IG : Srt_tika92
Briano Al Nugroho pria tampan yg dingin dengan semua wanita, menganggap dirinya tidak membutuhkan yg namanya cinta. kehidupannya berubah seketika bertemu dengan Jiandra Aurora Mahess, gadis cantik, ceria nan manja. berbeda jauh dg kepribadian Brian yg dingin, tegas, tidak suka membuang2 waktu. Mereka bertemu ketika Kapten Brian yg sedang bertugas. gimana kelanjutannya??? apakah Jia dapat menaklukan hati Brian??f
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Di perjalanan pulang,Jia memarkirkan mobilnya ke sebuah restoran untuk makan siang, sebenarnya ingin langsung pulang tapi perutnya tidak bisa di ajak kompromi.
Drettt.. Drettt..
Sebuah panggilan masuk..
" Siapa ini? " Gumamnya melihat nomor tak dikenal.
"Hallo, siapa ini? "
" Ini saya nona, pak dio"
" Ooh, iya ada apa pak? "
" Saya ingin memberitahukan, butik yang Anda minta bisa memakan waktu 2bulan, itu sudah dipercepat, biasanya memakan waktu 5bulanan" Jelas pak dio.
"Oke! baik pak dio, terima kasih sebelumnya*"
Panggilan berakhir.
Karena sudah selesai dengan makan siangnya, Jia beranjak meninggalkan resto, ketika di ambang pintu keluar, Jia melihat seseorang yang dia kenal.
" Apa itu dia? " Tanyanya sendiri dalam hati dan memutuskan menghampiri,
"Rio..??? " Sapanya dengan penuh tanya.
Orang itu pun menoleh ketika namanya dipanggil dan sedikit bingung " Mm.. Siapa ya? "
" Apa kamu benar Rio?? Ini aku Jia!! "
"Mm... Mm.. " Rio Masih dengan kebingungan meneliti dari ujung rambut sampai kaki" Sepertinya aku memang tidak mengenal gadis ini" Gumam dalam hati.
" Aku Jia.. Jia.. Mhm... Perbatasan!? Ingat?" Jelasnya dengan penuh semangat.
" Oh... Kamu gadis itu,! " Ingatnya ketika Jia mengatakan perbatasan. " Apa kabar? Kamu tinggal di kota ini? "
" Kabarku baik, iya aku tinggal di kota ini. Bagaimana denganmu?kenapa bisa disini? " Tanya Jia.
"Aku dipindah tugaskan, dan disini aku sudah 2 tahun,bersama dengan istriku"
" Wah.. Kamu sudah menikah? Selamat ya.. "
" Iya, bahkan sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah." Jelas Rio.
" Wahh.. Sekali lagi selamat ya.bagaimana dengan kabar yang lainnya? Apa masih bertugas di perbatasan? " Tanya Jia.
" Kami semua sudah lama tidak bertugas di perbatasan, 2 tahun setelah kepergianmu kami masing2 di pindah tugaskan"
" Ooh.. Apa kalian masih saling bertemu? " Tanya Jia penuh selidik, " Apa dia masih berhubungan dengan Brian? " Lirihnya dalam hati.
" Kami masih lancar berkomunikasi, walau jarang bertemu. Apa kamu masih ingat kapten, Jia? Dia sudah lama tinggal di kota ini"
" Kapten? Maksud kamu Brian? Dia ada di jakarta??? " Tanyanya dengan penuh harapan.
" Iya, kapten Brian! "
Jia senang sekali mendengar kabar itu" Tapi kenapa dia tidak pernah menemuiku? Apa dia tidak tau aku tinggal disini? Apa dia melupakanku? " Gumamnya dalam hati.
" Jia.. Jia.. " Panggil Rio membuyarkan lamunan Jia.
" Ehh.. Iya. Apa tadi? Brian ada di jakarta? Benarkah?" Tanyanya sekali lagi.
" Benar, bahkan sudah 4 tahun yang lalu dia mengundurkan diri dari kemiliteran, aku dengar dia sudah menikah! " Jelas Rio.
Jederrrrr...
" Menikah? " Bak di samabar petir, kabar yang ia dapat. penantiannya yang begitu lama, harapannya untuk bertemu lagi telah sirna seketika. hati yang terasa sangat amat perih mendengar bahwa kekasihnya sudah menikah.
"dia telah melupakanku, dia telah menghianatiku, dia mengingkari janjinya, betapa bodohnya aku mempercayainya, 5tahun aku menunggunya, menantinya.. ya Tuhan.. apa ini? takdir apa ini?"
