Sarah: love..lovee..thoor🥰😘😘
total 2 replies
Asyatun 1
keren
Herta Siahaan
😆😆😆 kasihan Gael yg ada Nia makin g percaya dan ragu padamu.... tumpuk terus masalah dgn Nia😆😆
Herta Siahaan
yg ada Nia makin menjauh dan pergi Gael dan si Mama jg harus nya tegas ma Serly
Herta Siahaan
Oalah Gael tuk menyatakan Nia sebagai istri mu aja kau tdk tegas apalagi bilang cinta.... makin down Nia ma Sikapmu
Herta Siahaan
Mama bilang ma Gael donk ... istrinya kan polos dan kurang peka mengingat dia dinikahi krna terpaksa dan dia trauma masa akhir hidup kiren dia diacuhkan....
Herta Siahaan
apa sich susah nya bilang cinta padanya Gael.,...
Herta Siahaan
Gael istri mu bingung dgn sikap mu... waktu dirimu mengurus Kiren dan cuek pd istri mu apa kau tahu betapa dia selalu pasrah dgn tangis dalam diam
Unnah_Azzahrah03
ini nggk ada Extrapart nya yah??
Ismiyati
wah tambah seru
Ismiyati
astaga npa lelet pdhl lgi seru2nya
Sofia Askana
i love this story. gak bertele-tele 👍👍👍
Sekar kedhaton👑
vas gitulah Thor 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!