Dengan perasaan yang sangat sedih, tanpa sepatah katapun Jia meninggalkan Rio. berjalan dengan lamunannya,merutuki diri sendiri.
" Jia.. Jia... mau kemana? " Rio terlihat binggung dengan sikap Jia yang berlalu begitu saja " ada apa dengannya? apa aku salah bicara? hmm.. entahlah, mungkin dia ada urusan lain" gumam Rio.
Jia memarkirkan mobilnya di sebuah taman, di sana dia menangis sejadi-jadinya.dia sangat merasa patah hati. "apa sesakit ini rasanya? "
tanpa sadar hari menjelang sore, Jia memutuskan kembali ke rumah.
Sesampainya dirumah.
" huuffttt... " Jia mengatur nafas, membersihkan sisa-sisa air mata sebelum masuk kerumah, Jia tidak ingin terlihat sedih di depan kedua orang tuanya.
" Jia.. bisa bicara sebentar? " ucap jody yang duduk di ruang tamu. sebenarnya sudah dari tadi jody menunggu Jia.
" iya pah, " Jia mendudukan diri di samping jody.
" Jia, papa dan mama ingin bicara hal yang penting nak, " sebelum melanjutkan bicara jody mengambil nafas " hufft.... " dan melanjutkannya "Jia papa menerima beberapa lamaran untukmu nak, sebenarnya lamaran datang setiap tahun ketika kamu pulang untuk liburan semester tapi papa tidak memberitahumu, papa pikir kamu masih kuliah jadi papa mengabaikan lamaran-lamaran itu" sebelum melanjutkan jody melihat raut wajah Jia, karena dirasa tidak ada penolakan, jody melanjutkannya lagi.
" Dan sekarang papa rasa kamu sudah cukup matang untuk membina rumah tangga, jadi papa membicarakan lamaran ini denganmu, bagaimana pendapatmu Jia?"
" sekali lagi papa dan mama tidak memaksa nak.. " ucap mirra yang duduk berhadapan dengan Jia.
Jia masih dalam lamunannya tetapi ia masih mendengar apa yang di ucapkan oleh kedua orang tuanya " apakah ini takdir? orang yang aku cintai sudah menjadi milik orang lain? sepertinya aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi"
" baiklah pah, aku menerimanya? "dengan berat bibirnya berucap menyetujuinya.
Jody dan mirra sangat senang mendengar keputusan anaknya.
" ini ada beberapa pria yang Melamarmu nak, " mirra memberikan beberapa foto dan data pelamar.
tetapi Jia hanya meliriknya " Jia.. percaya sama papa dan mama, mana yang terbaik buat Jia" sebenarnya Jia tidak berminat tetapi karena hati yang merasa tersakiti mulutnya berkata lain.
" ehmmm... menurut papa lamaran dari Nugroho yang paling tepat, dia orang yang pandai, bijak, dia juga pria yang pekerja keras, jujur. dia paling terbaik diantara semuanya. dia juga mengirim lamaran 3 kali berturut-turut beberapa tahun yang lalu. " jelas jody.
" baiklah.. " ucap Jia dengan tatapan kosong.
" tapi... dia sudah pernah menikah dan mempunyai seorang putra, apa kau tidak keberatan? "
" baiklah.. " Lagi-lagi Jia hanya menjawab itu dengan tatapan kosong.
" apa kamu tidak mau memikirkannya lagi? " tanya mirra.
" tidak mah, kalau bisa Jia mau secepatnya. tidak mau menunggu lama"
mendengar perkataan jia, jody dan mirra saling bertukar pandangan.
" mah, Jia ke kamar dulu ya.. " Jia pun berlalu menuju kamar menyusuri anak tangga. langkahnya terhenti di tengah perjalanan dan membalikan badan sembari berkata " bisakah Jia menikah seminggu lagi? dengan pernikahan sederhana!bisakah? "
" nanti papa akan membicarakannya"
" oke! "
Jiandra pov
aku tidak yakin dengan keputusanku ini, yang aku rasakan hanya sesak didada. Pria yang akan ku nikahi sama sekali tidak aku kenal. dia sudah pernah menikah! mempunyai seorang anak! apa dia pria yang sangat tua? apa dia pria gendut seperti om om mesum? aduhh betapa bodohnya aku ini! semoga saja papa memang memilih yang terbaik.
**haiiii reader menurut kalian siapa yang akan menikah dengan jiandra??????
jangan lupa like ya.. biar author semangat nulisnya.....
bye**.......